"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."
Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.
"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."
Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?
"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."
Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.
Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMUKKAN SELIN
BAB 17
Tiga puluh menit menunggu akhirnya yang di tunggu – tunggu terlihat juga, saat ini Tama tengah berada di markas musuh bebuyutannya, Dani Setiano Putra adalah satu di antara banyaknya musuh Tama, tapi memang 1 orang ini yang sangat sulit di taklukan, bahkan sering kali Tama harus turun tangan langsung untuk menangani setiap kejahatan musuhnya ini.
“Kamu yakin ini kerjaan Dani?”
“Aku sangat yakin!”
Kedua mata Tama menyipit saat mendapati seorang wanita cantik keluar dari gedung yang Sudah kumuh itu, Siapa wanita itu pun masih menjadi misteri.
“ini kali ketiganya aku melihat wanita ini.”
“Apa mungkin anak buah Dani?” Selin masih mengamati, rupanya sejak tadi Selin ini menaruh curiga dengan wanita ini.
“Sepertinya bukan,, lihat saja seperti wanita yang Polos dan kalem..” Selin memanyunkan bibirnya, sepertinya Tama sedang mengejeknya.
“Akupun kalem Tama, memangnya aku Brutal?”
Tama tertawa mendengar itu, sepertinya dia salah bicara dan membuat Asisten cantiknya itu tersinggung.
“Aku sedang membicarakan wanita itu Sein, bukannya kamu..” koreksi Tama, dan benar saja dia salah berucap.
Selin memiringkan badannya dia malas bicara dengan Tama.
“Gani tukar posisi..” Melalui Benda kecil di telinganya Tama memberikan Perintah untuk anak buahnya, Gani adalah lelaki pintar dan langsung paham maksud sang Bos.
“Ada apa Pak?”
Pandangan Tama fokus ke depan dia bersiap untuk melancarkan aksinya.
“Sein, kamu berjaga disini ya, pantau terus anak buah Dani, aku tinggal pergi dengan Argo!”
“ Jaga dirimu dengan baik, Argo fokus!”
“Baik Bu.”
Selin sudah cemas karena kali ini Tama pergi tanpa dia, Tapi sedikit merasa lega, Argo bisa di andalkan.
Berjalan perlahan mengikuti mobil sedan berwana putih, rupanya Mobil tersebut berhenti di salah satu Bar di tengah ibu kota, Tama sempat merasa heran, untuk apa wanita ini ke Bar?
Karena rasa ingin tau Tama yang terlalu besar alhasil Si tampan itu mengikuti langkah Wanita yang merupakan targetnya.
“Pak.. Bisa tunggu sebentar?” Agro menoleh pada Tama, Tak menggubris Tama keluar mobil begitu saja.
“Parkirkan mobil dan cari saya di dalam!”
Tama langsung turun dari mobil, dengan Gagah Tama memasuki Bar tersebut.
Sampai di depan pintu jalan Tama di hadang dua pria bertubuh Besar, dan itu bukanlah masalah bagi lelaki ini.
“Bisa tunjukan Undangannya Pak?”
Tama menatap dua penjaga yang ada di Lobby, dengan sikap yang sangat tenang Tama menunjukan satu kartu yang merupakan kartu hitam, dimanapun dia berada jika sudah menunjukan kartu tersebut semua kepala pasti akan tunduk dengannya.
“Selamat malam Tuan?” Dua Pria berjas hitam itu langsung menundukan kepalanya.
“Silakan, saya akan mengantar anda kedalam.”
Tama berjalan dengan gagahnya, jika sudah masuk ke dalam dunia gelap seperti ini sudah tidak usah di ragukan lagi, Tama sudah menjadi SUHUnya.
“Saya Bodyguardnya, kalian boleh pergi!”Dua orang itu menoleh saat mendapati Argo ada disana. Tama tak menghiraukan kedua matanya fokus menatap wanita yang menjadi Objeknya.
“Argo!”
“Iya Pak?”
“Arah jam Dua!”
Argo mengangguk tanpa melirik, dia berjalan mencari Sport dimana bisa melihat ke arah yang sudah di kode oleh sang Bos.
“Ada yang bisa saya bantu?”
Tama tersenyum saat satu wanita menghampirinya, Wanita yang sudah terkenal di kalangan lelaki mata keranjang.
“Bisa carikan saya satu wanita?”
“Dengan senang hati Tuan.. Ingin yang seperti apa?”
Tama sekilas melirik wanita yang sedang asik dengan ponselnya.
“Bisa kirimkan dia untuk saya?” Tama menunjuk ke Wanita tersebut. Wanita yang sejak tadi dia perhatikan,
“Ah Maaf Tuan, apa tidak bisakah yang lain saja? Wanita itu Tamu Spesial kami.”
Tama mengerutkan dahi rupanya wanita itu bukanlah pekerja disana, melainkan tamu.
“Baiklah, kamu boleh Pergi.”
Wanita berbaju seksi itu terus menggoda Tama sebelum mendapatkan kata – kata pedas dari Tama.
“Singkirkan Tangan kotormu, Jalang!”
“Sial! Beruntung tampan kamu, kalau tidak sudah ku lempar dengan Botol!”
Tentu saja Tama tidak menghiraukan umpatan wanita itu, karena dia lebih Fokus dengan tujuannya.
“Bagaimana caranya?”
Tama berucap dan tentu saja Semua anak buahnya bisa mendengar.
“Argo Monitor, dimana Pak Tama?” Ucap Selin dengan santai, wanita itu sangat mencemaskan Keadaan sang bos.
"Club Anatasia."
"HAh?"
Tama mengukir sedikit senyum saat mendengar keterkejutan Selin namun ekspresinya masih terlihat santai.
Dan sudah di pastikan Asisten cantiknya itu pasti seperti kebakaran jenggot!
Dan benar saja hanya butuh waktu sepuluh menit Selin sudah tiba disana, mencari keberadaan Sang Bos.
Diam-diam Selin sudah cemas setengah mati
Krek!
“Hmm? Terimakasih.”
Tama tersenyum saat berhadapan dengan wanita cantik di depannya, keras mencari ide Tama dengan nekat mendekat dan rupanya wanita itu sedang kesulitan membuka tutup botol minumannya.
“Sama – sama. Kamu sendirian?”
“Ah iya!”
Hanya dalam itungan detik Wanita itu sudah terpesona dengan ketampanan Seorang Tama, dan Lelaki itupun menyadarinya.
“Minumlah ini, punya mu itu alkoholnya sangat tinggi, tidak baik untuk kesehatan..”
Saat memberikan satu gelas orange jus wanita itu langsung menerimanya, Tama kembali tersenyum.
“Apa kamu sendirian? Siapa namamu??”
“Andara!” Wanita itu tersenyum begitu manis.
“Mau menemani saya?” Tangan wanita itu sudah berkelana di dada Tama, dan sontak tatapan Tama berubah menjadi panik.
“Maaf Nona,” Tama menepis pelan tangan Wanita itu. Satu hal yang sangat dia benci. Di sentuh oleh wanita asing.
Beruntung Tama tidak mematahkan tangan wanita ini.
“Aku sendirian sayang, temanilah aku.” Tangan wanita itu kembali meraba dada Tama bahkan kini satu kancing kemeja Tama sudah terlepas.
“Nakal sekali jemarimu Nona.”
Tama berucap lembut namun tidak dengan tatapannya. Sorot mata Tama sudah tak lagi bersahabat.
“Bisakah, bermalam denganku?”
Baiklah, Tama menyerah dia menolak keras, tapi rupanya Wanita ini terlalu Ahli menggoda.
“Lepaskan Nona.”
“No Honey, Aku tertarik padamu.”
Baiklah kini Tama benar-benar menyerah.
Mencari bala bantuan, pandangan Tama fokus pada Sosok wanita yang di yakini bisa membantunya bebas dari situasi seperti ini, Selin Dewari.
“Sein, help!”
Mendengar itu Selin langsung panik Dia menekan alat di telinganya berharap mendapatkan informasi.
“Arah Jam Lima, Sorellina.” Selin mendelik saat mendapati satu wanita sudah bergelayut manja di lengan Tama.
“Brengsek!” Selin meremas jemarinya, tentu saja dia tidak akan tinggal diam.
“Huufffttt..” Tama menghembuskan nafasnya saat melihat Asisten siaganya sudah berjalan ke arahnya.
“Sayang?”
Sontak dua anak manusia di depannya menoleh, sedangkan Argo dan Gani yang juga mendengar suara Selin langsung melototkan kedua mata.
“Bravo!” Ucap Argo dan Gani secara bersamaan. Dua pria bertubuh kekar ini begitu kagum dengan segala aksi brutal rekan kerjanya. Karena menurut Mereka Selin begitu keren.
Tama yang melihat Selin langsung tersenyum.
“Hai sayang, dari mana kamu? aku mencari kamu sejak tadi!”
Tama menyingkirkan tangan Wanita bedebah itu dari lengannya, Selin menyambut uluran tangan Tama.
“Maafkan aku sayang, Aku dari Toilet tadi..”
Selin tersenyum saat Tangan Tama melingkar di pingangnya, namun tatapannya menatap wanita yang sejak tadi ingin sekali dia seleding.
“Kamu siapa?” Ucap wanita itu tak suka, Selin bersandar pada Dada Tama membuat Kedua Bodyguard Siaga Tama kembali mendelik.
“Saya Istrinya” Selin melirik kancing kemeja Tama yang terlepas, Dia memiringkan sedikit tubuhnya dengan manja.”
“Kancingmu terlepas sayang, Tubuh indahmu terekspos, bisa di terkam kucing liar nanti.” Selin mengedipkan sebelah matanya dan itu membuat Tama gemas.
“Bagaimana jika kamu yang menerkamku, sayang?”
Selin mengatupkan giginya, sungguh dua manusia ini sangat jago berakting, aksi keduanya bahkan membiat Gani dan Argo tercengang.
“ Sesuai permintaanmu sayang,” Selin menatap Wanita di depannya dengan santai, dan rupanya wajah wanita itu sudah memerah, Selin pastikan Wanita ini sedang menahan amarah.
“Maaf kita harus pergi!”
Tama mengangguk lucu keduanya berbalik badan Dan berjalan menjauh.”
“Lepaskan tanganmu Tama!” Selin Berbisik namun terdengar begitu menyeramkan, sehingga Argo dan Gani yang mendengar ikut mengulum senyum.
Sambungan di telinga mereka membuat mereka mendengar jelas percakapan keduanya.
“Sabar Sein, dia masih menatap kita.” Tama tersenyum, terus saja dia menggoda karena Menggoda Asistennya sangat menyenangkan buat Tama.
“Sial! Kamu kesempatan!” Omel lagi Selin, Tama hanya bisa mengulum senyum.
Gani dan Argo tertawa, Bos dan Asisten itu benar – benar sangat lucu.
“Argo!” Ucap Tama melalui benda di telinganya.
“Siap Pak?”
“Ambil gelas di depan wanita tadi, simpan baik – baik.”
“Siap laksanakan Pak!”
Dan akhirnya Tama keluar dengan selamat.
Bugh!
“Aduh”
Tama dan Selin bersamaan melepaskan alat komunikasi di telinganya, dan Tama langsung mendelik melihat tatapan Selin yang begitu mengerikan.
“Apa sih Sein? Sakit tau!”
“Kamu ini Bodoh atau Apa Si Tama?”
“Apa?” masih saja Tama belum menyadari keteledorannya.
“Nekat kamu ya! Coba saja kalau aku tidak segera datang, bagaimana nasipmu tadi?”
Tama tertawa menahan tangan Selin yang memukulinya.
“Sein, Slow down! Aku sangat tau kamu, tidak mungkin kamu diam saja saat tau aku dalam bahaya..”
“Jalang itu bahkan lebih mengerikan dari satu tembakan Pistol, tau kamu?”
Tama tersenyum menggelengkan kepalanya.”
“I know sayang.”
Bugh!
“Aduh!”
“Sayang Galak banget sih.”
“Diam Tama, Ku tembak kepalamu ya!”
Selin menggeleng dan langsung menancapkan Gas mengantarkan Tama pulang, dan sepanjang jalan Tama dan Selin hanya bertengkar. Dan itu terlihats angat lucu di mata dua bodyguardnya.
“Aku ingin tau alasan apa yang akan kamu gunakan jika Alisya tau soal ini..”
“Dia tidak akan tau kalau bukan kamu yang memberitahunya Sein!”
“Berdoa saja semoga kau selamat dari Alisya.”
Tama kembali tersenyum.
Krek!
Pintu rumah terbuka, Alisya yang mendapati sang Suami Pulang langsung bersorak ria. Si cantik itu berlari menghampiri, kedua tangannya sudah terbuka lebar menyambut pelukan suami tampannya.
“Stop!”
Selin menghadang Alisya yang ingin memeluk Tama.
“Kenapa Sel?” tentu saja Alisya bingung, kenapa dia tidak boleh mendekat.
“Jangan Peluk suamimu Al, dia harus mandi dan membersihkan sisa – sisa Virus di tubuhnya.”
“Sial!” Tama tertawa dengan pelan dan langsung mencium pipi sang Istri.
“Selamatkan aku sayang!” Tama memelas dan itu semakin membuat Selin kesal.
“Bersihan dirimu Tama, Banyak sekali tingkah kau ini!”
Tama tertawa sehingga membuat Selin kesal. Sedangkan Alisya yang tidak paham hanya bisa menggelengkan kepala.
“Senapa sih Sel?” Tanya Alisya berusaha menenangkan Sekretaris Suaminya.
“Setelah ini ikat dia di ranjang dan jangan beri dia makan!”
“Hah?”
____
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut
love banget pokonya 😗 😗
antagonis mulai keluar nih kayanya