NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Etalase

Luka Di Balik Etalase

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Dua jiwa yang terjepit di antara tuntutan menjadi "Pria Baja" dan "Wanita Porselen" bertemu dalam sebuah kepura-puraan yang menghancurkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandera Emosi

Kemenangan atas Suster Lastri ternyata hanya memberikan napas selama beberapa jam. Sore itu, sebuah mobil dinas militer dengan plat nomor hitam berhenti di depan proyek pelabuhan tempat Laras sedang bekerja. Dua ajudan Jenderal turun dan memberikan sebuah undangan resmi: Makan Malam Privat di Kediaman Utama.

Arka, yang baru saja tiba untuk menjemput Laras, melihat wajah istrinya memucat saat membaca surat itu.

"Dia tahu, Arka," bisik Laras saat mereka sudah berada di dalam mobil. "Laporan dokter itu bukan akhir, tapi umpan. Sekarang dia tahu bahwa aku bukan lagi sekadar 'rekan kontrak' bagimu. Aku adalah titik lemahmu."

Arka mencengkeram kemudi. "Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu, Laras. Apapun yang terjadi di meja makan nanti, tetaplah di belakangku."

Makan malam itu berlangsung di ruang makan keluarga Baskoro yang luas dan dingin. Jenderal duduk di kepala meja, memotong daging steak-nya dengan presisi seorang algojo.

"Papa senang mendengar laporan kesehatan kalian," ujar Baskoro tanpa mendongak. "Karena sekarang kalian sudah benar-benar menjadi 'satu', maka sudah saatnya Arka mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Papa sudah mendaftarkan namamu sebagai calon ketua partai sayap muda untuk pemilihan tahun depan."

Arka meletakkan garpunya. Bunyinya berdenting tajam. "Aku sudah bilang, Pa. Aku fokus pada bisnis pelabuhanku. Aku tidak tertarik pada politik kotor itu."

Baskoro berhenti memotong dagingnya. Ia menatap Arka dengan tatapan yang bisa membekukan darah. "Ini bukan tawaran, Arka. Ini perintah. Dan sebagai jaminannya, Papa sudah mengatur agar perusahaan Laras mendapatkan audit menyeluruh besok pagi. Ada beberapa laporan 'kejanggalan' pada penggunaan material di proyek-proyek lamanya sebelum menikah denganmu."

Laras tersentak. Itu adalah ancaman langsung pada kariernya. Jenderal tidak lagi menyerang Arka; dia menyandera Laras.

"Jangan libatkan perusahaan Laras, Pa," suara Arka merendah, penuh ancaman.

"Oh, Papa tidak melibatkannya. Papa hanya memastikan bahwa menantu Jenderal Baskoro benar-benar bersih," Baskoro menyeringai dingin. "Tapi tentu saja, audit itu bisa dibatalkan jika Arka menunjukkan loyalitasnya pada keluarga malam ini dengan menandatangani surat kesediaan pencalonan."

Laras menatap Arka. Ia melihat pria itu berada di persimpangan jalan yang mustahil. Jika Arka menolak, Laras akan hancur dan mungkin masuk penjara karena tuduhan palsu. Jika Arka setuju, dia akan menjadi budak politik ayahnya selamanya.

Di bawah meja, Laras menggenggam tangan Arka. Ia memberikan kode lewat remasan jarinya: Jangan menyerah.

"saya punya reputasi yang dibangun dengan keringat saya sendiri, Pak Baskoro," ujar Laras tiba-tiba, suaranya tenang namun mengandung getaran baja. "Jika Bapak ingin mengaudit saya, silakan. Saya tidak takut. Tapi jangan pernah berpikir Bapak bisa menggunakan saya untuk memborgol suami saya."

Baskoro tertawa, tawa yang kering dan kasar. "Berani sekali kau, porselen kecil. Kamu pikir kejujuran cukup untuk melawan kekuasaan?"

"Kejujuran mungkin tidak cukup, Pa," potong Arka, ia berdiri dengan wibawa yang kini melampaui ayahnya. "Tapi cinta adalah motivasi yang tidak pernah Papa pahami. Kami tidak akan menandatangani apapun malam ini. Dan jika Papa menyentuh perusahaan Laras, aku akan membongkar semua aliran dana ilegal yang Papa gunakan untuk membiayai partai sayap muda itu ke media massa besok pagi."

Baskoro terpaku. Wajahnya memerah. "Kamu mengancam ayahmu sendiri?"

"Aku sedang melindungi istriku," jawab Arka tegas. Ia menarik Laras untuk berdiri. "Kami pergi. Dan jangan pernah kirim orang lagi ke rumah kami."

Saat mereka melangkah keluar dari rumah mewah itu, Laras merasa jantungnya hampir copot. "Arka, kamu gila? Kamu benar-benar punya bukti aliran dana itu?"

Arka menarik napas panjang saat mereka sampai di mobil. "Sebenarnya... aku hanya punya setengah bukti. Tapi melihat reaksinya tadi, aku tahu gertakanku berhasil. Namun Laras, ini artinya perang terbuka telah dimulai. Dia tidak akan diam."

Laras menatap rumah besar di belakang mereka yang kini tampak seperti istana hantu. "Kita harus bergerak cepat, Ka. Sebelum dia benar-benar melancarkan audit itu."

"Kita akan melakukannya bersama," ujar Arka sambil menyalakan mesin. "Kali ini, kita tidak hanya bertahan. Kita akan meruntuhkan etalase ini dari akarnya."

Tensi politik dan personal menyatu. Arka berani menggertak ayahnya demi Laras, dan Laras menolak menjadi sandera yang lemah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!