NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Cintamanis / Mafia
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Rea Adelia, gadis sebatang kara yang lugu dan ceroboh, merantau ke kota besar demi mencari kerja. Namun, malam pertamanya di kota itu berubah menjadi mimpi buruk sekaligus awal takdir baru. Di sebuah gang sempit menuju kosannya, ia menemukan Galen Alonso—seorang pemimpin mafia kejam yang terluka parah akibat pengkhianatan.
Niat baik Rea membawanya menolong Galen ke dalam kamar kosnya yang sempit. Tanpa Rea sadari, menolong Galen berarti menyeret nyawa polosnya ke dalam dunia gelap yang penuh darah. Di antara sekat dinding kos yang rapuh, si gadis manis yang ceroboh harus hidup bersama sang mafia tampan yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan pergi jauh

Galen menatap wajah damai Rea, lalu beralih melihat sepiring donat yang sudah dingin di meja. Ada secarik kertas kecil di samping piring itu bertuliskan: "Buat Mas Galen, dimakan ya Mas!" dengan gambar hati yang besar.

Hati Galen yang sekeras batu seolah mencair seketika. Pria yang baru saja membuat keputusan bisnis yang kejam itu kini justru berlutut di samping sofa hanya untuk mengusap pipi Rea dengan lembut.

"Bunny... kau menungguku sampai ketiduran begini?" bisik Galen lirih.

Ia tidak tega membangunkan Rea. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Galen menyusupkan lengannya di bawah tubuh Rea dan mengangkatnya. Rea sedikit menggeliat, tangannya secara refleks melingkar di leher Galen sambil menggumam tidak jelas dalam mimpinya.

"Mas... Galen... donatnya..." rancaunya pelan.

Galen menyunggingkan senyum tulus yang sangat langka. Ia membawa Rea naik ke kamar atas. Malam ini, bagi Galen, rasa lelahnya hilang seketika hanya karena donat buatan istrinya dan sambutan hangat berupa dengkur halus Rea di pundaknya.

Tips buat kamu yang lagi capek:

Istirahat dulu ya! Nanti kalau sudah segar lagi, kita lanjut ke bab di mana Rea bangun dan mendapati dirinya sudah di kasur, lalu mereka makan donat itu bareng-bareng sambil ngobrol santai. Semangat nulisnya!

Galen meletakkan tubuh Rea dengan hati-hati di tempat tidur, lalu ikut berbaring di sampingnya dan tertidur.

Sore harinya, mereka berdua terbangun.

"Emhhh..." Rea menggeliat pelan saat mulai sadar.

Galen yang ternyata hanya tidur-tidur ayam langsung membuka matanya saat merasakan pergerakan Rea. Ia menumpu kepalanya dengan tangan, memandangi wajah istrinya yang masih terlihat linglung karena baru bangun tidur.

"Sudah bangun, Bunny?" suara Galen terdengar serak dan berat khas bangun tidur, terdengar sangat seksi di telinga Rea.

Rea mengerjap-ngerjap, nyawanya belum terkumpul sepenuhnya. Ia menoleh ke samping dan terkejut mendapati Galen berbaring tepat di sebelahnya tanpa mengenakan jas, hanya kemeja hitam yang kancing atasnya terbuka.

"Lho, Mas Galen? Kok... Rea sudah di sini? Perasaan tadi Rea di sofa nungguin Mas sambil nonton TV," gumam Rea polos sambil mengucek matanya.

"Kamu ketiduran seperti putri tidur. Mas tidak tega membangunkanmu, jadi Mas pindahkan ke sini," jawab Galen sambil mencubit pelan hidung Rea.

Rea langsung teringat sesuatu. "Astaga! Donatnya! Mas sudah makan donat buatan Rea belum? Tadi Rea buat khusus buat Mas Galen!"

Galen terkekeh, ia menarik Rea kembali ke dalam pelukannya agar gadis itu tidak langsung melompat dari kasur. "Belum, sayang. Mas baru saja sampai dan langsung ikut tidur di sampingmu. Ayo kita makan sekarang di balkon, mumpung matahari mau terbenam."

Mereka pun pindah ke balkon kamar yang luas. Galen duduk di kursi malas sambil memangku Rea—posisi yang membuat Rea selalu canggung tapi tidak bisa menolak. Rea menyuapi Galen donat gula buatannya yang sudah sedikit mengeras namun bagi Galen rasanya luar biasa.

"Enak, Mas?" tanya Rea penuh harap.

"Sangat enak. Sepertinya Mas harus memecat koki rumah ini dan menggantinya denganmu," canda Galen.

Rea tertawa kecil, ia menyandarkan kepalanya di bahu Galen sambil menatap langit jingga yang indah. "Mas Galen jangan gitu, nanti kokinya mau kerja di mana. Rea kan asisten Mas Galen, bukan asisten koki."

Galen terdiam sejenak, ia mengeratkan pelukannya di pinggang Rea. Di saat tenang seperti ini, Galen merasa ingin egois. Ia ingin waktu berhenti agar Rea tidak pernah tahu bahwa "kebun" yang ia urus adalah dunia penuh darah, dan tangan yang kini mengusap lembut rambutnya adalah tangan yang baru saja menandatangani perintah kematian bagi musuh-musuhnya.

"Mas..." panggil Rea tiba-tiba.

"Iya?"

"Besok-besok jangan pulang telat lagi ya. Rea... Rea kesepian kalau Mas tidak ada," ucap Rea dengan nada yang sangat tulus dan malu-malu.

Galen mengecup kening Rea lama. "Mas janji. Mas akan selalu pulang padamu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!