NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Yang Terpilih (The Choosen One).

Intinya, kita harus memperhatikan urusan perut terlebih dahulu (maksudnya makan, jangan sampai kita kelaparan). Perut kosong, otak pun melompong!

Setelah mengisi tubuhnya dengan asupan daging rusa mas beserta kawan-kawannya yang super lezat, isi kepalanya serasa penuh sesak seakan hendak meledak, saking penuhnya dengan susunan rencana dan strategi balas dendam.

Rembulan meminta keduanya, untuk berkeliling dunia dimensi dengan karpet terbang. Bosan teleportasi, membuat jantungnya tak sehat. Dia sangat kaget dengan luas dunia dimensi ini. Perlu waktu 3x24 jam untuk mengitarinya!

"Pink! Violet!"

"Mengapa aku yang terpilih? Padahal, masih banyak orang yang bisa dibantu dan lebih menderita dari aku?" tanyanya penasaran akan fenomena yang terjadi di luar nalar.

"Ada tujuh miliar lebih manusia di dunia ini, loh!" tanya Rembulan penasaran di sela penjelajahan mereka dengan karpet ajaib.

"Master!"

"Anda adalah The Choosen One (Yang Terpilih)!" ucap Pink yang sabar mengingatkan.

"Itu saja yang kami tahu. Selebihnya, urusan Tuhan. Saat itu, semua konstalasi benda planet dalam keadaan sejajar dan portal terbuka secara sempurna. Saat itulah cahaya surgawi memasuki portal dan memasuki alam bumi dengan mengarah pada anda hingga waktu yang ditentukan. Dan kami disuruh menemui dengan mengikuti aura yang memancar dari tubuh anda!" ungkap salah satunya.

"Kami berdua diperintahkan untuk membuka gerbang dunia dimensi dan menyerahkan kuncinya pada The Choosen One. Adapun alasannya, kami tidak diberitahu. Yang pasti kami harus mendampinginya hingga batas usia yang ditentukan!" ungkap keduanya.

"Apakah anak-cucuku dapat memasuki dunia dimensi seperti aku!?" tanya Rembulan antusias.

"Setahu kami, untuk waktu dekat, tidak bisa! Terkecuali sesuai kehendak Yang Maha Kuasa. Kita semua hanya makhluknya!"

"Hanya anda seorang diri. Yang terpilihlah yang bisa menerima kepemilikan Ruang Dimensi. Portal terbuka bagi yang terpilih dan terbuka sempurna (tanpa hambatan) tiap 10.000 tahun sekali. Bisa keturunanmu atau yang lain. Hanya Tuhan yang berkehendak!" jawab Pink.

"Apaaa? Terbuka setiap 10.000 tahun sekali? Selama itu!? Masya Allah!" seru Rembulan kaget.

"Berarti usia kalian berapa tahun saat ini?" tanya Rembulan semakin kepo.

"Entahlah! Kami tak tahu. Yang pasti, anda adalah Master kami pertama dan portal terbuka baru satu kali!" ucap salah satunya.

"Hemmm, begitu yah! Bisa jadi, keduanya berusia sepuluh ribu tahun atau lebih bila baru menyaksikan satu kali portal terbuka!" gumamnya.

"Aslinya! Ini seperti mimpi. Seperti hidup di dunia novel!" monolognya.

Tiba-tiba, Rembulan jatuh lemas terduduk, secepat kilat, keduanya, yang telah berikrar 'bestie forever', melesat ke arahnya dan meraih tubuhnya.

"Eit! Eit! Master! Jangan pingsan lagi. Anda itu tidurnya kebo! Please, deh!" seru keduanya begitu melihat kedua kelopak mata sang master terkatup rapat penuh kecemasan.

Keduanya mengira, sang Master jatuh pingsan karena mendengar usia mereka yang panjang. Rembulan masih mendengar teriakan khawatir keduanya ketika menangkap tubuhnya. Kemudian, membuka mata.

"Waha ha ha ha ha! Wewww! Tapi boong.

"Kalian kena prank! Dua sama!" kelakar Rembulan.

"Ya elah! Dek bro! Kena deh kita!" ujar Pink lesu padahal sudah sangat khawatir.

"Heu ... euhhh, mas bro!" ucap Violet nelangsa.

Rembulan dengan sigap berdiri. Dia sudah puas membalas prank kedua bestienya.

"Seperti mimpi! Sejujurnya aku tidak bisa berkata apa-apa tentang semua ini. Untukku terasa di dunia fantasi. Sampai aku mencubit diri sendiri. Ternyata sakit!"

"Berarti ini nyata!" ujar Rembulan pada keduanya.

"Tentu saja. Manusiawi bila bereaksi seperti yang anda alami!" ucap Violet.

"Baiklah! Aku akan menjaga amanah ini yang hanya datang sekali seumur hidup. Terima kasih untuk nasehatnya dan tidak menghalangi aku balas dendam!" tukas Rembulan merasa lega mendapat dukungan keduanya untuk membalas dendam pada yang menyakitinya.

"Tentu saja, master. Bagaimana baiknya saja! Kami hanya mengingatkan bahwa segala sesuatu ada konsekwensinya!" ucap bijak Violet sebagai tanggapan balas dendam yang dimiliki tuannya.

"Dan ini adalah kuncinya!" ucap keduanya sambil melepaskan cincin dari jari telunjuk.

Pink melepaskan cincin tersebut dan memberikan pada Rembulan, begitu pun Violet. Kedua cincin berada di telapak tangannya. Namun tiba-tiba, kedua cincin, melesat ke udara dan berputar membentuk pusara kecil. Membuat ketiganya kaget.

Rembulan menyangka, cincin itu menolaknya. Namun prasangkanya meleset jauh. Dua cincin yang berada di udara, bersatu, menjadi satu cincin bermata solitaire bening yang sangat indah dan bercahaya terang walaupun suasana di siang hari.

Cincin itu akhirnya berpadu, lantas melesat memasuki jari telunjuk kanan the choosen one.

Lalu, tanpa bisa dikendalikan gadis itu, cincin itu mengangkat lengan sang gadis itu sehingga tubuhnya menggantung di udara. Rembulan kaget setengah mati dan berteriak.

"Pink! Violeeettt!"

"Tolonggg akuuu!" jerit Rembulan dengan ketakutan yang amat sangat.

Rembulan terus menjerit, kakinya tak henti meronta, berusaha menurunkan tangan kanannya tapi sia-sia, kedua kakak beradik astral itu tak tinggal diam melihat tubuh tuannya dalam keadaan bahaya, mereka merubah diri menjelma menjadi manusia dan memeluk tubuh sang master agar turun namun selaksa cahaya mengantam keduanya hingga terpental. Keduanya mengeluarkan darah segar dari tepian bibir.

Tubuh Rembulan terus melesat melewati atap transparan yang sudah berantakan akibat hantaman cahaya. Kemudian kembali utuh. Kaca itu terbuat dari air sehingga tak ada suara pecahan. Saat tubuh gadis itu terangkat, langit yang semula cerah berubah seketika menjadi gelap seperti akan hujan.

Guntur bersahutan dan kumpulan cahaya yang membungkus tubuh sang gadis tak ubahnya seperti kepompong raksasa. Ujung cahaya seperti tentakel gurita, berputar kencang menimbulkan angin kencang. Bentuk kepompong berputar menyerupai gangsing yang berputar pada porosnya.

Fenomena itu terjadi sepuluh menit. Pink dan Violet kaget karena tidak pernah diberi tahu atau melihat hal seperti itu. Setelah itu, cahaya yang menyelimuti tubuh Rembulan berangsur pudar diiring langit yang kembali membiru dan cerah.

Tubuh Rembulan melayang turun dengan kecepatan penuh melawan gravitasi. Kedua Bestie (dalam wujud manusia) dengan sigap menangkap tubuhnya.

Blukkk!

Huppp!

"Masterrrr!!! Anda tidak apa-apa!?" teriak keduanya dan kembali menghambur ke sisinya

Rembulan segera sadar begitu mendengar teriakan keduanya yang memekakan telinga.

"Sinar apa itu!?" tanya Rembulan kaget demi mendapatkan dirinya berada di pelukan keduanya dakam ruang harta karun.

"Entahlah. Kami tidak tahu dan tidak pernah diberi tahu. Hanya saja, kami diperintahkan untuk menjaga anda!" ucap keduanya yang masih diliputi kekhawatiran.

Lantas keduanya terdiam mematung sambil memandangi tuannya.

Deg!

"Mengapa mereka bengong begitu!? Dan sosok mereka berubah saat menjelma menjadi manusia. Normal. Berambut hitam dan cokelat dengan bola mata abu terang (sosok bule pada umumnya)."

"Helloowww! Pink!? Violet!?" serunya sambil melambaikan tangan ke atas.

Kedua makhluk astral itu turun, akhirnya sejajar dengannya.

"Ada apa dengan dengan kalian? Apa yang terjadi denganku!?"

"Heyyy! Apa kulitku gosong karena ledakan itu? Tapi, tanganku masih bersih tidak menghitam. Badanku utuh tidak bolong di punggung! Dan pipiku!?"

"Loh! Mengapa aku tidak merasakan tonjolan tulang di kedua pipiku. Juga aku baru sadar, jemariku berisi daging!" batin Rembulan sambil memeriksa seluruh anggota tubuh.

"Sehat walafiat. Tidak kurang suatu apapun!" gumamnya.

"Pink! Violet! Mengapa kalian menatapku tajam. Apa ... ada sesuatu di wajahku!!? Kalian juga berubah. Manglingin ketika dalam wujud manusia. Jangan bilang kalian balik nge-prank aku!" tanya Rembulan deg-degan sambil memegang pipinya.

Akhirnya, kedua abang-adek itu mengedipkan kelopak matanya setelah sekian lama terbengong.

"Ohh ehhh master! Kami tidak ada niatan nge-prank! Mana berani!"

"Ehh nganu ... perawakan anda tampak berubah!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!