NovelToon NovelToon
Bunga Yang Menyembuhkan

Bunga Yang Menyembuhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Duda
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'

Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.

Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.

Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.

Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?

..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.

Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta cerai

'Zahra, maafkan aku yang sudah sangat menyakiti kamu. Aku juga tidak menginginkan hal seperti ini terjadi. Tolong beri aku kesempatan menjadi istri Aditya. Aku tau kamu perempuan yang baik. Aku yakin kamu tidak akan membiarkan anak ini kehilangan sosok ayahnya,' tulis Nadia dalam pesannya kemudian mengirimkannya pada Zahra. Ia mengerti jika Zahra selalu menggunakan hatinya, jadi ia berharap agar Zahra meminta pada Aditya untuk menerimanya menggunakan nama anak yang dikandungnya.

..

Zahra membaca pesan yang dikirim oleh Nadia. Hatinya terasa sakit ketika perempuan itu memintanya untuk berbagi suami.

"Keputusan ku sudah benar. Aku tidak akan akan sanggup untuk berbagi setiap harinya. Tapi aku mencintai Mas Aditya," tangisnya seorang diri.

Ia menangis sampai tertidur dan bangun keesokan harinya ketika mendengar adzan subuh.

Lagi-lagi ia menangis meminta agar dikuatkan hatinya ketika nanti harus melepaskan Aditya.

Zahra menemui orang tuanya sebelum bertemu dengan Aditya. Ia ingin mendengar nasehat dari keduanya sekali lagi.

"Apa Zahra egois jika meminta perceraian ?" tanya Zahra menatap kedua orang tuanya satu-persatu.

Papa Yusuf menarik nafasnya panjang. Tidak pernah ia bayangkan salah satu anaknya atau keduanya akan menjadi janda di usia muda.

"Papa dan Mama menyerahkan segalanya sama kamu, Za. Kamu sudah tau semua konsekuensi dari pilihan kamu itu kan ?" tanya Papa Yusuf.

"Iya, Pa. Zahra hanya perempuan biasa yang bisa egois. Zahra ingin serakah memiliki Mas Aditya seorang diri. Tapi rasanya sekarang tidak mungkin. Zahra tidak mau membuang-buang waktu untuk mengemis perhatian dari Mas Aditya nantinya. Jadi Zahra memilih selesai menjadi istrinya," kata Zahra dengan meneteskan air mata.

Ucapannya terdengar tegar, namun dalam hatinya seperti tercabik-cabik. Cintanya pada Aditya masih setinggi gunung. Namun puncaknya sudah tertutup badai dan ia tidak mau terseret.

"Mama akan temani kamu bertemu dengan Aditya," kata Mama Febi. Zahra mengangguk. Ia setuju. Ia butuh seseorang yang bisa menguatkannya nanti.

Mereka sudah membuat janji di sebuah restoran dan Aditya mengatakan sudah melakukan reservasi. Zahra hanya tinggal menyebutkan nama Aditya saja.

..

"Tidak, sayang. Aku mohon jangan meminta perceraian. Demi Tuhan aku tidak berniat mengkhianati kamu," tangis Aditya setelah Zahra mengutarakan keinginannya.

"Maaf, Mas. Tapi aku tidak mau di madu. Aku tidak mau menjalani hidup bersama perempuan lain yang bergelar istrimu yang lain. Lagi pula sekarang dia sedang hamil dan kamu akan memiliki seorang anak. Kamu akan lebih bahagia bersamanya," kata Zahra menahan sesak yang luar biasa dalam hatinya.

Ia bicara seperti itu bukan karena terpengaruh pesan dari Nadia. Melainkan ia ingin meringankan hatinya sendiri.

"Jangan bicara seperti itu, sayang. Aku menyesal. Aku benar-benar menyesal," kata Aditya.

"Kamu menyesal karena ketahuan, Mas. Bukan menyesal karena sudah tidur dan menikahi Nadia," ujar Zahra. Kini ia berani menatap mata Aditya. Ada kemarahan yang tersimpan disana.

Aditya membeku. Sedikit membenarkan ucapan Zahra meskipun kepalanya menggeleng pelan. Mungkin benar, ia akan tetap merahasiakan pernikahan nya dengan Nadia jika Zahra tidak mengetahuinya.

"Aku hanya ingin kamu tau. Aku juga menginginkan anak, Mas. Sangat menginginkannya. Tapi aku memang belum diberikan kesempatan untuk mengandung. Dan selamat, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah," ucap Zahra sembari mengurai sesak dalam dadanya.

Aditya menggeleng. Ia tidak tau harus bicara apa lagi. Permintaan perceraian dari Zahra benar-benar membuat kepalanya buntu.

"Kalau kamu tidak mau menceraikan ku, biar aku yang menggugat kamu. Kita akan bertemu di pengadilan," kata Zahra kemudian berdiri dan meninggalkan Aditya.

Aditya mencegah kepergian Zahra namun berkali-kali di tepis oleh Zahra. Ia harus kuat. Ia harus bisa melangkah meninggalkan luka yang diciptakan oleh pria ini.

Mama Febi bangkit dari sofa saat melihat Zahra keluar dari ruang privat dengan deraian air mata. Dipeluknya putrinya tersebut.

"Mama tau Zahra kuat," bisik Mama Febi.

..

Aditya pulang ke rumah dalam keadaan hancur. Dari pertama kali masuk ia sudah membanting barang-barang. Mulai vas bunga, lampu hias hingga guci pajangan tidak luput dari amukannya.

"Zahra...." teriaknya menggema diseluruh penjuru rumah.

Nadia yang berada di dalam kamar segera keluar melihat apa yang terjadi. Matanya membola melihat Aditya yang duduk bersandar pada sofa dengan tangisnya yang terdengar pilu.

"Mas Aditya, kamu kenapa ?" Nadia menghampiri Aditya dan ikut duduk di lantai. Tangannya menyentuh tangan Aditya tapi segera di tepis oleh Aditya.

"Jangan menyentuhku, Nadia. Aku sudah pernah bilang kan ? apa kamu tidak dengar ?" bentak Aditya yang mengejutkan hati Nadia.

"Kamu kenapa malah marah ke aku ?" tanya Nadia mulai menangis. Ia terkejut dengan perlakuan kasar Aditya.

"Jangan mendekati ku. Aku sudah bilang kan sama kamu," bentaknya Aditya lagi. Sekarang ini ia tidak bisa mengendalikan emosinya dan butuh pelampiasan. Padahal saat bersama Zahra sekalipun ia tidak pernah berkata dengan nada tinggi pada Zahra.

"Apa sebenarnya yang terjadi sama kamu, Mas ? Kamu marah ke siapa sampai melampiaskannya ke aku. Aku salah apa ? tega kamu," teriak Nadia. Hatinya tidak terima dengan perlakuan Aditya.

"Kamu tidak salah. Aku yang salah. Aku yang salah karena menghamili kamu dan aku yang salah karena menjadi suami yang sudah menyakiti Zahra," teriak Aditya. Kepalanya terasa ingin pecah.

"Kamu menyesal menikahi aku ?" tanya Nadia terbata.

"Tentu saja. Aku tidak mencintai kamu. Yang aku cintai adalah Zahra istriku. Aku menikahi kamu hanya karena aku merasa bertanggung jawab, Nadia" kata Aditya melemah namun justru terasa menyakitkan bagi Nadia.

Nadia menghapus air matanya kemudian berdiri. Perlahan ia meninggalkan Aditya yang tenggelam dalam rasa bersalahnya. Entah bersalah padanya atau pada Zahra.

'Kami bukannya tidak mencintaiku, Aditya. Kamu hanya belum mencintaiku. Dan aku pastikan tidak lama lagi kamu akan mencintai ku,' gumam Nadia sambil melangkah pergi.

"Zahra, maafkan aku..." kata Aditya dengan suaranya yang parau karena terlalu banyak menangis.

Tidak bisa ia bayangkan bagaimana hidupnya selanjutnya jika berpisah dari Zahra. Zahra adalah cahaya yang menuntunnya untuk pulang. Zahra adalah pusat kerinduan saat ia berada di luar rumah.

Banyak sekali impian dan harapan yang sudah ia susun bersama dengan Zahra. Sangat banyak.

Tidak pernah sekalipun Aditya bertanya pada Zahra mengapa tidak kunjung hamil. Karena Aditya menyadari jika itu memang belum rezeki keduanya.

Aditya masih tergugu mengingat tatapan Zahra yang penuh dengan kemarahan yang terpendam. Ia belum pernah melihat kesedihan Zahra dalam pernikahan mereka.

"Apa aku tidak layak untuk kamu lagi, Zahra ?" gumam Aditya.

Ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan Zahra. Membuka lemari dan mengambil salah satu pakaian Zahra. Ia baringkan pakaian itu diatas ranjang kemudian memeluknya erat seakan itu adalah Zahra.

"Aku rindu kamu, Zahra. Sangat rindu," ucapnya terus menerus sampai ia memejamkan mata tanpa sadar.

...

Othor minta dukungannya ya teman-teman kalau suka dengan karya ini..

Tinggalkan jejak jangan dibaca saja. Othor nangis nanti🥴

1
Yeni Astriani
nadia dapat suaminya dgn cara merampas kebahagiaan wanita lain, menikah di atas penderitaan wanita lain ya rumah tangganya tidak akan bahagia sekuat apapun dia mempertahankan nya
kalea rizuky
jodoh nya duda gpp zahra dpet sepaket
Gustinur Arofah
𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚙𝚒😚😚😚
rose lilian
semoga aja zafira dan zahra nanti nikah bisa dapat anak kembar 🙏🙏
rose lilian
siapa ya jodoh Zafira udah ada Hilal nya belum nih?
Yeni Astriani: jodohnya Zafira sepertinya asistennya Zafran
total 1 replies
rose lilian
kalau boleh request semoga aja zafira dan zahra dapat jodoh nya baik enggak nyakitin , dan dapat jodohnya mungkin bisa adek Kaka jadi satu rumah nyaman tenang ramai.
shenina 🍒
Hhhmmm calon mama sambung Elio.. nama aja mirip.. jodoh euy 🤭
yuqana
ditunggu up nya kak🥰🥰🥰
olyv
sudah aku vote ya kak smngt up nya 🤩💪
shenina 🍒
Thor slamat tahun baruuuuu 😘
penasaran siapa itu.. smngt up ny Thor
Aida: Selamat tahun baru juga kakak sayang...😍😍
total 1 replies
shenina 🍒
menyedihkan kau nadia, kamu hanya di jadikan pajangan oleh aditya
Panda
cuma info covernya dari komik BL cina

sempet kirain genre BL novelnya gegara cover ternyata bukan hehehe

Semangat thor 💪
Panda: iya kak dari heaven blessing official, itu tangannya Xie Lian sama hua Cheng/ San Lang

kupu kupunya itu ikoniknya si San Lang kak aku juga punya soalnya dan nonton sama baca filmnya hehe
total 2 replies
Yeni Astriani
wahhhh jodohnya Zahra sudah muncul nihhh☺☺🥰
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
Yeni Astriani
lama terbongkar juga kedok busuk mu dan aku yakin anak yg dikandung nadia bukan anaknya aditya
Gustinur Arofah
lanjutttttt🤗🤗🤗
Gustinur Arofah
😭
Gustinur Arofah
semangat othor💪
Gustinur Arofah
ceritanya menarik, semangat berkarya thor
Gustinur Arofah
aku mampir thor, nih ku kasih kopi, bunga dan vote biar semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!