NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Green-Eyed CEO

​"The Vintage Page" tidak pernah sesibuk ini. Di antara tumpukan buku tua, Liora sedang melayani seorang pelanggan pria bernama Adrian. Pria itu adalah seorang dosen muda yang sering berkunjung, dan hari ini, ia tampak membawa sebuah buket kecil bunga liar untuk Liora sebagai ucapan terima kasih karena telah mencarikan buku langka.

​"Kau selalu tahu apa yang kubutuhkan, Liora," ucap Adrian dengan senyum manis. Ia menyentuh punggung tangan Liora secara tidak sengaja saat menerima buku.

​Di sudut toko, di balik rak buku sejarah, sepasang mata kelabu mengawasi dengan intensitas yang sanggup membakar kertas. Leo Alexander Caelum berdiri di sana, berpura-pura membaca buku tentang taktik perang, padahal telinganya terpasang tajam ke arah kasir.

​Di sampingnya, Jacob berdiri dengan wajah datar, namun ada kilat jahil di matanya. Jacob tahu persis apa yang sedang dirasakan bosnya.

​"Tuan, lihat itu," bisik Jacob dengan suara yang sengaja dibuat kagum. "Pria itu sangat serasi dengan Liora, bukan? Berpendidikan, sopan, dan sepertinya dia tidak pernah menjatuhkan Liora di lantai marmer."

​Rahang Leo mengeras hingga otot lehernya menegang. "Dia terlihat seperti pria lemah yang tidak punya masa depan, Jacob. Dan bunga itu? Murahan sekali. Aku bisa membeli seluruh perkebunan bunga jika aku mau."

​"Tapi Liora tersenyum, Tuan," timpal Jacob lagi, menyiram bensin ke dalam api. "Lihat lesung pipinya. Sepertinya dia lebih menghargai bunga liar itu daripada koleksi mobil mewah Anda."

​Leo tidak bisa menahan diri lagi. Ia melangkah keluar dari balik rak dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan.

​"Berapa harga buku ini?" tanya Leo dengan suara menggelegar, memotong pembicaraan Liora dan Adrian. Ia membanting sebuah buku tebal ke meja kasir tepat di antara tangan mereka.

​Liora terlonjak kaget. "Tuan Leo? Anda sedang apa di sini?"

​Leo tidak menjawab Liora. Ia justru menatap Adrian dengan tatapan menghina dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Jadi, ini seleramu, Liora? Pria yang bahkan tidak mampu membeli jas berkualitas? Kau benar-benar tidak pernah naik kelas. Dari selokan, pindah ke toko buku, dan sekarang berkencan dengan pria yang bau perpustakaan?"

​"Leo! Jaga bicaramu!" Liora berdiri tegak, wajahnya memerah karena malu di depan Adrian.

​"Apa? Aku hanya mengatakan kenyataan," ucap Leo sambil melirik Adrian dengan sinis. "Kau, Bung. Jika kau ingin mendekati asisten ibuku, setidaknya belikan dia bunga yang harganya lebih mahal dari makan siang karyawanku. Jangan memberikan sampah taman pada gadis yang tinggal di kediaman Caelum."

​Adrian tampak tersinggung, namun ia memilih untuk bersikap elegan. "Kebaikan tidak diukur dari harga, Tuan."

​"Kebaikan adalah kata lain dari ketidakmampuan bagi orang-orang sepertimu," balas Leo kejam.

​Jacob, yang masih berdiri di belakang, berbisik pelan namun cukup jelas untuk didengar Leo, "Wah, Tuan. Sepertinya pria itu jauh lebih dewasa daripada Anda yang hobinya mengganggu perempuan di jam kerja."

​Leo menoleh tajam ke arah Jacob. "Diam kau, Jacob! Cari tahu siapa pria ini dan pastikan dia tidak pernah bisa menginjakkan kaki di toko ini lagi!"

​Liora menggebrak meja kasir. "Cukup, Leo! Keluar dari sini! Anda tidak punya hak untuk mengatur siapa yang bicara dengan saya. Anda bilang saya sampah, bukan? Lalu kenapa Anda begitu sibuk mengurusi 'sampah' ini?"

​Leo terdiam. Ia melihat kemarahan yang murni di mata Liora. Ia ingin mengatakan bahwa ia cemburu, ia ingin mengatakan bahwa ia tidak suka ada tangan lain yang menyentuh Liora, namun egonya yang setinggi langit mencekik kata-kata itu.

​"Aku hanya tidak ingin kau memalukan nama baik keluargaku dengan berkencan dengan sembarang orang," ucap Leo dengan suara rendah yang bergetar. "Ingat posisimu, Liora. Kau hanya asisten yang menumpang hidup. Jangan bertingkah seolah kau punya pilihan."

​Leo berbalik dan melangkah keluar dengan amarah yang meluap. Jacob mengikutinya sambil bergumam pelan, "Luar biasa, Tuan. Anda baru saja memecahkan rekor sebagai pria paling menyebalkan abad ini. Saya rasa Liora akan semakin menyukai pria dosen itu setelah ini."

​"DIAM, JACOB! ATAU KAU AKAN KUPECAT SEKARANG JUGA!" teriak Leo sambil masuk ke mobilnya.

​Di dalam mobil, Leo mencengkeram kemudi hingga jemarinya memutih. Ia membenci Adrian. Ia membenci Jacob. Tapi yang paling ia benci adalah kenyataan bahwa ia mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri hanya karena sebuah lesung pipi yang diberikan pada pria lain.

​"Leo menggunakan penghinaan sebagai topeng untuk menyembunyikan ketakutannya ketakutan bahwa Liora bisa bahagia tanpa kehadirannya."

​"Bagi Liora, setiap kata kejam Leo adalah pengingat bahwa pria itu hanyalah monster tampan yang tidak tahu cara mencintai selain dengan menghancurkan."

​"Cemburu di hati Leo bukan karena ia cinta, melainkan karena ia tidak rela barang yang ia buang justru ditemukan dan dihargai oleh orang lain."

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!