NovelToon NovelToon
White Dream With You?

White Dream With You?

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cokocha

Judul: White Dream With You

Sinopsis:
Sarendra selalu merasa dirinya tidak cukup menonjol. Dengan postur yang sedikit bungkuk dan rambut belah tengahnya yang rapi, ia lebih suka tenggelam dalam deretan angka di jurusan Akuntansi SMK Pamasta daripada harus berurusan dengan keramaian. Namun, sebuah insiden tali rafia yang putus di bawah terik matahari Surabaya mempertemukannya dengan Vema—gadis TKJ yang aromanya seperti sabun bayi dan keberaniannya setinggi langit.
Apa yang dimulai dari bantuan kecil di bawah pohon kersen, tumbuh menjadi rasa yang perlahan namun pasti. Butuh waktu tujuh bulan bagi Rendra untuk mengumpulkan keberanian, dan bagi Vema untuk membuka pintu hatinya. Mereka adalah dua kutub yang berbeda, namun saling menguatkan di tengah rintangan yang datang silih berganti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cokocha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Sketsa dan Sepotong Nomor

Hari terakhir MPLS di SMK Pamasta ditutup dengan perayaan yang santai. Lapangan tengah sudah dipenuhi oleh suara musik dan sorak sorai siswa yang merasa lega karena masa perpeloncoan telah usai. Namun bagi Sarendra, hari ini adalah hari yang paling mendebarkan. Mulai besok, ia akan terkurung di lab Akuntansi, sementara Vema akan sibuk dengan kabel-kabel di gedung TKJ.

Rendra berdiri di tepi lapangan, sesekali tangannya bergerak merapikan rambut belah tengahnya yang sedikit berantakan karena angin. Postur tubuhnya masih agak bungkuk, namun matanya dengan tajam memindai kerumunan untuk mencari satu sosok: gadis berambut pendek dengan aroma sabun bayi.

"Ren, lu nggak ikut joget?" tanya Bagas yang sudah berkeringat setelah ikut flashmob.

"Enggak, Gas. Aku lagi nyari... itu, Vema," jawab Rendra jujur. Sifat tenangnya kali ini bercampur dengan sedikit kegelisahan.

"Cie! Tuh, di pojok bawah pohon kersen lagi. Kayaknya dia lagi dikerubungin anak-anak minta bantuan lagi deh."

Rendra segera melangkah ke arah pohon kersen—tempat pertama kali mereka bertemu. Benar saja, Vema sedang dikelilingi oleh beberapa siswi yang memintanya menuliskan kesan-pesan di buku kenangan mereka dalam bahasa Inggris.

Vema hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Tangannya yang lelah tetap bergerak menuruti semua permintaan itu. Rendra menunggu di kejauhan sampai kerumunan itu bubar. Begitu Vema sendirian dan tampak menghela napas panjang, Rendra mendekat.

"Vema?" panggil Rendra lembut.

Vema mendongak, matanya yang lelah seketika berbinar sedikit saat melihat Rendra. "Eh, Sarendra. Akhirnya selesai juga ya harinya."

"Iya. Kamu... nggak apa-apa? Kelihatannya capek banget," tanya Rendra. Ia memberikan sebuah botol minuman dingin yang baru saja ia beli. "Ini, buat kamu. Belum dibuka kok."

Vema menerima botol itu. "Makasih, Dra. Kamu selalu datang di waktu yang pas. I really appreciate it."

Mereka terdiam sejenak di bawah bayangan pohon kersen. Suasana di lapangan sangat berisik, tapi di bawah pohon ini, dunia seolah hanya milik mereka berdua. Rendra menunduk, posturnya yang agak bungkuk membuat ia terlihat sejajar dengan Vema yang sedang duduk.

"Besok kita sudah mulai masuk kelas masing-masing," ucap Rendra memecah keheningan.

"Gedung TKJ sama Akuntansi kan jauh-jauhan."

Vema mengangguk, rambut pendeknya bergoyang tipis. "Iya. Dra, kalau nanti aku tiba-tiba kelihatan 'aneh' atau nggak sempat menyapa, tolong jangan berpikiran buruk ya? Di rumahku... energinya kadang bikin aku capek sampai ke sekolah."

Rendra terdiam, mencoba memahami maksud Vema tanpa mau mendesak. Ia tahu ada rahasia besar di rumah itu. Sebelum mereka berpisah, Vema memberikan selembar kertas sketsa wajah Rendra yang sedang tersenyum tenang—hasil goresan tangan Vema yang luar biasa.

"Makasih, Vem. Ini bagus banget," ucap Rendra tulus. "Boleh... aku minta nomor WhatsApp-mu? Biar kita tetap bisa ngobrol." Lalu Rendra memberikan handphonenya ke Vema

Vema mengambil ponsel Rendra dan mengetikkan nomornya dengan jari yang lentur. "Tapi jangan hubungi pas malam hari ya, Dra. Aku... aku nggak selalu bisa pegang HP kalau sudah di dalam rumah."

Rendra mengangguk paham, meski dalam hatinya muncul sedikit rasa heran. "Aku ngerti. Makasih ya, Vema."

Penutupan MPLS hari itu berakhir dengan letupan kembang api kecil yang mewarnai langit Surabaya. Di tengah riuhnya sorak-sorai siswa lain, Rendra berdiri mematung sambil menggenggam erat kertas sketsa pemberian Vema. Matanya mengikuti punggung Vema yang mulai menjauh, kembali ke kerumunan anak TKJ.

Ada banyak tanda tanya yang kini berputar di kepala Rendra. Mengapa Vema terlihat begitu tertekan saat menerima telepon? Kenapa dia dilarang memegang ponsel di malam hari? Dan kenapa aroma sabun bayi yang lembut itu seolah menyembunyikan sesuatu yang sangat berat?

Mulai besok, seragam putih-biru akan berganti menjadi putih-abu-abu. Dan bagi Sarendra, masa sekolahnya di SMK Pamasta bukan lagi sekadar tentang mengejar nilai akuntansi yang sempurna, melainkan tentang menjawab rasa penasaran yang perlahan mulai tumbuh terhadap gadis berambut pendek itu.

1
Forta Wahyuni
🤣🤣🤣dasar lakik plin plan dan bunglon, dah skt baru ingat vema. rasain kau bunglon dan plin plan. se x thor perlihatkan vema naik motor sama cow or di mobil ber 2 dgn cow. biar tau rasa tuch cow bunglon dan plin plan.
Forta Wahyuni
cowok bunglon, sok merasa sdh hebat krn bkerja di pemerintahan n jgn cengeng vema. hempaskan cowok yg plin plan, baru aj krja keq gitu dah songong n kmu bisa lbh maju vema. biarkan si bunglon dan si licik bersatu. kau jg bisa dptkan yg lbh dr si bunglon, biar menyesal lelaki plin plan itu. maunya pas2 an waktu si bunglon dan si licik ktemuan di lampu merah, si bunglon dan si licik naik motor ber2, si vema naik mobil dgn cow lain. haduh thor biar nyesal tuch lakik, jgn perasaan wanita saja yg kacau, perasaan si lakik jg hrs lbh kacau.
Forta Wahyuni
tegar vema, tunjukkan kamu kuat n lelaki seperti itu tdk usah dipikirkan. bunglon, plin plan dan tunjukkan pada 2 manusia itu kmu bisa unggul. datangkan thor, satu tokoh lagi, biar jgn wanita saja yg tersakiti. zora terlalu licik, sarendra lelaki Bunglon dan plin plan.
Forta Wahyuni
sarendra2, lelaki plin plan. stelah jauh dr vema hatimu pun jauh, jgn sarendra aja bisa n munculkan tokoh cowok satu lg buat vema agar sarendra tau vema berharga. hnya krn crita nyambung langsung berubah haluan. inilah kasus rmh tangga yg srg terjadi, tapi mreka msh pacaran.
Forta Wahyuni
kasihan vema, zora licik dan sarendra orgnya gk tegaan. tapi kamu hrs tegas rendra, jgn plin plan dan murahan. krn srg bersama, kmu jd ingkar janji dgn vema, knapa gk di masukkan lg 1 tokoh lelaki. biar jgn vema aja nahan perasaan, brubah vema n kmu jg bisa anggun walaupun bkerja dibidang itu.
Forta Wahyuni
semoga vema bisa bersikap bijak, hrsnya tau zora licik n gk sadar2 dmana2 ada zora. trakhir bkn cinta tapi zora obsesi, dulu ninggalin n skrg dtg mengganggu hub rendra dan vema. egois dan licik, mengharap rendra tpi dgn memburukkan rendra tuk jatuhkan lawan. sinting..
Mosteam
kenapa aku ikut seneng ya..
Mosteam
ceritanya nagih banget,
Mosteam
wahh seru banget bacanya
Mosteam
kasihan Vema
Mosteam
meeeeeeenarik
Mosteam
jangan jangan artinya itu seseudah matahari terbenam, muncul seperti hatu atau setan, dan vema harus bersembunyi dari hantu itu di malam hari🤐
Mosteam
vema kayaknya tertekan banget
Kustri
alur'a bikin penasaran
ada apa dgn vema
lanjuuut...
cokocha
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!