"Kami hanyalah orang-orang yang berada di luar pikiran manusia. Karena kami tidaklah nyata. Kami hanyalah lambang dari jiwa yang menuntut kedamaian."
Seorang teroris tak terkalahkan di Korea mendadak melakukan boom bunuh diri tanpa sebab setelah menghancurkan sebuah perusahan dan meninggalkan banyak pertanyaan besar. Teroris yang dikenal dengan nama Jii Joon tersebut dinyatakan tewas dalam insiden tersebut dengan bukti-bukti nyata.
Namun bagi sebagian orang yang memahami kecerdasan Jii Joon memiliki keyakinan yang berbeda. Mereka yakin bahwa teroris tersebut masih hidup dengan kondisi baik dan mungkin sedang menyusun rencana untuk serangan yang lebih kuat.
Tujuan untuk mengungkap rahasia dan misteri yang terus menjadi pertanyaan besar di balik tindakan dan identitas sang teroris pun mulai dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leorein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peach
Di Kantor yang sepi hanya ada dua orang yang masih bertahan di dalam sana. Yang satunya sudah mulai resah sedangkan yang satunya begitu sibuk dan fokus terhadap komputer di depannya. Mereka duduk berdekatan.
Detektif Han yang sudah bosan duduk di kursinya sambil membaca satu berkas yang sudah empat kali diq baca dengan teliti.
Dia masih sangat penasaran dengan jasad Jii Joon. Hampir seratus persen dia yakin bahwa penjahat itu masih hidup dan jasad itu palsu. Sayang sekali. Semuanya sangat cocok.
Bagaimana cara orang itu melakukan tipuan sesempurna seperti ini? IQ Jii Joon sangat menjadi pertanyaan sekarang. Berapa tinggi orang itu memiliki kecerdasan. Dan seberapa besar ia memikirkan semua ini.
Dimana dia bisa mendapatkan kecacatan seorang Jii Joon yang bisa membuka bukti lebih lebar dan mengungkap identitas asli dan tujuan asli penjahat itu? Dimana!?
"Hyung," panggil seorang pemuda di samping Detektif Han yang tercengang dengan layar komputer.
"Kau menemukan sesuatu?" tanya Detektif Han yang segera meletakkan dokumen di tangannya dan segera mendorong kursi yang masih ia duduki, membuat roda itu berputar mendekat.
"Lihat ini." pemuda itu memperlihatkan layar komputernya.
Titik merah dalam peta korea. Titik merah itu menunjukkan lokasi bekas-bekas aksi Jii Joon yang pernah terjadi. Detektif Han memperhatikannya dengan teliti.
Detektif Han tidak mengerti. Sungguh. Dia telah pusing dengan dokumen yang telah dia baca berulang kali. Sekarang jangan memintanya untuk main tebak-tebakan dari apa yang ada di layar komputer itu.
Seharusnya juniornya langsung mengatakan saja apa yang dia temukan dan tidak perlu bertele-tele begini.
"Katakan saja jangan membuat kepalaku lebih sakit," omel Detektif Han akhirnya menyerah mencari tahu sendiri.
Pemuda itu melihat kepada seniornya yang terlihat sangat pusing dengan isi pikiran yang berada di kebuntuan. Pemuda itu tersenyum ingin tertawa tetapi dia mencoba menahan diri. Dia tahu jika dia tertawa, dia akan mendapat pukulan di kepalanya.
"Ini," pemuda itu menggerakan mouse.
Tanda panah di layar komputer berjalan dan mata Detektif Han dengan cepat mengikuti.
Tempat kejadian pertama ditunjuk oleh si panah, berlanjut pada yang lain. Pemuda itu segera mengambil kertas dan polpen. Dia menulis sebuah kata dengan susunan awal nama dari setiap wilayah yang terkena aksi Jii Joon itu.
"Peach?" ucap pemuda itu membacakan tulisan itu.
Kedua orang itu saling bertatapan dengan satu kata itu. Detektif Han masih belum sepenuhnya mengerti. Dia hanya mengerti jika kata Peach" itu memiliki petunjuk penting. Tapi apa maksudnya Kedamaian dalam bahasa Inggrisnya Peach itu? Petunjuk apa yang ada dalam kalimat itu?
"Dan ini," pemuda itu kembali pada komputernya. "******* itu berusaha membuat gambar seperti laut Karabia dari aksinya," si junior memberi bandingan titik-titik aksi si ******* dengan gambar peta Laut Karabia.
Detektif Han baru menyadarinya sekarang. Jika dibuat menjadi bentuk gambar, memang membentuk peta Laut Karabia. Peach dan Laut Karabia. Hubungan keduanya? Mereka akan segera menemukannya.
"Seperti kata Hyung. Memang tidak mungkin Jii Joon melakukan aksinya dengan acak," kata pemuda itu.
Pemuda itu kembali kepada layar komputernya sementara Detektif Han terus memperhatikan layar ponsel itu.
"Aku sudah mencari tentang Peach. Beberapa tahun lalu ada desah desuh tentang organisasi aneh bernama Peach. Hyung ingat aktor Kanada yang sedang naik daun? Dan ia ditemukan tewas di Singapura?"
"Aktor Kanada yang ternyata agen rahasia itu?" Tanya Detektif Han yang mengingat berita besar tersebut. Seorang aktor Kanada yang terkenal di temukan tewas di negara orang.
"Iya," pemuda itu mulai sibuk mengetik. "Menurut berita dan keterangan pihak tempat dia sebagai agen rahasia, saat itu dia bertugas menyelidiki pasar gelap rahasia yang menguasai pasar dunia. Tapi menurut pihak manajer dari aktor tersebut. Aktor itu pergi ke Singapura untuk bertemu dengan Peach. Manajer itu tidak tahu apa-apa soal Peach," ucap pemuda itu dengan tangan yang terus bermain di keyboard komputer.
Pemuda itu mengklik sebuah gambar. Menperbesar gambar tersebut. "Ini gambaran tangan dari aktor Kanada itu di agenda terakhir yang dia tulis. Lambang sebuah organisasi. Bentuknya memang seperti Laut Karabia," kata pemuda tersebut mengakhiri penjelasan.
Benar-benar perkembangan yang menakjubkan. Gambaran tangan dari sang aktor Kanada dan runtutan aksi sang *******, menunjukkan kemiripan yang sangat tinggi. Keduanya yakin bahwa Jii Joon adalah anggota dari organisasi bernama Peach itu.
Semua orang bahkan mereka juga selalu berpikir bahwa penjahat itu bekerja sendiri, tapi jika Peach adalah sebuah organisasi dan Jii Joon adalah anggota organisasi tersebut, maka ada banyak orang lagi selain Jii Joon.
Walaupun Jii Joon benar-benar mati, mereka bukan berarti selesai, masih ada orang lain di organisasi itu yang mungkin lebih berbahaya dari Jii Joon. Dan sangat disayangkan, kenyataan lebih dari itu. Jii Joon jelas masih hidup. Kenyataan itu sudah menyusahkan, apalagi organisasi yang orang-orang di dalamnya tak jauh berbeda dari Jii Joon.
"Kita harus mencari tahu tentang Peach lebih dalam," ucap si junior. "Hampir tidak ada informasi tentang adanya organisasi itu, tapi itu bukan berarti kita tidak bisa menemukannya," kata pemuda itu dengan yakin.
Detektif Han tidak perlu diberi tahu tentang itu. Dia tahu dengan pasti itu sebuah keharusan kalau mereka yang ingin mengungkap Jii Joon dan organisasi itu.
Tentu saja mereka harus mengungkap organisasi itu. Jika benar organisasi bernama Peach itu ada, lalu apa tujuan mereka sebenarnya? Jika tujuan Peach ada hubungannya dengan aksi mematikan Jii Joon, maka jelas sudah tujuan mereka bukan hal yang bagus. Dan jika Jii Joon adalah bebar-benar anggota Peach, apa yang dilakukan oleh anggota lain selama ini? Apa mereka hanya menonton pertunjukan Jii Joon atau justru mereka juga sedang melakukan hal yang sama?
"Apa minggu ini ada aksi peledakan bom?" tanya Detektif Han yang terpikir kegiatan dari anggota lain jika kemungkinan organisasi tersebut benar-benar ada.
Anggota lain tidak mungkin tidak ada kegiatan dalam sebuah organisasi. Setidaknya mereka akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan tujuan mereka.
"Biar kuperiksa dulu," pemuda itu mengetik keyboard dengan lihai, cepat, lincah dan berpengalaman di bidang ini. "Ada tujuh kejadian. Tapi hanya tiga dengan ledakan besar. Pertama lima hari yang lalu 14 September di kawasan Lan Kwai Fong, Hongkong. Kedua terjadi pada tanggal 17 September di Seoul dan yang terakhir terjadi malam ini tiga jam yang lalu di kantor kepolisian Jepang," beritahu pemuda itu dengan hasil pencarian cepatnya.
Detektif Han terdiam berpikir.
"Coba periksa lagi. Apakah Jepang dan Hongkong sering mengalami kejadian seperti ini?" Pintanya lagi.
Si Junior itu menurut tanpa merasa lelah. Otaknya juga sedang bekerja dengan baik sekarang. Dia bersemangat.
"Iya. Dalam satu bulan terakhir ini ada lima sampai tujuh kali aksi peledakan. Dan aksi ini di duga dari orang yang sama oleh pemerintahan Jepang dan Hongkong," kata pemuda tersebut.
Seperti dugaan Detektif Han. Aksi di Jepang dan Hongkong mungkin dilakukan oleh rekan anggota Jii Joon. Anggota Peach yang lain.
Haa Do Young si junior telah memastikannya. Kedua orang itu memiliki simbol Peach dan Laut Karabia yang sama dengan Jii Joon. Semuanya semakin jelas. Peach adalah kumpulan orang-orang berbahaya. Tujuan mereka belum jelas terlihat. Ada kemungkinan Jii Joon tidak sendirian di Korea.
"Apakah Laut Karabia markas mereka?" gumam Detektif Han.
Ini penerangan yang sungguh bagus. Informasi sebanyak ini sangat membantu walau masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Detektif Han tidak akan menyerah.
"Apa kalian lembur malam ini?" tiba-tiba Jaksa Young muncul di depan pintu sambil memegang tasnya.
--------------
MT Kenapa lama banget updatenya🙄