Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pernikahan
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah beberapa waktu,akhirnya hari pernikahannya dengan Bian pun tiba
Elvita pikir dia begitu gugup dan cemas saat mendengar akad yang diucapkan oleh Bian dengan lantang dan tegas,entah mengapa perasaan haru tiba tiba menyeruak di hati nya
terlepas dari kontrak yang Bian berikan kepadanya,bukankah saat akad nikah di ucapkan berarti mereka resmi menjadi suami istri di mata agama dan negara.
"selamat sayang,kamu sudah menjadi seorang istri sekarang" ucap mommy nya menggenggam erat tangan Elvita
Dia begitu bahagia dan terkejut ketika pertama kali mendengar anak gadisnya akan dipinang oleh anak laki laki dari keluarga Brawijaya
tapi suaminya meyakinkan bahwa mungkin ini sudah menjadi takdir Elvita dan berdoa semoga pernikahan yang akan dijalani putri nya itu akan langgeng sampai maut memisahkan.
sebagai seorang ibu yang melahirkan dan merawat anaknya,tentu saja tidak mudah melepaskan putri nya yang sudah dia rawat selama 24 tahun ini.
tapi bukankah anak anak pada akhirnya akan menemukan jalan hidup mereka masing-masing?
ahh entah mengapa dia sangat terharu dan bahagia...
"Mom...terimakasih" Elvita membalas ucapan Nyonya Sila dan mencium pipi nya sekilas
"Mari keluar dan menemui suami mu Elv"
Tuan Heru datang ke arah Elvita dan menautkan tangan Elvita agar melingkar di lengannya
Elvita pun menggandengan tangan Daddy nya dan berjalan menuju ke arah Bian yang saat ini sudah resmi berganti status menjadi suami nya
semua keluarga besar dan para tamu berdecak kagum saat melihat pengantin wanita keluar dari ruangan
gaun putih dengan rendahan bahu yang sedikit terbuka membuat Elvita bagaikan ratu yang sesungguhnya
begitu cantik dan menawan!
saat tuan Heru memberikan tangan sang putri kepada Bian,Elvita lantas menoleh ke arah Daddy nya tersebut dengan terharu
tiba-tiba kontrak pernikahan mereka membuat Elvita sedikit sedih dan takut
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak ku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'
perkataan Bian kala itu membuat dia takut mengecewakan kedua keluarga yang sangat bahagia ini ketika perceraian mereka tiba nanti.
"Daddy harap kamu membahagiakan putri kami nak"
"Yes dad..." Bian menjawab Cepat ketika Tuan Heru memberikan tangan Elvita kepadanya
Dia terpana ketika melihat sosok Elvita yang begitu cantik berdiri dihadapannya saat ini
apalagi dengan status mereka sekarang membuat perasaannya sedikit terganggu
tapi entah sebab nya!
sesaat setelah kedua pengantin sudah berdiri bersama acarapun dilanjutkan hingga selesai tanpa adanya pembicaraan sama sekali
kedua nya terlihat diam tanpa saling menoleh
Tanpa mereka sadari ada satu orang yang menyorot mereka dengan tatapan tajamnya dan keluar dari ruangan tersebut.
"selamat kak untuk kalian berdua" Khanza mencium Bian dan Elvita
"Semoga bahagia selalu menyertai hubungan kalian"
"terimakasih sayang" Elvita tersenyum ketika adik ipar nya mendoakan hubungannya dengan begitu tulus
"Jangan lupa buatkan Daddy cucu yang begitu lucu nak,entah sampai kapan Daddy bisa bertahan semoga kalian bisa membiarkan laki laki tua ini menggendongnya"
"Dad..jangan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dan..." ucapan Daddy nya justru membuat Bian sedikit tertekan
"Daddy harus selalu sehat agar bisa melihat cucu cucu Daddy yang begitu lucu dan menggemaskan,bukankah begitu suamiku?" Elvita memotong ucapan suami nya dan mengelus tangan Tuan Arga dengan lembut dan menoleh ke arah Bian dengan senyum yang terlihat tulus.
"Sifat seperti kamu akan menyeimbangkan kekakuan Bian nantinya Elv,dia akan bertekuk lutut di hadapanmu" goda bibi Fitrinya yang mendapatkan tatapan sinis dari Bian.
Nyonya Sila dan Tuan Heru begitu senang ketika melihat anaknya mendapat sambutan hangat dan diterima dengan baik oleh keluarga Brawijaya.
setelah selesai berbincang dengan keluarga besar dari dua keluarga tersebut,akhirnya keluarga Tuan Brawijaya pun memilih untuk pamit
"Lea...dimana kakak laki laki mu?kamu bilang dia begitu tampan dan ingin memperkenalkan kanku pada nya" sebelum pulang Khanza sempat berbicara kepada Lea dan celingak celinguk mencari sosok yang dikatakan oleh sahabat nya itu.
"Ah..dia tidak datang Khanza, dilain waktu aku akan mempertemukan kalian berdua" Lea mengedipkan sebelah matanya kepada Khanza
"hahaha baiklah sayang...aku akan pulang sekarang sampai bertemu nanti"
......................
"Elvita dan Bian benar benar menikah hari ini"
ketika seorang laki laki muda berkata demikian,sosok perempuan tiba tiba mendekatinya dengan perlahan
"Berarti kamu terlambat bukan?...bibi Fitri mu sudah lebih dulu memilih Elvita untuk bian"
" belum sepenuh nya terlambat!"
"aku akan menyusun rencana untuk memisahkan Elvita dan Bian"
...----------------...