Aroel Mahardika kembali ke desa setelah lima tahun pergi, diam-diam tanpa memberi tahu siapa pun. Tujuannya hanya satu: menenangkan hati yang selalu gelisah. Tapi desa itu menyimpan lebih dari sekadar ketenangan.
Di Saung Langit, tempat yang pernah menjadi saksi masa lalunya, Aroel dipukul secara misterius. Tidak ada saksi, tidak ada jejak, hanya rasa sakit yang nyata. Di tengah sawah, seorang bocah kecil muncul dan menghilang dengan tatapan yang penuh teka-teki. Warga desa terlalu tenang, terlalu diam, seolah menyimpan sesuatu yang tidak ingin mereka ungkapkan.
Siapa yang memukulnya?
Apa maksud bocah itu selalu muncul di tempat yang salah?
Dan rahasia apa yang selama ini disembunyikan oleh desa dan Saung Langit?
Setiap langkah Aroel menimbulkan pertanyaan baru, dan setiap jawaban yang ia dapat justru menimbulkan lebih banyak ketegangan. Dalam atmosfer yang menekan, emosinya meledak antara marah, takut, salah tingkah, dan penasaran. Masa lalu yang kelam, rahasia yang tersembunyi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arroels, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehadiran Bocah misterius secara tiba-tiba
Halaman yang tadi gaduh kini mulai sunyi. Aroma tanah basah dan dedaunan lembap masih menempel di udara, bercampur hangat lampu rumah yang memantul di genangan air. Nafas Aroel dan Putri mulai stabil, meski sisa adrenalin masih terasa menempel di tubuh mereka.
Aroel berdiri di tengah halaman, menatap sekeliling.
“Semua sudah beres… setidaknya untuk sekarang,” bisik Aroel, matanya tetap awas, menelusuri setiap sudut halaman.
Putri menoleh, senyum tipis muncul di bibirnya. “Kamu terlalu serius. Aku masih bisa menahan diri sendiri, lho,” ujarnya sambil menahan napas, tapi matanya terlihat lega.
Aroel tersenyum kecil, menepuk pundaknya. “Aku tahu. Tapi… tanggung jawab membuatku tetap fokus. Kita tidak boleh lengah.”
Bintang muncul dari sisi halaman, langkahnya ringan tapi sigap. “Tidak ada gerakan mencurigakan lagi. Semua mundur,” katanya, menepuk bahu Aroel. “Kamu bisa sedikit bernapas lega sekarang.”
Rahman menatap sekeliling halaman, matanya tetap waspada. “Kita tetap harus berjaga. Tidak tahu apakah ini benar-benar selesai.”
Saat mereka menenangkan diri, Aroel menangkap gerakan samar di pinggir halaman,cepat, seperti bayangan melintas, lalu hilang begitu saja. Refleksnya menoleh, tapi hanya semak yang bergoyang pelan oleh angin.
“Eh… kamu lihat itu?” gumam Aroel, lebih untuk dirinya sendiri daripada Putri.
Putri menatapnya penasaran. “Apa maksudmu?”
Aroel menggeleng. “Hanya bayangan… mungkin aku salah lihat.” Tapi hatinya tidak tenang. Gerakan itu familiar—cepat, ringan, dan penuh kesadaran.
Bintang menatap Aroel tajam. “Aku juga melihatnya. Anak itu… terlalu cepat untuk dilacak. Sepertinya tahu kapan harus muncul dan menghilang.”
Rahman menoleh. “Anak? Maksudmu yang di semak tadi?”
Aroel menelan napas. “Aku tidak yakin. Tapi setiap kemunculannya selalu terasa penting. Tidak acak.”
Putri mendekat, alis terangkat. “Anak siapa itu? Kenapa aku merasa pernah melihatnya sebelumnya?” Ya,Tentu kau ingat,Aku hampir memukulnya,ketika di saung langit,jelas Aroel Pada Putri.
Tapi Aneh,beberapa kali kehadiran nya datang dan pergi begitu saja,Ada sesuatu yang tersembunyi dari nya.Guman Aroel dalam hati.
Malam ini kita hanya mengamati. Suatu saat, semuanya akan jelas.” ucap Aroel.
Bocah misterius itu muncul lagi, sekilas di tepi semak, lalu menghilang. Detak jantung Aroel meningkat. Ini bukan kebetulan. Ada pola, sesuatu yang belum bisa dijelaskan.
Suasana hening sejenak,Putri tersenyum ringan. “Kalau begitu, kita tim yang solid, kan? Bisa menghadapi apa pun, bahkan bayangan misterius.” celetuk nya.
Aroel menatapnya lembut. “Selalu. Tapi malam ini, kita hanya mengamati. Suatu saat, kita akan mengerti maksudnya.”
Bintang dan Rahman tetap berjaga di sisi halaman, mata mereka sesekali menelusuri arah kemunculan bocah itu. Nafas mulai normal, tapi rasa penasaran Aroel tetap menempel kuat. Bocah itu bukan sekedar bocah biasa,Siapa dia ? Ucap Aroel dalam hati.tapi setiap kemunculannya meninggalkan teka-teki yang sulit diabaikan.
Putri menepuk tangan Aroel ringan. “Aku merasa aman bersamamu… meski misteri itu membuatku penasaran.”
Aroel tersenyum tipis. “Kita hadapi semuanya bersama. Bocah itu… akan muncul kembali pada waktunya.”
Lampu halaman memantul di wajah mereka, bayangan panjang menari di tanah. Malam itu berakhir dengan ketenangan yang rapuh, tapi bayangan tak terduga tetap menempel, menunggu untuk muncul lagi di hari-hari berikutnya.
Rahman berbisik Pada Bintang,Jangan Lengah,Tetap di sisi Bos mu,Bisik Rahman.
Bintang Memahami,Aroel juga kaget kehadiran Bintang,Kenapa bisa Ada tepat mereka sedang berseteru,Sepengetahuan Aroel,Bintang Sedang menangani Proyek Kerja sama,bahkan Aroel tidak pernah Memberitahu posisinya saat ini.
Darimana Kau tahu aku disini,tanya Aroel pada Bintang.Sorry Bos,Aku di Telpon Bang Rahman.
Aroel mengangguk dan Faham.Baiklah Jaga Identitasku.Bintang memberikan kode tanda mengerti.
Mereka berlalu dan Pergi dari tempat itu.
Bersambung....