NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

like,follow and komentarnya ya
Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

neraka di balik jeruji

Istana sedang dalam keadaan sunyi yang mencekam. Jian Feng telah mengumumkan bahwa ia harus pergi ke perbatasan untuk urusan militer yang mendesak. Namun, itu hanyalah sebuah taktik. Kenyataannya, Jian Feng sedang bergerak dalam bayangan bersama Alaric, menempuh perjalanan berbahaya menuju tempat suci untuk menjemput Petinggi Agung Gereja. Ia harus segera menyelesaikan dokumen perjanjian sementara dengan Kerajaan Barat untuk memastikan dukungan mereka. Sayangnya, ketidakhadiran Jian Feng menjadi kesempatan emas bagi iblis yang bersemayam di dalam istana.

​Di penjara bawah tanah, Ibu Suri Aurora kembali datang. Kali ini tidak ada lagi kata-kata manis atau sindiran halus. Ia membawa amarah yang murni.

​"Pukul dia," perintah Ibu Suri dingin kepada pelayan pribadinya yang bertubuh kekar.

​BUGH! Sebuah pukulan keras mendarat di rahang Mei Lin, membuatnya terjerembap ke lantai yang dingin. Belum sempat ia bernapas, pukulan lain mendarat di pelipisnya. Ibu Suri menatap Lin Hua yang berdiri di sampingnya dengan mata berbinar penuh kegilaan.

​"Lin Hua, bukankah kau ingin hadiah dariku?" tanya Ibu Suri sambil menyodorkan sebuah tongkat kayu yang berat. "Pukul kakinya sampai ia tidak bisa berjalan lagi. Dan ingat, lucuti pakaian sutranya itu. Biarkan dia tahu rasanya menjadi sampah yang tidak punya harga diri."

​Lin Hua menerima tongkat itu dengan tangan gemetar karena semangat. Dengan dendam yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun, ia mengayunkan tongkat itu ke arah kaki Mei Lin. KRAK! Suara tulang yang retak beradu dengan jeritan memilukan Mei Lin. Lin Hua tertawa lepas, ia mencabik-cabik gaun ungu Mei Lin hingga compang-camping, meninggalkan wanita itu hanya dengan pakaian dalam yang robek dan tubuh yang penuh memar membiru.

​Penyiksaan itu tidak berhenti di sana. Hari berikutnya, saat fajar bahkan belum menyingsing, para penjaga atas perintah Ibu Suri membawa ember-ember besar berisi air bekas cucian yang kotor dan berbau busuk. Mereka menyiramkan air dingin itu ke tubuh Mei Lin yang sudah menggigil hebat. Pakaiannya yang rusak dan bolong-bolong akibat siksaan kemarin melekat pada kulitnya yang terluka, membuatnya tampak sangat menyedihkan.

​"Lihatlah sang 'Harta Karun Langit'," cibir salah satu penjaga. "Sekarang kau tidak lebih dari seekor tikus selokan."

​Memasuki hari ketiga, intensitas penyiksaan semakin gila.

Mei Lin sudah dalam keadaan hancur secara mental sehingga ia tidak bisa membela diri. Kali ini, mereka mengincar bagian perutnya. Pukulan demi pukulan mendarat di perut Mei Lin yang kosong karena ia tidak diberi makan selama berhari-hari. Bekas hantaman itu menghitam, menciptakan rasa sakit yang luar biasa setiap kali Mei Lin mencoba menarik napas.

​Mei Lin meringkuk di lantai penjara, memegangi perutnya yang kaku. Pikirannya mulai melayang. Ia teringat pada Jian Feng. “Di mana kau, Jian? Kau bilang kau akan melindungiku...” batinnya pilu. Ia tidak tahu bahwa Jian Feng sedang mempertaruhkan nyawa dan tahtanya, memacu kuda secepat mungkin di tengah badai salju bersama Alaric demi mendapatkan tanda tangan perjanjian yang akan menjadi kunci kebebasannya.

​Jian Feng dan Alaric sedang dalam perjalanan kembali setelah berhasil mendapatkan janji dari Petinggi Agung. Di atas selembar perkamen kuno, tanda tangan perjanjian sementara antara Kerajaan Tengah dan Kerajaan Barat telah terukir. Jika misi ini berhasil, Jian Feng bersumpah akan meresmikan perdamaian itu untuk selama-lamanya.

​Namun, Jian Feng tidak tahu bahwa saat ia melangkah kembali ke istana nanti, ia mungkin tidak akan menemukan Mei Lin yang sama lagi. Di dalam kegelapan sel, Mei Lin hanya bisa menatap langit-langit, berharap maut segera menjemputnya sebelum rasa sakit itu menghancurkan sisa-sisa kesadarannya. Kebencian Lin Hua dan kekejaman Ibu Suri telah mengubah tempat itu menjadi neraka yang paling nyata bagi sang Harta Karun yang kini tak lagi bersinar.

Bersambung

1
Nana Niez
kereeeennnn,, berasa liat film
Nana Niez
kereeeeen banget Thor karyamu
Nana Niez
melemah sekali ceweknya
angel
omgggg ada season 2 nya,lanjutt yhorr
angel
ceritanya bagus bangetttt lohh,sayang bangetttttttttttt yang baca sedikit.semangat ya thor novel ini dari awal sampai akhir aku baca bagus kok gak ada yang typo penulisan nya
angel: tetap semangat authorrr
total 1 replies
angel
bagus bangetttt awal ceritanya,fix sih ini harus banyak yang baca soal sayang bangettt kalau gak banyak yang baca😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!