NovelToon NovelToon
MENAGIH JANJI MASA KECIL

MENAGIH JANJI MASA KECIL

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Sejak kecil, Ariya Raditya sudah mengikat Arumi Devita Ningrum dengan sebuah janji.

“Kamu harus jadi pengantinku.”

Janji yang terdengar polos saat kanak-kanak itu berubah menjadi luka saat dewasa. Hasutan, salah paham, dan pengkhianatan membuat mereka saling membenci, hingga Ariya memilih menikahi perempuan lain.

Namun takdir tidak pernah lupa pada janji lama. Sebuah kecelakaan membuat Ariya lumpuh. Calon pengantinnya kabur di hari pernikahan.

Dan Arumi… dipaksa menggantikan posisi yang seharusnya bukan miliknya. Menikahi pria yang dulu ia cintai. Menjadi istri dari lelaki yang kini membencinya.

Terikat oleh janji masa kecil yang kembali ditagih dengan kejam. Apakah ini akhir dari luka… atau awal dari cinta yang lebih menyakitkan?

Penasaran? Yuk ikuti cerita Ramanda dan jangan lupa berikan dukungannya ya terimakasih 🙏🏻.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JARING-JARING KEHANCURAN.

Rencana besar yang disusun oleh Ferdiansyah mulai bergulir di sebuah markas tua di pinggiran kota. Doni, yang kini berada di bawah ancaman dan janji kebebasan dari keluarga Ferdiansyah, menjalankan perannya dengan sempurna. Ia menghubungi Lusi melalui panggilan telepon singkat, mengabarkan bahwa Arumi telah berhasil diculik dan kini berada dalam kekuasaannya.

Tanpa rasa curiga sedikit pun, Lusi segera meluncur ke lokasi. Hasratnya untuk melihat Arumi hancur telah membutakan akal sehatnya. Ia tidak menyadari bahwa di setiap sudut ruangan gelap itu, Doni telah memasang kamera tersembunyi yang terhubung langsung ke jaringan internet untuk siaran langsung.

"Di mana perempuan itu? Aku ingin melihat wajahnya yang hancur karena ketakutan!" seru Lusi begitu ia melangkah masuk ke dalam markas.

Doni menyambutnya dengan senyum miring yang menyimpan rahasia. "Sabar, Sayang. Dia ada di ruangan dalam. Tapi sebelum itu, bukankah kau punya sesuatu untuk diceritakan padaku?"

Lusi tertawa sombong, ia merasa sudah berada di puncak kemenangannya. "Kau tahu, Doni? Aku sudah menunggu momen ini bertahun-tahun. Aku ingin merebut semua yang Arumi miliki. Ayahnya, kekayaannya, bahkan Ariya. Aku ingin dia merangkak di bawah kakiku sebelum dia benar-benar lenyap."

Lusi terus menuturkan semua kejahatan yang pernah ia lakukan pada Arumi, mulai dari fitnah rekaman palsu hingga sabotase kesehatan Erwin. Ia tidak tahu bahwa saat itu, jutaan pasang mata di seluruh penjuru negeri sedang menonton pengakuannya melalui platform siaran langsung yang sengaja disebarkan oleh tim siber keluarga Ferdiansyah.

"Setelah ini, aku ingin kau menghamiliku, Doni," lanjut Lusi dengan nada menjijikkan. "Aku akan menjebak Ariya dan mengatakan bahwa itu anaknya. Dengan begitu, dia tidak akan punya pilihan selain menikahiku dan menjadikanku nyonya muda terkaya."

Mendengar rencana busuk itu, Doni merasakan mual yang luar biasa. Ia menghentikan cumbuan yang baru saja ia mulai sebagai bagian dari sandiwara. "Kau benar-benar wanita paling kotor yang pernah aku kenal, Lusi."

"Apa maksudmu? Bukankah ini yang kau inginkan juga?" tanya Lusi heran.

Doni memberikan isyarat kepada anak buahnya yang bersembunyi di balik pilar. "Tidak. Aku memang brengsek, tapi aku tidak serendah dirimu. Teman-teman, silakan nikmati 'hadiah' dari calon nyonya muda ini."

Wajah Lusi berubah pucat saat beberapa pria bertubuh besar mulai mengepungnya. "Doni! Apa yang kau lakukan? Suruh mereka pergi!"

Doni mengabaikan teriakan itu. Ia melangkah mundur dan membiarkan anak buahnya melakukan tindakan keji secara bergantian sebagai bentuk hukuman yang diminta oleh Ferdiansyah. Lusi berteriak histeris, meronta sekuat tenaga, namun cengkeraman tangan-tangan kekar itu membuatnya tidak berdaya. Mereka melakukannya sambil tertawa mengejek, menghancurkan harga diri Lusi yang selama ini ia banggakan.

Setelah beberapa saat yang menyiksa, Doni menunjukkan salah satu monitor di sudut ruangan kepada Lusi yang kini terkulai lemas dengan pakaian berantakan.

"Lihat itu, Lusi. Kau tidak akan pernah bisa menjadi nyonya muda di keluarga mana pun. Karena mulai detik ini, seluruh dunia tahu bahwa kau adalah wanita yang paling hina," ujar Doni sambil menunjuk layar yang menampilkan ribuan komentar kecaman untuk Lusi.

Kemarahan yang meledak tiba-tiba memberikan kekuatan pada Lusi. Matanya melirik ke arah pinggang salah satu anak buah Doni yang berdiri di dekatnya. Sebuah pistol terselip di sana. Dengan gerakan nekat dan tak terduga, Lusi merebut senjata itu.

"Mati kalian semua!" jerit Lusi.

Dor! Dor! Dor!

Lusi menembak Doni berkali-kali di bagian dada. Doni tersungkur ke lantai dengan mata terbelalak, nyawanya melayang seketika. Tak berhenti di situ, Lusi menodongkan senjata ke arah anak buah Doni yang tadi melecehkannya. Tiga orang lagi tersungkur bersimbah darah saat peluru menembus tubuh mereka.

Lusi mencoba menarik pelatuk sekali lagi ke arah dua orang yang tersisa, namun hanya terdengar suara klik kosong. Peluru telah habis. Saat anak buah Doni hendak meringkusnya kembali, suara sirine polisi meraung keras di depan markas. Puluhan anggota polisi bersenjata lengkap merangsek masuk dan langsung membekuk Lusi.

"Lepaskan aku! Mereka yang pantas mati!" teriak Lusi yang kini sudah kehilangan akal sehatnya saat borgol mengunci pergelangan tangannya.

Sementara itu, di kediaman Erwin, Rina yang secara tidak sengaja melihat adegan siaran langsung itu melalui ponselnya menangis histeris. Ia melempar ponselnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

"Tidak mungkin! Lusi anakku!" raung Rina sambil menjambak rambutnya sendiri.

Dalam kepanikan yang luar biasa, ia segera mengambil telepon rumah dan menghubungi adiknya, seorang pria yang selama ini menjadi otak di balik layar segala aksi jahatnya.

"Halo? Cepat selamatkan Lusi! Dia ditangkap polisi karena pembunuhan!" teriak Rina begitu sambungan terhubung.

"Aku tidak bisa membantumu kali ini, Rina. Bukti di internet itu terlalu kuat. Jika aku bergerak, aku juga akan ikut terseret ke penjara," jawab suara pria di seberang sana dengan nada dingin.

Rina membelalakkan mata, suaranya berubah menjadi ancaman yang tajam. "Jangan coba-coba mengkhianatiku! Ingat, semua rencana untuk menghancurkan keluarga Erwin adalah ide darimu. Jika aku jatuh, aku akan membawa namamu bersamaku!"

"Tenanglah, Rina. Jangan gegabah," sahut adiknya mulai merasa terancam.

"Aku akan bicara pada polisi tentang bagaimana kita merencanakan kematian ibu kandung Arumi dulu jika kau tidak segera mengeluarkan Lusi dari sana! Kau dengar itu? Aku tidak akan segan-segan mengungkap segalanya!" ancam Rina dengan napas memburu, ia tidak tahu kalau telponnya sudah disadap oleh tim keamanan keluarga Erwin atas perintah Ariya, saat Rina dan Lusi sedang tidak ada dirumah.

Di seberang sana, adiknya terdiam cukup lama. Ancaman tentang kasus kematian ibu Arumi yang selama ini dikira kecelakaan biasa adalah kartu as yang sangat berbahaya.

Sementara itu di rumah sakit, Ariya dan Ferdiansyah yang sedang memantau situasi melalui tablet mereka saling berpandangan. Mereka tidak menyangka bahwa rencana ini akan memicu pengakuan tentang kematian ibu Arumi yang selama ini masih menjadi misteri.

"Papa dengar itu?" tanya Ariya dengan wajah tegang. "Mereka membunuh Ibu Arumi."

Ferdiansyah mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Yuda! Kerahkan tim siber untuk melacak panggilan telepon Rina sekarang juga. Kita tidak hanya akan memenjarakan Lusi, tapi kita akan menyapu bersih seluruh akar kejahatan mereka sampai ke lubang terdalam."

Ariya menatap Arumi yang masih tertidur lelap di kamar perawatan. Karena kondisi Arumi yang drop lagi, ia terpaksa harus dirawat kembali di rumah sakit. Dengan perasaan campur aduk, Ariya tahu, saat istrinya bangun nanti, kebenaran yang akan ia dengar akan sangat menyakitkan, namun itu adalah satu-satunya cara untuk memberikan keadilan bagi masa lalu yang telah dirampas darinya.

🍃🍃🍃

Selagi menunggu Author update, mampir dulu ya ke karya teman Author. Dan berikan dukungan juga ya terimakasih 🙏🏻

1
Uba Muhammad Al-varo
semoga aja ini awal mula hubungan Rico dan Azka kearah lebih baik lagi, untuk mendapatkan kebahagiaan
ken darsihk
semakin seruuu
ken darsihk
Jangan sampai rencana itu tercium oleh pihak musuh , semoga semua rencana bisa berhasil
Uba Muhammad Al-varo
Rico.....benar kata Rizka,bahwa kamu kamu diselamatkan dari orang yang salah dan kamu akan mendapatkan kebahagiaan dengan orang tepat dan baik 💪💪💪💪💪
ken darsihk
❤❤❤❤❤❤
Uba Muhammad Al-varo
semoga acara lamarannya Bisma ke Elvina lancar dan selamat sampai pernikahan
ken darsihk
Kejahatan nya Lusi, Rina dan adik nya Rusdi benar benar terencana , semua berawal dari dendam pribadi
ken darsihk
Seruuuu aq syukak 🩵🩵🩵
ken darsihk
Lusiii nanti kan kehancuran mu dan ibu mu , hukum tabur tuai kuyyy sedang berjalan 😂😂😂
ken darsihk
💪💪 author
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Bisma berani ngambil keputusan yang tepat, semoga ini menjadi kebahagiaan buat Bisma dan Elvina
Uba Muhammad Al-varo
Bisma........ jangan kau jadi pengecut, ayo jujurlah pada Elvina bahwa kamu mencintai nya😇😇😇
ken darsihk
Yesss Ariya kamu benar menghubungi papa mu sebelum mobil SUV hitam suruhan orang nya Lusi mendekat
ken darsihk
Lusi muka badak juga benar benar nggak ada harga diri nya 😠😠😠
ken darsihk
Cari bukti yang kuat untuk menjebloskan Rina dan anak nya Lusi ke penjara 😠😠😠
ken darsihk
Semangat Ariya kamu lah satu2 nya orang yng bisa melindungi Arumi dari kejahatan ibu tiri dan anak nya
ken darsihk
Aq syukak cerita nya bagus 🩵🩵
ken darsihk
Tugas mu Ariya melindungi Arumi dari segala kejahatan yng akan di buat oleh Lusi dan ibu nya
ken darsihk
Semoga Ariya bisa meresapi apa yng di katakan oleh kakek dan nenek itu
ken darsihk
Kakek orang baik pasti akan berfikir jernih, apa yng harus di lakukan untuk mengembalikan Arumi ke tempat asal nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!