Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.
Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.
suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.
"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Hadiah
"Apa yang mau kamu sampaikan, Apa kamu tidak lihat kami sedang apa?"
Kata seorang Dosen yang tidak suka dengan kedatangan Mahasiswa itu.
"Saya mau memperlihatkan ini Pak."
Sambil berjalan menuju ke arah Pak Rektor dan memperlihatkan Video di Kamera nya. Setelah mengetahui semua isi percakapan dalam Video.Pak Rektor memanggil salah satu Dosen.
"Pak Rizal' Tolong Bapak cepat urus masalah ini, Saya harap masalah ini cepat di selesai kan hari ini juga. Jangan sampai masalah ini menyebar keluar Kampus."
"Jadi untuk para pelaku di berikan tindakan yang tegas biar menjadi contoh untuk Mahasiswa yang lain."
"Baik Pak' Saya permisi dulu."
"Silahkan Pak Rizal."
"Untuk para Dosen yang ada di sini. Silahkan lanjutkan aktifitas nya lagi. Bagi yang punya jadwal di Kelas, Saya harap agar memberitahu kan kepada Mahasiswa bahwa, Kejadian tadi di Aula hanya lah jebakan untuk Rena dan sekalian di umumkan."
Para Dosen pun segera membubarkan diri. Tidak lupa mereka mengucapkan Terima kasih kepada Mahasiswa yang telah memberikan rekaman video kejahatan yang di lakukan Vita, Bram dan Aldi.
Vita, Bram,Aldi dan juga pacar nya di berikan sangsi tegas dari pihak kampus, mereka bertiga di beri surat pindah atas perintah dari Pak Rektor.
***
Rena baru sadarkan diri. Sinta dan Dewi langsung memeluk nya. Sambil menangis Rena mengatakan.
"Barang itu bukan punya ku. Aku tidak tahu kenapa barang nya bisa ada di situ."
Rena terus saja menangis.
Dewi dan Sinta masih berusaha menenangkan Rena,
Kemudian Sinta berbicara.
"Kamu jangan menangis lagi ya Ren' Orang yang menjebak kamu sudah ketahuan dan mereka sudah di keluarkan dari Kampus. Kamu jangan pingsan lagi kayak tadi aku dan Dewi jadi takut."
Sinta dan Dewi pun ikut - ikutan menangis karena takut Rena pingsan lagi.
***
"Assalamu'alaikum Bang."
"Waalaikum'salam! Ada apa cal." Kata awan.
"Bang ternyata Wanita yang Abang cari - cari itu kuliah di sini juga Bang."
"Kamu yakin cal."
"Yakin Bang."
Ical pun menceritakan kejadian yang menimpa Rena tadi di Aula. Dia sendiri kaget ketika melihat Rena tadi dan dia baru sadar kalau Wanita bercadar yang selama ini di cari - cari Awan ternyata satu Kampus dengan dia, Hanya beda Fakultas saja.
"Makasih atas info cal."
"Sama - sama Bang! Malahan aku yang harus berterima kasih sama Abang. Kalau bukan karena uang yang Abang kasih kemarin, Aku belum bisa bayar semester sampai hari ini Bang."
"Itu memang sudah Rezeki kamu Cal." Aku minta bantuan kamu lagi nih Cal."
"Bisa Bang! Kasih tahu saja."
"Begini Cal! Supaya kamu tidak mikirin uang semester lagi, Bagaimana kalau kamu jagain Rena di Kampus. Kalau perlu cari satu lagi yang teman satu Fakultas nya Rena. Soalnya habis kamu cerita tadi, Aku jadi lebih khawatir."
"Jagain nya bagaikan Bang."
"Begini! Tiap kali kamu punya waktu. Kamu sering-sering lihat Rena. Kamu kan beda Fakultas dengan Rena, Makanya tadi aku bilang cari yang
satu Fakultas dengan Rena biar lebih aman. Tapi jangan sampai ada yang tahu. Bagaimana bisa tidak."
"Aku baru paham Bang. Kalau itu bisa Bang' Nanti aku cari yang satu Kelas sama Rena."
"Makasih ya cal' Nanti tiap bulan aku transfer ke Rekening kalian masing-masing."
"Oke Abang ku."
Kata Ical dengan penuh semangat, Bagaimana tidak senang, Dia hanya perlu memastikan Rena aman di Kampus tapi dapat uang tiap bulan.
***
Di Kantor Awan tampak bersedih dengan apa yang menimpa Rena. Ingin rasanya dia menemuinya, Namun tidak bisa karena dia bukan siapa-siapa nya Rena.
Raut wajahnya kembali ceria ketika terpikirkan sesuatu.
"Tidak akan ku biarkan kamu bersedih Rena. Akan ku tutupi kesedihan di Hatimu itu. Semoga kamu bisa lupa akan masalah yang kamu dapat hari ini."
Kata Awan dalam Hati.
Dia pun bersiap untuk pulang, Ada sesuatu yang ingin dia lakukan.
***
Waktu menunjukkan pukul 4 Sore. Rena yang sudah pulih dari kondisi nya tadi. Sudah keluar dari UKS, Dia di temani kedua sahabat nya. Teman - teman Fakultas mereka pun sudah menunggu di luar, Mereka datang untuk menghibur Rena.
"Kita pulang saja ya Ren' Kan mata kuliah hari ini sudah selesai, Nanti aku traktir di tempat makan waktu itu."
Kata Sinta yang berusaha menghibur Rena.
"Mau ya Ren' Jangan langsung pulang dulu ya...Tambah Dewi yang juga ikut membantu menghibur.
Rena hanya mengiyakan permintaan kedua sahabat nya.
" Terima kasih ya...Kalian sudah mau jadi sahabat aku sampai saat ini. Aku beruntung bisa punya sahabat seperti kalian. Tapi tolong jangan kasih tahu Abi tentang apa yang menimpa ku tadi."
"Janji." Kata Sinta dan Dewi serentak.
Mereka bertiga pun keluar dari Kelas menuju parkiran Mobil Sinta. Di tengah jalan Pak Vikal datang menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam." Jawab mereka bertiga.
"Kamu sudah tidak apa - apa Ren?" Tanya Vikal khawatir.
"Alhamdulillah sudah Pak." Jawab Rena.
"Syukur lah kamu tidak apa - apa. Aku sempat khawatir tadi mendengar masalah yang menimpa kamu. Untung nya ada yang memberikan video Orang yang sudah menjebak kamu."
"Kalau boleh saya tahu, Siapa orang yang sudah menolong saya Pak? Sekalian saya mau mengucapkan terima kasih." Kata Rena.
"Maaf saya tidak bisa memberi tahu nama Mahasiswa yang sudah membantu kamu. Karena itu permintaan nya, Dia takut nanti di incar oleh mereka bertiga."
Kata Vikal berusaha menjelaskan.
"Nanti tolong Bapak sampaikan ucapan terima kasih dari saya. Karena dia sudah mau menyelamatkan saya dari Fitnah. Kalau begitu kami permisi dulu Pak! Sekali lagi terima kasih." Kata Rena.
"Iya pasti saya sampaikan. Kalian hati - hati di jalan ya... "
"Iya Pak." Jawab Dewi dan Santi.
Di dalam Mobil Dewi pun berkata,
"Pak Vikal perhatian sekali sama kamu ya Ren'
Padahal kalian itu cocok kalau jadian."
Dewi berusaha menghibur Rena dengan Candaannya.
"Kamu bisa saja Dew."
Kata Rena yang sudah mulai terhibur. Mereka pun telah sampai di parkiran Rumah Makan, Yang waktu itu datang bersama Mama nya Sinta.
***
Persiapan Awan sudah selesai. Dia memandangi Hadiah yang akan dia berikan kepada Rena. Hadiah itu sudah terbungkus rapi. Kebetulan karyawan nya yang membantu membungkus serta menghiasi Hadiah yang akan dia berikan kepada Rena. Sambil menunggu kabar dari ical, Awan memikirkan cara bagaimana dia memberikan Hadiah itu.
"Apa aku minta bantuan Dawa saja ya." Kata Awan dalam Hati.
Ponsel Awan tiba - tiba berdering.
"Halo Bang."
"Bagaimana Cal' Apa Rena sudah pulang?"
"Sudah Bang' 15 menit yang lalu. Dia pulang sama sahabat nya. Kayaknya mereka yang akan mengantar Rena pulang."
"Kok cepat sekali pulang nya. Terus kenapa baru sekarang kamu kasih kabarnya."
"Maaf Bang! Aku habis pulsa, Ini baru di isi."
"Oke Oke terima kasih ya Cal."
"Oke Bang! Sama-sama."
Telpon di tutup.
"Bagaimana aku mau kasih ke Rena ya....Rencana nya kan, Sebelum dia pulang Hadiah sudah harus sampai duluan. Kalau aku antar sekarang terus dia ada di sana bisa - bisa Rena tahu kalau aku yang kasih."
Awan tidak ingin Rena tahu kalau dia yang sudah mengembalikan laptopnya. dia pun keluar sambil memikirkan langkah selanjutnya di jalan. Baru saja dia akan membuka pintu. Rena, Santi dan Dewi sudah lebih membukakan pintu.
Mereka bertiga pun kaget karena Awan berdiri tepat di depan mereka yang sedang memegang kado berbalut pita warna Hijau.
Tidak ada satu pun di antara mereka yang bergerak. Begitu pun dengan Rena yang kaget dengan Awan yang berdiri di depan mereka. Entah mengapa Rena tidak membuang pandangan nya, Dia masih menatap Awan yang sudah berkeringat dingin.
Awan yang saat itu sudah terlihat seperti patung akhir nya bisa membuka suaranya.
"Rena' Sebelumnya aku minta maaf. Kalau aku sudah bersikap tidak sopan. Aku hanya mau memberikan kamu Hadiah ini. Dan aku harap kamu mau menerima nya." Kata Awan sambil memberikan kado itu kepada Rena.
Rena kaget begitu pun dengan kedua sahabatnya.
tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan
kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
banyak kejutan" dari masing"tokoh tentang jati dirinya
pokok nya keren alur ceritanya