Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14: BUKAN GELAR KOSONG
Istana Shuning terlihat ramai di pagi hari. Beberapa wanita muda yang merupakan selir istana tampak sedang duduk di dalam aula, menanti kedatangan seseorang. Riasan mereka begitu mencolok. Pakaian warna-warni, seperti burung dan bunga yang mekar.
Perilaku mereka terlihat beradab. Dengan patuh duduk di kursi, menampilkan keanggunan yang memabukkan.
Namun di antara ketujuh selir yang hadir, hanya Feng Yuzhen yang tidak berpura-pura patuh dan sopan. Dia setengah tertidur karena bangun terlalu pagi, ditambah lagi belum sarapan.
“Tidak tahu sopan santun. Tidak berguna,” cemooh Su Qian ketika dia meliriknya.
Dia paling membenci Feng Yuzhen. Di harem ini, entah sihir apa yang dia miliki hingga Kaisar begitu mengutamakannya.
Bahkan membiarkannya sewenang-wenang tanpa aturan seperti ini. Dari semua orang, Kaisar malah hanya mengunjungi istananya saja, tidak pernah melirik mereka sama sekali.
Berkat sihir pemikatnya, kedudukannya jadi setara dengannya. Mereka sama-sama duduk di peringkat selir tingkat dua, menempati posisi selir kekaisaran guifei. Bagi wanita istana yang hidup di harem masa ini, peringkat itu sudah merupakan peringkat tertinggi karena posisi huang guifei dan permaisuri masih kosong.
“Kakak, jangan seperti itu. Bagaimanapun Selir Feng adalah kesayangan Kaisar. Jadi, dia tidak bisa dihukum,” ucap Selir Li. Peringkatnya adalah selir tingkat tiga, putri dari Menteri Pendapatan.
“Benar. Kaisar selalu memperhatikannya sampai melupakan kita,” tambah Selir Tang, peringkat tiga, putri dari Marquis Zhongxi yang menjaga perbatasan utara.
Hati Su Qian memanas. Api amarah perlahan menyala dalam dirinya. Dia tidak bisa menerima penghinaan ini. Seharusnya dialah yang disayangi oleh Kaisar yang merupakan kakak sepupunya itu!
“Diam! Apakah mulut kalian ingin disumpal? Siapa yang menyuruh kalian bicara?” bentak Su Qian pada Selir Li dan Selir Tang. Su Qian menatap sinis Feng Yuzhen sembari menahan marahnya.
“Disayangi pun tetap saja seperti itu. Seekor pipit yang kehilangan rumahnya tidak akan pernah jadi burung phoenix yang terbang ke langit!”
“Hatchi…”
Feng Yuzhen tiba-tiba bersin dan terbangun. “Selir Su, kau mengganti pewangi? Aroma tubuhmu begitu pekat. Kalau ingin memikat Kaisar gunakan cara yang benar. Jangan seperti penghibur di rumah bordil.”
Berisik sekali. Feng Yuzhen masih ingin tidur lebih lama. Tapi, wanita-wanita yang katanya milik Liu Yan ini terus saja bicara sambil menyindir.
Tahu begini seharusnya dia menurut saja pada Liu Yan untuk tidak datang. Dengan begitu, dia bisa melanjutkan penelitiannya atau pergi mencari pelayan kecil yang menarik itu.
“Selir Feng, kau kurang ajar! Beraninya kau menyebutku penghibur! Kau!”
“Ibu Suri tiba!”
Keenam selir berdiri, menyambut Ibu Suri yang sudah lama ditunggu. Sosok ibu setengah baya bergaun hitam muncul bersama para pengikutnya yang terdiri dari pelayan tua dan pelayan muda. Hiasan di kepalanya bergoyang ketika langkahnya semakin mendekati kursi utama.
“Ribut seperti ini, tidak pantas sama sekali!” tegur Ibu Suri yang sejak masih di luar sudah mendengar suara keributan dari dalam aulanya.
“Sebagai selir Kaisar, kalian seharusnya menjaga martabat dan kesopanan. Tidak tahu aturan sama sekali!”
“Ibu Suri, Selir Feng yang ribut. Dia bersikap sombong dan arogan, benar-benar mencoreng harem,” ucap Selir Li. “Dia bahkan tidak menghormati Selir Su.”
Ibu Suri menghela napas. Ada rasa kesal yang ditahan dalam hatinya. Sebagai Ibu Suri, dia punya kuasa atas harem karena Liu Yan belum punya permaisuri.
Para wanita ini juga sengaja dimasukkan kemari atas pengaturannya. Mereka bisa dikendalikan, namun yang satu itu, dia tidak bisa mengendalikannya.
Indetitas Feng Yuzhen membuat Ibu Suri tidak bisa bersikap berlebihan padanya. Selain itu, Liu Yan juga sangat mengutamakan Feng Yuzhen.
Dari tujuh selir, hanya Feng Yuzhen yang selalu diperhatikan. Tidak peduli secantik dan semenarik apapun selir lainnya, Liu Yan tidak akan memandangnya apalagi sudi memanjakan mereka.
“Sudahlah. Sebagai selir Kaisar, kalian harus rendah hati. Aku menjadikan kalian selir Kaisar bukan untuk saling bermusuhan, tapi untuk memberi Kaisar keturunan. Lihat, sudah berapa lama waktu berlalu sejak kalian masuk istana?”
Keenam selir menunduk. Nama mereka hanya tercatat di Departemen Rumah Tangga, namun mereka tidak pernah benar-benar tahu bagaimana ‘melayani’ Kaisar.
Selain Istana Fengyi, Kaisar tidak pernah sudi menginjakkan kaki di istana lainnya. Bahkan ingin bertemu pun begitu sulit. Jika begini, dari mana datangnya keturunan yang dimaksud?
“Kaisar adalah putra langit, selalu memikirkan rakyat dan sibuk dengan urusan resmi. Wajar jika para saudari tidak sempat melayani,” ucap Su Qian.
“Justru karena itu kalian harus lebih bisa menyenangkan hati Kaisar. Ketahuilah bahwa jika tidak menyediakan jalan untuk diri sendiri, kalian hanya akan mati membusuk di istana sendiri.”
Ucapan itu berubah menjadi sebuah ancaman yang dibungkus dengan keanggunan saat diucapkan oleh Ibu Suri. Artinya mereka diingatkan bahwa mereka dapat menikmati kehormatan menjadi selir di istana adalah karena jasa Ibu Suri dan jika mereka tidak berguna, mereka mungkin akan mati.
“Selir Feng, Kaisar selalu mengutamakanmu. Mengapa sampai sekarang masih tidak ada kabar baik?”
Kabar baik apanya? Feng Yuzhen hampir melepaskan tawa begitu ia mendengar pertanyaan Ibu Suri.
Andai saja mereka tahu yang sebenarnya, mereka mungkin tak akan menyerangnya seperti ini. Feng Yuzhen juga punya pertanyaan yang sama untuk mereka: dari mana datangnya keturunan?
“Heh, dia hanya kain lapuk yang dibuang kemari. Siapa yang tahu perutnya berguna atau tidak. Sia-sia Kaisar memanjakannya selama bertahun-tahun,” sinis Selir Tang.
Feng Yuzhen tersenyum dan melangkah menghampiri Selir Tang. Tiba-tiba dia melayangkan satu tamparan keras di pipi Selir Tang. Semua orang membelalak karena tindakan ini sangat tiba-tiba.
“Kau berani menamparku!” ucap Selir Tang tidak terima. Beraninya perempuan asing ini menamparnya!
“Aku memang menamparmu. Kenapa? Harus pilih waktu dan tempat?”
“Ibu Suri ada di sini. Selir Feng, beraninya kau begitu lancang?” Su Qian buru-buru menegur dengan gaya khasnya yang memojokkan dengan ucapan.
“Aku sedang mengajari Selir Tang sopan santun. Dia mengucapkan kata-kata tidak sopan, apakah sedang meragukan Kaisar? Peringkatku lebih tinggi darinya, bukankah termasuk melawan atasan? Jika aku tidak menegurnya, itu bisa merusak reputasi harem. Terlebih ini adalah istana Ibu Suri, bukankah sangat buruk jika membiarkan rumor menyebar? Kau tidak ingin orang-orang berbicara mengatakan Ibu Suri tidak tegas dalam menilai kesalahan dan membiarkan selir harem berkata sembarangan, kan?”
Dalih Feng Yuzhen tepat menyerang Su Qian dan Ibu Suri. Di permukaan terlihat membela, namun sebenarnya sedang menjebak dengan mempertanyakan kearifan dari sikap seorang Ibu Suri. Memihak atau tidak akan terlihat dari responnya terhadap tindakan Feng Yuzhen.
“Bukankah begitu, Ibu Suri?”
Ibu Suri mengepalkan tangannya. Kata-kata marahnya tertelan lagi ke dalam tenggorokan.
“Lidahmu tajam sekali. Tidak heran menjadi selir kesayangan putraku.”
“Ibu Suri terlalu memuji. Tempat ini sepertinya tidak memerlukanku lagi. Kalau begitu, aku akan pergi.”
Feng Yuzhen berbalik. Tapi, dia berkata terlebih dulu sebelum melangkah, “Oh, benar juga. Ibu Suri, tolong beri tahu keponakan Anda agar tidak memakai wewangian yang menyengat. Jika orang luar mencium baunya, mereka akan berpikir harem ini telah mengundang wanita penghibur.”
“Selir Feng kau!” Su Qian menunjuk Feng Yuzhen dengan emosi. Ibu Suri menggebrak meja, menyuruh semua orang untuk diam.
Feng Yuzhen keluar begitu saja. Hatinya tertawa sangat puas.
Gelarnya ini bukan gelar kosong, bukan hanya sekadar nama saja. Kalau tidak bisa melawan sekelompok pengganggu yang mengincar Liu Yan dengan niat buruk ini, dia pasti akan menulis namanya secara terbaik!
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei