NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: PERTARUNGAN PERTAMA YANG KEPAYAHAN

BAB 7: Pertarungan Pertama yang Kepayahan

Darah hitam kental mengalir lambat dari luka berukuran tiga inci di dahi zombie kemeja kotak-kotak yang kini tergeletak tak bernyawa di tanah basah, tepat di balik garis batas transparan kubah Suaka.

Meskipun mahluk membusuk itu telah sepenuhnya mati dan tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, Lin Yue masih berdiri terpaku di balik pintu kayu rumah tuanya. Kedua telapak tangannya yang terbalut kain lap tebal menggenggam erat gagang tombak kayu jati rakitannya. Pegangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan tekanan luar biasa yang baru saja dilepaskan oleh seluruh anggota tubuhnya.

Gemetar.

Jemari Lin Yue bergetar hebat—sebuah hentakan ritmis yang tidak sanggup ia kendalikan secara instan.

Getaran itu bukan lahir dari rasa takut atau kepanikan histeris akan ancaman zombie. Rasa takut itu telah mati bersama penderitaan panjang masa lalunya. Getaran ini adalah reaksi biologis murni akibat lonjakan konsentrasi adrenalin mendadak yang membanjiri seluruh saluran pembuluh darahnya. Kendati Sistem telah merekonstruksi struktur fisiknya secara sempurna menjadi Manusia Normal Puncak, ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia mengerahkan tenaga fisiknya secara eksplosif untuk bertarung dan mencabut nyawa sebuah mahluk hidup.

Otot-otot di kedua lengannya terasa tegang, kaku, dan panas, seolah-olah seluruh serat serabut daging di dalam tubuhnya memprotes kejutan daya dorong ekstrem yang baru saja ia lepaskan dalam hitungan detik.

Lin Yue memejamkan matanya rapat-rapat. Ia mengabaikan rasa panas yang menjalar di bahunya, lalu menarik napas panjang dan dalam melalui hidung. Udara dingin di dalam rumah tua itu memenuhi paru-parunya yang kini berkapasitas sempurna. Ia menahannya selama tiga detik, lalu menghembuskannya perlahan-lahan melalui mulut untuk menenangkan denyut jantungnya yang meracau liar bagaikan pukulan drum perang.

"Tenang, Lin Yue... Otakmu harus tetap dingin," bisiknya pada diri sendiri dengan suara serak yang sangat rendah. "Ini baru langkah paling awal. Di luar sana, duniamu sudah berubah menjadi neraka, dan kamu baru saja membunuh satu iblis kecil."

Ia mengulang siklus pernapasan teratur itu sebanyak empat kali. Perlahan tapi pasti, detak jantungnya kembali menepi ke irama normal. Getaran hebat pada otot-otot jarinya mereda, menyisakan genggaman yang kini jauh lebih stabil, kokoh, dan penuh kendali.

Setelah fokus dan kestabilan jiwanya pulih sepenuhnya, Lin Yue membuka matanya kembali. Pandangan matanya yang kini jernih dan tajam langsung terkunci pada sasaran utama yang tergeletak di luar: Kristal Inti Keruh yang tersimpan di balik tempurung kepala mahluk itu.

Aturan Sistem Suaka sangat lugas dan tidak kenal kompromi: Sistem tidak akan pernah memberikan imbalan Misi Utama secara otomatis sebelum bahan mentah utama diambil secara fisik oleh tangan Pemilik.

Lin Yue tidak serta-merta berbuat konyol dengan membuka pintu kayu utama secara lebar untuk berjalan ke luar. Membuka pintu secara penuh berarti mengompromikan benteng pertahanannya sendiri, sebuah tindakan amatir yang sanggup mengundang bahaya tak terduga jika tiba-tiba ada mahluk lain yang melintas di sekitar gang.

Dari balik celah jendela ventilasi kecil berukuran 30x30 sentimeter—tempat di mana ia baru saja melancarkan serangan mematikan tadi—Lin Yue membalikkan posisi tombak rakitannya. Ia tidak menggunakan ujung mata pisau dapur agar tidak tumpul, melainkan memanfaatkan bagian pangkal pendorong pisau yang tebal dan kokoh untuk meretas area tempurung kepala zombie yang sudah retak parah akibat tusukan utamanya.

Plek! Brik!

Suara retakan tulang kering bergema singkat di keheningan pagi. Dengan dua pendorongan terukur dan cermat dari balik zona aman Suaka, tempurung kepala zombie pria paruh baya itu terbuka sedikit.

Bau kebusukan yang luar biasa menyengat—perpaduan antara darah membusuk, daging basi, dan aroma belerang mutasi—seketika menyeruak keluar dari celah kepala mahluk itu. Bau tersebut cukup kuat untuk membuat manusia biasa muntah hebat di tempat. Namun, Lin Yue hanya menyempitkan matanya, menahan napas dengan tenang tanpa menunjukkan riak ketakutan sedikit pun pada wajahnya.

Di balik jaringan otak hitam kental yang meluruh, sebuah pendaran cahaya redup berukuran sebesar biji jagung tampak berkilau kusam di tengah kegelapan organ yang membusuk.

"Itu dia," gumam Lin Yue.

Ia mengarahkan ujung mata pisau dapur di tombaknya secara perlahan dan presisi, menyusup ke balik celah tulang, lalu menyungkil batu bercahaya redup itu ke atas.

Kring!

Batu kecil yang berlumuran cairan hitam kental itu terlempar ke udara, melintasi garis batas kubah energi transparan tanpa hambatan sedikit pun, lalu mendarat mulus di atas meja kayu tua di dekat dinding lantai satu.

Lin Yue segera menyandarkan tombak kayu jatinya ke dinding, lalu mengambil selembar kain lap kotor yang sudah ia siapkan. Dengan gerakan sigap dan teliti, ia mengusap seluruh cairan hitam busuk yang membungkus batu tersebut hingga tak tersisa sedikit pun.

Saat cairan kotor itu bersih sepenuhnya, batu tersebut memancarkan wujud aslinya. Teksturnya terasa sangat dingin, padat, dan sekeras batu permata murni saat berada di dalam genggaman jemari Lin Yue. Warnanya abu-abu keruh transparan, memancarkan gelombang getaran energi mikroskopis yang halus dan terasa sangat menenangkan di telapak tangannya.

Inilah Kristal Inti Keruh Level 0—mata uang tertinggi, bahan bakar teknologi, dan sumber energi paling berharga di era keruntuhan peradaban.

Bip!

Tepat saat telapak tangan Lin Yue meremas pelan kristal tersebut, sebuah notifikasi mekanis yang dingin, agung, dan menggema bergema nyaring langsung di dalam pusat kesadarannya, memecahkan keheningan rumah tua itu.

[Bip! Kristal Inti Keruh Level 0 Terdeteksi dalam Genggaman Pemilik!]

[Verifikasi Bahan Mentah Berhasil!]

[Misi Utama Minggu Ke-2: "Bunuh 1 Zombie Level 0 dan Ambil Kristal Inti Keruh Pertamamu" — Status: SELESAI 100%!]

[Menerima Seluruh Hadiah Misi Utama:]

Upgrade Bangunan Suaka: Ototmatis Ditingkatkan dari Level 0 ke Suaka Level 1.

Pembukaan Bangunan Modul: Akses Pembangunan Kos-kosan Suaka (Kamar 101) Resmi Terbuka.

Pertahanan Otomatis: Modul Barrier Listrik Level 1 Berhasil Diaktifkan di Sekeliling Pagar Luar Suaka.

Fungsi Sistem Baru: Fitur Toko Pertukaran Sistem Level 1 Berhasil Dibuka!

Hummmmm...

Begitu rentetan teks notifikasi Sistem selesai dibacakan, sebuah getaran berfrekuensi rendah namun bergelombang kuat mendadak menjalar dari kedalaman fondasi tanah rumah tua neneknya.

Getaran itu tidak merusak, melainkan terasa seperti dorongan energi kehidupan yang luar biasa masif. Cahaya biru bening yang tadinya hanya menyelimuti pagar luar sebagai garis tipis tak terlihat, mendadak mengental, menebal, dan memancar terang dalam radius penuh. Dinding-dinding kayu tua rumah dua lantai itu seolah-olah menyerap gelombang energi tak berwujud dari Sistem.

Celah-celah kecil dan retakan aus pada papan kayu dinding merapat secara alami, saling mengunci rapat bagaikan dinding benteng baja. Atap seng yang tadinya berkarat dan berderit saat tertiup angin kini berubah warna menjadi kelabu gelap yang kokoh, menyatu padu menjadi struktur perlindungan yang jauh lebih solid.

Perubahan paling dramatis terjadi di sepanjang pagar besi tua di luar halaman rumah.

Zzzzt... Zzzzt... Plak!

Serangkaian garis-garis sirkuit cahaya biru redup menjalar cepat di sepanjang jeruji besi pagar, membentuk jalinan matriks energi otomatis. Suara desis loncatan arus listrik bertegangan tinggi berdesir halus di sekeliling perimeter rumah.

Ini adalah Modul Barrier Listrik Level 1. Mulai detik ini, setiap mahluk mutan, zombie, atau penyusup manusia dengan niat jahat yang mencoba menyentuh atau memanjat pagar luar rumah tanpa izin eksplisit dari Lin Yue akan langsung disengat oleh dorongan arus listrik bertegangan tinggi yang sanggup menghancurkan sistem saraf gerak mereka dalam hitungan detik.

Atmosfer di dalam dan di luar rumah tua itu kini berubah total. Rumah yang tadinya tampak seperti sarang rapuh di tengah kota mati, dalam sekejap bertransformasi menjadi sebuah benteng pertahanan yang tak tertembus.

Lin Yue mengangkat kedua tangannya, memandangi jemarinya yang kini telah sepenuhnya berhenti bergetar. Rasa lelah dan tegang pada otot-otot lengannya perlahan-lahan menguap, digantikan oleh dorongan kesegaran baru serta rasa kepuasan mendalam yang membakar dadanya.

Pertarungan pertamanya mungkin terasa penuh ketegangan, menguras adrenalin, dan ditandai oleh kepayahan fisik sementara saat menyesuaikan diri. Namun, hasil akhir yang berhasil ia raih sangat luar biasa dan melampaui ekspektasinya.

"Satu Kristal Inti sudah berhasil kudapatkan dengan tanganku sendiri," gumam Lin Yue seraya menyunggingkan senyum tipis yang dingin di bibirnya yang kini merona sehat. "Dan benteng pertahanan tempat ini... kini benar-benar menjadi tempat paling aman di seluruh kota."

Ia berjalan ke arah dinding, memungut kembali tombak rakitannya, lalu memfokuskan pandangannya pada pendaran layar transparan biru yang kini telah memperbarui antarmuka utamanya:

Toko Pertukaran Sistem Level 1 dan Menu Konstruksi Suaka.

Panggung perburuannya baru saja dibuka, dan Lin Yue siap menguasai seluruh permainan ini.

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!