Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 Di Jemput Elang
Rencana Aleta untuk menghindari Elang, gagal sudah. Ternyata mobil laki- laki itu sudah terpakir manis di jalan tepat di depan gerbang rumahnya.
Yang benar saja , sepagi ini Pak Elang sudah ada di sini....apa jangan- jangan dia tidak pulang ke rumahnya...
Di dalam mobil Elang tak berhenti menguap . Semalam ia susah tidur , ia terus terbayang kebersamaannya bersama Aleta kemaren sore.
Dan ia lebih takut terlambat untuk menjemput Aleta. Alhasil , Elang kurang tidurnya . Pagi - pagi sekali ia sudah bangun.
Bahkan sebelum subuh ia sudah membersihkan diri, setelah melaksanakan kewajibannya sebagai muslim , ia sudah bersiap- siap untuk pergi.
" Mau kemana kamu EL ?".
Elang berhenti dan menghampiri Mama Kamila yang terlihat heran , di kepalanya penuh banyak tanya, ada apa dengan putranya ini.
" Pagi Mama ku yang cantik ". Elang mengecup pipi Mama Kamila. " Aku mau berangkat sekarang Ma ".
" Hah , kamu sehat EL....sepagi ini ?". Mama Kamila sampai menempelkan telapak tangannya ke dahi Elang.
" Apaan sih Ma , aku sehat wal afiat Ma....aku buru- buru mau jemput seseorang, nanti keburu kabur orangnya ".
" Setidaknya minum dulu EL ". Elang meraih segelas susu dari tangan Mamanya.
" Pergi dulu ya Ma....Assalamu'alaikum ".
" Wa'alaikumussalam, kamu mau jemput cewek ya EL ?". teriak Mama Kamila.
" Rahasia ". Elang juga berteriak dan langsung melesat pergi, sebelum Mama Kamila menginterogasinya lagi.
Dan sekarang , Elang berada di dalam mobilnya menatap terus ke arah rumah Aleta.
" Aleta sudah keluar sepagi ini , benar dugaan ku , kamu pasti akan berangkat sepagi ini , tidak sia - sia aku menunggu sedari tadi ".
Elang langsung turun, " AL ". Aleta pun mendekat karena sudah tidak bisa menghindar lagi.
" Pak Elang sudah di sini ?".
" Iya , kamu mau kabur ya ?". tuduh Elang.
" Eh , enggak lah ". elak Aleta.
" Yang benar , kamu enggak bohong kan...., ua sudah buruan masuk ".
Mumpung masih pagi, jadi di kantor masih sepi.. ucap Aleta dalam hati
" Kita mampir beli makanan ya AL, aku belum sarapan ".
Salah sendiri ngapain nyamperin aku pagi- pagi....
" Enggak usah Pak , eemmm saya bawa sandwich , Pak Elang mau ?".
" Boleh ".
Aleta akhirnya merelakan makanan yang ia buat tadi untuk Elang dari pada harus mampir membeli makanan pasti akan memakan waktu yang lama.
" Ini Pak ". Aleta membuka kotak makannya lalu ia menyodorkannya ke hadapan Elang.
" Kamu tidak lihat aku sedang menyetir AL ".
" Terus gimana Pak ?".
" Gitu saja kamu tidak tau AL, suapin lah ".
" Iya ". " Baca bismillah dulu Pak ,do'a makan juga ".
" Sudah AL ".
" Mana , saya belum dengar Pak ".
" Ya kali aku baca do'a kayak anak TK ".
Aleta terkikik geli , " Siapa tau Pak Elang sudah lupa , biar saya koreksi ".
" Alllllllllll......".
" Iya iya maaf....nih Aakkkķ Pak "
Elang membuka mulutnya, dan mulai mengunyah sandwich dari Aleta.
" Gimana ??? enak kan Pak ?".
" Hemmm lumayan "
Lumayan katanya....tapi sudah mau habis satu....menyebalkan.
" Cukup AL, aku sudah kenyang ".
Aleta kembali berdecak , " Ya kenyang lah , semuanya sudah masuk ke perut Pak Elang ". kini giliran Elang yang tertawa .
" Kamu tidak ikhlas ".
" Ikhlas Pak ".
Mereka sampai di kantor lebih cepat , karena jalan juga masih lenggang belum terlalu ramai.
" Terima kasih sudah menjemput saya Pak "
" Sama - sama , terima kasih juga buat makanan kamu tadi ".
" Iya , saya turun dulu ya Pak ". Aleta bergegas turun setelah memastikan keadaan aman.
Tapi ternyata ada seseorang yang melihat Aleta turun dari mobil Elang.
" Aleta.......kok turun dari mobilnya Pak Elang.....ada hubungan apa di antara mereka ". Bastian menggegam erat setir mobilnya.
Cemburu?? apa masih ia berhak cemburu pada Aleta , tapi nyatanya Bastian memang cemburu . Ia memang masih cinta sama mantannya itu. Ia kebetulan juga masuk pagi hari ini.
Niat hati ingin memastikan keadaan Aleta yang ia tinggal kemaren karena tidak mau Bastian antar, tapi malah ia melihat pemandangan yang menyesakkan dadanya.
Aleta sudah duduk manis di mejanya." Mbak Leta , ini makanan buat sarapan Embak ".
" Loh , aku tidak pesan loh ?"
" Memang bukan Mbak Leta yang pesan , tapi ini dari Pak Elang ".
Aleta cukup kaget, tapi ia menerimanya , " Terima kasih Ndi ".
" Jangan sama saya terima kasih nya Mbak , sama Pak Elang dong ".
" Iya deh ".
" Kadang baik kadang menyebalkan.....ah sudahlah, entar saja terima kasihnya , aku sarapan aja dulu , perutku sudah mulai keroncongan ". Aleta makan dengan lahap , Elang memperhatikannya lewat Cctv, ia tersenyum senang.
*
*
Mona tidak tinggal diam , ia menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan Elang, yang ia yakini sudah kembali ke kota.
Dan usahanya berbuah manis , tak sia - sia Mona membayar mahal orang itu .ia sudah mendapatkan informasi yang membuatnya sangat senang , bahwa Elang sudah kembali dan bekerja di sebuah perusahaan
Mona pun datang ke kantor tempat Elang bekerja sesuai dengan informasi dari orang itu. Tapi sayang langkahnya terhalang oleh satpam. Mungkin karena dia terlihat agak mencurigakan.
Mona pun hanya menunggu di luar , di dalam mobilnya, ia berharap kali ini ia benar- benar bertemu dengan laki- laki incarannya itu....
Bersambung.......