NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Gulungan Usang dan Pedang Bintang Jatuh

​Paviliun Bela Diri Klan Lin berdiri kokoh di pusat kompleks perumahan. Bangunan berbentuk pagoda segi delapan berlantai tiga itu memancarkan aura kuno dan berat. Di sinilah fondasi kekuatan Klan Lin disimpan selama ratusan tahun.

​Lin Xuan menaiki undakan batu putih menuju pintu utama. Di sisi pintu, duduk seorang pria tua berpakaian abu-abu dengan mata setengah tertutup. Ia adalah Tetua Mo, penjaga paviliun yang terkenal memiliki temperamen buruk dan kultivasi di puncak Tahap Pembentukan Fondasi.

​"Kartu identitas," ucap Tetua Mo serak, tanpa repot-repot membuka matanya.

​Lin Xuan menyerahkan plakat kayunya.

​Mata Tetua Mo sedikit terbuka, melirik nama yang tertera, lalu mendengus dingin. "Lin Xuan? Bukankah kau dibuang ke pelataran luar? Dengan akar spiritual cacatmu dan kultivasi yang mandek di tingkat 2, kau hanya diizinkan membaca teknik dasar di sudut timur lantai satu. Jangan membuang waktuku."

​Tetua Mo melemparkan plakat itu kembali ke udara. Namun, alih-alih jatuh ke tanah, plakat itu berhenti di udara, tertahan oleh sebuah energi spiritual yang tak kasat mata, sebelum perlahan mendarat di telapak tangan Lin Xuan.

​Mata Tetua Mo langsung terbuka lebar. Rasa kantuknya lenyap seketika. "Pengendalian Qi di luar tubuh? Itu setidaknya membutuhkan kultivasi Kondensasi Qi tingkat 6! Mustahil, meridianmu—"

​Lin Xuan tidak membantah. Ia hanya melepaskan sedikit—sangat sedikit—tekanan auranya yang kini berada di puncak Kondensasi Qi tingkat 8. Hembusan angin spiritual menyapu debu di sekitar mereka.

​Wajah Tetua Mo memucat karena terkejut. Mulutnya terbuka menatap pemuda yang selama ini dianggap sebagai aib klan. Kondensasi Qi tingkat 8? Auranya bahkan lebih padat daripada Lin Feng yang diklaim sebagai jenius nomor satu klan! Apa yang sebenarnya terjadi di Puncak Teratai Hitam?

​"Pencerahan sering kali datang di ambang kematian, Tetua Mo," ucap Lin Xuan tenang, memecah keterkejutan pria tua itu. "Dengan kultivasiku sekarang, apakah aku berhak masuk ke lantai dua?"

​Tetua Mo menelan ludah dengan susah payah, lalu mengangguk kaku. "L-lantai dua... kau punya waktu dua jam. Kau hanya boleh memilih satu teknik bela diri tingkat menengah, dan tidak boleh dibawa keluar dari paviliun. Kau harus menyalinnya."

​Lin Xuan mengangguk sedikit dan melangkah masuk.

​Lantai dua paviliun dipenuhi rak-rak kayu cendana yang memuat ratusan gulungan perkamen dan slip bambu. Ini adalah kumpulan Teknik Bela Diri Kelas Fana Tingkat Menengah dan Tinggi.

​Lin Xuan mulai menyusuri rak-rak itu.

Tinju Pemecah Batu.

Langkah Angin Puyuh.

Telapak Besi Api.

​"Sampah. Sampah. Ini bahkan lebih buruk dari sampah," suara Sang Demon Venerable menggema di benak Lin Xuan, penuh dengan nada meremehkan. "Teknik-teknik ini memiliki rute peredaran Qi yang sangat kasar. Mempelajarinya hanya akan membuang-buang potensi Dantian Kekacauanmu."

​"Senior, aku tahu ini sampah bagimu," balas Lin Xuan dalam hati. "Tapi aku butuh sesuatu untuk menutupi kekuatanku saat Turnamen Klan. Jika aku langsung menggunakan teknik primordialmu, seluruh monster tua di Benua Azure ini akan memburuku keesokan harinya."

​Sang Demon Venerable mendengus kasar, namun membenarkan perkataan Lin Xuan. "Baiklah. Cari ke sudut ruangan. Mataku yang tersisa di dalam Mutiara Kekacauan menangkap fluktuasi energi yang sedikit 'berbeda' di sana."

​Mengikuti instruksi entitas kuno itu, Lin Xuan berjalan ke sudut paling gelap di lantai dua. Rak di sana dipenuhi debu dan jaring laba-laba. Gulungan-gulungan di sini adalah teknik cacat atau tidak lengkap yang telah lama ditinggalkan.

​Tangan Lin Xuan berhenti pada sebuah slip bambu hitam yang setengah hangus.

​[Seni Pedang Ilusi Sisa Bintang - Kelas Fana Tingkat Tinggi (Tidak Lengkap)]

​Lin Xuan memindai deskripsinya. Teknik ini konon ditemukan di sebuah reruntuhan kuno. Seharusnya memiliki sembilan jurus, namun hanya tiga jurus pertama yang tersisa. Lebih parah lagi, rute peredaran Qi-nya sangat ekstrem dan berlawanan arah dengan meridian manusia normal. Tiga jenius Klan Lin di masa lalu mencoba mempraktikkannya, dan ketiganya berakhir cacat permanen karena meridian mereka meledak. Sejak itu, teknik ini dilarang keras.

​Namun, di dalam benak Lin Xuan, Sang Demon Venerable tertawa pelan.

​"Begitu rupanya. Ini bukan teknik kelas fana. Ini adalah pecahan terluar dari Teknik Kelas Roh yang dipangkas secara paksa! Manusia bodoh mencoba mengalirkan energi bintang melalui meridian fana yang sempit, tentu saja mereka meledak. Tapi bagi Tubuh Kekacauan Primordialmu yang meridiannya seluas sungai... ini adalah wadah yang sempurna."

​"Ambil itu, bocah. Aku akan merekonstruksi rute Qi-nya dan menggabungkannya dengan pemahaman Dao-ku. Kita akan mengubah 'Seni Pedang Ilusi Sisa Bintang' yang rongsok ini menjadi 'Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial'."

​Senyum tipis menghiasi wajah Lin Xuan. Ia mengambil slip bambu hitam itu dan meniup debunya. "Ini dia."

​Ketika Lin Xuan kembali ke meja pendaftaran di lantai satu dan meletakkan slip bambu hitam itu di hadapan Tetua Mo, pria tua itu mengernyitkan dahi dalam-dalam.

​"Seni Pedang Ilusi Sisa Bintang? Lin Xuan, apa kau sudah gila? Kultivasimu mungkin baru saja pulih secara ajaib, tapi teknik ini dikutuk! Rute Qi-nya akan menghancurkan meridianmu dalam sekali tebas!" Tetua Mo memperingatkan dengan nada serius. Meski ia dulu meremehkan Lin Xuan, sebagai tetua penjaga paviliun, ia tidak ingin melihat seorang jenius yang baru bangkit mati konyol.

​"Terima kasih atas peringatannya, Tetua. Tapi aku merasa ada ikatan takdir dengan teknik ini. Jika terasa salah, aku akan segera berhenti," jawab Lin Xuan dengan nada yang tak bisa dibantah.

​Tepat pada saat itu, sebuah tawa merendahkan terdengar dari arah tangga lantai dua.

​"Hahaha! Ikatan takdir? Sampah yang baru beruntung memulihkan sedikit kultivasinya langsung merasa dirinya jenius yang tak tertandingi?"

​Seorang pemuda berpakaian sutra mewah dengan kipas lipat di tangannya turun dari tangga. Ia adalah Lin Yan, kaki tangan utama Lin Feng, yang juga merupakan salah satu dari tiga besar jenius generasi muda Klan Lin. Kultivasinya berada di Tahap Kondensasi Qi tingkat 9.

​Lin Yan menatap slip bambu di meja dan mencibir. "Kakak Feng menyuruhku mencarimu. Dia dengar kau mematahkan tangan Lin Hu. Kukira kau sudah jadi naga, ternyata kau malah memilih teknik bunuh diri. Mengapa repot-repot berlatih? Berlututlah di depan Kakak Feng besok, serahkan sisa hartamu, dan mungkin dia akan membiarkanmu hidup sebagai pelayannya."

​Lin Xuan perlahan memutar tubuhnya. Ia menatap Lin Yan seolah menatap seekor serangga yang berisik.

​"Lin Yan," panggil Lin Xuan, suaranya pelan, nyaris seperti bisikan, namun entah mengapa menembus langsung ke gendang telinga semua orang di paviliun.

​"Beri tahu tuanmu, Lin Feng. Lehernya sebaiknya dicuci bersih sebelum Turnamen Klan. Karena aku sendiri yang akan menebasnya di atas arena."

​Lin Xuan meraih slip bambunya, berbalik, dan melangkah keluar dari paviliun tanpa menoleh sedikit pun, meninggalkan Lin Yan yang wajahnya memerah karena amarah dan rasa malu akibat diabaikan begitu saja.

​Hanya dengan sebuah gulungan bambu rusak... badai berdarah di Klan Lin mulai berhembus.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!