NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Ruang operasi simulasi itu sunyi, hanya terdengar bunyi beeping dari monitor jantung buatan. Lyra dan Pharma sudah mengenakan scrub lengkap, masker, dan sarung tangan steril. Suasananya begitu intens, jauh melampaui ketegangan saat Lyra diculik tadi pagi.

​"Pisau bedah," ucap Lyra tegas.

​Pharma memberikan alat itu dengan presisi seorang ahli. Namun, saat Lyra mulai melakukan insisi kecil pada model jantung digital tersebut, tangannya sedikit gemetar. Tekanan karena diawasi langsung oleh sang "Tangan Tuhan" benar-benar nyata.

​"Tanganmu goyang, Dokter Raven," bisik Pharma.

​Tiba-tiba, Pharma melangkah maju. Ia tidak hanya berdiri di seberang meja, tapi bergerak ke belakang Lyra. Ia merapatkan tubuhnya, melingkarkan lengannya di samping lengan Lyra untuk membantu menstabilkan posisi tangan gadis itu.

​Posisi mereka benar-benar mirip seperti di gambar sangat dekat, hingga Lyra bisa merasakan hembusan napas Pharma di atas kepalanya dan hangat tubuh pria itu di punggungnya.

​> WADUH! Batin Lyra berteriak panik. Ini simulasi bedah apa simulasi bikin baper sih?! Deket banget, dokter syalan! Fokus Lyra, fokus! Jangan sampai lo malah nyayat pembuluh darah gara-gara salting!

​"Bernapaslah," bisik Pharma tepat di dekat telinga Lyra, suaranya rendah dan dalam. "Kalau kamu menahan napas, ototmu akan kaku. Ikuti ritme saya."

​Tangan Pharma yang besar dan kokoh menangkup punggung tangan Lyra, mengarahkannya dengan gerakan yang sangat halus namun pasti. Lyra merasa seolah-olah beban di pundaknya sedikit terangkat. Meskipun Pharma sangat menyebalkan, Lyra tidak bisa memungkiri bahwa sentuhan pria ini sangat menenangkan dan penuh kendali.

​"Sekarang, jahit bagian katup ini. Cepat," perintah Pharma, matanya yang tajam menatap layar monitor di depan mereka, namun posisinya tetap tidak bergeming dari belakang Lyra.

​Lyra menelan ludah, mencoba mengabaikan aroma maskulin Pharma yang mengacaukan konsentrasinya. Dengan bimbingan tangan Pharma, jari-jari Lyra bergerak lincah melakukan teknik suturing cepat yang tadi ia rencanakan.

​"Bagus," puji Pharma singkat saat melihat jahitan Lyra yang sempurna. "Ternyata kamu memang punya bakat, bukan cuma bakat bikin masalah."

​Lyra sedikit mendongak, membuat wajahnya hampir bersentuhan dengan masker yang dikenakan Pharma. Mata mereka bertemu sejenak di balik kacamata masing-masing.

​"Makanya, Sir... jangan ngeremehin dokter Bandung," balas Lyra dengan nada menantang yang berbisik, meski pipinya di balik masker sudah terasa panas membara.

​Pharma tidak menjauh. Ia justru sedikit mempererat genggamannya pada tangan Lyra saat mereka mencapai tahap paling kritis dari simulasi itu.

Simulasi memasuki tahap akhir. Jantung buatan itu mulai berdenyut secara stabil di layar monitor, menandakan bahwa teknik yang mereka lakukan berhasil. Namun, Pharma masih belum melepaskan tangannya dari punggung tangan Lyra. Ia tetap berada di sana, memastikan setiap simpul jahitan terakhir terkunci dengan sempurna.

​"Potong benangnya," bisik Pharma.

​Lyra melakukan gerakan itu dengan presisi. Begitu selesai, monitor mengeluarkan bunyi

tit... tit... tit...

yang berirama tenang. Operasi simulasi dinyatakan sukses besar.

​Lyra mengembuskan napas panjang yang sedari tadi ia tahan. Rasanya seperti baru saja lari maraton sambil membawa beban berat. Begitu ia sadar Pharma masih menempel di belakangnya, Lyra langsung sedikit menjauh dan berbalik.

​"S-selesai, Sir. Lord Sterling selamat," ucap Lyra sambil mencoba mengatur degup jantungnya yang masih tidak keruan.

​Pharma perlahan melepaskan sarung tangan sterilnya, menatap Lyra dengan tatapan yang sedikit lebih lunak meskipun tetap saja ada kilat dingin di matanya. Ia merapikan jas bedahnya yang, anehnya, tetap terlihat sempurna tanpa ada kancing yang miring sedikit pun.

​"Kerja yang bagus, Dokter Lyra," ucap Pharma datar. "Ternyata tanganmu jauh lebih berguna daripada mulutmu yang suka protes itu."

​> Dih, sempet-sempetnya muji sambil ngehina! Batin Lyra kesal, tapi ada rasa bangga yang menyelinap. Seorang Pharma Andriend baru aja bilang kerjaan gue bagus? Harusnya ini gue rekam terus gue puter pake speaker masjid di Bandung!

​"Jadi... saya nggak jadi dideportasi sore ini?" tanya Lyra dengan nada sedikit mengejek, mencoba mengembalikan rasa percaya dirinya.

​Pharma berjalan menuju pintu keluar ruang operasi, namun ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah Lyra yang masih berdiri di samping meja operasi.

​"Belum. Tapi jangan senang dulu. Lord Sterling yang asli akan naik ke meja operasi besok pagi jam enam," Pharma melirik jam tangannya. "Dan jika kamu terlambat semenit saja seperti tadi pagi, saya sendiri yang akan memastikan kamu pulang ke Indonesia menggunakan kapal kargo, bukan pesawat."

​Lyra melotot. "Hah?! Besok pagi?! Sir, saya butuh istirahat!"

​"Istirahatlah di mobil," Pharma memberikan isyarat dengan kepalanya agar Lyra mengikutinya. "Saya akan mengantarmu kembali ke hotel. Saya tidak mau mengambil risiko kamu diculik lagi oleh preman amatir dan membuat jadwal operasi saya berantakan."

​> APA?! Dia mau nganterin gue balik?! Lyra terpaku. Ini bos paling aneh yang pernah gue temuin. Barusan dia bikin gue jantungan di ruang operasi, sekarang dia mau jadi supir pribadi? Dokter syalan... lama-lama di London gue beneran bisa kena gangguan irama jantung kalau deket-deket dia terus!

​"Nggak usah repot-repot, Sir! Saya bisa naik taksi... yang beneran taksi kali ini," tolak Lyra halus.

​Pharma tidak memedulikan penolakan itu. Ia sudah berjalan jauh di depan dengan langkah lebarnya yang angkuh. "Tiga puluh detik, Dokter Lyra. Kalau kamu tidak ada di parkiran, kamu jalan kaki."

​"PHARMA!! TUNGGUIN!!" teriak Lyra sambil berlari menyusul, masih dengan baju scrub yang belum sempat ia ganti sepenuhnya.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!