NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak tau diri

Dengan sangat mudah, Yuna berhasil menyelesaikan pembayaran uang sekolahnya yang sudah menunggak. Yuna langsung membayar untuk 2 bulan depan. Karena ia tidak ingin ada drama ditagih uang sekolah lagi seperti sebelumnya.

"Udah selesai?" tanya Hasya, menunggu Yuna di luar ruangan Bu Triana bersama Mega dan Lily.

Senyum Yuna mengembang. "Udah beres, sekalian sama bulan depan!"

Mereka jalan beriringan, menuju ke kantin yang sempat tertunda. Karena Yuna harus menyelesaikan uang sekolah terlebih dahulu. Rasanya sangat lega luar biasa, seperti beban yang selama ini tergantung di pundak... langsung terangkat seketika.

Namun langkah mereka tiba-tiba terhenti, saat Edo berdiri ditengah trotoar dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku.

"Minggir!" usir Yuna ketus. Enggan sekali rasanya ia menatap wajah pria munafik, yang sekarang melayangkan tatapan sendu penuh rindu padanya.

"Na, aku mau bicara..." pinta Edo, terselip nada permohonan disana.

Ketiga sahabatnya, kompak melayangkan tatapan jijik dan muak ke Edo. "Ciih! Dasar gak tau malu. Udah sama mamanya, masih aja ngejer anaknya!"

"Tembok sekolah kalah tebelnya!" tambah Hasya.

Edo tidak peduli dengan kata-kata mereka. Tatapannya terus tertuju ke Yuna, yang bahkan sudah tidak sudi menatapnya.

"Minggir!" usir Yuna sekali lagi. Tapi sepertinya Edo seakan tuli dan tidak mendengarnya.

"Please Yun. Kasih aku satu kali kesempatan untuk memperbaiki semuanya... Aku yakin, kita bertiga bisa hidup damai berdampingan!" kata Edo tanpa rasa malu.

Diusia yang masih muda dan rasa ego yang sangat tinggi. Membuat Edo tidak bisa berfikir jernih... Apalagi sampai harus memilih antara cinta atau harta. Ya, hatinya lebih memilih cinta yang membuat hidupnya terasa lebih berwarna. Tapi otak dan egonya lebih memilih harta... Yang bisa memberikan kesenangan dan kebahagiaan duniawi, yang dulunya sangat mustahil untuk dia rasakan.

Yuna tersanyum sinis. Ia menggeleng. Tak menyangka dan tak percaya.... jika ia bisa jatuh cinta pada pria seperti Edo. Bahkan sampai berpacaran selama bertahun-tahun.

"Dasar sinting! Kamu pikir aku penganut swinger? Dasar gila!" Mata Yuna melotot. Jika sorot matanya berupa sinar X-ray yang bisa menghancurkan. Mungkin sekolah tempat mereka menimba ilmu sudah hancur oleh tatapan matanya.

"OMG! Seorang Edo Wibowo... si siswa yang paling pintar kebanggaan sekolah. Tenyata penganut Swinger?" ujar Lily bergidik makin jijik.

"Lebih baik kita cenut aja deh Yun, dari sini! Tenyata masih ada orang yang lebih gila dsn lebih gak tau diri dari kita?" Mega menarik tangan Yuna. Sedangkan Hasya dan Lily bertugas menahan Edo yang ingin mengejar.

"Yun, Yuna dengarkan aku dulu, Yun!" teriak Edo, ketika Hasya menutupi jalannya. "Yuna aku cinta sama kamu! Aku gak mau kehilangan kamu!"

Hueeek!

Hasya dan Lily kompak mengeluarkan ekspresi mau muntah mendengarnya.

"Kamu urusin aja nenek-nenek tua yang udah mau mati itu! Siapa tahu kan, setelah dia mati kamu dapet warisan!" kata Lily.

Hasya dan Lily ingin mengejar Yuna dan Mega yang semakin jauh. Tapi suara Edo mengehentikan langkah mereka.

"Tunggu!" pinta Edo.

"Ada apa sialan!" kata Hasya emosi.

"Tolong bantu aku untuk kembali bersama Yuna. Aku tahu Yuna sedang kesulitan untuk bayar uang sekolah. Aku bisa bantu dia, tapi dia harus kembali padaku!"

Edo masih tidak ingin menyerah. Apapun akan ia lakukan untuk kembali mendapatkan cinta Yuna. Nama, wajah, cinta dan semua kenangan tentang Yuna... tidak bisa ia lupakan begitu saja. Terlalu banyak hal indah, terlalu banyak hal manis yang sulit untuk dilupakan.

"Sepertinya gak ada gunanya bicara sama orang bego yang tololnya udah tingkat dewa begini!" keduanya berlalu. Mereka tidak ingin lagi bicara panjang lebar dengan Edo... yang sangat mereka yakini, jika otaknya 90% telah rusak dan diisi dengan rasa tak tahu malu yang luar biasa besar.

Sepanjang jalan menuju ke kantin, keduanya tidak henti mengumpat, marah, dan mencaci maki Edo... yang masih tidak ada berhenti-berhentinya untuk mengejar Yuna.

"Dia nggak nyusulin ke sini kan?" tanya Yuna panik. karena ia sudah tidak mau lagi, berurusan apapun dengan pria itu.

"Kayaknya enggak deh! soalnya tadi aku lihat, dia langsung ke kelasnya," jawab Lily.

Yuna mahela nafas lega. Setidaknya hari ini, ia masih bisa terbebas dan lepas dari Edo. namun entah mengapa, hati kecilnya berkata... jika akan ada hal-hal lain yang akan dia itu lakukan di kemudian hari.

"Semoga pemikiran bodohku ini salah!" batin Yuna panik. Karena baru begini saja, ia sudah kehilangan mood baiknya.

 

Sedangkan di perusahaannya...

Bastian sedang fokus menyelesaikan tumpukan dokumen yang ada di atas meja. Rasanya ia sudah lelah, membaca dan menangani deretan kontrak, serta berbagai urusan perusahaan lain yang membuatnya pusing tujuh keliling. tetapi yang namanya tugas dan tanggung jawab, membuatnya harus menyelesaikan segalanya. Meskipun saat ini pikirannya, selalu tertuju pada wajah cantik dan imut milik sugar baby-nya.

"Kenapa wajah dia terus yang muncul sih!"

Bastian mengusap wajahnya dengan kasar. Karena ke mana matanya melihat, di situ pasti terbayang wajah dan senyuman manis milik Yuna. Apalagi ekspresi kenikmatan yang Gadis itu tampilkan, saat di bawah kungkungan nya... membuat pria itu tak bisa fokus menyelesaikan pekerjaan, yang biasanya hanya dalam waktu 2 jam sudah rampung semua.

"Sial! sejak ada Yuna, otakku jadi mesum terus pikirannya. Padahal saat masih bersama Calista dulu, aku tidak pernah berkeinginan untuk mencium apalagi menidurinya!"

Bastian makin mengacak-acak rambutnya. Ia makin gak ngerti sama dirinya sendiri. Benarkah ini cuma efek dari patah hati dan kecewa? Atau justru ada perasaan lain yang belum ia sadari.

Tapi semua lamunannya tiba-tiba buyar oleh pintu ruangannya yang dibuka dengan kasar.

Braak!

Bastian mengangkat pandangan. Tatapannya berubah dingin, ketika melihat siapa yang datang.

"Maaf Pak, saya tidak bisa mencegah Mbak Calista!" kata Sekretarisnya dengan rasa bersalah.

"Tidak apa-apa! Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu!" sahut Bastian.

Sekretarisnya mengangguk. Lalu ia kembali keluar dan menutup pintu seperti semula.

"Bastian, aku mau bicara?" Calista mendekat. Wanita itu terlihat berantakan. Rambut sedikit kusut, kantung mata yang terlihat jelas, serta gaya berpakaiannya yang sedikit berbeda, dari Calista yang biasanya.

"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Calista! sejak awal kita dijodohkan. Kamu sudah tahu jika kesalahan apapun masih bisa aku maafkan... kecuali penghianatan!" setiap kata yang Bastian ucapkan terasa semakin dingin dan berjarak.

"Bas..." Calista sangat menyesal. Ia berusaha mendekati Bastian. Tetapi saat melihat ekspresi dingin dan tatapan tajam pria itu, membuat nyali Calista menciut.

"Jangan pernah melewati batas kesabaranku Calista!" ujar Bastian memperingatkan.

Tetapi Calista tidak mau menyerah. Dia sudah bersusah payah mengusahakan perjodohan ini bersama kedua orang tuanya. Mana mungkin ia mau merelakannya begitu saja.

"Aku bener-bener minta maaf Bas? Aku sangat menyesal! Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi. Asalkan kamu jangan membatalkan rencana pernikahan kita?" Calista sangat berharap, bujukannya akan membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginannya.

Bastian tersenyum sinis, melihat bagaimana purus asanya wanita itu. Tidak ada satu orangpun yang bisa mengubah keputusan seorang Sebastian Gunawan. Bahkan kedua orangtuaku pun tidak mampu untuk melakukannya!" Bastian duduk tegak di kursi kebesarannya. Ia menunjukkan bagaimana besarnya wibawa seorang Sebastian Gunawan. "Simpan energi dan semua kata-katamu itu, Calista. Karena hari ini... aku akan memberitahukan orangtuaku tentang pembatalan rencana pernikahan ini!"

"Usir wanita ini dari ruangan ku... dan jangan izinkan dia menginjakkan kaki di perusahaan ini lagi!" Bastian memanggil security, yang langsung menyeret Calista yang meronta-ronta.

"Jangan lakukan ini padaku, Bas! Aku sangat mencintaimu! Aku mau jadi istrimu!" teriak Calista.

Tapi Bastian menulikan pendengaran. Ia kembali memfokuskan diri pada pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan dengan segera.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!