Hi ☺️
Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"
Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫
Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.
Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Keesokan harinya
Hari ini langit nampak kelihatan cerah sesuai dengan hati Sinta yang sedang berbunga-bunga karena sudah sah menjadi Nyonya Riko Dewata.
"Hoam" Sinta menguap sambil mengucek-ngucek matanya, tangan Sinta menggerayangi tempat tidur di sebelahnya. Sinta nampak terkejut ketika dia tidak memiliki Riko di samping tempat tidur.
"Astaga. Apa Mas Riko semalam tidak kembali ke hotel ini iya? Gumam Sinta
Sinta beranjak bangun dan pergi ke kamar mandi untuk melihat apakah Mas Riko berada di dalam atau tidak.
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu kamar mandi di ketuk
"Mas" Sinta memanggil Riko
"Mas" Panggilnya
"Apa kamu di dalam sana? Tanya Sinta
"Kok gak nyaut sih" Jawab Sinta
"Ada orang nya tidak? Ah... Sudah lah aku buka saja"
"Ckelek Krekkk" Suara pintu terbuka
Sinta masuk ke dalam kamar mandi, Sinta melihat ke adaan sekitar. Ternyata benar Riko semalam tidak balik ke hotel.
"Mas kamu di mana sih?
"Tega banget kamu ninggalin aku di hotel sendirian.
"Sial... Sial... Sial..." Teriak Sinta
Aku bakalan buat kamu jatuh cinta sama aku Mas. Aku pastikan kamu akan bertekuk lutut di hadapan ku karena kamu sudah menyia-nyiakan perempuan secantik dan seseksi kayak aku gini.
"Hahaha" Sinta tertawa terbahak-bahak
Aku harus menelepon Mas Riko.
Mana ponselku?
Sinta mengacak-ngacak tas miliknya.
"Nah... Ini dia ponselnya susah banget di carinya" Gerutu Sinta
"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Riko berdering
"Ah... Siapa sih yang ganggu pagi-pagi gini" Ucap Riko sambil mengacak-acak rambutnya
"Sinta" Ucap Riko memelototkan matanya saat melihat ponsel miliknya yang menelepon Sinta
"Kenapa lagi tu orang bikin repot saja. Sudah lah biyarkan saja gak bakalan aku angkat telepon darimu" Ucap Riko cengegesan sendiri
"Ayolah Mas angkat telepon ku! Kamu ada di mana sih? Ucap Sinta yang sedari tadi berdiri dan mondar-mandir tidak jelas
Sinta mencoba menelepon berulang kali namun tetap saja Riko tidak menjawab teleponnya.
"Ah..." Sinta membanting ponsel miliknya ke tempat tidur dan dia ikut menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur
.
.
Riko mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi dia ingin segera sampai ke rumah dan istirahat dengan baik.
"Akhirnya sampai juga" Ucap Riko setelah sampai di depan rumahnya
Assalamualaikum
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk dari luar
"Assalamualaikum Bapak, Ibu" Ucap salam Riko
"Ibu bukakan pintunya" Teriak Riko
Di meja makan
"Lho Bu. Itu seperti suaranya Riko? Kenapa pagi-pagi begini mereka sudah pulang? Ucap Pak Ahmad
"Masak sih Pak, Riko udah pulang" Jawab Bu Rina
"Bu. Fadil yang buka Pintunya iya" Sambung Fadil
"Udah gak usah. Kamu lanjut sarapan saja, biyarkan Ibu yang membukakan pintunya" Jawab Bu Rina
"Siapa ya" Ucap batin Bu Rina
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk dari luar
"Iya sabar kenapa"Jawab Bu Rina dari dalam rumah
"Siapa" Ucap Bu Rina terbata-bata ketika membuka pintu rumahnya dan melihat Riko yang berdiri di hadapannya
"Riko. Apa-apaan kamu ini Riko" Ucap Bu Rina marah
"Kenapa sih Bu? Tanya Riko dengan santai dan mencoba masuk ke dalam rumah namun Bu Rina mencegatnya di depan pintu
"Kenapa kamu bilang" Jawab Bu Rina mengulangi ucapan Riko
"Bu permisi Riko mau masuk" Ucap Riko dengan lembut
"Tidak" Teriak Bu Rina
"Bu. Riko mau istirahat" Jawab Riko tersenyum
"Mana Sinta? Tanya Bu Rina
"Sinta kan masih di hotel,Bu" Jawab Riko dengan santai
"Apa kamu bilang hotel. Riko kamu ini suami macam apa ninggalin istrinya sendirian di hotel. Dimana sih Nak pikiranmu? Tanya Bu Rina dengan nada tinggi
"Ibu" Jawab Riko
"Sekarang kamu balik ke hotel dan jangan pulang sebelum satu minggu. Kamu harus manfaatkan hari-harimu dengan baik untuk memberikan Ibu cucu yang sangat lucu. Ok Riko sayang" Ucap Bu Rina
"Apa Bu? Cucu. Yang benar saja Bu, gak-gak bisa Riko banyak pekerjaan Bu" Jawab Riko menolaknya
"Iya Ibu ingin kamu dan Sinta segera memiliki anak" Ucap Bu Rina
"Maaf Bu. Kalau soal anak Riko gak bisa kasih" Jawab Riko
"Oh belum bisa melupakan Maysaroh. Dah lah perempuan macam Maysaroh itu gak penting untuk di ingat-ingat. Buang jauh-jauh masa lalu mu dengan Maysaroh" Ucap Bu Rina
"Gak segampang itu, Bu. Bu kenapa sih Riko lihat-lihat Ibu sekarang koh malah benci banget sama Maysaroh" Jawab Riko
"Riko. Dengar perintah Ibu! Pergi ke hotel sekarang" Ucap Bu Rina
"Ok... Ok... Baik Bu. Sekarang hidup Riko Ibu yang atur" Jawab Riko meninggalkan Ibunya dan pergi ke hotel
"Riko... Riko... Ah..." Ucap Bu Rina menghela nafas
"Ribut banget sih suara di depan. Ibu bicara dengan siapa iya? Tanya Fadil
"Taulah Ibumu kalau bicara bagaimana suaranya Nak" Jawab Pak Ahmad
"Bu... Ibu..." Panggilan Pak Ahmad
"Iya Pak" Jawab Bu Rina segera masuk ke dalam rumah dan menuju ke ruang makan
"Bu tadi Ibu berbicara dengan siapa? Tanya Pak Ahmad
"Siapa lagi kalau bukan dengan anakmu, Pak" Jawab Bu Rina
"Riko Bu" Ucap Pak Ahmad
"Iya" Jawab Bu Rina
"Terus mana anaknya gak Ibu ajak sarapan sekali dengan kita? Tanya Pak Ahmad
"Bapak ini bagaimana sih Pak. Ibu sudah suruh balik ke hotel lagi. Ibu bilang jangan pulang sebelum satu minggu" Jawab Bu Rina
"Apa satu minggu. Kenapa? Tanya Pak Ahmad
"Iya supaya mereka menghabiskan waktu berdua agar mereka segera memiliki anak lah Pak" Jawab Bu Rina
"Uhuk... Uhuk..." Suara Fadil yang tersedak makanan
"Minum Dil" Ucap Bu Rina
"Iya Bu. Bu emang bisa iya dalam waktu seminggu Kak Riko sama Mbak Sinta punya anak? Tanya Fadil
"Fadil" Jawab Farel dengan menjewer telinga kanan Fadil
"Aw... Sakit Kak" Ucap Fadil
"Ibu lihat Kak Farel dia sudah menjewer telinga ku Bu. Sakit" Ucap Fadil dengan merengek
"Iya itu bagus untuk kamu. Pengen tahu aja urusan orang dewasa" Jawab Bu Rina
"Hahaha" Pak Ahmad tertawa terbahak-bahak
"Bapak" Panggil Bu Rina dengan memberikan kode memelototkan kedua bola matanya
"Iya Bu Maaf-maaf" Jawab Pak Ahmad tersenyum
"Fadil kamu selesaikan sarapan mu, Bapak antar kamu pergi ke sekolah" Perintah Pak Ahmad
"Bapak... Hari ini Fadil libur gak pergi sekolah iya Fadil capek" Ucap Fadil
"Capek kenapa sayang? Tanya Bu Rina
"Semalam kan acaranya Kak Riko" Jawab Fadil
"Itu bukan alasan Fadil. Kamu harus pergi ke sekolah" Jawab Bu Rina
"Boleh iya Bu" Ucap Fadil merayu kepada Ibunya
"Gak boleh. Udah kamu siap-siap sana Bapak yang anatar kamu ke sekolah" Jawab Bu Rina
"Ibu gak asyik" Ucap Fadil dengan cemberut dan meninggalkan meja makan
"Dasar anak-anak jaman sekarang" Ucap Farel dengan melihat wajah adiknya yang memelas
"Farel" Panggil Pak Ahmad
"Iya Pak" Ucap Farel
Bersambung... ✍️