Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berakhir mati konyol
Russia pukul 1 malam. seorang wanita cantik. Sedang Berjalan mengendap-endap, menuju ke sebuah apartemen elite, yang lampunya sudah padam dan gelap gulita. Menandakan bahwa pemiliknya, sudah beristirahat.
Dengan mudah ia membuka, pintu apartemen itu. Mengunakan sebuah alat, yang memang sudah ia siapkan dari apartemennya tadi. Setelah pintu terbuka, ia dengan cepat masuk ke dalam apartemen itu. Lalu mengunci pintunya dari dalam.
Matanya awas melihat di sekitarnya. ia menggenggam erat sebuah pistol, di tangannya. Lalu menuju ke sebuah kamar. Ia membuka pintu kamarnya dengan pelan-pelan, kebetulan sekali pintu kamarnya. memang sedang tidak di kunci dari dalam.
Ia tersenyum menyeringai, saat melihat, seorang pria. yang sedang tertidur pulas di atas kasur empuknya. ia berjalan dengan hati-hati, tanpa menimbulkan bunyi, apa pun. Dan Tanpa menunggu lama-lama,ia langsung menodongkan senjata apinya, ke kening pria itu.
Sedangkan Pria, yang sedang tertidur pulas itu. sontak kaget saat merasakan dinginnya. moncong pistol, yang sudah menekan kuat, di keningnya.
deg...
Tubuhnya menegang, keringat dingin mulai mengucur deras dari tubuhnya. Matanya terbelalak kaget! saat melihat seseorang wanita cantik, yang sedang berdiri di samping ranjangnya, dan tersenyum manis.
" Si.. siapa kamu? bagaimana caranya! kamu bisa masuk, ke dalam apartemen ku.? " tanya pria itu, dengan suara terbata-bata.
" kamu tidak perlu tahu siapa aku! Intinya kedatangan ku kemari, untuk segera mengirim mu, ke neraka jahanam hihihi! " sahut wanita itu, dengan tawa kecilnya,tawa yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.
" Ap.. apa maksud mu? To-tolong lepaskan aku? Ampun jangan bunuh saya! Saya berjanji akan memberikan apapun termasuk harta ku. kepada mu, asalkan kamu tidak membunuh ku? Aku mohon tolong le-lepaskan aku? " sekali lagi pria itu memohon, sambil mengangkat tangannya, tinggi-tinggi. Ia tidak berani bergerak sedikitpun, karena wanita itu semakin kuat menekan, moncong pistolnya.
" tapi Klienku hanya ingin nyawa mu, dan dia sudah membayar ku dengan mahal, agar aku membunuh mu. Karena kamu sudah menipu nya? dan mencuri uang perusahaannya.! " sahut wanita itu, seolah-olah terbebani.
" T...tidak aku mohon jangan lakukan itu! Aku berjanji akan memberikan semuanya, kepada mu.? Kamu bisa memalsukan kematian ku bukan? Dan aku akan segera pergi dari kota ini. Aku mohon tolong kasihan aku? " pria itu bicara dengan gemetar, dan menahan Isak tangisnya.
" Sayang sekali sedari awal, aku hanya tertarik dengan nyawa mu saja.! Coba kalau kamu tidak menipu, dan mencuri uang orang mungkin kamu, tidak akan pernah bertemu dengan ku.? dan berakhir di tangan ku! ah sungguh sayang sekali. Karena aku tidak akan pernah melepaskan seseorang yang sudah menjadi target ku. "
Pria itu semakin ketakutan, dia tidak pernah menyangka bahwa, seseorang yang ia tipu, malah memakai jasa pembunuh bayaran. untuk menyingkirkannya.
" Tolong, tolo.."
Dor~
Dor~
" Kamu, terlalu berisik.! " ucap wanita itu.
dua timah panas, langsung bersarang di kening pria itu. Pria itu tewas seketika, dengan mata, yang melotot.
Setelah memastikan pria itu sudah tewas,ia berjalan dengan santai menuju ke luar kamar.
sebelum melanjutkan langkahnya, dia berhenti di ambang pintu kamar itu, lalu menoleh ke arah pria, yang sudah tewas itu.
" Pergilah ke neraka jahanam, dengan Tenang!". ucapnya nya. Lalu keluar dari apartemen korbannya, dan meninggalkan pria yang sudah tewas itu. Dengan senyum lebarnya. Wanita itu segera menuju ke arah mobilnya, yang sudah ia parkiran sedikit jauh dari apartemen, korbannya tadi.
" Saatnya kembali..! "
lirihnya. Ia membuka pakaian serba hitam, dan menyimpan pistolnya, dengan aman. Setelah semuanya aman, ia langsung memasang seat belt. Tak lama kemudian suara mesin mobilnya terdengar, ia menarik gas mobilnya, dengan kecepatan tinggi. agar dia bisa segera tiba, dan beristirahat Di hotel, yang sudah kliennya! pesankan untuknya.
" Baik lah mari kita lihat, malam ini aku akan dapat bayaran berapa.! " ucapnya sambil tersenyum manis.
( Lea Michele ) wanita cantik, yang baru
Berusia ( 22 ) tahun. Adalah seorang pembunuh bayaran, yang levelnya sudah di atas rata-rata upah. dari pekerjaannya, yang cukup mahal dan fantasi. dari pembunuh bayaran pada umumnya. Orang-orang yang sudah mengunakan jasanya juga tidak pernah merasa rugi, meskipun harus merogoh koceknya cukup tebal, untuk membayarnya.
karena kinerja Lea, sangatlah memuaskan. Dan tidak pernah gagal, saat akan menjalankan tugasnya.
tring.
Lea melirik ke arah layar ponselnya, yang menampakkan. begitu banyak hasil bayaran pekerjaannya, malam ini.
" Bayaran malam ini, cukup memuaskan! " Lea
Mengulas senyum tipis. sebelum kembali fokus menyetir, mobilnya lagi.
" Ah, sial. perjalanan masih lumayan jauh. Tapi aku, sudah mengantuk." Lea menguap, dan tetap memaksakan matanya, agar tetap terjaga. Karena jarak hotel tempatnya menginap, lumayan jauh! dari apartemen elite itu.
drrrttt~
" Ck. Orang gila mana, yang menelpon ku.
di pagi buta begini! " gerutunya sambil melirik ke angka jam tangan, yang sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Sesekali ia menatap ke arah ponselnya, sesekali ia menatap ke depan.
Terlalu ribet dan rawan kecelakaan, Lea akhirnya memilih untuk mengangkat sambungan teleponnya. Akan tetapi di saat ia ingin menyambar ponselnya ia malah tidak sengaja menjatuhkan, ponselnya ke bawah.
" Sial. Kenapa harus jatuh segala sih? " kesalnya. Ia berusaha mencari ponselnya yang sudah jatuh ke bawah, karena terus-menerus berdering. dan itu cukup menganggu konsentrasi nya, yang saat ini sedang menyetir.
Saat Lea melihat ke bawah, untuk melihat posisi ponselnya. Sebuah truk! dari arah berlawanan, mendekat dengan kecepatan tinggi, dan plus ugal-ugalan.
Tin~tin~tin.
Sopir truk nya terus- menerus, menekan klakson mobilnya. agar mobil di depannya, segera menghindar.
Lea panik matanya, yang awalnya mengantuk. langsung terbuka, dengan lebar. Ia mengumpat sopir truk nya, karena menyetir mobilnya! dengan ugal-ugalan.
" Bajingan apa-apaan dia. apa dia nggak Panai menyetir. Astaga apa lagi ini, Apa aku akan berakhir mati konyol? Tidak aku tidak boleh meninggal. Kalau aku meninggal dunia, bagaimana dengan Bryan! melanjutkan hidupnya." Lea cukup takut, meninggalkan adik satu-satunya. Karena kedua orang tuanya juga sudah meninggal dunia.
Akan tetapi sepertinya kecelakaan, maut itu pun tidak bisa, di hindari lagi.
Brak~brak.
Dentuman keras, yang memekakkan telinga. bagi siapa saja, yang mendengarnya. gelap itulah yang Lea! rasakan, kepalanya terus-menerus mengeluarkan darah segar. apakah dia, benar-benar akan meninggal dunia. lalu bagaimana dengan adik, satu-satunya.
*****
Sementara itu di dalam sebuah kamar mewah, dengan desain modern. Terdapat si pemilik kamar, yang sedang terbaring kaku dengan banyaknya alat bantu, yang terpasang di seluruh tubuhnya.
Seorang wanita muda, yang memakai pakaian seperti pelayan. Sedang membersihkan tubuh si pemilik kamar, yang sedang terbaring lemah. Di dekat sofa ada seorang dokter, dan seorang kepala pelayan! yang sedang berbincang-bincang, mengenai kondisi wanita! pemilik kamar, mewah itu.
" Perawatan, yang di lakukan untuk nyonya. sudah di lakukan! dengan benar bukan? " tanya kepala pelayan itu. Untuk memastikan.
" Tentu saja. Saya, mana mungkin melakukan kesalahan! Dan memberi perawatan asal-asalan kepada nyonya muda." Sahut dokternya, sambil membereskan alat-alat medis. yang baru saja dia, gunakan untuk memeriksa pasien pentingnya, itu.
Kepala pelayan, menghembuskan nafasnya. lalu melirik sekilas, ke arah ranjang. Yang di huni oleh sang nyonya nya.
" Dokter sebelumnya anda pernah berkata, bahwa nyonya, seharusnya sudah sadar. sejak 3 hari yang lalu! Tapi. Sampai sekarang nyonya, belum juga sadar. Jika dalam waktu dekat nyonya! belum sadar juga. tidak akan ada 1 pun dari kita, yang akan selamat! " kepala pelayan itu mengatakan, dengan suara yang bergetar. dan di ikuti perasaan, yang tak nyaman.
" Iya, seharusnya memang begitu.
tapi. Kondisi nyonya masih sangat lemah! Itulah sebabnya, nyonya! tak kunjung sadar! Aku juga menginginkan Nyonya muda agar segera sadar! " balas dokternya sambil, menegakkan tubuhnya. Dan membetulkan letak kacamatanya.
" Apa tidak ada prediksi, seperti biasanya? " kepala pelayan. bertanya sambil meremas kedua tangannya, sungguh dia tidak ingin berakhir dengan mati konyol. gara-gara kondisi sang nyonya! yang masih begitu-begitu saja.
" Saya, tidak tahu. Semoga saja dalam waktu dekat! " dokternya menjawab, apa adanya. Dia hanyalah manusia biasa, bukan Tuhan! Yang bisa memberikan keajaiban, atas kehidupan manusia.
Suara bising, dari mereka berdua. rupanya membuat wanita, yang terbaring lemah itu. Perlahan membuka, kedua kelopak matanya! wanita itu meringis. sambil sesekali mengerjap Matanya. Guna menyesuaikan keadaan, di sekitarnya.
" Apa, yang sudah terjadi? " serunya dengan suara yang nyaris, seperti bisikan. Tangannya mulai bergerak, menyentuh seluruh tubuhnya!
Lalu sepasang, matanya mulai melebar. Ketika mendapati seluruh tubuhnya, sudah terpasang alat bantu.
Apa yang di lakukan, oleh wanita itu, sukses membuat pelayan muda! yang hendak pergi seketika kaget. Ia bahkan dengan spontan menjatuhkan handuk basah, dan wadah kaca! yang berisi air hangat. di tangannya.
Pyar ~Crying.
Tentu apa yang di lakukan, oleh pelayan muda. itu seketika membuat kepala pelayan, kesal karena sudah berbisik, dan menganggu nyonya-nya. Akan tetapi belum sempat kepada pelayan, itu memarahi wanita. itu! suara wanita itu, seketika melengking memecahkan keheningan.
" Dok- dokter. Ke- kepala pelayan,nyonya...! " wanita itu, tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya. dia terlalu syok! saat melihat sang nyonya, yang tiba-tiba sadar.
Mendengar teriakkan, melengking dari pelayan itu, dokter dan kepala pelayan. itu! dengan cepat menatap, ke arah ranjangnya.
" Nyonya sudah sadar? Syukurlah! " dokter dan kepala pelayan itu, langsung menghela nafas lega. dan mengucapkan, rasa syukur.
" Apa yang anda rasakan nyonya? "
tentu saja saat mendengar perkataan, dari mereka. itu semakin membuat wanita itu terkejut, dan mengeryit heran.
" Dokter, cepat periksa kondisi nyonya.! " pelayan muda itu, memberikan perintah.apa lagi dia mendengar sang nyonya, yang sedang merintih. menahan rasa sakitnya! dia takut kondisi sang nyonya, tidak sesuai dengan harapannya.
dokternya mengangguk kepalanya, dia hendak menuju ke arah ranjang mewah itu.
akan tetapi tiba-tiba. Dia menghentikan langkahnya dan Terkejut, saat melihat tatapan tajam! dari sang nyonya.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA