NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:183.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkit Kembali

“Mati saja kau!”

“Lebih baik kau keluar saja dari bunker ini!”

“Bunker ini tidak muat! Keluarkan dia!”

Teriakan itu menggema bertubi-tubi, menghantam telinga Naomi Allora seperti palu. Suara-suara penuh kebencian bercampur dengan deru angin yang meraung dari luar pintu baja bunker darurat. Tubuh Naomi terdorong ke depan. Kakinya terpeleset, nyaris jatuh.

“Tunggu … tolong …” suaranya serak, nyaris tak terdengar di tengah kekacauan. “Aku juga manusia … aku sudah bantu kalian ....”

Naomi memohon menatap mereka dari dalam bunker itu. Namun tak satu pun wajah di hadapannya menunjukkan belas kasihan.

Naomi menoleh ke arah orang-orang yang ia kenal orang tua kandungnya, kakaknya, tunangannya, dan Viviane. Mereka berdiri di balik pintu baja, aman, hangat, dan hidup. Tatapan mereka dingin, seolah Naomi hanyalah beban yang harus dibuang. Sedangkan Viviane tersenyum tipis sambil memeluk tunangan Naomi, Erick.

“Maaf, Naomi,” ucap tunangannya singkat, tanpa berani menatap mata Naomi. “Ini … demi semuanya. Bunker ini hanya cukup seratus orang. Dan kau harus berkorbsn.”

Bangg!

Dentuman keras terdengar. Pintu bunker terkunci.

Naomi terduduk di atas salju. Angin badai menampar wajahnya, menusuk kulitnya dengan dingin yang menyakitkan. Napasnya berubah putih, setiap tarikan terasa seperti pecahan es yang menggores paru-parunya.

“Jadi … aku dikorbankan,” bisiknya dengan senyum pahit.

Kenangan berkelebat di benaknya, bagaimana ia mengemis cinta keluarga Elios, bagaimana ia menunduk dan menahan hinaan demi diterima, bagaimana ia membuang keluarga Atlas yang selama ini menyayanginya dengan tulus.

Air matanya membeku di pipi.

“Andai saja … aku tidak sebodoh itu .…”

Tubuhnya perlahan melemah. Pandangannya mengabur, dunia di sekelilingnya memudar menjadi putih tak berujung.

Saat kesadarannya hendak lenyap sepenuhnya.

Ding!

Suara mekanis menggema jelas di tengah keheningan.

[“Sistem Reinkarnasi Aktif. Misi Utama: Balas dendam dan membangun peradaban baru dimulai.”]

Kegelapan menelan segalanya.

“D–dingin!”

Naomi tersentak bangun dengan napas terengah. Tubuhnya gemetar hebat, giginya beradu tanpa bisa dikendalikan.

“Dingin … tolong .…” suaranya parau.

Aroma antiseptik menusuk hidungnya. Suara detak alat medis terdengar ritmis di samping telinga. Cahaya putih menyilaukan matanya.

“Naomi!”

Seorang wanita paruh baya segera berdiri dari kursinya dan mendekat dengan wajah panik. “Sayang, kamu kenapa? Hei, sadar, Nak!”

Naomi berkedip pelan. Pandangannya berputar, mencoba memahami ruangan asing yang terasa begitu bersih.

“Rumah sakit?” gumamnya lirih.

Di samping wanita itu, seorang pria berusia lima puluhan berdiri dengan ekspresi tegang. “Arumi, tenang dulu. Naomi baru sadar.”

Suara itu, Naomi membeku. Ia mengenalnya.

Papa?

“Naomi?” Tuan Bastian Atlas mendekat. “Kamu dengar Papa?”

Jantung Naomi berdegup kencang. Matanya mengamati wajah mereka berdua, keriput halus di sudut mata, tatapan cemas yang tulus.

“Aku .…” Naomi menelan ludah. “Aku di mana?”

“Kamu di rumah sakit, sayang,” jawab Nyonya Arumi lembut sambil mengusap rambut Naomi. “Kamu pingsan setelah kecelakaan itu. Dokter bilang kondisimu kritis tadi malam.”

Naomi terdiam. Kecelakaan? Kritis?

Bukankah barusan ia mati membeku di luar bunker?

Tiba-tiba Naomi bangkit dari ranjang.

“Naomi! Jangan bergerak dulu!” seru Nyonya Arumi terkejut.

Namun Naomi sudah menurunkan kakinya dari brankar. Selang infus tertarik, jarum terlepas dari punggung tangannya. Darah mengalir, tapi ia tak merasakan sakit.

Ia berjalan tertatih menuju jendela. Tirai ditarik sedikit. Naomi menatap keluar.

Langit biru cerah membentang luas. Matahari bersinar hangat. Jalanan di bawah tampak normal tidak ada salju, tidak ada kehancuran.

“Ini .…” keningnya berkerut. “Tidak mungkin .… apa kiamatnya telah selesai?”

Tiba-tiba, sebuah layar transparan muncul di hadapannya.

Ding!

[”Selamat, Tuan! Anda berhasil bereinkarnasi. Waktu kembali, 1 tahun sebelum badai salju global.“]

Tubuh Naomi melemas.

“Setahun … sebelum kiamat?” bisiknya nyaris tak percaya.

Kakinya goyah, ia berbalik tanpa sadar.

“Naomi sayang!”

Nyonya Arumi segera memegang lengannya. “Ya ampun, tanganmu berdarah! Kamu kenapa sih? Jangan bikin Mama takut.”

Saat itulah Naomi benar-benar menatap wajah wanita di depannya.

Air matanya langsung menggenang. “Mama?”

Nyonya Arumi tertegun. “Iya, Nak?”

Naomi tak sanggup menahan dirinya. Ia memeluk tubuh Nyonya Arumi erat-erat, seolah takut wanita itu menghilang jika dilepaskan.

“Maaf .…” tangisnya pecah. “Maafkan aku .…”

Tuan Bastian terkejut. “Naomi, kenapa tiba-tiba begini?”

“Aku ...” Naomi terisak. “Aku meninggalkan kalian, demi orang-orang yang tidak menginginkanku.”

Nyonya Arumi mengusap punggung Naomi dengan lembut, meski wajahnya dipenuhi kebingungan. “Sayang, kamu bicara apa? Kamu tidak pernah meninggalkan kami.”

Nyonya Arumi dan Tuan Bastian saling pandang dengan wajah bingung. Mereka pikir, Naomi sedang mimpi buruk.

Naomi menggeleng pelan. Kalian tidak tahu. Di kehidupan sebelumnya aku membuang kalian.

Kenangan itu kembali menghantamnya, hari ketika ia mengetahui dirinya bukan anak kandung keluarga Atlas, hari ketika ia berlari ke keluarga Elios dengan penuh harapan, hanya untuk dijadikan bayangan Viviane.

“Tidak lagi,” gumam Naomi lirih.

Ia mengangkat wajahnya, matanya memerah tapi penuh tekad. “Kali ini aku tidak akan salah pilih,” bisiknya dalam hati.

Tuan Bastian menatapnya cemas. “Arumi, ini tidak normal. Kita panggil dokter sekarang.”

Nyonya Arumi mengangguk cepat. “Iya, iya. Naomi, kamu duduk dulu, ya.”

Namun Naomi tetap memeluk Nyonya Arumi.

“Aku tidak apa-apa,” katanya pelan. “Aku hanya sangat bersyukur masih di sini.”

*

Jarum infus kembali menembus kulit tangan Naomi. Tapi kali ini, gadis itu sama sekali tidak meringis.

Padahal biasanya, hanya melihat jarum suntik saja Naomi sudah memalingkan wajah, bahkan sering menangis kecil karena takut. Sekarang ia hanya menatap lurus ke depan, seolah rasa sakit itu tak berarti apa-apa.

Dokter yang memasang infus sempat melirik wajah Naomi dengan heran. “Sudah selesai, Nona Naomi. Mohon lebih berhati-hati ke depannya. Kondisi tubuhmu masih lemah.”

Naomi tidak menjawab.

Tatapannya masih tertuju pada dua orang di samping ranjangnya Tuan Bastian dan Nyonya Arumi Atlas. Matanya lembut, penuh perasaan yang terlalu dalam untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Di kehidupan sebelumnya kalian mati karena aku. Batin Naomi.

Hatinya bergetar.

Kali ini aku bersumpah, tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh kalian.

Nyonya Arumi dan Tuan Bastian saling pandang. Ada sesuatu yang terasa berbeda dari putri angkat mereka hari ini.

“Terima kasih, Dok,” ucap Tuan Bastian akhirnya sambil mengangguk sopan.

Dokter membalas anggukan singkat, lalu melangkah keluar dari kamar rawat inap itu. Pintu tertutup perlahan, menyisakan keheningan yang canggung.

Nyonya Arumi duduk di tepi ranjang, kembali mengusap rambut Naomi dengan gerakan lembut. “Sayang … kamu ini kenapa? Sejak sadar, kamu aneh sekali. Apa kepalamu masih pusing?”

Naomi menggeleng pelan.

Ia menatap wajah wanita yang selama ini memeluknya saat ia mimpi buruk, yang memasakkan sup hangat ketika ia sakit, yang tak pernah membedakannya meski tahu ia bukan anak kandung.

“Aku tidak apa-apa, Ma,” jawabnya pelan.

Nyonya Arumi menghela napas lega. “Syukurlah.”

Naomi tiba-tiba menggenggam tangan Nyonya Arumi dengan erat. “Aku sayang kalian.”

Kalimat itu meluncur begitu saja.

Tuan Bastian tertegun. Nyonya Arumi pun membeku sesaat.

“Hah?” Nyonya Arumi terkekeh kecil, meski jelas terkejut. “Kok tiba-tiba bilang begitu?”

Naomi tersenyum tipis, tapi matanya berkaca-kaca. “Aku hanya ingin kalian tahu.”

Tuan Bastian menghela napas panjang. “Anak ini benar-benar aneh hari ini,” gumamnya pelan, lalu menatap Naomi dengan cemas. “Apa kamu benar-benar tidak apa-apa?”

Naomi mengangguk. “Aku hanya sangat bersyukur.”

Sesaat kemudian, alis Naomi berkerut. Seseorang tiba-tiba terlintas di benaknya.

Naomi mendongak cepat. “Ma … di mana Kak Max?”

Nyonya Arumi terkejut. “Max? Dia—”

Brak!

Pintu kamar terbuka keras.

Seorang pria tinggi besar berdiri di ambang pintu. Tubuhnya tegap, bahunya lebar, dengan tinggi hampir menjulang menyentuh kusen sekitar seratus sembilan puluh lima sentimeter. Rambut hitamnya sedikit berantakan, dadanya naik turun menahan napas. Sepertinya ia berlari tanpa henti.

Matanya biru tajam seperti elang, langsung mengunci sosok di atas ranjang.

“Naomi.”

Suaranya berat, seolah takut kenyataan di depannya hanya ilusi.

Naomi menoleh. Untuk sesaat, dunia di sekelilingnya menghilang.

“Kak Max?” suaranya bergetar.

1
vj'z tri
akhir nyaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kenapa gak jatuh beneran sih biar akoh senang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
selesai masalah di tangan max /Angry//Angry//Angry//Angry/
vj'z tri
sabar max sabar /Determined//Determined//Determined//Determined/
Nor Azlin
kenyataan itu pahit untuk di dengarkan yah ...bodoh amat tidak sedikit pun curiga sama sekali ni orang...Coba untuk sekali ini kamu lihat & dengar mengenai nya apa salah nya ayo Max tunjukkan bukti pada nya pasti kamu punya tu kannn😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
sifat asli seseorang itu akan terlihat masa dewasa nya yah kerana itu adalah sifat yang di turunkan oleh keluarga asli nya ...Vivian bukan dibesarkan sedari bayi tapi sudah belita kerana orang tua nya kemalangan mobil maka mereka mati di rumah sakit sebelum mati dia menyuruh kedua suami isteri Elios untuk menjaga nya yah...nah pada kemana kerabat keluarga nya si Vivian pasti ada kan ...mustahil banget kalau satu pun keluarga nya tidak ada sama sekali yah CK CK CK pasti ada koperasi di dalam nya kan ...kemungkinan orang tua Vivian sudah merencanakan itu yah atau sebalik nya aku pun penasaran ni bagai mana cerita nya deh😂😂 lanjutkan thor
Cindy
lanjut
syh 03
di kira seorang max ga bisa mukul perempuan..klo perempuanya kya ular betina viviane..emang pantas di gampar ampai keok 😆
Nor Azlin
aku rasa di maafkan aja tapi tidak dengan Vivian nya ...walau bagai mana pun mereka orang tua yang melahirkan nya ...namun dengan itu jangan memaafkan mereka demi kedua kakek nenek nya Naumi ...perkara yang menakutkan orang adalah dimaafkan tapi tidak diakui oleh anak sendiri itu lebih menyakiti nya itu bagi hukuman yang pantas ...buat Vivian biar keluarga Elios yang membuangkan nya kalau mereka memilih nya maka mereka tidak mendapat tempat di kalangan orang-orang yang ingin selamat yah...tapi bagi aku biarkan aja keluarga nya membusuk deh kalau masih membawa anak angkat nya itu ...bagi aja kakek nenek mu tempat biar mereka hidup bahagia bersama dengan mu 😂😂😂itu pendapat aku yah peribadi ...lanjutkan thor
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!