Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 : Skincare Kuno
Setelah drama di halaman paviliun selesai, Xiao Xiao segera menarik Mao ke dalam kamar. Ia menutup pintu rapat-rapat.
"Bagaimana, Mao? Apa kau berhasil menjual tusuk konde itu?" tanya Xiao Xiao pelan. Tusuk konde yang dimaksud xiao xiao adalah milik nya yang waktu itu ia minta mao untuk jual di pasar.
Mao mengangguk cepat sambil merogoh kantong kecil di balik bajunya. Ia mengeluarkan beberapa keping uang emas dan banyak koin perak. "Berhasil, Nona! Karena itu perak murni dan ada ukiran kuno, pedagang di pasar gelap memberiku harga tinggi. Dan seperti perintah Anda, saya juga sudah menyuap penjaga gudang logistik keluarga Liu sebelum mereka berangkat pindah."
Xiao Xiao menerima uang itu. Matanya berkilat. Baginya, uang ini bukan sekadar alat tukar, tapi senjata.
"Apa yang kau dapatkan dari gudang itu?"
"Nona benar," bisik Mao geram. "Isi peti hantaran yang dikirim ke istana ini hampir semuanya palsu! Perhiasan emasnya hanya kuningan, dan kain sutranya hanya di bagian atas, sisanya kain kasar. Keluarga Liu benar-benar mencuri harta hantaran yang seharusnya menjadi milik Anda!"
Xiao Xiao tertawa kecil, namun tawa itu terdengar dingin. "Biarkan saja. Mereka pikir mereka sudah untung besar. Mereka tidak tahu kalau aku sengaja membiarkan mereka membawa barang-barang palsu itu agar mereka punya bukti kejahatan yang bisa kupakai untuk menghancurkan mereka nanti."
Xiao Xiao kemudian membagi uang hasil penjualan tusuk konde itu menjadi dua bagian.
"Mao, ambil sebagian uang ini. Pergilah ke kedai tabib paling ujung di kota. Beli bahan-bahan ini," Xiao Xiao menyerahkan secarik kertas berisi daftar tanaman obat yang sebenarnya adalah bahan untuk membuat produk kecantikan alami.
"Produk kecantikan, Nona? Untuk apa?"
"Istri para pejabat dan selir di istana ini sangat takut menjadi tua dan buruk rupa," ujar Xiao Xiao sambil bercermin pada cermin perunggu yang buram. "Kita akan membuat 'Air Keajaiban' yang bisa menghilangkan noda hitam dan menghaluskan kulit dalam semalam. Kita akan menjualnya dengan harga selangit."
Sebagai mantan miliarder, Xiao Xiao tahu bahwa industri kecantikan adalah bisnis yang paling tidak masuk akal keuntungannya. Dengan pengetahuan kimianya, ia bisa membuat ramuan sederhana yang terlihat mewah.
***
Sore harinya, saat Xiao Xiao sedang sibuk menumbuk bahan-bahan di kamarnya, Pangeran Wang Zhi Chen masuk tanpa mengetuk. Ia mencium bau harum yang aneh, campuran bunga mawar dan aroma obat yang segar.
"Apa yang sedang kau lakukan? Membuat racun?" tanya Zhi Chen sambil melihat tumpukan botol kecil di meja.
Xiao Xiao tidak menoleh. "Saya sedang membuat uang, Pangeran. Istanamu butuh biaya operasional yang besar bukan? Daripada mengharap belas kasihan Kaisar, lebih baik kita memeras kantong para selir yang sombong itu."
Zhi Chen mengambil salah satu botol kecil itu. "Kau pikir mereka akan membeli air bunga ini?"
"Mereka tidak membeli air bunga, Pangeran. Mereka membeli harapan untuk menjadi cantik," sahut Xiao Xiao mantap. Ia lalu berbalik dan menatap wajah Zhi Chen.
"Dan jika ini berhasil, aku juga bisa membuatkan ramuan untuk memperbaiki tekstur kulit di wajah Anda. Meskipun bekas luka itu tidak bisa hilang total, setidaknya tidak akan terasa perih lagi." Lontar Xiao Xiao yakin. Ia optimis menjadi milyarder kembali di zaman kuno ini.
Zhi Chen terdiam. Selama bertahun-tahun, semua orang hanya menatap wajahnya dengan jijik atau takut. Ini pertama kalinya ada seseorang yang menatapnya sebagai "proyek bisnis" sekaligus menawarkan bantuan tanpa rasa kasihan yang berlebihan.
"Kau benar-benar wanita yang aneh, Liu Xiu," ujar Zhi Chen, lalu meletakkan botol itu kembali.
"Nama saya bukan—" Xiao Xiao hampir saja menyebutkan nama aslinya, namun ia segera tersadar. "Maksud saya, panggil saja saya Xiao Xiao jika kita sedang berdua. Saya lebih suka nama itu."
Zhi Chen hanya menaikkan alisnya, lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi.
***
Happy Reading❤️
Mohon Dukungan
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih ^_^ ❤️