NovelToon NovelToon
Under The Purple Pine Blossoms

Under The Purple Pine Blossoms

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Penyelamat
Popularitas:837
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Chen Li, pemuda desa yang tampak biasa-biasa saja, sebenarnya bukan anak miskin pada umumnya. Terpelajar dan cerdas, ia mengelola pabrik teh besar untuk Tuan Sun, sambil memahami kehidupan keras orang miskin. Ayahnya, seorang pemimpin pemberontakan, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Chen Li dengan pelajaran hidup tentang keadilan, kemiskinan, dan batas-batas yang harus ia terima. Di sisi lain, ada Yun Xiao, gadis pemberani yang menentang ketidakadilan. Ia membenci mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang lemah, dan tindakannya yang berani membuat para pejabat kekaisaran terus memperhatikannya. Suatu hari, puisi yang ditulis Yun Xiao diterbangkan angin hingga menarik perhatian putri bungsu kekaisaran. Putri itu langsung datang untuk menahannya, tapi Chen Li menghadangnya dengan berdebat hingga akhirnya Membuatnya di bawah ke istana, memaksanya memahami kekuasaan dan permainan politik yang rumit, penuh tipu muslihat bak catur hidup dan mati untuk hidup, tentang ayahny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu putri Yun Leng, bukan?

Bagi Yun Xiao dalam trilogi romantis, Tuan Tang yang agung pasti tidak tahu benar-benar bagaimana terjadinya hubungan Kaisar dengan permaisuri atau yang lainya. Tuan Tang pastinya sudah membaca banyak tulisan dan mengamati pemerintahan. Bagian pertama tentang terbentuknya Kekaisaran Zhou yang agung benar-benar di buat mengagumkan. Bagaimana pemuda biasa bisa mengadu domba kekaisaran song dan suku barbar di utara. Gaya yang di gunakannya juga lembut seperti aliran sungai kecil perawan di tengah hutan.

Poet war adalah kisah awal seorang anak muda pedagang yang akhirnya mencapai revolusi musim semi dan seorang gadis desa yang suka mengirim surat.

Kabar selalu beredar tentang tulisan-tulisan permaisuri agung yang begitu indah dan elegan. Yun Xiao ingat satu kutipan yang paling di sukainya. Judulnya mangkuk porselin putih. Kata-katanya seperti ini : Aku mengambil sumpit, menatap soup di mangkuk, memejamkan mata dan mengetuk perutnya. Suara denting terdengar dan aku tanpa sadar memejamkan mataku. Kapan kamu akan datang? Mangkuk ini tidak akan selalu menghiburku.

Tuan Tang selalu punya kata-kata yang bagus dan indah. Semua orang jadi tahu bahwa Kaisar pertama itu pasti sangat tampan dan permaisuri adalah peri manusia pertama yang pernah muncul.

Dengan gaya yang indah, tidak heran nama tuan Tang selalu muncul. Yun Xiao ingin sepertinya namun teringat dengan kata-kata Chen Li. Katanya orang miskin yang memiliki impian terlalu tinggi akan mengubah hidup mereka seperti neraka frustrasi dan angan-angan yang menguras jiwa. Dia jadi takut mendengar itu dan setelah memikirkannya, itu ada benarnya. Melihat dirinya saat ini, dia merasa seperti pisau indah yang dimiliki orang kaya yang selalu bersihkan dan di pajang lalu berpindah pada seorang tukang masak yang bar-bar.

Yun Xiao menghela nafas. Chen Li hanya memperingati jangan mimpi terlalu tinggi karena itu bukan sesuatu yang dapat di gapai orang miskin. Dia pun berpikir sangat disayangkan punya sisa-sisanya kehidupannya di keluarga bangsawan dan kini harus seperti ini.

Waktu itu di tengah hari dan cahaya matahari menembus daun-daun pinus kecil, menciptakan puluhan bayangan di tanah.

Musim bunga pinus sudah berlalu dan sekarang pohon-pohon itu mulai mempersiapkan buah-buah mereka.

Yun Xiao tidak pernah melihat burung memakanya membuatnya berpikir jika mungkin burung-burung itu memang tidak suka buah pinus. Namun baginya sangat menyenangkan memungutnya ketika berguguran dan memainkannya.

Dari banyak buah yang berguguran, hanya beberapa yang akan tumbuh. Mungkin karena itu jumlah pohon pinus tidak terlalu banyak dan lambat berkembang, tapi pohon ini selalu kuat dan bagus untuk pembangunan. Walaupun tidak terlalu, tapi sudah lebih cukup dari yang lainnya.

Tuan peramal sedang menguap dan mengipaskan wajahnya sembari sesekali melemparkan koin ke udara.

Tadi dia berkata, ‘Manusia butuh kepastian dan kepercayaan, karena itu kegiatan peramal sangat dibutuhkan untuk menjaga harapan dan kepercayaan.’

Entah apa ramalan itu benar adanya, Yun Xiao tahu setiap manusia pasti ingin mencoba mencari tahu bagaimana kehidupannya di masa depan. Jika itu luar biasa baik maka itu akan baik-baik saja, namun jika tidak maka dengan wajah tegang, berkerut orang akan bertanya bagaimana cara mengubahnya. Sama halnya ketika seorang wanita muda yang datang dengan wajah cemas dia bertanya, “Tuan peramal apa yang bisa saya lakukan? ”

Tuan peramal akan menyentuh dagunya, menjaganya agar tidak terjatuh. Tangannya seperti dua cabang seolah-olah kepalanya perlu itu agar pikirannya bisa fokus berpikir atau meremas-remas kumisnya yang panjang, meplintirnya.

Apa yang diamati Yun Xiao, peramal itu hanya mengamati rupa cantik seperti cabang persik nona muda di depannya lalu berkata sembari tersenyum, “Anda sangat cantik. Untuk menghindari petaka langit, anda harus menjauh dari hal-hal buruk. Sebagai nona cantik, akan banyak laki-laki yang mendekati anda. Di sinilah anda akan mencapai persimpangan jalan, jangan salah memilih, ini akan menjadi keberuntungan dan kemalaman hidup anda.”

Nona muda itu berpikir sebentar lalu membungkuk berterima kasih. Dia mengambil bebera koin dari lengan bajunya dan menyerahkannya.

Peramal itu berterima kasih dan berkata, “Meskipun ramalanku tidak sepenuhnya akurat tapi aku yakin setelah anda mendengar ucapan saya anda akan jauh lebih berhati-hati. Ingat ungkapan Tuan Tang? Karena hati-hati setidaknya kamu tidak akan masuk ke mulut naga dan hanya berdiri di pinggirannya.”

“Terima kasih.”

Wanita itu lalu pergi.

Melempar beberapa kali koin ke atas, dia berkata kepada Yun Xiao, “Aku tidak pernah menipu tapi mereka yang datang kepadaku. Tidak apa-apa mengorbankan sedikit uang demi kehidupan yang lebih baik.”

Yun Xiao tidak menanggapi dan diam saja.

Peramal itu menghela nafas.

Sekarang dia mulai menguap karena setelah beberapa menit belum muncul orang yang tertarik kepadanya.

Ini tengah hari dan orang-orang semakin sedikit.

Sementara di seberang Nyonya itu dengan antusias menawarkan barangnya dan sesekali menatap Yun Xiao dan peramal itu. Sepertinya dia akan sangat senang jika mereka tidak ada dan terus sepi pembeli.

Yun Xiao duduk di batu dan menggunakan tangannya menyadarkan kepalanya.

Sebagai pedagan dia merasa licik dan jahat tapi sebenarnya semua pedagang juga begitu. Hanya saja ini akan menurunkan kepercayaan orang-orang di sekitarnya. Dia menjual air suci dari gunung utara untuk kesehatan. Dunia abadi itu misterius dan sedikit orang atau orang-orang besar yang mengerti. Orang-orang awam pasti sulit memahaminya. Peri immortal Yan juga butuh bertahun-tahun diam dalam pengasingannya di perpustakaan memahami Daonya sendiri.

Bagi para calon peri, Daonya sendiri sudah seperti pedang terbangnya. Ini juga akan memperlihatkan seberapa jauh orang akan berjalan di dunia kulktivasi. Yun Xiao menjual air suci yang keberadaannya abstrak seperti sebuah kemajuan zaman yang belum tersentuh. Walaupun sebenarnya ini hanya air biasa, tapi dia yakin dengan penyaringan batu alam airnya bukan air biasa lagi dan batu alam yang dia gunakan sangat indah, jadi pasti punya khasiat untuk kesehatan.

Yun Xiao memandang botol-botolnya dan menguap juga. Lalu diam. Sebentar melihat wanita di seberang yang sibuk melayani pelanggannya dengan cekatan dan lugas. Yun Xiao jadi ingat, ketika seseorang bersemangat apa pun akan jadi jauh lebih baik.

Tidak lama kereta kuda datang bersama seorang penjaga yang menunggangi kuda.

Keretanya mewah dan membuat kantuk Yun dan peramal hilang.

Semua pedagang memandangnya.

Lalu tidak lama tuan putri turun perlahan-lahan dan menatap semua orang. Dia menghirup aroma pasar dan merasa sedikit sesak.

Penjaga yang mengantarnya segera membungkuk dan menunjuk Yun Xiao. “Yang mulia, dia putri Yun Leng.”

Yun Xiao terkejut dan jantungnya berdetak lebih kecang. Dia tahu yang ada di depannya saat ini yang mulia tuan putri dan penjaga yang mengantarkannya berasal dari keluarga Yun. Melihatnya menunjuk, dia penasaran mengapa tuan putri mencarinya. Apa air sucinya menarik perhatiannya? Apa kebohongannya terungkap? Yun Xiao takut jika dia akan dihukum.

Peramal di sampingnya memandang Yun Xiao dan melemparkan koinnya ke udara sembari tersenyum dan segera menangkapnya. Melihat hasilnya muncul gambar burung yang mengepakkan sayapnya lalu berbisik, “gadis kecil, keberuntunganmu kurang baik hari ini.”

Sementara penjual perhiasan di seberang kedua aslinya sedikit turun dan bibirnya bergerak tidak karuan. Dia benci, iri dan penasaran mengapa gadis itu selalu dikunjungi orang besar? Sebelumnya dia lihat Yun Taoshi dan sekarang Tuan putri. Siapa identitasnya sehingga mampu menarik orang-orang besar?

Dia sebenarnya ingin menghampiri tuan putri dengan ceria dan menawarkan perhiasannya, namun segera mengurungkannya. Jika tuan putri tidak suka atau merasa terganggu, maka riwayatnya akan tamat.

Seluruh pedagang segera mendekati jalan dan membungkuk memberi hormat, termasuk Yun Xiao. Walaupun dipenuhi ketakutan dan tubuan sedikit gemetar, dia berdoa juga semuanya akan baik-baik saja.

Tuan putri memandang Yun Xiao yang menunduk lalu memperhatikan tuan peramal di samping. Dia berjalan mendekatinya lalu berkata, “Kamu seorang peramal?”

Peramal itu sedikit terkejut seperti dia tidak akan menduga jika tuan putri mendekatinya. Mengangguk cepat tiga kali lalu berkata, “Aku bisa meramal masa depan anda tuan putri.”

Bibir dan tangannya gemetar. Dia lalu cepat-cepat mengeluarkan beberapa koin. “Sa-saya bisa meramal dengan menggunakan koin ini.”

Tuan putri tersenyum. “Ayo lakukan.”

Peramal itu segera melempar koin ke langit dan dia segera menangkapnya dengan tangan gemetar. Dia hampir tidak menangkapnya dan beruntung setelah percobaan kedua dia berhasil lalu membukanya. “Koi yang terbuka!” dia berseru. “Tuan putri, anda mendapatkan keberuntungan di masa depan. Keberuntungan ini pasti akan membuka jalan anda yang lebih jauh.”

Peramal itu membungkuk.

Tuan putri sedikit tersenyum dan berkata, “Bagiku keberuntungan dan kemalangan hanya masalah waktu. Anda benar-benar licik menjual harapan bagi semua orang.”

Peramal itu terkejut dan mengangkat wajahnya. Kumis dan bibir atasnya gemetar. Wajahnya terlihat seperti seseorang yang berenang lama.

Tuan putri melanjutkan, “Seseorang seperti itu juga sangat berguna untuk kesehatan.”

Peramal itu menghela nafas dan menyentuh dadanya. Keringat dingin sudah membanjiri punggungnya.

Tuan putri kemudian menoleh menatap Yun Xiao dan berkata dingin, “Kamu putri Yun Leng, bukan?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!