Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!
Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.
Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.
Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?
Enjoy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Mengaku Juga
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
****
"WOI...!!! cieeee asik bener berduaan." ucap Rani sambil menuruni tangga.
"Eh Rani, kaya penampakan aja pake ngagetin lagi hehehe." ucap Rendi
"Sial lo! emang gue hantu apa." sahut rani dengan bibir maju kedepan.
"Biasa aja kali tuh bibir, kalah deh pacarnya Donal bebek sama elo hahaha." Rendi meledek Rani.
"Au amat lah, eh Ca gue balik ya gue mau ngampus, elo istirahat aja ya, ntar gue ijinin ke Pak Wahyu." ucap Rani sembari berjalan keluar kearah depan.
"Tunggu Ran, dianter Rendi aja sekalian dia mau pulang, ya Ren..." ucap Caca melirik kearah Rendi.
"Lah kok dianter sama gue kan gue masih mau... "
"Udah sana sekalian kan mau ke rumah sakit jagain nyokap." potong Caca sembari tersenyum.
Aaahhh manisnya senyum Lo Ca pengen gue cubit - cubit gemes itu pipi lo sambil gue ciumin, eh Astagfirullah... batin Rendi.
Rendi tak bisa lagi menolak perintah Caca.
"Gak usah deh, gue pulang sendiri aja sekalian jogging Ca." ucap Rani.
"Idih jogginh sih siang bolong, udah sana ikut Rendi." Caca mendorong Rani kearah mobil Rendi.
"Ayo Ran, gue anter, masuk gih !" perintah Rendi pelan.
Rani memeluk Caca sebelum pergi.
"Nanti telpon gue ya kalo elo bosen di rumah." ucap Rani
"Sip Bosque." ucap Caca membalas pelukan Rani dengan erat.
"Ih so sweet mau dong gue ada ditengah kalian peluk peluk gitu." Ucap Rendi sambil memeragakan seolah - olah sedang memeluk.
Rani dan Caca kompak membuat kepalan tangan seperti hendak meninju ke arah Rendi sambil tertawa.
*** Di Mobil Rendi ***
"Ehm Ehm" Rendi pura-pura batuk berusaha memecah keheningan antara dia dan Rani.
"Batuk pak haji, minum baygon." ucap Rani meniru logat iklan obat batuk yang hits kala itu.
"Hahaha dasar loh, eh Ran gue mau ngomong boleh gak?" tanya Rendi
"Lah barusan elo ngomong sih emang tadi apaan baca puisi?" jawab Rani meledek Rendi.
"Apaan sih gue serius nih, gue mau tanya tanya sama elo." jawab Rendi
"Ah gue tau Lo mau tanya apa, tanyain soal Caca kan?" tebak Rani
"Ketebak banget yak gue. Duh jadi malu nih hehehehe." ucap Rendi malu-malu.
"Ehmmm Caca udah punya pacar belom, Ran?" tanyanya
"Waaahhh suka nih anak sama Caca, iya kan elo suka sama Caca?" tanya Rani sambil menunjuk kearah Rendi.
"Gak usah nunjuk-nunjuk juga kali." Rendi menepis tunjukan tangan Rani.
"Iya gue suka sama Caca dari pertama ketemu hati gue berasa naik roller coaster deg degan gitu, tiap hari muka dia Mulu lewat dipikiran gue." jawab Rendi
"Kang somay kali ah lewat mulu tiap hari." tawa Rani meledek.
"Eh bentar, bukannya elo udah punya pacar waktu itu peluk-peluk di galeri?" tanya Rani.
"Yang mana ya Ran?" ucap Rendi sambil berpikir keras.
"Wuih pake tanya yang mana, cewek elo banyak kali ya ckckkckc." ucap Rani.
"Sembarangan gue jomblo nih belom punya pacar, baru sama Caca doang gue ngerasa deg degan Ran, suer deh." ucap Rendi.
Setelah berpikir keras mengingat perempuan yang mana yang ia temui waktu di galeri akhirnya Rendi ingat.
"Oh iya ya gue inget, itu Nayla temen kecil gue yang datang ke galeri rambutnya panjang kan? dia baru dateng dari Australi, sekarang orangnya udah balik lagi sih kuliah disana." jawab Rendi
"STOP...!!!" sentak Rani mengagetkan sampai Rendi ngerem mendadak.
"Ada apaan sih Ran, elo ngagetin aja tau." pekik Rendi.
"Hehehe sorry Ren, rumah gue kelewatan tuh yang warna biru itu." ucap Rani sambil menunjuk kebelakang.
"Ooooo rumah Lo yang itu." ucap Rendi.
"Oh iya makasih ya udah anterin." ucap Rani
"Yah Ran pertanyaan gue belom dijawab soal Caca." tanya Rendi memelas.
"Hahahah Caca belom punya pacar, sama sekali belom pernah pacaran, gak boleh sembarangan orang yang bisa gue ijinin jadi pacarnya oke!" jawab Rani
"Emang gue jajanan depan SD sembarangan apa, gak layak apa buat Caca?" tanya Rendi agak dengan nada mulai kesal.
Rani membuka pintu mobil namun sebelum dia menutupnya dia menoleh ke Rendi.
"Ren, jangan ge er ya, tapi cuma elo cowok yang dia save nomernya di hapenya, cowok lainnya biasanya dia cuekin gak pernah Lho dia save, oke bye makasih ya by the way."
ucap Rani menutup pintu melambai ke Rendi dan masuk halaman rumahnya.
"Ran, tunggu... yah dia masuk."
ucap Rendi. Namun hatinya sangat senang sekali, pasalnya omongan Rani barusan memberi cahaya terang yang meyakinkan Rendi untuk maju meraih Caca.
Rendi melajukan mobilnya sambil bersenandung riang dengan iringan musik Linkin Park di radio mobilnya.
Terlihat mobil Rendi sudah melaju di kejauhan, Rani menoleh ke arah mobil tersebut.
"Gue beneran nih udah gak ada harapan ya Ren? huffftt realistis dikit Ran, Caca juga berhak bahagia, mereka berhak bahagia gue gak boleh egois."
gumamnya.
***
bersambung...
Caca rendi saudara😱😱