Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Pengumuman
Zayan sampai di apartemen miliknya. Saat masuk, dia melihat beberapa tumpuk kontak yang diletakkan di samping pintu apartemen. Tumpukan kotak itu, Zayan yakini berisi barang-barang yang Meila maksudkan.
"Apa-apaan kamu, Meila!" Zayan tidak terima, Meila tidak bergantung lagi dengannya.
Zayan berlalu begitu saja menuju sofa, membiarkan tumpukan kotak itu di tempatnya. Dia akan memerintahkan asistennya untuk mengembalikan semua itu pada Meila. Zayan tidak akan mengambil kembali barang-barang yang sudah dia berikan pada orang lain.
"Kamu pikir bisa pergi begitu saja? Tidak akan semudah itu Meila. Kamu milikku dan selamanya hanya menjadi milikku." Zayan bicara dengan nafas memburu. Tangannya mengepal dengan kuat meluapkan kemarahannya.
Setelah menenagkan diri, Zayan menghubungi nomor Meila. Berharap gadis itu masih bisa diajak bicara. Zayan akan menurunkan egonya dengan meminta maaf. setelah itu, Meila akan bersikap manis lagi padanya. Karena Zayan tahu, Meila sangat mencintainya.
Berkali-kali panggilannya tersambung, berkali-kali juga berakhir dengan suara operator. Zayan mengeram kesal. Ini kali pertama Meila sulit dihubungi untuk dia bujuk.
Zayan memejamkan mata sejenak. Tidak menyangka, hanya karena sebuah gaun, Meila sampai seperti ini. Ada rasa sesal menyelinap dibenak Zayan. Dia lepas kontrol saat di butik tadi pagi. Emosinya memuncak saat Meila merobek gaun pengantin itu.
Sebelum Melisa mencoba gaun itu, dia sudah lebih dahulu memberitahukan sifat buruk Meila. Sifat buruk yang hanya diketahui oleh keluarga saja.
"Meila itu tidak pernah mau berbagi denganku. Selalu iri dan tidak mau mengalah. Dia pasti akan marah besar kalau tahu aku mencoba gaun ini. Pasti dia mengira aku merebut kamu. Cemburunya tidak pada tempatnya. "
Zayan menyimak setiap kata yang Melisa sampaikan. Hatinya menolak, Meila tidak mungkin seperti itu. Tapi, dia juga membenarkan apa yang Melisa sampaikan. Rasa cemburu Meila akhir-akhir ini membuatnya tidak nyaman.
"Diluar, Meila itu terlihat lembah lembut. Sebenarnya dia itu pemarah. Itulah mengapa kami sering mengabaikan dia. Karena kami menghindari masalah dengannya." Melisa menambahkan.
Zayan terpengaruh dengan apa yang Melisa sampaikan. Di saat Meila merobek gaun itu dihadapannya, Zayan pun membenarkan apa yang Melisa ucapkan. Seperti yang Melisa sampaikan, Meila menuduh Melisa menginginkan dirinya.
Baru kali ini Zayan melihat kemarahan Melia yang meledak-ledak, dan sulit ditaklukan. Biasanya, dengan mengajaknya makan di tempat yang indah, Meila bisa dia luluhkan. Zayan juga mengirimkan hadiah untuk Meila, agar gadis itu kembali tersenyum padanya.
Zayan ingin Meila tetap seperti Meila yang dia kenal. Dia tidak peduli Meila pemarah seperti yang Melisa katakan. Bagi Zayan, Meila satu-satunya gadis yang dia cintai.
Zayan ingat pertemuan pertama mereka di rumah sakit Wijaya. Rumah sakit tempat Zayan praktik sekaligus menjabat wakil direktur. karena rumah sakit itu milik keluarganya.
Meila sedang menemani temannya yang dirawat di rumah sakit. Kebetulan sekali dokter yang menangani teman Meila itu adalah Zayan. Kecantikan Meila, membuat Zayan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Butuh waktu yang lama bagi Zayan untuk menaklukan hati gadis itu. Hingga akhirnya Meila menyerah dan menerima cinta Zayan. Hari-hari mereka sangat bahagia. Setelah hampir dua tahun menjadi sepasang kekasih, Zayan melamar Meila.
Zayan membuka matanya. Dia menatap dapur dari sofa yang dia duduki. Bayangan Meila masak di dapur seolah nyata. Zayan sangat suka memperhatikan Meila yang sibuk di dapur. Meila akan memanggilnya untuk makan bersama setelah masakannya siap disantap. Mereka makan berdua dengan tawa dan canda.
Bayangan Meila meghilang. Zayan menyadari, sudah lama mereka tidak tertawa bersama. Sudah lama juga Meila tidak berkunjung ke apartemennya. Zayan menegakkan tubuhnya. Dia terlambat menyadari, keceriaan Meila hilang setelah mereka memutuskan bertemu keluarga Aksara.
Sekali lagi Zayan mencoba menghubungi Meila. Kali ini tidak tersambung sama sekali. Zayan pun memutuskan untuk mengirimkan pesan saja. Setelahnya Zayan masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Keluar dari kamar setelah membersihkan diri, Zayan terkejut dengan keberadaan Arman, asistennya. "Ada apa? Apakah ada berkas rumah sakit yang harus aku periksa?" tanyanya.
"Anda harus melihat ini Tuan," ucap Arman sambil memberikan tablet miliknya.
"Membatalkan pernikahan?" Zayan bergumam setelah membaca judul berita yang ditunjukkan Arman.
"Itu pengumuman yang diunggah nona Meila."
Zayan terkejut mendengar penjelasan Arman. Zayan membaca berita itu. Meila membatalkan pernikahan mereka. Meila memberitahukan bahwa, Zayan akan menikah dengan Melisa, putri pertama keluarga Aksara.
Pernyataan Meila dikuatkan dengan bukti foto Melisa yang tengah mengenakan gaun pengantin milik Meila. Di sampingnya Zayan berdiri sambil menatap Melisa dengan lembut.
Zayan mengeram kesal. Meila memutuskan semuanya sendiri. "Mengapa kamu masih saja membesarkan masalah gaun itu!"
Arman tahu betul alasan Meila. Tapi dia tidak berani memberitahu Zayan yang sedang dalam emosi. Sampai Zayan kembali bersuara. "Segera hapus semua pengumuman yang Meila buat!" Perintah Zayan pada asistennya.
"Baik Tuan," jawab Arman. Lalu dia teringat dengan tujuannya menemui Zayan. Bukan hanya untuk menunjukkan pengumuman dari Meila. Arman ingin memastikan tentang pernikahan bosnya itu.
"Maaf Tuan, bagaimana dengan rencana pernikahan Anda dengan nona Meila? Baru saja pihak wedding organizer meminta kepastian. Mereka sudah melihat pengumuman yang nona Meila sampaikan."
"Tetap lanjutkan Arman. Aku akan tetap menikah dengan Meila," jawab Zayan. Dia sangat yakin, dengan bantuan keluarga Aksara, pernikahan Meila dengan dirinya pasti akan tetap berlangsung.
Setelah Arman pergi, Zayan menghubungi nyonya Hana. Dia ingin calon ibu mertuanya itu membujuk Meila. Dan memastikan tidak ada masalah lainnya lagi.
Sementara itu, di kediaman Aksara, Melisa justru bersorak kegirangan. Dia baru saja melihat pengumuman dari Meila. Melisa merasa menang, tanpa berusaha payah menjalankan skenario yang sudah dibuat ibunya. Akhirnya dia bisa memiliki Zayan.
"Kamu memang tidak pantas untuk mendampingi Zayan, Meila," ucap Melisa bangga.
Masih di kediaman Aksara, nyonya Hana baru saja menyelesaikan panggilannya dengan Zayan. Nyonya Hana tersenyum senang. Dia tidak perlu membujuk Meila, seperti permintaan Zayan. Sesuai rencana, Melisa yang akan menikah dengan dokter muda itu.
Di kediaman Alamanda, seluruh keluarga itu tengah menikmati makan malam bersama. Semua keluarga Alamanda berkumpul, tanpa terkecuali. Ada Serli, adik sepupu Erik dan kedua orang tuanya, om Narendra dan tante Anita. Mereka datang untuk menyambut Meila sebagai anggota keluarga mereka.
Kehangatan di meja makan itu membuat Meila nyaman dan merasa benar-benar diterima di keluarga Alamanda. Keluarga yang kekayaannya menduduki peringkat kedua di kota ini.
"Jangan merasa sungkan Meila, kamu sekarang bagian keluarga kami. Kami semua akan ada untuk kamu."
Ucapan tulus dari tante Anita itu membuat Meila meneteskan air mata yang sejak tadi dia tahan. Dia belum pernah merasakan dihargai dan disayang oleh keluarganya sendiri sebesar ini. Mendapatkan ini semua, Meila merasa seperti mimpi.
"Jangan menangis Meila. Jangan ada lagi air mata yang kamu keluarkan untuk keluarga itu." Erik yang bicara, begitu dia melihat air mata Meila yang lolos membasahi pipinya.
"Meila terharu Bang. Kalian semua menerima Meila yang terbuang ini."
"Siapa yang terbuang. Kamu itu permata yang berharga. Keluarga kamu saja yang buta. Tidak bisa melihat betapa hebatnya putri mereka ini." Tante Anita yang bicara.
"Tante kamu benar Mei. Bagi kami, kamu itu sangat berharga." Oma Amanda menambahkan.
"Terima kasih Oma, Tante, dan semuanya. Meila tidak akan melupakan kebaikan kalian." Meila bicara dengan hati yang tulus.
"Tidak perlu berterima kasih Meila. Kita ini keluarga. Keluarga harus saling menyayangi," ucap Om Narendra. "Besok, Om ingin mengenalkan kamu dengan seseorang," ucap om Narendra lagi.
"Wah, Kak Mei, sepertinya papa ingin menjodohkan kak Mei dengan seseorang," ucap Serli menggoda saudara barunya itu.
Meila menanggapi godaan Serli dengan senyuman. Dia kira itu hanya sebuah candaan saja. Yang Meila tidak tahu, jika om Narendra memang ingin menjodohkan Meila dengan seseorang.
"Mei, Opa sudah melihat pengumuman yang kamu buat. Ide untuk menampilkan foto kakak kamu dengan dokter Zayan itu sangat cerdas." Opa Alan memberikan kedua jempolnya. Meila membalas dengan tersenyum.
Setelah makan malam bersama, keluarga Alamanda menghabiskan waktu dengan mengobrol santai di ruang keluarga. Lagi-lagi, Meila merasa terharu. Dia tidak pernah diajak berkumpul seperti ini sebelumnya, selama tinggal bersama keluarga kandungnya.
Obrolan hangat yang penuh canda itu terhenti saat, Erik memberitahu keluarganya. "Pengumuman yang Meila unggah hilang," ujarnya.
"Pasti dokter itu yang melakukannya," ujar tante Anita.
"Tidak usah panik. Biarkan saja dia menurunkan pengumuman itu. Yang terpenting kenyataannya, Meila tidak menikah dengan dia," balas opa Alan.
"Betul itu Pa. Besok kita buat berita terbaru tentang Meila," sahut om Narendra.
Meila tidak tahu berita apa yang om Narendra maksudkan. Dia tidak ingin menyela. Yang dia tahu, om Narendra dan opa Alan tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan mempermalukan Meila dan keluarga Alamanda.
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....