NovelToon NovelToon
Sistem Tangan Dewa

Sistem Tangan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.

Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.

Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Sekelompok Tikus

“Sejak kapan dia bisa beladiri?” seru Xuan Mingyu begitu mendengar cerita Xuan Zifeng tentang kejadian di jalanan ibukota.

“Kakak Pertama, apa mungkin selama ini dia hanya pura-pura lemah di hadapan kita semua?” ujar Xuan Zifeng.

“Bisa jadi,” ucap Xuan Mingyu, “tapi kenapa dia harus pura-pura lemah? Bukannya dia akan terlihat menonjol jika benar memiliki kemampuan beladiri?!” lanjutnya.

“Hm, dia melakukan itu karena ingin menyingkirkan kita saat lengah!” ucap Xuan Zifeng.

“Cih, benar-benar licik!” Xuan Mingyu menunjukkan ekspresi jijik di wajahnya.

“Kakak Pertama, kalau sudah seperti ini, apa sebaiknya yang kita lakukan padanya?” tanya Xuan Zifeng, berharap Xuan Mingyu memiliki jalan keluar terbaik untuk mengatasi Xuan Hao.

“Aku punya rencana, tapi aku butuh bantuanmu!” jawab Xuan Mingyu, lalu ia membisikkan sesuatu pada Xuan Zifeng.

Mendengar dengan seksama apa yang dibisikkan oleh kakaknya, sesekali Xuan Zifeng menganggukkan kepala, dan setelah selesai mendengar keseluruhan rencana kakaknya, ia menyatakan kesetujuannya membantu rencana sang kakak.

“Malam ini juga kita jalankan rencana itu!” ucap Xuan Mingyu.

Xuan Zifeng mengangguk, dan tidak lama setelahnya mereka tersenyum lalu tertawa bersama.

***

Suasana Paviliun Qingfeng sore ini terasa tenang seperti biasanya, dimana semua orang beraktivitas seperti biasa, termasuk pemilik Paviliun yang tengah berlatih di halaman belakang, sebuah tanah lapang yang memang dikhususkan sebagai tempat berlatih.

Dengan kekuatan yang telah meningkat pesat, saat ini Xuan Hao bisa dianggap sebagai sosok terkuat di Kekaisaran Tian Yuan, tetapi semua itu hanya diketahui oleh dirinya sendiri juga Sistem.

Bagi orang lain. Saat ini mereka hanya tau kalau seorang Xuan Hao ternyata bisa beladiri, tanpa tau seberapa besar kekuatan yang dimilikinya.

Untuk kemampuan beladiri, Xuan Hao memang sengaja menunjukkan kemampuannya, tapi dalam hal kekuatan, ia tidak berencana menunjukkan seberapa besar kekuatannya, apalagi selama tidak ada situasi yang membahayakan dirinya, juga orang-orang di sekitarnya.

Boom!!

Sebuah batu berukuran sebesar kereta kuda hancur terkena pukulan Xuan Hao, menunjukkan seberapa besar kekuatan, daya hancur, dan data tahan tubuhnya.

Itu hanya seperempat dari kekuatannya, tapi sudah memiliki daya hancur yang mengerikan.

Kalau pukulan itu ditujukan ke manusia. Bukan hanya akan menyebabkan kematian tragis, tapi sekalipun itu hanya mayat, semuanya tidak akan tersisa.

“Fiuh, ke depannya aku akan lebih menahan diri saat menggunakan kekuatan ini!” gumam Xuan Hao.

Sementara itu tidak jauh dari tempatnya. Keempat pelayan sangat takjub pada apa yang baru mereka lihat.

“Pangeran sangat kuat!” bisik Mei Yun.

“Ternyata selama ini Pangeran sengaja menyembunyikan kekuatannya!” ucap Lan Xi lirih.

“Aku selama ini banyak mendengar rumor buruk tentang Pangeran, tapi kalaupun rumor itu benar, sepertinya Pangeran sengaja berperilaku seperti itu untuk menjauhkan dirinya dari musuh-musuh yang mungkin mengincar nyawanya!”

Yue Yin paling cerdas dibandingkan yang lainnya, tapi kali ini ia tidak sepenuhnya benar.

“Sekarang kekuatan Pangeran sudah begitu tinggi, membuatnya perlahan-lahan tidak lagi menyembunyikan kebenaran tentang dirinya,” ungkap Yue Ya.

Melihat Xuan Hao menyelesaikan latihannya, keempat pelayan cepat melanjutkan aktivitas mereka, yaitu menyiapkan hidangan makan malam.

 

Malam hari saat Xuan Hao mulai tertidur, tiba-tiba ia membuka kembali sepasang mata tajamnya.

“Sepertinya ada sekelompok tikus yang datang menyerahkan diri mereka padaku!”

Bergerak cepat tanpa menimbulkan suara. Xuan Hao bergerak cepat bangkit dari tempat tidur, lalu ia menggantikan dirinya dengan bantal yang ditutupi menggunakan selimut.

Setelahnya, ia bersembunyi di sudut kamar, memanfaatkan gelapnya malam untuk menyembunyikan keberadaannya.

Tidak lama kemudian, terdengar lirih suara jendela kamar yang berusaha dibuka dari luar, dan begitu jendela berhasil dibuka lebar, tiga orang cepat masuk ke dalam kamar, sementara di luar masih ada tiga orang lainnya.

‘Niat membunuh yang lumayan kuat. Sepertinya mereka berasal dari kelompok pembunuh bayaran,’ batin Xuan Hao.

Dengan mata kepalanya sendiri. Xuan Hao melihat dua dari tiga orang yang masuk ke kamarnya, mereka tanpa ampun menusukkan belati ke arah selimut, tapi sesaat kemudian mereka diam, lalu salah satu dari mereka membuka selimut yang telah dipenuhi robek, membuat Xuan Hao tersenyum melihat mereka yang akhirnya sadar jika telah tertipu.

“Kalian sudah datang jadi jangan harap bisa pergi!” ucap Xuan Hao.

Tiga orang itu jelas mendengar suara dari belakang mereka, tapi saat menoleh ke arah sumber suara, semuanya sudah terlambat.

Xuan Hao gerakannya terlalu cepat untuk bisa diikuti kecepatan penglihatan mereka bertiga, dan hanya dalam satu kali tarikan napas, ia berhasil mematahkan leher ketiga pembunuh bayaran, memberikan kematian instan pada mereka.

Masih ada tiga orang lainnya di luar kamarnya. Xuan Hao tidak buru-buru menghabisi mereka, melainkan ia justru mencuri dengan pembicaraan mereka yang tengah membahas bonus jika tugas malam ini terselesaikan.

Di sela pembicaraan mereka. Xuan Hao mendengar mereka menyebut nama Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng, membuatnya tersenyum penuh arti begitu tau siapa sosok di balik penyerangan malam ini.

“Lagi-lagi mereka!” gumam Xuan Hao, dan setelah mengetahui kebenaran di balik penyerangan kelompok pembunuh bayaran, ia bergerak cepat keluar dari kamar.

Sebelumnya ia sudah menandai lokasi musuh, dan begitu keluar dari kamar, serangan cepat langsung diarahkan ke tiga musuh tersisa, memberi mereka kematian cepat.

“Sistem, bantu aku menyimpan mereka ke ruang penyimpanan!” ucap Xuan Hao.

Dalam satu kedipan mata, semua mayat di dalam kamar maupun yang berada di luar menghilang tanpa jejak.

“Saatnya mengembalikan mereka ke orang yang telah mengirimkan mereka ke tempatku!” ucap lirih Xuan Hao, dan setelahnya sosoknya menghilang, menyisakan bayangan yang bergerak cepat di tengah kegelapan malam.

Pergerakan Xuan Hao sangatlah cepat.

Walau ada banyak penjaga yang sedang berjaga, ia dengan mudah kelewat mereka semua, dan akhirnya tiba di atas tembok yang menjadi pemisah Paviliun tempat tinggal Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng.

“Ada enam mayat. Jadi masing-masing dari kalian akan mendapatkan tiga!” ujar Xuan Hao, dan cepat ia menggantung mayat-mayat itu di depan kamar Xuan Mingyu, lalu berpindah ke kamar Xuan Zifeng.

Melihat hasil karyanya, Xuan Hao tersenyum puas, tak sabar menunggu kehebohan yang akan terjadi esok hari.

“Malam ini aku hanya mengembalikan apa yang kalian kirim padaku, tapi jika lain kali kalian masih menginginkan nyawaku, saat itu hidup kalian hanya akan dipenuhi ketakutan dan penderitaan!” ucap Xuan Hao, dan malam ini adalah kesempatan terakhir bagi kedua kakaknya itu, dimana tidak akan ada lagi kebaikan di masa depan jika mereka kembali berulah.

Selesai dengan urusan di Paviliun milik kedua kakaknya meski mereka beda ibu. Xuan Hao bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan karena enggan kembali ke kamarnya karena menganggap tempat itu telah kotor dan harus dibersihkan.

Akhirnya ia memilih pergi ke gazebo di tengah kolam ikan Paviliun Qingfeng, dan melanjutkan istirahatnya di tempat itu, ditemani angin malam dan suara serangga yang terdengar merdu juga menenangkan.

1
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
😊😊👍🏻
Ferry Zhou
lanjut ngab
hahaahaha
Luar biasa
Chi Fuyu
lah masih ongoing
Fatur Fatur
cepat banatai jinQuan Thor
Ferry Zhou
lanjut ngab.
Ferry Zhou
lanjut ngab
Naga Hitam
baguss
Naga Hitam
hebat kali kau
Ferry Zhou
lanjut ngab.
Ferry Zhou
lanjut ngab
Naga Hitam
sedikit amat thor
Ferry Zhou
lanjut ngab.
Ferry Zhou
lanjut ngab
Ferry Zhou
lanjut ngab.
Ferry Zhou
lanjut ngab
SiPemula: siap gan..
total 1 replies
Ferry Zhou
lanjut ngab.
SiPemula: ok ngab, lanjut
total 1 replies
Ferry Zhou
lanjut ngab
SiPemula: besok ngab....
total 1 replies
Naga Hitam
kurang puas thor
SiPemula: besok dilanjutkan gan...
total 1 replies
Ferry Zhou
lanjut ngab
SiPemula: siap ngab...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!