NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29 —Kebenaran yang Menyakitkan

Bukan aroma parfum maskulin khas Damian, tapi ada sentuhan aroma lembut yang tak asing... aroma yang sangat Lilian kenali sebagai parfum seorang wanita.

"Belum tidur?" suara bass Damian memecah keheningan kamar. Pria itu mengusap wajahnya sebentar, lalu mendekati Lilian dan mendaratkan kecupan hangat di dahi gadis itu.

Lilian menahan napas sejenak, berusaha menetralkan gemuruh di dadanya. "Kan aku bilang mau nungguin kamu. Pekerjaannya berat banget ya di lapangan?"

Damian mengangguk pelan, matanya menghindari tatapan langsung Lilian saat ia melepas jam tangannya. "Iya, ada sedikit kendala teknis dengan investor. Tapi semuanya sudah terkendali."

"Kamu... benar-benar dari lokasi proyek?" tanya Lilian lirih, berusaha membuat suaranya terdengar biasa saja.

Gerakan tangan Damian yang sedang meletakkan jam tangan mendadak terhenti selama satu detik—jeda singkat yang tak luput dari penglihatan Lilian—sebelum pria itu kembali bersikap tenang.

"Iya, Li. Mau dari mana lagi?" Damian balik menatap Lilian, lalu mengulas senyum tipis yang terasa sedikit dipaksakan. "Maaf ya, bikin kamu nunggu lama. Aku mandi dulu, setelah itu kita tidur."

Damian berbalik berjalan menuju kamar mandi. Sementara Lilian hanya bisa mematung di atas tempat tidur Damian, meremas sprei dengan jemarinya yang gemetar.

'Satu bulan lagi,' batin Lilian getir. 'Kalau kamu memang punya rahasia di belakangku, Damian... setidaknya biarkan aku pergi tanpa harus membencimu.'

Setelah selesai membersihkan diri, Damian melangkah keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di samping Lilian. Pria itu menarik tubuh Lilian ke dalam pelukannya yang hangat.

"Kangen banget, seharian tidak ketemu," bisik Damian seraya menenggelamkan wajahnya di leher Lilian, membuat senyum Lilian terbit seketika.

"Aku juga," balas Lilian, melingkarkan tangannya di pinggang Damian.

Namun, rasa hangat di dada Lilian mendadak tergantikan oleh kepanikan terselubung saat mengingat hitungan mundur dari sistem. Tiba-tiba saja, pikiran tentang pernikahan melintas di kepalanya.

"Damian?"

"Hmm?"

"Bagaimana kalau kita menikah? Kamu mau, kan?" tanya Lilian lirih.

Pertanyaan itu seketika membuat Damian membuka matanya yang semula terpejam. Bukan hanya Damian, peri mini pun mendadak muncul dan melayang panik di atas kepala Lilian.

"Host, gila ya kamu?! Nanti portalnya keburu tertutup dan kamu tidak akan bisa kembali ke dunia nyata selamanya!" omel peri mini dengan wajah memerah.

"Biarin! Aku mau tetap sama Damian!" balas Lilian mantap di dalam hatinya.

Damian terdiam sejenak sebelum menghela napas pelan. "Aku belum siap untuk menikah, Li. Tapi... bagaimana kalau kita tunangan dulu?"

Jawaban itu membenturkan Lilian pada kenyataan. Senyumnya pudar, ia terdiam mematung dalam pelukan Damian. Rasa hangat itu menguap begitu saja.

"Ya sudah kalau begitu. Aku mau tinggal di sini saja, kamu balik ke mansion saja sana," balas Lilian dingin seraya berusaha melepaskan pelukan Damian.

"Jangan dong, aku tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu," bujuk Damian makin erat menahannya.

"Halah, pret! Dasar gombal!" omel Lilian dalam hati, meski bibirnya memilih untuk bungkam.

Lilian sengaja memunggungi Damian, menarik selimut hingga sebatas dada. Meski tangan kekar Damian masih melingkar protektif di pinggangnya, pikiran Lilian sudah melayang jauh ke mana-mana.

'Kenapa Damian belum siap? Kita sudah pacaran hampir tiga tahun. Karier Damian sudah di puncak, kekayaannya melimpah, lalu apa lagi yang ditunggu? Apakah karena wanita pemilik aroma parfum asing itu?' tanya Lilian dalam hati, tiba-tiba dia curiga pada Clara Vance.

'Dasar ulat bulu.'

"Host, dengarkan aku!" suara peri mini kembali mengiang di kepalanya, kali ini dengan nada yang jauh lebih serius. "Aturan sistem tidak bisa diubah. Jika dalam waktu satu bulan Host tidak masuk ke dalam portal, keberadaan Host di dunia ini akan dihapus secara otomatis, dan Host tidak akan pernah bisa kembali ke dunia nyata!"

Jantung Lilian berdegup kencang. "Dihapus secara otomatis? Artinya aku mati?"

"Secara teknis, ya. Jiwa Host akan terisolasi di ruang hampa," tegas si peri mini. "Jadi, buang jauh-jauh pikiran gila untuk menetap di sini cuma demi pria yang bahkan ragu untuk menikahi mu!"

Kalimat peri mini bagai tamparan keras yang menampar kesadaran Lilian. Ia memejamkan mata erat-erat, menahan panas yang mendadak menyerbu sudut matanya.

Di belakangnya, napas Damian mulai teratur dan halus—tanda pria itu sudah tertidur lelap karena kelelahan. Lilian perlahan menggeser tangan Damian dari pinggangnya, lalu berbalik menatap wajah tampan pria di sampingnya itu di bawah remang cahaya lampu tidur.

"Kenapa kamu harus ragu, Damian?" bisik Lilian pelan sekali, hampir tak terdengar. "Padahal waktuku cuma tersisa tiga puluh hari lagi..."

Lilian meraba saku piyama yang ia kenakan, mengambil ponselnya dengan gerakan sepelan mungkin. Dengan jari gemetar, ia membuka kunci layar dan memeriksa riwayat panggilan serta pesan di ponselnya sendiri, sebelum matanya tertuju pada ponsel Damian yang tergeletak di atas nakas.

Rasa curiga yang membakar dadanya memuncak. Lilian mengulurkan tangan, meraih ponsel Damian. Namun, baru saja jarinya menyentuh layar, ponsel itu mendadak menyala menampilkan sebuah notifikasi pesan baru dari nomor dengan nama C:

Dada Lilian rasanya dihantam hantaman keras saat membaca baris demi baris pesan yang terpampang di layar. Nama kontak itu memang tidak tersimpan, namun Lilian hapal betul format nomor dan gaya bahasa wanita itu.

Clara.

Calon tunangan Damian yang gak jadi, yang seharusnya tidak lagi punya tempat di kehidupan mereka.

[Terima kasih untuk malam ini. Kamu tidak lupa janji kita besok, kan?]

Jemari Lilian gemetar hebat saat memegang ponsel itu. Napasnya tercekat di tenggorokan, sementara matanya mulai memanas oleh lelehan air mata yang tak sanggup lagi ia tahan.

Lalu dia melihat foto Clara dan Damian di suatu tempat berdua.

'Rapat proyek di lapangan? Masalah investor?' Lilian menatap wajah Damian yang tertidur lelap di sampingnya dengan perasaan campur aduk antara marah, kecewa, dan dikhianati. 'Jadi Ini alasan kamu ragu pas aku ajak nikah?'

"Host... itu Clara," bisik si peri mini yang melayang mendekati bahu Lilian, nadanya kali ini penuh keprihatinan.

Lilian meletakkan kembali ponsel Damian ke atas nakas dengan sangat perlahan, seolah takut suaranya akan membangunkan pria itu. Ia berbalik, membelakangi Damian, lalu meremas dadanya yang terasa begitu sesak.

Tiga tahun. Lilian mengorbankan segalanya, memberikan seluruh hatinya untuk pria yang awalnya hanya sebuah karakter fiksi dalam cerita buatannya sendiri. Dan di saat portal menuju dunia nyata sudah terbuka, Damian justru kembali pada Clara?

'Bagus,' batin Lilian getir, membiarkan air matanya menetes meresap ke dalam bantal. Ternyata kamu sendiri yang ngasih aku alasan buat gak perlu ragu meninggalkan dunia ini, Damian.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
mandi minta d'temanin
d'ajak nikah gak mau
jumirah slavina
dengar Dami saat suhu bicara
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!