Pantanganya hanya satu, TIDAK BOLEH MENIKAH. Jika melanggar MATI MEMBUSUK
Putus asa dan hancur, Bianca Wolfe (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari apartement Le Manoir d'Argent yang mewahnya di pusat kota Paris, Perancis. Namun, maut menolaknya.
Bianca terbangun di ranjang mewahnya, dua tahun sebelum kematian menjemputnya. Di sebelahnya cermin, sesosok kuasa gelap bernama Lora menagih janji: Keajaiban tidaklah gratis.
Bianca kembali dengan satu tujuan. Ia bukan lagi gadis malang yang mengemis cinta. Dengan bimbingan Lora, ia menjelma menjadi wanita paling diinginkan, binal, dan materialistis. Ia akan menguras harta Hernan de Valoisme (40) yang mematahkan hatinya, dan sebelum pria itu sempat membuangnya, Bianca-lah yang membuangnya lebih dulu.
Kontrak dengan Lora memiliki syarat: Bianca harus terus menjalin gairah dengan pria-pria lainnya untuk menjaga api hidupnya tetap menyala dan TIDAK BOLEH MENIKAH.
Jika melanggar, MATI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanilla Ice Creamm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Rahasia Simon Maldini
"Aku pulang dulu, Simon. Sampai nanti malam di apartement" kecup Bianca sambil berjinjit dihadapan Simon meski sudah memakai stilettonya
Simon hanya mengangguk pelan, matanya masih menatap tanpa kedip ke Bianca. "Langsung ke apartemen sopirku telah menunggu, bellissima. Aku punya kejutan kecil untuk makan malam kita nanti," sahutnya sambil membiarkan jemarinya lepas dari pinggang Bianca.
Bianca melangkah keluar dari kantor megah. Di koridor, sekretaris Simon dan para staf menunduk hormat, menyadari bahwa posisi Bianca kini telah berubah menjadi salah satu pemilik perusahaan.
Begitu pintu lift tertutup, pantulan dirinya di dinding lift yang mengilap, bayangan Lora kembali muncul di permukaan logam tersebut.
"Bagus sekali, Kau sudah mendapatkan sahamnya. Sekarang, gunakan waktu sebelum dia kembali untuk memeriksa brankas kecil di ruang kerja apartemennya. Aku merasakan ada sesuatu yang disembunyikan di sana, sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar uang tunai."
"Aku tahu, Lora. Simon pikir dia baru saja memberiku mainan agar aku tetap patuh."
Sesampainya di apartemen, Bianca segera menuju ruang kerja pribadi Simon. Suasana sunyi, hanya detak jam dinding yang menemani. Di balik lukisan abstrak yang mahal, tersembunyi sebuah brankas baja digital.
"Gunakan instingmu, Bianca. Tanggal lahir ibunya, atau mungkin koordinat tempat kelahirannya di Sisilia," bisik Lora yang muncul di permukaan meja kaca yang gelap.
Setelah beberapa kali mencoba, pintu brankas terbuka dengan bunyi klik pelan. Di dalamnya tidak ada tumpukan uang atau batangan emas. Hanya sebuah kotak kayu tua dan sebuah map kulit warna hitam.
Bianca membuka map itu. Isinya adalah dokumen-dokumen lama tentang sebuah tragedi keluarga di Italia Selatan.
Rahasia Masa Lalu Simon tentang,
Identitas Tersembunyi: Simon ternyata bukanlah pewaris tunggal yang sah. Ia adalah anak haram dari hasil hubungan gelap ayahnya dengan seorang wanita penghibur di Palermo
Tragedi Berdarah: Ada kliping koran lama yang mengabarkan tentang kebakaran hebat di sebuah perkebunan zaitun dua puluh tahun lalu. Dokumen itu menunjukkan bahwa Simon "menyingkirkan" saudara tirinya untuk mendapatkan seluruh warisan kerajaan bisnis ini.
Cincin Stempel: Di dalam kotak kayu, terdapat sebuah cincin stempel kuno dengan simbol keluarga bangsawan yang sudah punah. Cincin ini adalah bukti garis keturunan yang seharusnya ia musnahkan jika ia ingin rahasianya tetap terkubur.
"Lihat itu... Dia bukan raja karena keturunan, dia raja karena dia adalah seorang pembunuh yang cerdas. Sekarang kau punya lehernya di tanganmu, Bianca. Jika dokumen ini sampai ke tangan dewan direksi atau sepupu-sepupunya yang haus kekuasaan, Simon akan kehilangan segalanya dalam semalam."
Bianca gemetar sedikit, bukan karena takut, tapi karena gairah kekuasaan yang baru saja ia temukan. "Ini jauh lebih berharga daripada lima persen saham, Lora." Mata Bianca berbinar jika membahas uang.
"Tentu saja," sahut Lora dingin. "Simpan kembali semuanya dengan rapi. Jangan biarkan dia tahu kau sudah menyentuh rahasia paling gelapnya. Gunakan ini hanya saat dia mulai mencoba mengendalikanmu terlalu jauh."
"Untuk sementara biarkan saja dulu, Lora. Aku tidak mau bersitegang soal ini. Aku ingin menikmati kebebasan finansialku dengan keliling dunia," ucap Bianca sembari memotret dokumen-dokumen itu dan mengembalikannya ke brankas.
Ia kemudian menyimpannya di folder rahasia di ponsel dengan kata sandi yang hanya ia yang tahu.
"Aku akan menyiapkan makan malam untuk kekasihku dan mulai membicarakan rencana liburan pribadiku nanti malam. Lora, menurutmu negara mana lagi yang seru? Bagaimana jika Asia? Pria dari negara Asia mana yang tampan, kaya, dan tentu saja panas di ranjang?"
Lora muncul di permukaan cermin besar di ruang tengah.
"Asia adalah pilihan yang menarik. Jika kau mencari kombinasi antara kekuasaan yang kaku dan gairah yang tersembunyi, pergilah ke Seoul atau Tokyo. Di sana, pria-pria kelas atas menyembunyikan sisi liar mereka di balik setelan jas yang sempurna. Mereka sangat dermawan pada wanita yang bisa menjaga rahasia."
"Atau jika kau ingin yang lebih eksotis, cobalah Jakarta atau Singapura. Pria-pria di sana memiliki cara sendiri untuk memanjakan wanita dengan kemewahan yang tak masuk akal. Tenang saja, aku akan mencarikanmu sosok yang paling perkasa dan bersih untuk kau nikmati. Biarkan Simon tetap merasa memilikimu di sini, sementara kau mencicipi dunia di tempat lain."
"Sekarang, pakailah gaun sutra merahmu itu. Buat dia merasa begitu bahagia malam ini sehingga dia tidak akan bisa menolak saat kau meminta izin untuk pergi 'berlibur' sendirian."
"Indonesia dan Singapura? Asia Tenggara? Bukannya mereka jarang ada yang tingginya di atas rata-rata seperti orang Eropa kita, Lora? Soal stamina, bagaimana?" tanya Bianca skeptis.
"Jangan meremehkan apa yang tidak kau lihat, Bianca," sahut Lora dengan nada merayu. "Di sana ada kaum elit, percampuran darah yang menghasilkan pria-pria tinggi, atletis, dan sangat terawat. Mereka tidak hanya kaya, tapi juga memiliki obsesi untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal, termasuk di ranjang."
"Soal stamina? Mereka punya rahasia kuno dan gaya hidup yang sangat terjaga. Bayangkan seorang konglomerat muda yang sopan di meja makan, namun berubah menjadi predator yang tak kenal lelah saat pintu kamar terkunci. Mereka akan memujamu seolah kau adalah dewi yang turun dari langit, dan percayalah, mereka sanggup membuatmu melupakan Simon selama berjam-jam."
"Aku akan memilihkan satu untukmu, dia bersih, perkasa di ranjang, kaya raya dan cerdas. Kau hanya perlu menyiapkan tubuhmu untuk sensasi yang berbeda."
Sambil memakai gaun sutra merahnya, Bianca mematut dirinya di cermin dengan mengagumi kecantiknya sediri. "Dan satu lagi, beberapa orang Indonesia terobsesi dengan pasangan 'bule' mereka akan dengan bangga jika punya pasangan dari belahan bumi barat dan eropa."
"Itu benar. Di sana, kecantikanmu akan dianggap sebagai mahakarya yang langka," sahut Lora dengan senyum penuh arti. "Pria-pria elit di Indonesia akan melakukan apa saja demi bisa bersanding dengan wanita seperti dirimu. Mereka sangat royal; kau bisa meminta apa pun, mulai dari vila pribadi di tebing Uluwatu hingga akses ke dunia yang belum pernah kau bayangkan."
"Namun, jangan tertipu dengan keramahan mereka. Di balik sikap santun itu, ada gairah yang sangat besar jika kau tahu cara memicunya. Aku akan memastikan kau bertemu dengan seseorang yang tingkat staminanya akan membuatmu terkejut, seorang pria yang tidak hanya memujamu sebagai 'bule' cantik, tapi juga melayani setiap keinginanmu dengan liar."
"Nanti, katakan pada Simon kau butuh healing di tempat tropis untuk menyegarkan pikiranmu agar bisa membantunya mengelola perusahaan dengan lebih baik. Biarkan dia yang memesankan first class atau bahkan jet pribadi untukmu ke Bali."
gmn laki mau menghargai
Lora lo abis di sakitin siapa weh? jdiin Bianca like u gt?