NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan yang Tertinggal

Angin malam, di Tugu Yogyakarta menusuk dingin hingga ke tulang. Tapi Zafira nggak merasakannya, tubuhnya sudah kebas terlebih dahulu. Zafira duduk di pinggiran taman, tas kanvas lusuh tergeletak begitu saja di sampingnya. Matanya menatap kosong bundaran putih itu. Tugu dan tempat yang sama, bahkan jamnya hampir sama seperti dua tahun yang lalu.

Zafira nggak tau, kenapa kakinya bisa berhenti di sini lagi malam ini. Padahal ia sudah janji sama diri sendiri, nggak akan kembali ke tempat yang mempunyai kenangan tentangnya. Kenangan tentang Anggara, tapi tubuhnya berkhianat, seolah mempunyai ingatan sendiri yang lebih kuat dari nalar.

Tangannya meremas kalung perak berbentuk hati, yang melingkar di lehernya. Kalung ini satu satunya bukti, kalau Anggara pernah ada, dan pernah bilang cinta padanya.

"Kamu kedinginan ya?"

Suara itu masih teringat jelas di kepalanya Zafira. Suara Anggara waktu pertama kali mereka ketemu, di tempat ini, malam yang sama dinginnya seperti sekarang.

Zafira menutup mata, berharap bisa melupakan senja, tapi malah semakin jelas.

***

Dua tahun yang lalu, Zafira baru saja pindah ke Yogyakarta untuk bekerja. Ia sendirian dan nggak kenal siapa-siapa. Malam itu, saat pulang dari kantor, Zafira nyasar. Entah gimana bisa sampe ke Tugu. Padahal kostnya kearah sebaliknya. Ia berdiri, dan merasa bingung. Sambil menatap peta di ponsel yang malah semakin membuatnya pusing.

"Nyasar ya?"

Zafira mengangkat kepala, ia merasa kaget. Di depannya berdiri seorang laki-laki tinggi, jaket kulit hitam, senyum yang tipis di bibirnya dan juga tampan. Tapi bukan itu, yang membuat Zafira ingat adalah matanya. Mata Anggara yang begitu hangat, tapi ada sedih yang nggak bisa ia jelaskan waktu itu.

"Eh, kayaknya iya," jawab Zafira sambil tersenyum canggung. "Baru pindah soalnya."

"Mau ke mana? Sini biar aku anterin, nggak enak melihat cewek sendirian malam-malam begini."

Harusnya Zafira menolak. Harusnya ia merasa waspada dengan orang asing. Tapi entah kenapa, ada sesuatu dari cara Anggara bicara, dari tatapan matanya, yang membuat Zafira merasa aman.

"Kamu kedinginan ya?" Anggara bertanya sambil mengeluarkan jaket cadangan dari balik jok motornya. "Pake ini dulu."

Dan Zafira menerima jaket itu, ia menerima tawaran dari Anggara, dan menerima semua kebaikan Anggara yang datang tanpa diminta. Dari situ lah semuanya mulai.

Pertemuan pertama yang nggak sengaja, jadi pertemuan kedua, ketiga, sampai akhirnya mereka bertemu hampir setiap hari. Anggara selalu tau saja kapan Zafira butuh, temen mengobrol, kapan ia lagi sedih, kapan ia butuh dipeluk tanpa banyak bertanya.

Hingga akhirnya, enam bulan kemudian mereka resmi pacaran. Zafira ingat banget, saat malam itu, Anggara mengajak jalan-jalan naik motor. Angin sepoi-sepoi, langit yanh penuh bintang. Mereka berhenti di Alun-alun Kidul, duduk di atas tikar sambil makan angkringan.

"Zaf," panggil Anggara pelan. "Aku serius sama kamu."

Jantung Zafira langsung nggak karuan, "Serius gimana?"

"Aku serius, pengen kamu jadi pacar aku. Aku nggak mau, jika hubungan kita hanya temenan terus."

Zafira tertawa, tapi matanya berkaca kaca. "Emang selama ini kita apaan?"

"Entahlah," Anggara ikutan tertawa. "Yang jelas, sekarang aku mau, kamu jadi milikku. Officially."

Dan Zafira bilang iya, tanpa mikir panjang dan tanta ada rasa ragu. Karena waktu itu ia yakin, Anggara adalah orang yang tepat. Orang yang bakal bertahan.

***

Satu setengah tahun mereka bersama. Satu setengah tahun yang penuh warna, Anggara menemani Zafira keliling Yogyakarta, dari Malioboro yang ramai, sampai ke gang-gang kecil di Kota gede yang sepi. Mereka punya kafe langganan di Prawirotaman, tempat mereka sering mengobrol sampe larut malam, sambil minum kopi yang sudah dingin.

"Suatu hari nanti," kata Anggara suatu malam sambil megang tangan Zafira dengan erat. "Aku bakal bawa kamu ke Parangtritis lagi, dan bukan untuk melihat sunset. Tapi untuk hal yang lain."

"Hal apa?" tanya Zafira penasaran.

Anggara cuma tersenyum misterius, "Nanti juga kamu akan tau sendiri."

Tapi 'nanti' itu nggak pernah datang.

***

Enam bulan yang lalu, Anggara mendapat tawaran kerja di Jakarta. Gajinya lumayan besar, dan posisi yang bagus. Itu kesempatan yang nggak bisa Anggara tolak.

"Cuma sementara Zaf," kata Anggara sambil menggenggam tangan Zafira yang terlihat gemetar. "Paling satu tahun, aku akan kumpulkan uang dulu, dan aku akan kembali lagi. Aku janji akan kembali buat kamu, buat melamar kamu."

Zafira hanya terdiam. 'Melamar'. Kata itu terasa terlalu besar, terlalu nyata, tapi sekaligus terlalu indah.

"Beneran kamu akan kembali untuk aku?" suaranya nyaris berbisik.

"Beneran," Anggara mengangguk sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong. Sebuah kalung perak berbentuk hati. "Ini buat kamu. Simpan sampai aku kembali ya. Nanti aku ganti dengan yang lebih bagus. Kalo bisa sebongkah berlian buat kamu."

Zafira menangis waktu itu, menangis karena bahagia, takut, dan nggak tau harus bilang apa.

"Jangan menangis," Anggara menghapus air matanya pelan. "Aku pasti kembali, aku janji."

Dan Zafira hanya bisa percaya, dan dengan bodohnya, ia percaya begitu saja.

***

Minggu pertama saat Anggara berada di Jakarta, mereka masih sering videocall. Anggara cerita soal kantor barunya, bosnya yang galak, teman-teman kerjanya. Zafira mendengarkan sambil senyum-senyum sendiri, meskipun kangen tapi ia selalu sabar.

Minggu kedua, telepon mulai berkurang. Anggara bilang kerjaan lagi banyak, dan selali pulang malam terus.

Minggu ketiga, cuma chat seadanya.

"Udah makan?"

"Iya. Kamu?"

 "Udah."

Hanya berbalas pesan begitu saja.

Bulan kedua, chat pun mulai jarang Angga balas.

Bulan ketiga, nomor Anggara sudah nggak aktif.

Dan saat bulan keempat, akun media sosialnya hilang semua.

Bulan kelima, Zafira mulai gila. Ia chat teman-teman Anggara, dan mereka nggak ada yang tau. Zafira menelpon kantor Anggara bekerja, katanya Angga sudah resign tiga bulan yang lalu. Resign? Kemana? Kenapa?

Bulan keenam, hari ini, Zafira duduk sendirian di Tugu Yogyakarta sambil meremas kalung perak yang terasa dingin di kulitnya.

Jangankan sebongkah berlian, kabar pun tak ada. Anggara menghilang dan lenyap. Seolah ditelan bumi. Seolah nggak akan pernah ada. Dan satu tahun setengah mereka bersama, itu semua cuma mimpi yang Zafira bangun sendiri.

***

Air mata mengalir begitu saja tanpa izin, Zafira nggak menangis keras, ia cuma diam saja sambil membiarkan air matanya jatuh satu persatu. Dadanya terasa sesak, dan sakit. Tapi yang lebih sakit adalah, pertanyaan yang nggak pernah terjawab.

Kenapa?

Kenapa kamu pergi tanpa kata kata, Anggara?

Kenapa kamu janji kembali, tapi malah menghilang?

Kenapa kamu bilang cinta, tapi meninggalkan aku sendirian seperti ini?

Apa aku salah? Apa aku kurang? Apa aku nggak cukup buat kamu bertahan?

Zafira hanya megang kalung itu dengan erat, sampai tangannya terasa sakit. Ia ingin melepaskan, ia ingin membuang kalung sialan ini ke tong sampah. Tapi nggak bisa, tubuhnya nggak mau. Karena kalung ini satu-satunya bukti, kalau Anggara pernah nyata. Kalau cinta mereka pernah ada.

"Sebongkah berlian," gumam Zafira pelan, suaranya serak. "Kamu bilang bakal kasih aku sebongkah berlian."

Tapi sekarang yang tersisa cuma kalung perak murahan, dan sejuta pertanyaan tanpa jawaban.

Anggara pergi kerja demi masa depan mereka, katanya. Tapi yang terjadi? Dia malah pergi meninggalkan Zafira dalam kegelapan tanpa penjelasan. Tanpa maaf bahkan tanpa pamit sedikitpun.

Zafira berdiri, kakinya lemas tapi dipaksa untuk berjalan. Ia harus pulang, harus berhenti datang ke tempat-tempat yang cuma membuat lukanya semakin perih. Harus berhenti berharap, bahwa Anggara akan tiba-tiba muncul di depannya sambil bilang. "Maaf aku telat."

Tapi sebelum pergi, Zafira menengok ke belakang sekali lagi. Menatap Tugu itu seolah berharap ada keajaiban, berharap Anggara tiba-tiba ada di sana, dengan senyum seperti dulu, mengulurkan tangan sambil berkata, "Sini, aku antarkan pulang."

Tapi semua itu kosong, dan hanya angin malam yang semakin dingin. Zafira berbalik, melangkah pergi sambil berbisik pelan, bahkan nyaris nggak terdengar.

"Kenapa kamu pergi tanpa kata, tanpa penjelasan dan tanpa kabar sedikitpun, Anggara?"

Pertanyaan yang bakal terus ia bawa sampai kapanpun. Atau sampai Anggara kembali dengan jawaban yang mungkin nggak akan pernah datang.

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!