NovelToon NovelToon
The Secret Heirs (#1 The Secret Series)

The Secret Heirs (#1 The Secret Series)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Dylan pikir dirinya hanya seorang yatim piatu yang beruntung karena diadopsi oleh keluarga Regan yang berpengaruh. Hingga suatu hari kejadian beruntun yang mengancam hidup dirinya juga hidup orang-orang yang dia sayangi membongkar rahasia besar selama 20 tahun.

Emily Winchester gadis cantik dan periang, dia pikir selama ini dia tak akan pernah jatuh cinta kepada sahabatnya yang sangat posesif. Tapi Dylan berhasil menggoyahkan perasaannya, dia jatuh cinta dengan Dylan sang sahabat yang nyawanya tengah terancam.

Sebetulnya bukan hanya Dylan yang nyawanya terancam, tapi juga Emily yang nyawanya menjadi taruhan karena dendam masa lalu.

Akankah hubungan Emily dan Dylan berubah dari sahabat menjadi cinta?
Tapi, siapakah orang-orang yang mengancam hidup mereka berdua? Akankah mereka selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Selamat pagi, Cupcake," Dylan mencium kepala Emily yang masih terbaring nyaman di tempat tidur.

"Apa yang kau lakukan dikamarku?" Suara Emily terdengar serak, dan matanya masih setengah terpejam.

"Semalam kami semua tidur di sini, Em, Daniel harus pergi pagi-pagi sedangkan yang lainnya sedang menunggumu di ruang depan."

"Apa ada hal penting?" Emily langsung duduk dan tersadar penuh dari tidurnya, berharap polisi sudah mendapatkan titik terang dari kasusnya.

"Tidak, tapi ada sesuatu yang harus kami bicarakan kepadamu," Dylan merapihkan rambut Emily yang terlihat berantakan tapi terlihat seksi di mata pria itu.

"Baiklah, berikan aku waktu lima menit untuk merapihkan diri." Dylan mengangguk lalu mencium kepala gadis itu sebelum keluar dari kamarnya.

Lima menit kemudian Emily keluar dari kamar dan mendapati ketiga pria itu sedang duduk di sofa ruang depannya dengan masing-masing memegang cangkir kopi, Dylan memberikan gadis itu satu mug coklat panas favoritnya, sebelum akhirnya duduk bergabung dengan mereka di sofa kuningnya.

"Apa tidurmu nyenyak, Em?" Alex tersenyum menatap Emily yang terlihat seperti anak kecil pagi ini dengan mengenakan celana pendek selutut dan kaos oblong biru muda yang terlihat kebesaran dibadannya, dia terlihat sangat menggemaskan.

"Ok, hal penting apa yang mau kalian bicarakan padaku?" Emily memegang mug coklatnya dengan kedua tangan dan mulai meminumnya.

Ketiga pria itu saling pandang, sebelum akhirnya Dylan berkata, " Em, mulai hari ini kau akan tinggal bersamaku."

Awalnya gadis itu hanya diam melihat ketiga pria itu secara bergilaran sebelum akhirnya dia mulai mengoceh menolak ide gila itu, Dylan memang sahabatnya tapi tidak mungkin dia tinggal satu apartemen dengannya, sebut saja dia kolot atau apapun juga, tapi ibunya mendidik dia dengan adat timurnya, tidak boleh ada alkohol, tidak ada pergaulan bebas. Dan sekarang dia akan tinggal satu apartemen dengan Dylan? Walaupun ibunya sudah mengenal Dylan dengan baik, tapi dia pasti akan terkena serangan jantung kalau mendengar anak gadisnya tinggal di apartemen yang sama dengan pria yang mencintainya, tanpa ikatan apapun.

"Dengar, Em, ini bukan waktunya kau berpikir tentang pantas dan tidak pantas. Ini demi keselamatanmu, Ibumu pasti memahami hal ini dan aku yakin dia akan setuju dengan kami, karena dia tidak mau anak gadisnya berada dalam bahaya." Dylan berusaha memberikan penjelasan tentang kondisi saat ini yang mengharuskannya mengambil keputusan ini.

"Em, keamanan diapartemenmu tidak begitu baik, aku bisa saja meminta beberapa polisi untuk menjagamu di sini, tapi aku yakin kau tidak mau hal itu iyakan?" Emily mengangguk menjawab pertanyaan Alex.

"Apartemen mereka dilengkapi sistem keamanan nomer satu, selain itu mereka akan selalu ada untuk menjagamu selama 24 jam, kau akan aman tinggal dengan mereka, sampai aku menangkap ******** itu, Em, aku janji secepatnya akan menangkapnya." Alex menggenggam tangan gadis itu yang masih duduk diam memikirkan semuanya.

"Tidak bisakah aku tinggal dengan Daniel?" Emily menatap Alex dengan matanya yang bulat.

Alex menggelengkan kepala, "Daniel ada tugas di luar selama sepuluh hari ini... Em, Daniel punya tanggung jawab yang harus dia kerjakan, dia bisa menjaga dirinya sendiri dengan sangat baik, dia akan baik-baik saja." Alex cepat-cepat menjelaskan tentang kepergian kakaknya itu, sebelum gadis itu membuka mulutnya untuk bertanya lebih lanjut.

Emily memahami posisinya saat ini bukan waktunya untuk bersikap keras kepala, tapi ada perasaan mengkhianati kepercayaan ibunya sendiri dalam hatinya, tapi Dylan benar ibunya pasti paham akan kondisi saat ini, dia pasti akan mengijinkannya tinggal bersama Dylan demi keselamatannya, lagi pula pria ini adalah Dylan, sahabat baiknya, dia tidak akan melakukan apapun yang akan menyakitinya, ya Emily mempercayai Dylan seperti dia mempercayai dirinya sendiri.

"Baiklah, aku akan tinggal dengan Dylan sampai penjahat itu ditangkap."

Perkataan Emily itu membuat ketiga pria di depannya menghembuskan napas lega, Dylan tersenyum sambil merangkul bahu gadis itu, sedangkan Theo mengacak-ngacak rambutnya seperti anak kecil, dan Alex mencubit kedua pipi gadis itu sambil berkata, "Gadis pintar."

"Baiklah, aku rasa aku harus berkemas," Emily bangkit dari duduknya.

"Kau tidak perlu melakukannya, Em, kami telah melakukannya untukmu." Theo menunjuk koper dan satu tas kecil yang berada dekat pintu keluar apartemennya.

"Jadi kalian sudah mengetahuinya kalau aku akan setuju dengan ide kalian?" Emily menatap ketiga pria itu yang kini tengah tersenyum penuh kemenangan, lalu memutar bola matanya tak percaya.

"Ayo sebaiknya kita pergi sekarang." Alex berjalan ke arah pintu dan membuka kunci apartemennya.

"Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian."

"Kau tidak perlu berganti pakaian, Em, kau sudah terlihat cantik."

Dylan merangkul bahu Emily dengan sedikit tekanan sehingga gadis itu tidak bisa beranjak kemana-mana. Alex yang pertama keluar dari apartemen setelah di nilai aman dia memberi tanda yang lainnya untuk mengikutinya.

"Em, aku lupa memberitahumu satu hal lagi."

Emily menatap Alex menunggu kelanjutan ucapannya ketika pintu lift itu terbuka, lalu mereka semua memasukinya.

"Ayahku telah menghubungi Bosmu dan kau akan cuti selama beberapa hari." Theo berkata dengan santai, dan Emily hanya bisa menganga tak percaya, dia tahu percuma saja dia membantahnya karena mereka sudah memutuskannya untuknya.

Oh Tuhan, dia berharap penjahat itu cepat tertangkap sehingga dia bisa terlepas dari para pria posesif ini.

*****

1
lala
penokohan, alur cerita sampai tata bahasanya yang rapih buat novel ini kereeeen banget
sherly
menarik
Ana Setya Diningsih
Keren...keren... keren...karya ka alana selalu keren.
Ana Setya Diningsih
Aahhhh selalu suka alur cerita ka Alana.../Kiss/
Ana Setya Diningsih
Baca lagi kesekian kali nya. Ada yg tahu ka alana pindah kemana? Kangen karya² nya
Putri Nurmala Sari
Novel-novel karya alana kanaya selalu menarik untuk dibaca
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kɪͫᴀͣɴͬᴅᷤ⏤͟͟͞Rą
hhmmm mungkin sajaa tp yg melakukan pacarnya dengan mnggunakan komputer jen
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kɪͫᴀͣɴͬᴅᷤ⏤͟͟͞Rą
hhmm kok curigaa kalau ini laki2 yg mngintai Emily
wahh Jane dibodohin nih
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kɪͫᴀͣɴͬᴅᷤ⏤͟͟͞Rą
misterius
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kɪͫᴀͣɴͬᴅᷤ⏤͟͟͞Rą
🤣🤣🤣🤣
Yuni Rahayu
kereeeeeeenn pisaaaaan
ida
pengen baca Alex Alexa tapi udah di hapus
ida: Katanga mah pindah lapak ka
total 3 replies
Penti Santika
seru banget ceritanya...jadi kangen sama Oka🥰
valent
kyknya kakak adek nih dylan & calista , penasaran misteri latar belakang dylan
MoonChild7
Cerita yg luar biasa seruu 🥰😍😍😍
Evi Nopianti
suka... suka... suka
Lenni Namora
👍
Eva Maria
Luar biasa
Renesme
Baguus. Babnya pendek tapi per babnya panjang. Jd serasa baca lebih dari 100 bab. Ceritanya menarik, serasa nonton drama barat 👍👍👍
listia_putu
sangat love sama cerita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!