NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:602
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Masih di supermarket Aluna dan Rendra masih tak percaya keduanya dipertemukan kembali secara kebetulan saat dirinya harus mengecek stok barang.

Kebetulan supermarket itu milik keluarga Rendra. "Gila sih aku enggak nyangka bisa ketemu elo lagi lun."

"Ish jangankan akak, aku juga dah lama banget, lagian sekarang lebih fresh tau kalo dulu kan masih keliatan kurus."

"Alhamdulillah Lin sekarang mah aku rutin ngegame."

"Wow pantesan badannya bagus."

Sambil berjalan dan memilah makanan yang akan dibelinya, tanpa mereka sadari Rendra memakai kode pada salah satu orang kepercayaannya saat itu.

Melihat di troly belanjaan Aluna, Rendra jadi gagal fokus "Masih suka Snack itu lun?."

"Iya dong haha, kak Rendra masih inget aja."

"Masih dong, kamu juga suka makan gula kapas terus hmm permen apa tuh lupa aku, yang bikin kamu bolos sekolah bilangnya sakit gigi terus."

"Oh my, malu banget haha."

Prasha menatap mereka berdua, perasaan aneh mulai muncul didadanya saat itu. Arsen yang peka pun menyenggol Prasha dan berbisik "Sha,..elo cemburu ya?." tanya Arsen penasaran.

"Enggak." jawabnya singkat.

"Keliatan banget tau bro."

"Oia btw karena kita baru aja ketemu, gimana kalo kita makan siang bareng lun, kalian berdua juga ikut ya, hmm biar lebih akrab lah."

Tanpa berdiskusi dengan Prasha, Aluna langsung menjawab cepat saat itu juga " Gas."

Prasha langsung menatap Arsen pasrah, sementara Arsen mengangkat kedua tangannya, "Gue netral bro."

"Kalo gitu saya pergi dulu ya, ada klien telpon, kalian lanjut saja belanjanya nanti kita ketemu di resto depan."

"Oke kak."

"Lun, ini semua sudah, apa masih mau tambah lagi?, ada yang ketinggalan enggak, jangan sampai nanti dirumah ada yang kamu lupa beli?." tanya Arsen.

"Pastiin lagi Lun?."

"udah kok mas sudah semua, sudah beres yuk takut kak Rendra nunggu lama lagi."

Namun saat semua belanjaannya sudah dihitung oleh pihak kasir, tiba tiba saja, kasir itu menolak bayaran dari Prasha yang menyodorkan blackcardnya.

"Maaf mas, belanjaannya sudah dibayar." Tentu saja Prasha geram, dan mengepalkan tangannya kuat.

"Loh siapa yang bayar bro?."

"Siapa lagi."

\***RESTO**\*

Mereka akhirnya duduk bersama disebuah resto terdekat dari supermarket. Suasana yang cukup santai namun tidak bagi Prasha saat itu.

Ia duduk sambil menatap Rendra sesekali. Dengan tatapan yang sulit terbaca. Seolah sedang menganalisis saingannya itu. Rendra dengan pembawaan santainya,, ia bertanya pada Aluna.

"Lun, kamu sekarang tinggal dimana?."

""Hm dirumah ini, Mas Prasha." ucap Luna santai namun berhasil membuat Rendra terkejut.

"Oh,..hmm,..btw Elo sekarang sekolah dimana, eng,..pasti bentar lagi lulus kan?."

"Iya, sebentar lagi tinggal nanggung lah enak bulan lagi kelulusan."

Rendra hanya manggut-manggut faham, Arsen menimpali "Kita semua tinggal disana, dirumah Prasha juga."

Wah, seru pasti."

"Ya gitu deh."

"Dulu tuh kak Rendra baik banget tau mas?."

"Biasa aja kok lun."

"ikh beneran."

"Dulu Luna inget banget lah waktu masih SD, kak Rendra tuh sering di garda terdepan kalomluna di bully,"

Prasha sampai tersedak minumannya, saat Aluna terus memuji Rendra secara blak blakan. Hingga itu terbatuk batuk, Arsen saja langsung reflek mengusap punggungnya dan berkata "Tenang bro, sabar." bisik Arsen.

Rendra tertawa kecil, "Enggak juga kok lun, namanya kita teman."

"Tapi menurut Luna tuh, kakak masih sama kayak dulu tau." puji Luna yang membuat Prasha semakin tidak tahan mendengarnya. Dan tak lama sambil dengan raut wajah kesal yang ditahan ia menyendok daging dengan penekanan yangbtidak biasa, semua terlihat oleh Arsen namun tidak dengan alunan dan Rendra yang masih asyik berbincang seru mengingat kenangan mereka saat mereka satu sekolah.

"Uhuk, hmm btw Rendra kerja apa sekarang?." tanya Prasha.

"Arsitek mas, dan baru buka studio desain sih kemarin, setelah pulang dari Ausie." Prasha mengangguk sambil memakan menu lainnya yang sejak tadi sudah dipesan.

Namun isi kepalanya masih terus berputar "Arsen kelar, terbitlah Rendra saingan serius." begitulah pikirnya saat ini. Arsen mengirim pesan pada Prasha Arsen :"*Bro saingan elo bukan di level bocah lagi CK*!."✓®

Prasha :"*Iya,..Gue tau*."✓®

Keduanya pun pada akhirnya saling berpamitan, mengakhiri pertemuan mereka saat itu. Karena baik Rendra maupun Prasha dan Arsen harus segera kembali ke perusahaan.

Menjelang sore semua sudah pada sampai ke rumah catur dengan membawa banyaknya barang belanjaan mereka.

\*\*\*

Menjelang malam, Arden melihat Prasha sedang duduk santai sambil membaca buku yang membuatnya menjadi gagal fokus dengan judul yang Prasha baca saat itu.

"CARA MENAKLUKAN HATI WANITA DALAM 7 HARI."

"Widih buku baru lagi Sha?."

"Hmm." masih fokus pada buku yang di baca.

Arsen yang baru saja datang ke dapur niatnya mau menaruh gelas bekas kopinya langsung ia harus dengan cepat ke wastafel, dan saking keponya ia menarik bangku dan mendekat ke arah Prasha.

"Elo seriusan bro?."

"Apa?."

Prasha langsung menutup bukunya dengan cepat dan langsung menyembunyikannya. "Cuma referensi sen."

"Elo udah beli berapa banyak buku begituan?."

"Hmm, berapa ya, 5,..15,..20 mungkin?."

"Buseeet banyak bener bro, mau buka toko lu?."

"Namanya juga lagi usaha bro."

"Yang ada, elunya yang makin aneh sha?."

Aluna langsung masuk ke dapur dan duduk begitu saja sambil mengambil Snack yang tadi dibeli. Prasha langsung duduk tegak dengan refleknya, sedangkan Arsen menyeringai.

"Oia tadi kan aku Chatingan sama kak Rendra." Arsen langsung pelan pelan memutar bangku itu kearah Aluna dengan tatapan penuh drama.

"Terus terus?." ucap Arsen.

"Iya, dia ajak aku ke studio desainnya besok." seketika gelas yang dipegang Prasha hampir saja terjatuh.

\*\*\*

Menjelang malam diluar sepertinya mendung, suara petir bersahutan tapi masih belum ada tanda tanda akan hujan. Arden Sanjaya sedang berada digarasi rumah catur saat itu sedang mencari sesuatu yang ia cari di lemari perkakas area garasi.

"Rasaan gue taro disini deh kok enggak ada ya." ia membuka kotak lain, namun bersamaan dengan itu tiba tiba saja,..

"ARDEEN!." Teriak Arsen menggelegar membuat dia menaruh kembali ke lemari dan berlari ke arah lantai atas, namun belum sempat sampai ke kamar Arsen, ia langsung melihat Arsen menuruni anak tangga dengan emosi.

Arsen berjalan cepat ke arahnya, ditangannya ia memegang kamera kesayangannya yang telah rusak.

"Ini kenapa den?."

"elo makenya gimana sih den, elo minjem kemaren harusnya elo rawat."

"Oh itu, barusan jatoh."

"Maksud elo apa barusan, jatoh hah!."

"Ini kamera favorit gue Arden."

"Gue enggak sengaja sen."

"Iya tapi rusak gini, gimana gue mau pakenya coba."

"Iya gue ganti."

"Anj\*Ng lu ini bukan perkara main ganti gitu aja, gampang bener elo ngomong!."

"Hya terus elo maunya apa?."

"Itu pertama kamera yang gue beli sendiri dodol."

"yaudah gue minta maaf." ucap Arden dengan nada santai. Yang membuat Arsen geram. Ia pun langsung menarik baju Arden dengan emosi tingkat dewa.

"Lu pikir ini bercanda hah!."

"Elonya aja yang Lebay."

"Apa elo bilang gue lebay!."

"Brugh."

keduanya pun baku hantam, tak lama Darto yang mendengar suara kegaduhan pun langsung mengintip dan tak lama.

"MAS PRASHAAAA!."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!