Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Kebohongan Ariana
"Kau mati hanya karena memakan sesajen itu?" Purnama duduk di hadapan Ariana yang telah duduk bersimpuh.
"Iya, aku tidak sengaja dan tidak mengetahui bahwa sesajen itu sangat penting sehingga langsung aku ambil dan aku makan." Ariana mengangguk pasti.
"Sekali lagi aku bertanya kepada dirimu, kau mati memakan sesajen itu atau karena ada hal lain?" Purnama menatap lurus.
"Iya, aku meninggal dunia karena di siksa dalam gudang karena telah memakan sesajen itu." angguk Ariana.
Plaaaaak.
"Aduh, kenapa kok langsung di tampar?" Yasmin saja kaget dengan tindakan Purnama.
"Jawab jujur pertanyaan ku atau kau akan musnah dalam sungai kematian itu!" ancam Purnama tidak main main.
Ariana terlihat ketakutan ketika mendengar ancaman dari Purnama ini saat dia akan masuk ke dalam sungai kematian itu, sedikit aja tunggu Ariana tercelup dalam sungai kematian maka dia tidak akan pernah bisa hadir dalam dunia ini lagi alias akan segera musnah untuk selama-lamanya karena sungai kematian memang musuh dari segala arwah.
Yasmin sendiri yang masih ada di sana juga bingung kenapa Purnama mendadak saja mengancam Ariana seperti itu padahal gadis itu sudah menjawab apa yang dia tanyakan, bila sudah seperti ini maka dapat dipastikan ucapan yang keluar dari mulut Ariana bukan hal yang pasti alias sebuah kebohongan.
Purnama mampu membaca pikiran manusia dan juga arwah sehingga dia tidak mungkin bisa untuk di bohongi oleh Ariana yang bisa di katakan sebagai iblis amatir, jadi mau bagaimana Ariana berdusta pun sama sekali tidak ada efek untuk Purnama karena dia akan tetap tahu apa yang telah di pikirkan oleh gadis itu.
Sekarang tinggal Ariana saja bagaimana dia akan menjaga sikap atau bahkan mengambil tindakan ketika ratu ular sudah mengetahui kebohongan yang ada di dalam diri dia, terserah Ariana akan bersikap bagaimana tapi yang jelas bernama memang tidak akan pernah memaafkan pembohong yang sudah berusaha untuk dia tolong agar selamat.
Ini saja dapat di pastikan bahwa dia sudah hilang respek karena Ariana telah berdusta sejak awal pertama kali datang kemari, mungkin yang lain masih percaya dan terutama itu Vera karena gadis itu sama sekali tidak mengetahui dan percaya saja apa yang keluar dari mulut Ariana sehingga saat ini dia justru menaruh rasa iba.
Tapi tentu saja itu semua tidak berlaku untuk Purnama karena dia mengetahui apa yang ada di dalam pikiran gadis ini dan bagaimana nanti dia akan mengurus tentang masalah itu, Ariana sendiri saja sampai kaget ketika dia mendapat tamparan telak dari tangan Purnama sehingga sampai jatuh tercentang ke samping.
Baru Dia merasakan sendiri bagaimana kekuatan yang telah dimiliki oleh ratu ular ini dan itu masih belum sepenuhnya kekuatan keluar dari tangan ratu ular, saat semua sudah dilakukan dengan benar maka pasti Ariana tidak akan sanggup bertahan untuk melawan kekuatan Purnama ini karena dia hanya iblis yang gentayangan karena merasa dendam.
Belum ada kekuatan tetap di dalam diri Ariana sehingga dia gentayangan ke sana kemari dan justru menemui Vera serta Arum di dalam rumah Darto, ini malah berakhir di tangan ratu ular karena dia tidak sengaja mengeluarkan energi yang begitu kuat ketika Kiara sedang ada di sekitar sana sehingga bisa menangkap dirinya saat itu.
"Apa dia berbohong sehingga langsung kena tampar?" Saiyara berbisik pada Yasmin.
"Tampak nya memang begitu sehingga langsung kena tampar oleh Purnama." Yasmin mengangguk.
"Dia apa tidak tahu kalau Purnama bisa membaca pikiran?" tanya Saiyara lagi.
"Mungkin Saya tidak karena ini hanya iblis rendahan yang tidak memiliki kekuatan besar, Ra." jawab Yasmin lagi.
"Walah kalau begitu sudah pasti nanti dia akan habis karena amuk oleh ratu ular." Saiyara yakin sekali.
"Salah dia sendiri karena tidak mau jujur tentang apa yang terjadi dan malah memilih berdusta seperti itu, padahal Purnama pasti mau menolong dia agar bisa menjadi iblis baik." Yasmin justru menyalahkan Ariana.
"JAWAB AKU SEKARANG!" bentak Purnama dengan suara begitu menggelegar.
"Demi Tuhan aku hanya memakan sesajen itu saja." Ariana menjaga jarak karena ketakutan.
"Ah arwah sialan ini sengaja ingin membuat aku emosi ternyata." kesal Purnama segara bangkit berdiri dan dia member itu sudah paham apa yang akan terjadi.
Yasmin dan Saiyara segera menjauh karena mereka tidak mau bila nanti terkena hantaman juga dari ratu ular ini, dari gerak-geriknya saja mereka sudah mengetahui bahwa Purnama pasti akan memberikan serangan telak kepada Ariana yang tetap saja tidak mau berkata jujur tentang kematian dia yang telah di habisi oleh Darto itu.
"Kau mau apa?!" Ariana ketakutan saat Purnama mendekat.
Wuuuuttt.
Braaaaaak.
"Aduh remuk pinggang mu, Ariana." Yasmin saja sampai meringis.
"Coba saja dia jujur maka tidak mungkin lah kena banting." keluh Saiyara.
Wuuuuttt.
Braaaaak.
"Badan sekecil itu harus berkelahi dengan bantingan Purnama yang begitu dahsyat." keluh Yasmin lagi.
Ariana tidak mampu bergerak di atas tanah karena dia memang sudah mendapat bantingan dari Purnama, salah dia sendiri karena tidak mau mengatakan apa yang telah terjadi di hadapan Purnama saat ini sehingga mau tidak mau dia pasti terkena banting dan itu tentu saja sangat menyakitkan sekali untuk arwah seperti dia.
"Kau mati karena tergiur oleh uang yang di tawarkan oleh Darto untuk memuaskan dia di atas ranjang!" bentak Purnama menggema.
"Alah alah ternyata dia adalah gadis binal yang haus dengan uang juga." Yasmin agak kaget.
"Pantas saja dia tidak mau mengaku yang sebenarnya bahwa dia mati karena memuaskan Darto di atas ranjang, pasti dia sangat malu bila Vera mengetahui tentang hal ini." Saiyara menatap sinis.
Ariana sendiri sama sekali tidak menyangka bahwa Purnama mengetahui tentang hal itu, tahu bahwa ratu ular yang ada di hadapan nya ini memiliki kekuatan untuk membaca pikiran lawan sehingga apa saja yang keluar dari mulut Ariana tadi sama sekali tidak berguna karena Purnama telah mengetahui kejadian yang sebenarnya itu bagaimana.
"Wajah hancur ini bukan karena di siksa dalam gudang tapi karena kau tidak bisa memberikan kepuasan dia di atas ranjang itu." tegas Purnama.
"Ba..bagaimana kau bisa tau?" Ariana tertegun tidak percaya dengan ucapan Purnama.
"Masih bisa pula dia bertanya." geram Yasmin.
Salah besar karena Ariana telah berdusta kepada Purnama tentang kematian dia yang sebenarnya, karena Ariana memang adalah seorang gadis miskin dan dia tergiur dengan uang yang telah di tawarkan oleh Darto untuk menemani dia tidur malam itu dan karena Ariana adalah gadis yang polos hingga dia tidak mengetahui bagaimana cara memuaskan seorang pria.
Selamat sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siti oh siti seperti namaku 🤣
othor ada di benua mana🤔🤔
wah kiara udah dtg aja kerumah Darto tuk mnyelidiki kasusnya vera..
ayo para member bantu Kiara membuka rahasianya Darto
mantap lah Kiara mah,langsung sat set tanpa nanti dulu👍👍🔥👻