NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 12

Pagi yang tenang di ruang makan itu mendadak pecah. Mama Suzhen, dengan gaun sutra yang rapi meletakkan cangkir porselennya dengan denting keras yang terdengar mengancam. Teh early grey yang disajikan asisten rumah tangganya, Bi Min ternyata terlalu manis— jauh dari selera Mama Suzhen yang menyukai sedikit gula.

"Bibi ...," pekik Mama Suzhen pada asisten rumah tangganya.

"I- iya Nyonya." Bi Min berjalan tergopoh menuju ruang makan. Jantungnya bertalu hebat saat sang majikan memanggilnya, sudah pasti ada sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan majikannya itu.

Bi Min berdiri dengan berbagai macam pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Tubuhnya bergetar hebat saat menyadari perubahan ekspresi majikannya. Mata Mama Suzhen menyipit tajam, menatap teh yang masih mengepul itu dengan jijik lalu beralih menatap Bi Min dengan tatapan penuh merendahkan.

"Kamu tuli atau sengaja meracuni saya dengan gula ini, hah?" desis Mama Suzhen, suaranya pelan namun terdengar menusuk bagai ribuan jarum yang menusuk jantungnya.

Sebelum Bi Min sempat mengucapkan maaf, segera mungkin Mama Suzhen beranjak dari tempatnya. Dengan satu gerakan cepat dan anggun namun penuh murka, dia menyambar cangkir teh itu dan menyiramkannya langsung ke wajah Bi Min.

Cairan coklat panas itu membasahi wajah, mata dan pakaian Bi Min, meninggalkan noda teh dan sisa gula di pipinya. Cangkir porselen itu kemudian dilempar ke lantai, menimbulkan suara yang begitu nyaring.

PYAR!

Cangkir porselen pun pecah berkeping-keping membuat Bi Min terpekik menunduk pasrah dengan napas memburu. Sementara teh panas perlahan menetes dari dagunya ke lantai, di tengah keheningan yang mencekam. Mama Suzhen hanya menatapnya dingin lalu kembali duduk, mengabaikan rasa takut asistennya.

"M- maaf Nyonya." Bi Min memberanikan diri bersua dengan tatapan menunduk menatap lantai marmer. Manik matanya berkabut, menahan genangan air mata yang hendak jatuh membasahi wajah keriputnya.

Sungguh Bi Min merutuki kebodohannya yang telah lupa dengan gula khusus untuk Nyonya nya. Sedari dulu yang menyiapkan makan dan minuman hanya Yiyue seorang. Gadis cantik itu selalu bangun pagi buta, memasak untuk Mama Papa dan juga kakaknya. Tak lupa Yiyue menyeduhkan teh sesuai minuman favorit mereka. Tak hanya itu, Yiyue pun selalu mengingat jika Mamanya tidak suka terlalu manis

"Maaf, maaf! Kau pikir dengan meminta maaf semua dapat kembali dengan baik. Lagian, apa kau lupa kalau aku tidak suka teh yang terlalu manis," sergah Mama Suzhen menatap tajam Bi Min.

"Maaf Nya, s- sebenarnya dari dulu yang membuatkan teh untuk Nyonya itu Non Yiyue. Masakan juga begitu, Nona Yiyue juga yang memasak menu sarapan dan makan malam. Bibi hanya membantunya saja, tapi yang memasak itu Nona Yiyue semua," terang Bi Min sesuai fakta yang ada.

"Pantas rasanya beda sekali, ternyata dia yang membuatkan teh untukku." Mama Suzhen menyahut sambil memutar malas bola matanya.

"Ya udah sana cepet buatin saya teh lagi. Saya tidak mau tahu pokoknya teh nya harus sama rasanya seperti biasanya." Lanjutnya mengingatkan.

Lian menahan tawanya mendengar perintah sang Mama pada Bi Min. "Pff ... Mama ini lupa atau bagaimana sih, Bi Min kan udah bilang kalau yang buatin Mama teh selama ini itu si bodoh. Dan sekarang si bodoh kan udah nggak ada, jadi ya rasanya gak bisa sama lah dengan teh racikan milik si bodoh itu."

"Astaga! Mama baru ingat kalau dia sudah tidak ada disini lagi." Mama Suzhen menepuk jidatnya yang baru sadar jika putri sulungnya tidak ada di mansion keluarga Zhu.

"Terima nasib aja ma kalau teh nya nggak sama rasanya seperti biasanya," sahut Lian enteng, sebelum kemudian dia menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.

"Hwekkk ...."

Perut Lian terasa diaduk setelah dia baru saja memasukkan beberapa suap ke dalam mulutnya. Dalam hitungan detik menimbulkan gejolak hebat dalam perutnya, rasa mual langsung naik ke tenggorokan. Tanpa pikir panjang, Lian langsung meletakkan sendok dan garpu, menutup mulut dan berlari ke kamar mandi.

"Ma ... suruh si bodoh itu masak yang bener. Kalau tidak jangan kasih makan dia sekalian, biar tahu rasa, "pekik Lian yang baru saja keluar dari kamar mandi. Kini Lian sedang duduk di kursi, dimana posisinya berhadapan dengan sang Mama.

Sedangkan Mama Suzhen tertawa lebar, menertawakan ucapan putrinya. "Kamu itu amnesia kah? Baru aja kamu ingatin Mama, eh gak tahunya kamu juga lupa?"

"Aarrggh sial! Kenapa sarapan kita jadi kacau gini Ma, semua ini gara-gara si bodoh!" Umpatnya yang terus menyalahkan Yiyue.

🥕🥕🥕

Sementara di tempat lain tampak gadis cantik yang sedang terpaku di tempatnya ketika mendengar permintaan suami kulkasnya itu. Sebelum kemudian Yiyue dikejutkan oleh suara bariton yang memekikkan telinga.

"Apa yang kau lakukan disitu? Kenapa kau hanya diam saja?" Qiaoyan menyorot Yiyue dengan mata elangnya ketika sang istri hanya berdiam di tempat.

"Aaa eehh ... m- maaf Tuan." Yiyue terbata dengan perasaan takut yang menyeruak ke dalam hatinya. Gadis cantik itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil menampilkan sederet giginya yang putih itu.

"Maksudku apa kau tidak bisa mandi sendiri?" Lanjutnya dengan hati-hati takut suami kulkasnya itu murka lagi.

"Kau tuli atau bagaimana, hah? Aku sudah bilang bukan kalau aku ini gerah, aku menyuruhmu untuk memandikanku." Rahang Qiaoyan mulai mengeras dengan kedua tangan mengepal kuat menampilkan buku-buku jarinya memutih, menandakan lelaki itu sedang menahan amarah yang membuncah dalam benaknya.

Sungguh Qiaoyan tak habis pikir dengan istri kecilnya itu yang hobby membuatnya darah tinggi. Bagaimana tidak? Setiap kali dia bicara selalu saja sang istri membantah ucapannya dan lebih anehnya lagi dia selalu menurut setiap apa yang dikatakan istri kecilnya, bak seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.

"Makanya punya telinga itu dipakai dengan baik, jangan hanya sekedar punya tapi tidak berfungsi." Sindirnya dengan ketus.

Yiyue menghela napasnya pelan.

'Tuh kan baru aja diomong, sekarang udah marah-marah lagi. Dasar kang marah! Sabar Yiyue ... sabar ... orang sabar disayang Tuhan.'

"Baik Tuan." Dengan terpaksa Yiyue pun mengangguk mengiyakan keinginan suami kulkasnya itu daripada urusannya nanti malah panjang kali lebar dan lainnya, jadi ribet.

Bersamaan itu, Yiyue berusaha menampilkan wajahnya seramah mungkin sambil tersenyum manis di hadapan suaminya. Dia tak ingin jika kembali mendengar sang suami murka lagi berimbas dirinya yang akan disantap oleh suami kulkasnya dan sumpah demi apapun Yiyue belum siap.

"Ayo cepat! Ngapain masih bengong?" seru Qiaoyan dengan suara petirnya.

"Iya Tuan." Yiyue segera meletakkan nampan di atas nakas, kemudian berjalan menghampiri suaminya yang duduk di atas kursi roda.

Dengan telaten gadis cantik itu mendorong kursi roda suaminya masuk ke dalam kamar mandi. Tak lupa dia menyetel shower dengan mode hangat kemudian mengisi bathup yang ada di dalam sana.

"Kondisikan dengan baik tangan mu Tuan!"

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!