The Queen of Mafia Love Stories
Sebuah kisah yang menceritakan tentang pembalasan dendam seorang gadis cantik untuk Mommy nya yang mengalami koma selama bertahun tahun yang membuat nya tidak bisa tinggal bersama orang tua kandung nya.
Yang akhirnya jatuh cinta pada sosok lelaki yang ternyata adalah putra dari orang yang menyebabkan Mommy nya koma.
Seperti apa kelanjutan nya?apakah mereka akan bersatu atau gadis itu akan bersama lelaki lain?atau apa Mommy nya bisa sembuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14
"Aa kemana aja ko ga latihan - latihan" tanya Dini yang sudah turun dari gendongan laki - laki itu.
"Hmmm aa ada sedikit urusan yang harus di selesain dulu jadi aa ga sempet kesini deh" jawab nya.
Laki - laki itu setengah berlutut di hadapan Dinni dan bertanya dengan berbisik di telinga Dinni.
"Nenk siapa itu" tanya nya sambil menunjuk ke arah Mell dan Yunira.
"Ooh itu kak Mell dan Kak Yunira, mereka baru mau ikut latihan malam ini a" jawab Dinni membuat laki - laki itu mengangguk.
"Ayo a Dinni kenalin" ucap Dinni yang langsung menarik tangan laki - laki itu.
"Kakak" panggil Dinni yang sambil menyentuh lengan Mell membuat sang empunya lengan menoleh ke arah nya.
"Eeeehh Dinni kok maen tarik - tarik aja sih" ucap laki - laki itu, sedangkan yang satu lagi hanya mengikuti dari belakang.
"Abisan aa lama sih jalan nya kaya siputt" ucap Dinni sambil menjulirkan lidah nya lalu tertawa.
"Kakak kenalin ini aa aku dan aa kenalin ini kak Mell dan yang yang ini kak Yunira" ucap Dinni menunjuk Mell dan Yunira bergantian.
Mell tersenyum melihat tingkat polos Dinni, dan mengulurkan tangan nya.
"Hallo saya Mell dan yang ini Yunira adik saya" ucap Mell memperkenalkan diri, dan di balas anggukan oleh Yunira.
"Aah iya saya Surya dan ini saudara saya Rizki" ucap laki - laki itu yang di ketahui bernama surya dan langsung menjabat tangan Mell.
"Aah iya senang bertemu dengan anda, semoga kita bisa saling membantu di sini" ucal Mell yang sedikit canggung sedangkan Yunira masih fokus memperhatikan latihan anak - anak lain yang sedang berlatih dengan sangat lincah walau usia mereka masih sangat muda.
"Hhehe gausah terlalu formal nenk, panggil aja aa" ucap Surya yang menyadari kecanggungan Mell.
"Ayo mulai latihan, eh tapi sebelum nya kalian pemanasan dulu yah biar mengurangi resiko cidera" nasehat a Surya di balas anggukan oleh mereka.
Ketika sedang melakukan pemanasan Mell dan Yunira terkejut dengan keadaan sekitar yang tiba - tiba melihat semua orang keluar dari ruangan khusus dan memegang senjata tajam.
"Kak.." panggil Yunira.
"Kira - kira ada apa yah ko mereka bawa senjata sih" lanjut nya.
"Aku juga gatau" jawab Mell.
Lalu mereka berjalan menghampiri Surya dan Rizki, pria yang tadi baru saja ia kenal.
"Ada apa ini a" tanya Mell.
"Oh ini kita mau ada sedikit atraksi" jawab a Surya.
"Atrakri maksud nya" tanya Yunira bingung.
"Iya kita mau ada latihan atraksi Debus nenk" jawab a Rizki.
"DEBUSS..!!!" jawab kedua nya bersamaan dan sedikit berteriak, dan membuat semua orang melihat mereka.
"Nenk emang belum pernah maen Debus" tanya a Rizki.
"Jangan kan maen, liat nya aja kita belum pernah kita cuma pernah dengar - denger aja sedikit dari temen" jawab Mell jujur.
"Tapi kalian ngertikan debus itu apa" tanya a Surya, dan di balas gelengan kompak oleh kakak beradik itu.
"Apa kalian punya fobia atau trauma tertentu kalo liat kekerasan" tanya nya lagi.
"Nggak aku cuma jijik liat beberapa binatang aja" ucap Yunira.
"Kalo nenk" tanya nya lagi menunjuk pada Mell, dengan penuh keraguan akhirnya Mell menjawab.
"Eng..e..enggak a" jawab nya ragu.
"Nenk yakin" tanya nya meyakinkan karna melihat keraguan dari cara bicara gadis ini, tapi Mell ingin sekali melihat atrakti ini jadi terpaksa berbohong.
"Ii..iya a" jawab nya lalu tersenyum.
"Astaga kenapa harus senyum semanis ini sih nenk" batin Surya.