NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Kak Vandi."

Panggilan dari Despina itu membuat Keyvandi yang terlelap sambil tertidur itu akhirnya terbangun. Lelaki itu langsung menatap Despina dengan tersenyum. Kemarin Despina terus saja mengigau dan tertidur dalam keadaan tidak tenang.

"Sayang, kau sudah bangun?"

Despina tersenyum, "Sudah kak, kakak tidak pergi bekerja?"

Keyvandi mengusap rambut Despina lembut, "Bagaimana aku bisa bekerja dengan tenang jika kekasihku sedang sakit."

Despina yang mendengar jawaban Keyvandi merasa tidak enak, gadis itu menampilkan wajah sedihnya.

"Maafkan aku kak, karena aku kakak jadi tidak bekerja, pasti banyak orang yang menunggu kakak."

Cup

Keyvandi mengecup kening Despina sayang, "Tidak apa-apa sayang, aku lebih mementingkanmu, lagipula pasti mereka akan mengerti."

"Kak Vandi sangat baik padaku, aku merasa tidak pantas untuknya," Batin Despina berbicara.

"Sayang, apa yang sekarang kau rasakan?"

Despina menggelengkan kepalanya,"Aku merasa lebih baik kak, bisakah nanti kita pulang saja, aku sepertinya akan lebih baik jika di apartemen kakak saja, di sini pasti biayanya sangat mahal."

Keyvandi memegang tangan kanan despina yang terbebas dari infus, lelaki itu,"Jangan memikirkannya, semua biaya yang ada di sini gratis untukmu."

Despina mengerutkan keningnya, "Kak, jangan repot-repot, aku tidak suka kakak menghamburkan uang kakak hanya untukku, lebih baik kakak menyimpan uang kakak saja, untu membeli rumah mungkin, atau berikan sajampada orangtua Kakak."

Keyvandi terkekeh pelan, Despina ini ada-ada saja, tidak mungkin seorang Keyvandi memberikan uangnya kepada orangtuany, pasti keduanya menolak, atau jika untuk membeli rumah, Keyvandi dapat dengan mudah membelinya tanpa harus menabung atau apalah itu, dari kecil Keyvandi memang sudah terlahir dari keluarga kaya, meskipun dulu selama lima tahun ia di besarkan oleh sang ibu tanpa sosok ayahny, tapi sang ibu adalah CEO dari sebuah perusahaan yang besar, lalu kemudian sang ibu dan ayah kembali bersama, dan sang ayah adalah pewaris dari Eduardo Company, sebuah perusahaan yang sangat besar, ditambah lagi sekarang Keyvandi adalah seorang selebritis muda yang sedang naik daun, banyak tawaran manggung, bermain film, model dan lain-lain, jadi tidak akan sulit untuknya mendapatkan uang.

"Orangtuaku tidak akan menerima uangku," Jelas Keyvandi.

Despina menatap prihatin pada Keyvandi, gadis itu merasa kasihan, "Apa orangtua kakak sangat egois? Apa mereka tidak menganggap kakka sebagai anaknya sampai mereka tidak ingin menerima uang dari kakak sedikitpun."

Astaga, jangan salahkan jika saat ini tawa Keyvandi pecah, gadisnya itu memang terlalu polos dalam berpikir, bisa-bisanya Despina mengkhawatirkan hal itu.

"Kenapa kak Vandi malah tertawa? Apakah ada yang salah dari ucapanku?"

Sambil mengusap sudut matanya yang berair karena lelah tertawa, Keyvandi menatap gadis di hadapannya itu, "Tidak sayang, tidak ada yang salah, hanya saja jika kakak memberikan uang kepada mereka, mereka akan.mengejek kakak."

"Mengejek?" Heran Despina, apakah sesombong itu orang tua Keyvandi sampai mengejek anaknya.

"Ya, mereka akan mengatakan, uang Daddy dan Mami saja tidak habis-habis, kau malah ingin memberi uang kepada kami? Untuk apa, bahkan kau hambur-hamburkan uang kami saja tidak akan pernah habis."

Despina yang masih berbaring di brankar ya itu menganga mendengar jawaban dari Keyvandi, ia tidak jadi merasa kasihan dengan Keyvandi, justru seharusnya yang patut dikasihani adalah Despina sendiri. Selama ini iasangat kesusahan uang, bahkan kadang ia harus bekerja untuk bisa jajan di sekolahnya, bukan karena ia tidak.pernah diberikan.uamg oleh ayahnya, tapi uang yang Despina dapatkan dari ayahnya selalu diramoas oleh Leo kakak tirinya.

Melihat Despina yang terdiam dan tampak murung membuat Keyvandi jadi merasa bersalah, lelaki itu menatap gadisny dengan pandangan sedih, "Sayang, ada apa?"

Despina menggelengkan kepalanya, tapi sedetik kemudian ia menatap keyvandi dengan mata berkaca-kaca, "Kak Vandi, aku tadi mengasihani kakak karena aku pikir orangtua kakak tidak menyayangi kakak dan membuang kakak, tapi nyatanya aku salah, seharusnya aku yang pantas dikasihani."

"Hei, tenanglah sayang, kau tidak perlu bersedih, ada aku di sini." Keyvandi langsung bergerak memeluk tubuh mungil gadis berambut ikal itu yang masih terbaring di atas brankar.

"Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada untukmu Despina, jadi jangan khawatir."

Entah perasaan apa yang sekarang Keyvandi rasakan, sebenarnya ia memang dari awal sangat tertarik dengan Despina, tapi ia belum yakin sepenuhnya dengan perasaannya itu, sampai akhirnya dipertemuan ketiga mereka Keyvandi nekat menjadikan Despina sebagai pacarnya meskipun ia belum tentu mencintai gadis itu secara benar, tapi ia selalu ingin bersama Despina, ia merasa jika Despina pantas mendapatkan kasih sayangnya, desina adalah gadis yang tepat, dan ia selalu ingin melindungi gadis itu.

***

"Bagaimana? Apa kalian sudah berhasil menemukan gadis itu?" Tanya seorang lelaki kepada anak buah suruhannya.

"Kami tidak bisa menemukannya Boss, Nona Despina benar-benar susah dilacak keberadaannya."

"Sialan! Apa saja yang kalian kerjakan hah!? Mencari gadis SMA saja tidak becus, jika sampai kalian tidak berhasil menemukannya dalam waktu 24 jam, kalian akan kupecat, membuang-buang waktuku saja."

"Ba-baik Boss, " Balas para orang suruhan lelaki itu.

Setelahnya, orang-orang suruhan Leo itu pamit kepada bossnya untuk mencari keberadaan Despina.

"Kurang ajar! Dimana gadis sialan itu bersembunyi, kenapa pandai sekali, sepertinya aku harus meminta bantuan Reza."

Leo mengambil ponselnya yang ada di saku lelaki itu kemudian menelepon Reza. Setelahnya, beberapa saat kemudian mobil hitam itu datang ke rumah Leo.

"Bagaimana?"

"Aku belum menemukannya," Ujar Leo dengan nada frustasinya.

"Sudahlah, biar aku yang mengurusnya, lagipula dia tidak akan pernah bisa lepas dariku, nanti jika aku berhasil menangkapnya akan kubuat dia tidak akan pernah bisa kabur lagi, kau tenang saja." Ya, Reza memang memikirkan hal jahat yang akan membuat Despina terikat padanya, katakan saja jika lelaki itu sangat terobsesi memiliki Despina, ia benar-benar susah membedakan antara cinta ataupun obsesinya.

"Aku mengandalkanmu."

"Ngomong-ngomong apa kedua orangtuamu akan kembali ke Indonesia?"

Leo menatap kearah Reza, "Aku rasa tidak dalam waktu dekat, dan jika mereka kembali aku harus menemukan Despina secepatnya, aku tidak ingin jika sampai mereka tau apa yang terjadi pada Despina mereka akan sangat murka padaku."

Reza menganggukkan kepalanya, "Aku akan mengerahkan semua anak buahku, kalau perlu kita juga harus mengintai rumah sahabat Despina itu dan juga sekolah Despina."

Leo menggeleng pelan, "Tidak ada, beberapa hari ini anak buahku juga mengintainya, tapi tidak ada tanda-tanda jika Dandelion bersama dengan Despina, selain itu gadis itu juga tidak masuk sekolah sama sekali," Jelas Leo pada Reza.

"Hmm, apa Despina sembunyi dibantu oleh orang yang berpengaruh di kota ini?"

Leo mengedikkan bahunya, "Entahlah, tapi bagaimanapun ia bersembunyi, kita pasti akan menemukannya."

***

Ceklek

Pintu ruang rawat rumah sakit terbuka, menampilkan seorang wanita cantik yang datang seorang diri. Wanita itu berpenampilan kasual dengan celana jeans longgar dan juga kaos berwarna putih serta sepatu sneaker berwarna senada. Jangan lupakan ransel kecilnya itu. Ia juga membawa beberapa bingkisan dan juga buah-buahan.

Despina yang aberada di ruangan itu menatap wanita yang baru masuk itu. Wanita itu bertubuh mungil sama seperti Despina, dan jangan lupakan wajah wanita itu yang imut dan menggemaskan.

"Halo, Keyvandinya mana ya?" tanya wanita itu pada Despina yang sekrang sedang duduk bersandar dengan sanggahan kepala brankar dan bantal.

Despina menatap wanita itu dengan oandangan kagum, "Cantik," Gumam Despina tanpa sadar.

Wanita tadi tersenyum, "Terimakasih."

"Oh ya, Keyvandinya kemana ya?"

Despina tersadar dari lamunannya, kemudian ia membalas senyuman wanita itu, "Oh, maafkan aku, Kak Vandi sedang keluar sebentar, katanya ada yang ingin dibicarakan dengan dokter."

"Oh baiklah, kalau begitu aku akan menunggunya di sini, bolehkah?"

Despina menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan wanita itu. Setelahnya tidak ada pembicaraan diantara keduanya, wanita tadi sedang asik memainkan ponselnya, sedangkan Despina hanya sesekali melirik wanita tadi sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan siapa wanita yang sekarang ada di ruangan rawatnya itu.

Ceklek

Pintu ruangan rawat Despina terbuka kembali, menampilkan Keyvandi yang baru selesai saja menemui dokter.

"Loh sayang, kau sudah datang?" Tanya Keyvandi melihat wanita tadi, lelaki itu langsung menghampiri wanita tadi lalu mengecup puncak kepala wanita tadi.

Deg

Ada perasaan aneh di hari Despina mepihat adegan yang ada di depannya, entahlah, ia seperti merasa jika sebagian dari dalam dirinya tidak menerimanya.

"Kak Vandi, jangan seperti itu, aku sudah dewasa tau, nggak enak dilihat sama Despina."

Despina heran sendiri melihat wanita itu mengetahui namanya, ia ingin bertanya tidak mungkin, jadi ia memilih untuk diam dan memperhatikan keduanya. Despina heran, jika dilihat secara detail, Keyvandi dan eanuta itu memiliki kemiripan, bedanya Keyvandi adalah seorang lelaki sedangkan wanita itu adalah seorang wanita.

"Oh, sayang, maafkan aku melupakanmu. Keyvara, sini."

Ya, wanita itu adalah Keyvara, lelaki itu mengajak adik kembarnya itu untuk mendekat kepada Despina. "Despina, perkenalkan ini Keyvara Antares Eduardo."

"Halo, aku Keyvara, panggil saja Vara."

Despina yang melihat ukuran tangan dari keyvara itu dengan perasaan ragu juga ikut mengulurkan tangannya untuk membalas wanita itu.

"A-aku Despina Elara Fate, panggil saja Despina," Ujar gadis itu dengan sedikit gugup.

"Sayang, kenapa gugup, jangan gugup seperti ini, kau harus terbiasa dengan Vara, dia akan sering ada diantara kita," Ucap Keyvandi, lelaki itu mengusap lembut rambut Despina.

"Hah, apa tadi katanya? Harus terbiasa, dia pikir aku mau apa berbagi dengan wanita lain, lebih baik aku mundur saja, lagipula kenapa sih sudah punya kekasih tapi kok malah memaksa orang menjadi kekasihnya, dan memberi harapan padaku, huh, ternyata lelaki sama saja, aku telah salah mempercayainya." Batin Despina, ia merasa bodoh karena telah luluh dengan lelaji yang ada di depannya ini, jika tau seperti ini mungkin akan lebih baik dari awal dia menghindar dari Keyvandi, bukan seperti sekarang, keyvara malah dikenalkan dengan kekasih lelaki itu.

"Tap---"

Belum sempat Despina membalas ucapan Keyvandi secara langsung, ketiga manusia yang ada di ruangan itu di kejutkan dengan pintu ruangan Despina yang terbuka.

Disana seorang lelaki dengan menggendong seorang bayi perempuan yang masih berumur setahunan itu berjalan menuju ketiganya, Despina dibuat kebingungan lagi.

"Sayang, aku mencarimu astaga, untung saja Keyvandi mengatakan jika kau ada di sini."

Keyvara menatap lelaki yang baru datang dengan bayi perempuan cantik itu, lalu keyvara pun mengambil alih bayi perempuan tadi. "Baby, maafkan Mommy ya meninggalkanmu, apa Daddymu mengganggumu?"

Cup

Kecupan singkat itu mendarat di pipi siera, bayi perempuan cantik itu.

"Oh ya, Despina, perkenalkan ini Sean, dia adalah suamiku."

"Suami!?"

Keyvara menatap heran kearah Despina yang seperti terkejut itu. "I-iya, kenapa?"

Despina merasa malu sekarang, ternyata ia sudah salah sangka dengan Keyvandi, "Maafkan aku."

Keyvara tersenyum, "Oh aku mengerti, sepertinya kau mengira aku ini adalah kekasih Keyvandi bukan?"

Dengan ragu Despina menganggukkan kepalanya, gadis itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maafkan aku," Ujarnya sekali lagi.

"Hei sayang, tenanglah, aku tidak mungkin memiliki wanita lain, aku hanya menyukaimu."

Despina yang mendapat ucapan seperti itu dari Keyvandi seketika wajahnya memanas.

"Tenanglah Despina, kakakku ini sangat tulus padamu, dan juga biar kuberitahu, kakakku tidak pernah menyukai gadis lain, dan juga hanya kau yang berhasil menjadi kekasihnya."

Mendengar kalimat yang keluar dari mulut keyvara itu membuat Despina makin merasa malu, ingin rasanya ia berlari dari sana dan bersembunyi di balik kantung plastik. Malunya.

Keyvandi terkekeh, "Keyvara ini kembaranku, lebih tepatnya adik kembarku, dan ini om Sean suaminya, sedangkan ini, bayi cantik ini Siera, anak Keyvara dan merupakan keponakanku satu-satunya," Jelas Keyvandi pada Despina agar gadis itu tidak salah paham lagi.

"Maafkan aku kak, aku tidak tahu."

Keyvandi tersenyum, "Tidak masalah sayang, aku memanggil mereka kemari karena kebetulan keponakanku ini selalu mencari unclenya yang tampan ini, jadi sekaligus aku ingin mengenalkan mereka padamu."

Keyvandi mengambil alih menggendong Siera, lelaki itu kemudian duduk di pinggiran brankar rumah sakit yang ditempati oleh Despina.

"Aku melihat Kak Cara masih seperti seumuranku, untuk itu aku mengira jika kak Vara adalah kekasih kak Vandi."

"Hei, hanya kau yang berhasil menaklukkannya, kak Vandi itu memang terlalu friendly pada siapapun, baik pada wanita maupun pria, tapi percayalah, hanya kau yang berhasil meluluhkannya, kau sangat hebat Despina."

"Benar, kau sangat hebat Despina,"

Despina memegang pipinya yang memanas mendengar ucapan-ucapan yang keluar dari mulut orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.

"Hei, sudahlah, sepertinya kekasihku ini sudah sangat malu, kalian ini suka sekali menggodanya, lihatlah wajahnya sudah semeraha tomat." Bela Keyvandi tapi diselipkan dengan nada menghoda juga.

"Wahh, sepertinya Siera keponakan Uncle ini juga ikut tertawa ya, apakah kau mengerti perkataan kami baby?" Keyvandipun mencubit gemas pipi Siera.

"Oh ya Despina, di keluargaku kau tidak hanya akan menemui Cara, Siera, dan juga Om Sean."

"Vandi, aku ini adik iparmu, kenapa kau masih saja memanggilku Om?"

"Memang kau om om, aku juga heran kenapa Keyvara kecantol sama om Sean." Nahkan, keluar bahasa hujatannya si Keyvandi.

Sean hanya menghela napasnya pelan, sepertinya akan susah jika melawan Keyvandi, karena Keyvandi adalah saudara istrinya yang paling menyebalkan, jika Keyvando hanya berwajah datar dan minim ekspresi. Berbeda dengan Keyvandi yang punya beragam ekspresi, karena jika orang bertanya padanya satu kata maka Keyvandi akan membalasnya berkalimat-kalimat.

"Terserah kau saja."

Keyvandi tertawa mengejek, kemudian itu meneruskan ucapannya. "Sayang, di keluargaku juga ada Mami Keana yang merupakan wanita paling canti di keluargaku, ia adalah ibuku, Daddy Kelvin, ia adalah ayah kami, Bang Keyvando, kembaran kami juga, Abang pertama kamilah istilahnya meskipun kembar, dan terakhir ada si bungsu Kael."

Despina mendengar penjelasan Keyvandi merasa takjub, ternyata lelaki yang ada di hadapannya itu memiliki keluarga cemara, sangat berbanding terbalik dengannya. Sekali lagi, apakah ia pantas untuk Keyvandi? Itu pertanyaan yang selalu muncul di benaknya.

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!