Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.
Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.
Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Pada Pandangan Pertama
Nafas Citra tertahan dan tertegun beberapa saat setelah Bima mengungkapkan niat untuk memperistri dirinya. Dia tidak mengerti kenapa Bima begitu cepat memilihnya? Padahal Bima bisa mendapatkan wanita yang lebih darinya. Apalagi kedekatan mereka setelah berjumpa kembali, kurang dari dua Minggu. Bagaimana mungkin Bima jatuh cinta padanya dalam waktu yang sangat singkat? Hal itu membuat Citra terheran.
Apalagi Bima masih memiliki hubungan saudara dengan Bayu. Bagaimana mungkin dia menerima pria yang tak lain adalah kakak tiri dari mantan suaminya dulu? Sungguh, dia tidak ingin hidupnya diusik oleh masa lalunya kembali. Jika dia menerima Bima, bisa ia bayangkan bagaimana tanggapan keluarga Bima lainnya? Terutama Arini, pasti akan mempengaruhi keluarga Bima yang lain untuk menolak kehadirannya.
Citra menelan saliva dan menghela nafas yang tiba-tiba terasa berat ia hirup.
"Ummm, kenapa Mas ingin memperistri saya?" Semburat merah mewarnai wajah Citra ketika bertanya. Malu, tentu saja dia tak menyangka Bima begitu cepat mengambil keputusan itu. "Saya pernah gagal menjadi istri, Mas pasti sudah dengar dari Tante Arini dan Bayu," sambungnya, menduga Arini sudah menceritakan hal yang buruk-buruk tentangnya.
"Saya tidak mendapatkan informasi apa-apa dari mereka," bantah Bima, "Saya justru dapat info dari Bi Sumi kalau kamu dimusuhi Tante Arini karena kamu tidak mau berhenti bekerja dan itu dianggap sebagai penyebab kamu dan Bayu tidak mempunyai anak." Bima menceritakan dari mana ia mengetahui apa yang membuat Citra bercerai.
Citra tertunduk, membayangkan bagaimana Arini menudingnya mandul karena tak bisa memberikan cucu kepada mantan mertuanya itu dan mempengaruhi Bayu untuk segera menceraikannya. Itu adalah hal yang paling menyakitkan baginya.
"Mas tahu saya nggak bisa meninggalkan pekerjaan saya karena ada ibu dan adik saya yang masih saya tanggung." Citra menegaskan jika dia tidak akan berubah pikiran. Meskipun ia anggap itulah penyebab dirinya tak segera hamil karena kesibukannya bekerja.
"Saya tahu dan saya sudah mendengar semuanya dari ibumu dan juga Pak Ujang. Kalau kamu bersedia menjadi istri saya, saya akan menanggung semua kebutuhan ibu dan adik kamu, kamu jangan khawatir, Citra." Bima menegaskan jika tidak ada yang perlu dicemaskan Citra soal Ibu Nurul dan Ambar, saat Citra bersedia menerima permintaannya untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.
"Kenapa Mas memilih saya? Mas bisa mencari wanita yang masih gadis, bukan janda seperti saya." Citra sendiri heran, kenapa Bima memilihnya.
"Karena kamu sudah memikat hati saya, sejak pertama kali kita bertemu," jawab Bima dengan senyum tipis di bibirnya.
Kening Citra mengeryit mendengar jawaban Bima. Pertama kali bertemu? Bukankah pertama kali dirinya bertemu dengan Bima saat resepsi pernikahannya dengan Bayu? Dia ingat hal itu karena dia jarang berjumpa dengan Bima sehingga ia bisa mengingat kapan awal bertemu pria itu.
"Pertama bertemu?" tanyanya bingung.
"Ya, kamu ingat moment pertama kita bertemu?" tanya Bima mengetes ingatan Citra.
"Ummm, seingat saya bertemu bertemu pertama kali dengan Mas waktu resepsi," jawab Citra ragu.
"Ya, kamu benar! Saya sudah mulai merasa tertarik denganmu ketika melihatmu untuk pertama kalinya," jawab Bima jujur mengungkapkan perasaannya pada Citra.
Flash back on
"Mas Bima!!" Terima Laras, ketika melihat kehadiran kakak tertuanya muncul di acara resepsi pernikahan Bayu dengan Citra. Dia sangat menunggu kedatangan Bima, karena Bima melewatkan akad nikah Bayu dan Citra pagi tadi.
"Akhirnya Mas Bima datang juga." Laras memeluk sang kakak dengan menitikkan air mata. Sejujurnya, sebagai adik Bima dan Bayu, dia ingin kedua kakak laki-lakinya itu akrab layaknya seperti keluarga. Sayangnya, Bima terkesan menjaga jarak. Karena itu dia sangat senang Bima bisa datang di resepsi pernikahan Bayu dan Citra.
"Mas datang untuk kamu." Bima menyeka air mata Lara. "Gitu saja nangis, cengeng!" ledeknya kemudian.
"Mas, nanti make up-nya luntur!" protes Laras dengan mencebikkan bibirnya.
Bima terkekeh melihat adiknya memberengut. "Kalau kamu manyun seperti itu, Mas pulang saja, deh!" Bima kembali meledek dengan ancaman sambil membalikkan badannya ingin keluar dari gedung tempat resepsi itu diselenggarakan.
"Eh, jangan, Mas!" Laras menahan Bima dengan merangkulkan tangannya di lengan sang kakak. Dia lalu menarik Bima agar ikut dengannya ke stage pelaminan untuk menemui mamanya juga kedua mempelai. "Mas Bima kasih ucapan selamat dulu sama Mas Bayu. Istri Mas Bayu cantik lho, Mas. Baik lagi. Nanti Mas Bima kalau nikah, semoga dapatnya yang kayak Mbak Citra," ucap Laras berharap.
Bima tak menolak dan membiarkan Laras membawanya menemui keluarga Arini.
"Ma, Mas Bima datang!" teriak Laras ketika naik ke atas stage pelaminan,
"Bima? Akhirnya kamu datang juga. Makasih kamu menyempatkan waktu datang kemari, Bima." Sama seperti Laras, Tante Arini menyambut senang gembira kedatangan Bima. "Semoga kamu juga secepatnya mendapatkan pendamping, Bima," lanjut Tante Arini berharap.
Bima tersenyum tipis sementara pandangannya mengarah pada mempelai wanita yang berdiri di samping Tante Arini.
Bima tertegun beberapa saat melihat kecantikan pengantin wanita yang mengenakan kebaya warna broken white. Mata bulatnya terlihat sangat indah. Hidung mancung dan bibirnya yang sen5ual juga dagu belahnya. Sangat cantik dan benar-benar sempurna wanita di hadapannya saat ini.
"Pintar juga dia memilih istri," gumamnya kemudian.
"Oh ya, Bima. Ini Citra." Suara Tante Arini membuyarkan lamunan Bima.
"Citra, ini Bima. Bima ini kakaknya Laras juga." Tante Arini mengenalkan Bima dengan Citra.
"Makasih sudah bersedia hadir, Mas."
Suara lembut Citra terdengar sejuk di telinga Bima hingga menembus ke hatinya. Belasan tahun tak merasakan getaran asmara di hatinya, kali ini dia merasakan hal itu saat melihat sosok adik iparnya.
"Makasih sudah datang, Mas."
Bima kembali terkesiap ketika Bayu kini berbicara padanya.
"Astaga, bisa-bisanya aku seperti orang linglung," batin Bima merutuki dirinya sendiri yang tidak sopan mengagumi istri orang lain apalagi itu adalah adik iparnya sendiri.
"Selamat atas pernikahanmu!" Bima segera memberi ucapkan selamat kepada Bayu untuk menutupi rasa grogi, khawatir ketahuan telah mengagumi istri dari adik sambungnya sendiri.
"Thanks, Mas. Semoga Mas Bima segera menyusul," sahut Bayu.
Selama berada di acara itu, mata Bima hampir tak pernah lepas dari sosok mempelai wanita. Sayang sekali Bayu yang menemukan wanita itu lebih dulu, seandainya ia lebih awal berjumpa dengan Citra, mungkin dia yang akan mempersunting wanita itu.
Entah mengapa? Dia langsung terkagum melihat Citra. Ini bukan kali pertama ia melihat wanita cantik, Tapi, tak ada yang bisa langsung membuat dirinya jatuh hati pada pandangan pertama. Bahkan, dengan Angelica saja, dia membutuhkan waktu beberapa bulan untuk ia benar-benar merasakan cinta.
Flashback off
❤️❤️❤️
Note : Insya Allah, nanti siang up lagi ya, gantiin kemarin absen. Thanks yg udah mengikuti kisah Bima & Citra 🙏
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
kamu emang the best