NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Penebusan dan Pengkhianatan Berdarah

​Suasana di klinik rehabilitasi pagi itu begitu mencekik. Gunawan Wijaya datang tanpa setelan jas mewahnya. Ia hanya mengenakan kemeja putih sederhana; wajahnya nampak sangat tua, kuyu, dan hancur. Di depannya, Hana duduk di kursi roda, menatap taman mawar dengan pandangan kosong yang menyayat hati.

​Gunawan jatuh berlutut di depan Hana, membiarkan lututnya menghantam lantai semen yang keras dengan bunyi bedebum yang memilukan.

​"Hana..." suara Gunawan pecah. "Lihat aku. Ini aku, Gunawan. Pria yang telah menghancurkan hidupmu tiga puluh tahun lalu."

​Hana tersentak. Mendengar nama itu, tubuhnya mulai gemetar hebat. Ia menoleh perlahan, dan saat matanya bertemu dengan Gunawan, ia menjerit histeris. Hana mulai memukul-mukul bahu Gunawan dengan tangannya yang kurus, mencakar wajah pria itu hingga berdarah.

​"Harimau jahat! Pergi! Pergi!" teriak Hana dengan suara melengking.

​"Pukul aku, Hana! Bunuh aku jika itu bisa membuatmu tenang!" Gunawan tidak menghindar sedikit pun. Air matanya bercampur dengan darah dari luka cakar di pipinya. "Aku menyerahkan sisa hidupku untukmu. Aku akan merawatmu, menjadi kakimu, menjadi pelayanmu sampai napas terakhirku. Ambil nyawaku jika kau mau, aku rela."

​Lyra yang berdiri di belakang bersama Sean, mencoba maju untuk melerai, namun Sean menahannya dengan genggaman yang kuat. "Biarkan, Lyra. Ini adalah beban yang harus dia pikul seumur hidupnya sebagai bentuk penebusan."

​Gunawan menoleh ke arah Lyra dengan tatapan memohon. "Lyra... semua aset Wijaya Group, rumah, saham, hingga sen terakhir di rekeningku... semuanya sudah aku alihkan atas namamu. Aku tidak punya apa-apa lagi sekarang. Aku hanya ingin izin untuk tetap berada di samping ibumu. Biarkan aku menebus kebejatanku, meski kalian tidak pernah memaafkanku."

​Sementara itu, di sebuah ruangan gelap di kantor kepolisian, Edward Elgar duduk berhadapan dengan Diana yang sudah mengenakan baju tahanan oranye. Edward meletakkan sebuah laporan laboratorium di atas meja besi yang dingin.

​"Kau pikir kau bisa lolos, Diana?" tanya Edward dingin. "Aku sudah menyelidiki malam itu. Gunawan tidak mabuk karena alkohol biasa. Ada jejak obat perangsang dosis tinggi di sistemnya."

​Diana tertawa getir, matanya berkilat gila di bawah lampu ruangan yang remang. "Lalu kenapa? Dia yang memerkosa Hana, bukan aku."

​"Dia lari dari pesta itu karena dia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Dia mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat dan bertemu Hana—mantan kekasih yang sangat dia cintai tapi dipisahkan oleh keluarga," Edward mencondongkan tubuhnya, menatap tajam. "Dan kau... kau yang menaruh obat itu di minumannya, kan?"

​"Bukan aku yang punya ide itu!" teriak Diana frustrasi. "Malam itu, Martha Elgar menyiapkan dua gelas. Satu untukmu, Edward! Dia ingin kau tidur dengannya agar dia cepat hamil dan menjeratmu. Tapi kau terlalu sibuk bicara dengan kolega bisnismu hingga tidak sempat menyentuh minuman itu!"

​Edward tersentak. Kepalanya berdenyut mendengar fakta bahwa ia hampir menjadi korban istrinya sendiri sejak awal.

​"Rencana kita sama-sama berhasil, Edward! Malam itu, meski gagal dengan obatnya, kau tetap jatuh ke pelukan Martha hingga terlahirlah Sean," lanjut Diana dengan senyum licik yang memuakkan. "Dan... ada satu hal yang kau tidak tahu. Ibumu mati bukan karena serangan jantung. Martha membunuhnya dan memalsukan surat wasiat untuk Kirana agar dia mau menikah denganmu. Kami punya tujuan yang sama: menyingkirkan wanita miskin yang menjerat hati pria bodoh seperti kau dan Gunawan. Martha hanya ingin harta Elgar."

​"Membunuh ibuku?" tanya Edward dengan suara rendah yang bergetar hebat.

​"Edward! Rianti Wijaya—ibu Gunawan—juga tahu tentang semua rencana ini!" Diana tertawa puas melihat kehancuran di wajah Edward. "Rianti sangat membenci dan menekan Hana, mengancamnya hingga Hana terpaksa menolak cinta Gunawan berulang kali. Rianti pula yang memastikan Gunawan 'bertanggung jawab' padaku setelah malam itu, meski dia tahu putranya dijebak. Aku dan ibu mertuaku bersengkongkol untuk menghancurkan Hana! Sedangkan aku... aku menyaksikan sendiri bagaimana istrimu menyuntikkan racun di cairan infus ibumu."

​Diana tertawa hingga air mata keluar dari sudut matanya, sebuah tawa kemenangan yang mengerikan.

​Di apartemen, Sean menerima telepon dari ayahnya. Wajahnya yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi sangat pucat, lalu berubah menjadi merah padam karena amarah yang tak terkendali.

​Lyra yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap Sean dengan bingung. "Sean? Ada apa? Kenapa kau gemetar begitu?"

​Sean menatap Lyra dengan pandangan yang dipenuhi luka dan rasa bersalah yang teramat dalam. Ia menjatuhkan ponselnya ke lantai hingga layarnya retak, lalu menarik Lyra ke dalam pelukannya, mendekapnya begitu erat hingga Lyra merasa sesak.

​"Maafkan aku, Lyra... maafkan aku..." bisik Sean, suaranya parau.

​"Ada apa, Sean? Katakan padaku!"

​"Ibuku..." Sean mencengkeram bahu Lyra, matanya berkaca-kaca oleh emosi yang campur aduk. "Otak di balik tragedi yang menimpa ibu kandungmu... adalah ibuku sendiri. Martha Elgar. Dia bahkan awalnya ingin menjebak ayahku sendiri, dan dia... dia yang membunuh nenekku untuk memuluskan jalannya."

​Dunia seolah runtuh bagi Lyra. Ia melepaskan pelukan Sean, melangkah mundur dengan tatapan tak percaya yang menusuk. "Jadi... selama ini aku tidur dengan putra dari wanita yang menghancurkan ibuku? Wanita itu menciptakan neraka ini hanya karena keserakahannya?"

​"Lyra, dengarkan aku—"

​"Tidak!" Lyra menggelengkan kepala, air matanya jatuh deras membasahi pipinya. "Pantas saja dia sangat membenciku! Karena aku adalah bukti hidup dari kejahatan yang dia rancang sendiri! Aku diciptakan dari konspirasi antara ibumu dan nenek kandungku sendiri, Rianti Wijaya! Mereka semua iblis! Nenekku sendiri... dia ikut menghancurkan hidup ibuku demi martabat keluarga?!"

​Lyra berpaling, hendak berlari menuju pintu, namun Sean dengan sigap menangkap pergelangan tangannya dan mengunci tubuh Lyra dalam dekapannya yang dominan.

​"Kau tidak akan pergi ke mana pun, Lyra! Aku tidak akan membiarkan dosa mereka memisahkan kita!" raung Sean, matanya menunjukkan kegilaan yang posesif. "Aku akan menyeret ibuku sendiri ke penjara jika itu yang kau mau! Tapi kau... kau tetap istriku! Kau milikku, seutuhnya!"

​Sean membungkam bibir Lyra dengan ciuman yang putus asa, sebuah penyatuan yang dipenuhi rasa sakit, amarah, dan obsesi yang meluap-luap. Di balik pintu yang tertutup, badai baru saja dimulai. Sean Nathaniel Elgar kini harus memilih antara darahnya sendiri atau wanita yang telah menjadi napas baginya.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!