NovelToon NovelToon
Akhir Dari Penghianatan

Akhir Dari Penghianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Wanita perkasa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Penikmat_lara

Setelah dikhianati oleh orang orang terdekatnya, Indira pun berusaha untuk keluar dari zona yang membuatnya tertekan, namun orang orang itu sama sekali tidak membiarkan Indira untuk bebas. Dengan rasa trauma yang dia alami, ia di hantui kata kata menyakitkan yang selama ini ia dengar, lantas bagaimana caranya agar bisa keluar dari zona tersebut? apakah dia akan menemukan cinta sejati yang selama ini ia nantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penikmat_lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah tidak tahan

Tak lama kemudian sampailah dirinya dirumah Neneknya dan langsung disambut hangat oleh Neneknya, Indira langsung disuruh untuk makan karena sudah disiapkan oleh Neneknya sejak tadi masakannya. Setelah makan Indira langsung menghampiri Neneknya yang tengah duduk didepan rumah, dan mereka langsung mengobrol santai disana.

"Besok tanggal 30 Agustus didepan rumah ada panggung orkes dangdut," Ucap Neneknya.

"Pas didepan rumah sini?" Tanya Indira untuk memastikan bahwa pendengaran tidak salah.

"Iya didepan rumah sini, soalnya hanya disini yang lahannya luas dan kalo yang lainnya lahannya tidak bisa dipakaikan panggung besar. Ini kan acara desa,"

"Pasti rame nantinya."

Indira pun membayangkan betapa rame nya tempat itu nantinya karena ada acara desa, apalagi kalau ada acara acara seperti itu sudah jelas banyak dihadiri oleh anak anak muda dari luar desa. Pasti acaranya akan sangat ramai, apalagi rumahnya dekat dengan panggung tersebut pasti akan banyak orang yang berada didepan rumahnya nanti.

"Nenek mau jualan," Ucap Neneknya.

"Jualan apa? Nggak usah nanti capek," Ucap Indira.

"Jualan makanan jaman dahulu pasti laris nantinya, terus dapat uang banyak kalo jualan didepan rumah. Jualan gorengan juga,"

"Nggak usah, untungnya berapa jualan?"

Indira bukannya meremehkan orang yang jualan, tapi dirinya tidak mau jika nanti Neneknya harus capek capek jualan. Apalagi ketika capek Neneknya selalu mengeluh sakit, karena usianya yang sudah sangat tua jadi mudah sekali mengeluh sakit karenanya. Olehnya Indira sama sekali tidak mengizinkan Neneknya untuk jualan, dan menyuruh Neneknya hanya untuk menikmati tontonan itu.

"Kalo aku semua ya banyak untungnya,"

"Aku ganti. Nggak usah jualan, tak beli semua sekarang, mau berapa?"

"Nggak usah."

"Daripada aku lihat Nenek jualan terus nanti ngeluh sakit, mending aku beli semua dagangan Nenek sekarang,"

Dari semua banyaknya cucu dan anaknya, yang paling peduli dengan Neneknya adalah keluarga Indira. Ibunya sangat peduli dengannya, bahkan Indira sendiri peduli juga dengan Neneknya. Tapi keduanya hanya disayang oleh Neneknya ketika punya uang saja, selebihnya mereka tidaklah ada artinya dimata Neneknya.

Bagi Neneknya rasa kepedulian itu nggak penting, yang terpenting adalah bisa menghasilkan uang dan diberikan kepada dirinya. Tetapi justru Anaknya yang sangat tidak peduli dengannya, yang tidak pernah memberi uang kepadanya, dan bahkan tidak pernah memperhatikannya justru anak itu sangat disayangi olehnya dan dibangga banggakan olehnya.

Dari keluarga Ayah aku belajar bahwa tidak semua saudara bisa dianggap saudara, dan dari keluarga Ibu aku belajar bahwa yang tidak berharta dianggap tidak ada. Lantas mana yang harus aku percaya? Semuanya hanya berpura pura main belakang seolah olah menyayangiku tapi dibelakang ku mereka menjelek jelekkan diriku.

Indira sebenarnya tidak tahan dengan kehidupannya saat ini, bahkan ia ingin pergi meninggalkan orang orang seperti itu tapi dirinya tidak tau harus pergi kemana. Kalau ngekos pun sudah pasti tidak diizinkan oleh Ibunya, apalagi tempatnya kerja sangat jauh dari kos kosan dan ada sekitar 20 km an baru bisa sampai di kos terdekat.

Ketika Indira tinggal disana, Indira harus berusaha menutup telinga dari hal apapun yang terasa menyakitkan baginya, dan terkadang harus mengigit tangannya sendiri untuk meredakan rasa sakit yang ada di dadanya. Semakin lama dirinya merasa tertekan didalam rumah itu, apalagi Pamannya yang rumahnya disebelah rumah Neneknya selalu ada saja gebrakannya.

Bukan hanya bengsinnya saja yang selalu dihabiskan oleh Pamannya untuk pergi tanpa sepengetahuan dirinya, tapi kadang kala kunci motornya masih terpasang pada motornya yang berada dihalaman depan rumah. Andai saja ada maling motor, mungkin mereka bisa dengan mudahnya untuk mengambil motor milik Indira.

Bukan hanya itu saja, kadang kala Pamannya mengatakan hal hal yang buruk tentang Indira kepada Neneknya, karena Neneknya sangat menyayangi Pamannya sehingga ia lebih percaya dengan apa yang dikatakan oleh Pamannya daripada percaya dengan kenyataannya.

Benar benar harus menyiapkan mental dan batin untuk bisa tinggal disana, dan Indira tidak mempunyai pilihan lain selain bertahan dan berusaha untuk membuat mentalnya agar tetap aman. Setelah mengobrol cukup lama dengan Neneknya didepan rumah, Indira pun berpamitan untuk masuk kedalam karena merasa sangat lelah saat ini.

Ketika sudah sampai didalam kamarnya, ia langsung merebahkan tubuhnya begitu saja menyatu dengan kasur miliknya, dan beberapa saat kemudian ia melihat kearah ponselnya. Di ponsel tersebut memiliki begitu banyak pesan yang masuk kedalamnya, pesan itu berasal dari Wisma yang entah mengiriminya begitu banyak kata kata.

Kata kata yang dikirim oleh Wisma begitu banyak, terdapat sekitar 15 pesan namun setiap pesannya terdapat minimal 100 kata. Sehingga Indira membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk bisa menyelesaikan membaca kata kata itu, dan inti dari kata kata itu adalah Wisma sudah tidak sanggup untuk menerima sifat dari Indira dan lelah menghadapi sikapnya.

"Sudah nyerah rupanya, belum jadi apa apa saja sudah sok ngatur ngatur, nyuruh berhenti latihan juga. Udah tau kalo tempat latihanku itu adalah hal yang utama, aku paling males kalo disuruh berhenti latihan," Guman Indira setelah membaca semuanya.

Katanya Indira sangat sulit untuk dinasehati oleh Wisma, padahal tiap kali vidio call Wisma selalu mengatakan hal hal yang kotor apalagi ketika malam telah tiba dan hal itulah yang membuat Indira merasa risih. Dan selalu memaksa Indira melakukan hal yang dimau olehnya, seraya mengatakan bahwa ia harus patuh kepada Wisma karena nantinya Wisma akan menjadi suaminya.

Cihhh setan apa yang tengah merasuki Indira sehingga mau menuruti semua perintah dari lelaki itu, bahkan Indira sama sekali tidak bisa meninggalkan lelaki tersebut. Ini adalah kesempatan yang bagus bagi Indira untuk meninggalkan lelaki itu, dan tidak lagi ada aturan yang harus dilakukan oleh Indira.

Sebelumnya keseharian Indira hanya menulis sebuah novel online dan fokus dengan pekerjaan pabriknya saja, penghasilannya juga lumayan dari kedua pekerjaannya itu. Tetapi semenjak dirinya kenal dengan Wisma, ia pun harus dipaksa hiatus dari menulis novelnya, karena Wisma merasa bahwa ia tidak dihargai oleh Indira ketika vidio call Indira lebih sibuk dengan ponselnya.

Merasa bahwa Indira lebih sibuk dengan ponsel miliknya itu, hal itu membuat Wisma merasa tidak suka dan langsung memerintahkan Indira untuk meninggalkan pekerjaannya yang satu itu. Padahal vidio call itu selalu dimulai dari ketika Indira pulang kerja pabrik hingga ia tidur, oleh karenanya Indira tidak memiliki kesempatan untuk menulis novel.

Demi Wisma sendiri, Indira sampai membeli dua ponsel untuk vidio call sendiri dan untuk menulis novel sendiri, sedangkan Wisma juga memiliki dua ponsel dan Indira hanya tau satu nomornya saja. Hal itu juga kembali menciptakan sebuah konflik dalam hubungan itu, dan mengatakan bahwa Indira mempunyai selingkuhan diluar sana karena punya dua ponsel.

Syukurlah saat ini Wisma bisa menyerah dengan sendirinya, Indira tidak akan pernah bisa meninggalkan lelaki yang saat ini bersamanya dan lebih baik dirinya yang ditinggalkan daripada meninggalkan. Karena ketika orang lain yang meninggalkan Indira tidak akan merasa bersalah dan bisa melakukan apapun yang dia mau, tapi jika Indira yang meninggalkan mungkin dirinya hanya akan memiliki rasa penyesalan dikemudian hari.

*Oh sekarang sudah nyerah ya? Aku ingatkan sekali lagi ya, jangan coba coba menaklukkan hati seorang wanita yang broken home hanya dengan aturan aturanmu yang membuatnya tertekan. Ingat, anak broken home selalu melakukan hal apapun untuk bisa bertahan dengan mentalnya, jadi dengan paksaan tidak akan mampu menundukkan kepalanya.* Pesan yang dikirimkan oleh Indira kepada Wisma setelah membaca begitu banyak pesan yang disampaikan oleh Wisma.

Wisma adalah anak lelaki tersayang dari tiga saudaranya, ia masih memiliki keluarga yang lengkap dan kehidupannya selalu diutamakan oleh keluarganya. Sementara Indira hanyalah anak broken home yang dimana kedua orang tuanya sudah bercerai sejak dirinya masih kecil, sehingga ia kurang dalam hal kasih sayang.

Keduanya memiliki keluarga yang saling tolak belakang, seseorang tidak akan pernah saling memahami sebelum saling merasakan. Wisma tidak akan pernah bisa memahami apa yang dirasakan oleh Indira, begitupun sebaliknya karena keduanya berasal dari keluarga yang berbeda.

Mendengar kata kata yang dikatakan oleh Indira, hal itu langsung membuat Wisma terdiam dan sama sekali tidak ada balasan dari lelaki itu. Lelaki itu hanya membuka pesannya saja tanpa membalasnya, dan hal itu diketahui oleh Indira melalui centang dua abu abu yang berubah menjadi membiru.

Setelah itu keduanya putus hubungan, dan berakhir dengan menjadi penonton story saja. Sama sekali tidak ada komunikasi diantara keduanya, mereka hanya bisa melihat story satu sama lain tanpa adanya komunikasi. Hubungan yang tadinya dekat, sekarang berubah menjadi jauh dan berjarak sangat jauh.

Indira sendiri tidak pernah menyesal ketika dijauhi oleh orang lain, dirinya sudah terbiasa dengan rasa kehilangan orang orang terdekatnya, dan ia sudah terbiasa melakukan apapun sendirian tanpa meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Yang ada didalam pikirannya hanyalah orang lain punya masalah, dan dirinya tidak mau menambah masalah orang lain hanya karena masalahnya sendiri.

Lebih baik menyerah diawal dan hubungan itu belum terlalu jauh, daripada harus menyerah di akhir yang dimana hubungan itu sudah sangat jauh sehingga tidak ada jalan untuk kembali. Itulah yang ada didalam pikiran Indira saat ini, dan hubungan itu masih bisa diputus dengan mudahnya tanpa harus pergi ke pengadilan agama.

Meskipun begitu, hati Indira tetaplah sakit karenanya, dan dirinya tidak bisa menghindari bahwa air matanya mengalir membasahi pipinya saat ini. Meskipun ia merasa bahwa tidak ada yang hilang dalam hidupnya, karena tidak ada pengaruh apapun baginya mengenai kehadiran Wisma dalam hidupnya saat ini.

Namanya juga hati seorang perempuan, mudah sekali rapuhnya dan mudah sekali untuk kembalinya. Tapi kebanyakan lelaki diluar sana tidak bisa melakukan hal itu dan menganggap bahwa wanita hanyalah sosok yang ribet, padahal untuk mengembalikan suasana hati perempuan sangatlah mudah.

Nyatanya lelaki seperti apa yang bisa dipercaya? Lelaki yang ia kenalnya dan berada disekitarnya saja tidak dapat dipercaya apalagi lelaki yang jauh. Bahkan Ayahnya sendiri pun telah mengkhianati Ibunya, Ayahnya selingkuh hingga selingkuhannya melahirkan Anaknya tanpa sepengetahuan dari Ibunya, dan lelaki mana lagi yang bisa dipercaya olehnya.

Andai fase menikah ini bisa dilewati dengan mudah, mungkin dirinya memilih untuk tidak akan menikah seumur hidupnya, dan lebih baik dirinya hidup seorang diri daripada harus menikah namun justru membuatnya tertekan batin. Dirinya sama sekali belum menikah tapi pernikahan orang orang terdekatnya sudah membuatnya trauma akan hal itu, dan andai saja fase pernikahan bisa dilewati maka dia memutuskan untuk sendiri seumur hidup.

Entah kenapa rasanya dirinya tidak tertarik dengan soal pernikahan, meskipun terlihat sangat indah dengan riasan riasan yang banyak namun dirinya sama sekali tidak tertarik akan hal itu. Didalam pikirannya hanyalah jika diizinkan oleh Allah maka dia akan menikah, jika tidak diizinkan maka dia pasrah.

******

Didalam rumah itu sama sekali tidak menghargai kehadiran dari Indira dan bahkan suara protesnya karena Pamannya yang memakai motornya dengan sesuka hati tanpa izin terlebih dahulu kepada Indira. Bukan hanya itu saja, terkadang Indira ada perlunya untuk pergi tapi justru Pamannya membawa motornya pergi, sehingga mau tidak mau ia harus meminta kepada temannya untuk menjemputnya.

Dirinya yang punya motor itu, tapi justru dirinya sendiri yang harus mengalah dengan orang lain, dan Indira tidak mau jika terus terusan seperti ini kedepannya. Ia juga telah menyampaikan keluhannya kepada Ibunya, Ibunya sendiri juga tidak memiliki solusi dalam masalah itu, apalagi Ibunya sendiri juga tau bahwa saudaranya itu adalah anak kesayangan dari Ibunya.

"Bunda, gimana ini? Masak mau terus terusan seperti ini?" Tanya Indira lewat telpon.

"Sabar saja dulu ya, biar Bunda carikan solusi,"

"Kalo bengsin sudah aku maklumi, Bun. Tapi ini terus makin parah loh, kunci motor malah di tinggal di motornya lagi lah motornya ada didepan rumah. Kalo hilang nanti gimana? Dia mau ganti rugi?"

"Terus maunya sekarang gimana? Bunda juga tidak bisa ngapa ngapain,"

"Entahlah, Dira juga tidak tau."

1
JELINA,S.PD.K JELINA,S.PD.K
Ndak seru ceritanya ga bisa dilanjutkan
Riskejully: Nggak mau baca juga nggak papa kak, ini cerita hanya untuk mengenang kisahku dan seseorang yang aku cintai saja. terima kasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
what 3 bln tp gk tau rumah RT nya. lah berarti waktu mau tinggal gk laporan dulu dong.
kayak nya orang desa lbih Pinter mau tinggal di suatu tempat ya laporan dulu, ibarat kata permisi. trus salam perkenalan ke tetangga.
kcuali rumah kaum elit lah biasa gk akn kenal dng tetangga. kl komplek hrse ya laporan dulu kan.
Riskejully: bukan komplek ya, awalnya dia tinggal sama budenya disatu tempat dan para tetangganya sudah tau, tapi budenya tiba tiba pindah ditempat lain namun masih tetanggaan + indira jarang bersosialisasi dengan siapapun. pulang kerja langsung masuk rumah di kunci rapat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!