NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Berondong

Terbelenggu Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Mau menyimpan bangkai serapat apa pun, pada akhirnya akan tercium juga.

Niat hati memberi kejutan untuk suami tercinta di tahun ke 2 pernikahan. Nyatanya aku, yang di beri kejutan yang menjadi awal runtuhnya kepercayaan dan hancurnya hati ku. Hingga perpisahan gak lagi bisa ku hindari. Dari pada hidup bersama pria yang sudah menghianati.

Di balik ruang kebesaran Joseph.

"Pelan pelan, sayang!"

"Gak bisa, mas! Aku udah gak sabar pengen piton kamu!"

"Kamu ini, selalu saja pandai memu4skan ku! Kamu agresif, inisiatif, aku suka itu!"

"Siapa dulu dong, Karin! Kekasih mu! Karena aku, kamu bisa berada di posisi ini! Ingat itu! Aku pahlawan mu, mas!"

"Dan sayangnya aku harus berkorban menikahi si Jenny. Wanita bodoh, manja, menyusahkan, dan gak bisa apa apa!" gerutu Joseph.

Ceklek.

"Je- Jenny, ka- kamu ngapain ke sini?"

Hingga aku di pertemukan kembali, dengan bocah yang mampu mengusik hidup ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

...🌻🌻🌻🌻🌻...

Dugh dugh dugh.

Suara gedoran dari depan rumah, membuat ke dua nya terlonjak kaget. Untuk sesaat berhasil menghenti kan aktivitas Joseph dan Karin, pasangan tanpa status pernikahan.

Netra Joseph kini menatap penuh selidik ke arah pintu yang tertutup rapat. Di mana hanya berjarak beberapa meter, dari sofa ruang tamu, tempat mereka berada ke pintu utama.

Sementara gorden gelap yang membentang di antara dinding kaca. Menghalangi pandangan orang yang berada di luar akan aktivitas penghuni rumah.

Dengan sengaja, Karin mengalung kan ke dua lengan nya di leher Joseph. Memak5a pria itu untuk kembali mengikis jarak ke dua nya.

“Abaikan mereka saja! Mereka gak akan masuk, sayang!” seru Karin dengan manja.

“Tapi aku merasa terusik, Rin!! Aku harus lihat, siapa yang berani menggedor pintu rumah ini! Bertamu tapi gak punya etika, dan gak tau waktu! Orang macam apa itu!” gerutu Joseph dengan nafas memburu.

Karin menggeleng, “Biarkan saja, sayang! Nanti juga mereka akan pergi dengan sendiri nya!”

“Kamu yakin?” tanya Joseph, dengan hati gak tenang.

“Sangat yakin! Abaikan saja mereka! Mereka datang ke sini paling mau minta sumbangan, melihat ada mobil mu terparkir di depan rumah!” dusta Karin.

‘Aku percaya pada mu!” Joseph kembali melanjut kan, kegiatan yang harus nya tidak ia lakukan pada Karin.

Karin berseringai, menikmati permainan Joseph, ‘Maaf, sayang! Ini satu satu nya jalan instan, untuk aku menjadi istri mu! Mereka tidak akan pergi. Justru kamu yang akan pergi dari rumah ini dengan status suami Karin! Pintar kan aku!’

Gedoran pintu kembali terdengar, di susul dengan suara seruan dari beberapa pria yang saling bersahutan dari balik pintu, dengan nada penuh emosi.

“Buka woy, dasar pasangan me5um! Kami tau kalian ada di dalam!”

“Bu Karin! Tolong buka pintu nya, bu! Kami perlu bicara dengan ibu dan tamu anda!!”

“Woy, buka! Minta di dobrak lu ya! Cepet buka pintu nya! Jangan kotori lingkungan tinggal kami dengan kelakuan buruk kalian!”

Joseph menajam kan indra pendengaran nya, ‘Dari mana mereka tau, kami sedang berbuat me5um? Gak mungkin Karin yang memberi tahu mereka kan?’

Dengan sengaja Karin memekik kencang, “Akkhhh!”

Joseph langsung menjarak tubuh nya dari Karin, menatap marah wanita nya itu, “Bodoh! Apa yang kamu lakukan hah? Kamu sengaja? Ingin melihat mereka memergoki kita?”

Karin menyangkal, dengan tatapan bersalah, “Aku kelepa5an sayang! Maaf! Aku tid —”

Brugh.

Pintu terbuka lebar, usai di dobrak pak5a dari luar oleh 2 bapak bapak. Membuat Karin dan Joseph seketika menoleh ke arah pintu.

“Astagaaa! Bapak bapak! Kalian lihat itu kan! Mereka mengotori tempat tinggal kita!” beo salah seorang pria dengan seragam satpam. Ia menunjuk ke arah Joseph dan Karin dengan jari telunjuk nya. Wajah nya merah padam, penuh emosi.

“Ya Tuhan! Pasangan zin4h itu, pak! Gak salah lagi itu!” timpal bapak lain nya, menggeleng kan kepala gak habis pikir. Melihat Karin terbaring kacau di atas sofa.

“Saya bisa jelas kan, pak!” kilah Joseph dengan panik, ia merapi kan pakaian nya yang tampak kacau.

“Jelasin kalian sudah berbuat me5um di kampung kita ini hah? Dasar manusia gak ada otak! Kalian itu belum menikah!” timpal warga gak terima.

“Kelakuan kalian ini seperti binatang!” timpal warga lain.

“Bakar aja mereka, pak! Mereka itu pantas di bakar! Mereka pembawa hama pada tempat tinggal kita!” celetuk salah satu warga.

Joseph dan Karin saling pandang, kedua nya kompak bergidik ngeri.

‘Warga stres! Gila! Aku dan Karin cuma me5um, itu pun di rumah yang aku beli untuk Karin. Masa iya harus kami yang di bakar? Salah kan diri kalian sendiri yang mener0bos rumah orang tanpa izin! Sinting kalian!’ umpat Joseph, berani nya dalam hati.

“Hukum mereka, pak! Sanksi sosial, pak! Arak keliling perumahan, pak!” seru salah satu warga penuh semangat.

“Betul, pak! Botakin kepala mereka! Dasar binatang berkedok manusia kalian! Terus k4winin mereka, pak!” celetuk warga lain.

‘Terima kasih para warga! Kalian memang bisa di andal kan! Kamu kalah satu langkah dari ku, mas Joseph sayang! Hari ini juga, kita pasti akan sah jadi suami istri, meski posisi ku lemah di mata negara.’ jerit batin Karin, namun memperlihat kan wajah ngeri pada sang kekasih.

“Ini bukan akhir dari hidup kita kan, mas Joseph?” tanya Karin dengan bulir bening yang menerob0s pelupuk mata nya.

“Sudah sudah, lebih baik kalian ke luar dulu!” titah seorang pria tua, mengerah kan yang lain untuk ke luar.

“Waaah baru juga mao lihat yang geratisan! Udah di suruh ke luar aja si, pak! Gak asik nih!” protes salah satu warga.

“Tolong betul kan itu pakaian anda bu Karin!” imbuh warga lain pada Karin dari ambang pintu.

Karin mengangguk, menyapu air matanya dengan kasar. Sembari membetul kan kembali penampilannya.

‘Mas Joseph pasti ketakutan setengah mati!’ pikir Karin.

Joseph menelan salivanya dengan sulit, ‘Sial4n! Kenapa jadi kacau begini sih! Kepala ku di botakin? Di arak keliling perumahan? Astaga, No! Kemana harga diri ku kalau sampai ada yang berani menyebarkan berita ini!’

“Dan anda! Kalian harus jelaskan pada kami selaku warga setempat!”

Langit yang semula cerah dengan pasti berganti senja. Hingga kesepakatan pun berhasil di capai antara Joseph dengan warga sekitar.

Sore itu juga, Joseph di nikahkan dengan Karin. Sebagian warga yang ikut dalam penggerebekan terjadi, menjadi saksi dari pernikahan siri keduanya.

“Dengan begini, kalian sudah sah menjadi suami istri! Terlepas dari kalian yang ingin mengurus pernikahan ini menjadi sah di mata negara. Itu menjadi urusan kalian!” celoteh salah seorang warga, sebelum meninggalkan rumah yang di tinggali Karin.

Kini menyisakan Karin dan Joseph di rumah itu.

“Kacau semua rencana ku!” gerutu Joseph, menatap Karin jengkel.

“Jangan salahkan aku, sayang! Aku mana tau kalau mereka bakal nekat mendobrak pintu rumah ku!” beo Karin, dengan nada bersalah yang di buat buat.

Sementara di tempat lain, rumah bergaya eropa. Jenny terpaku di tempatnya berpijak.

“Pa- papa tumben jam segini udah ada di rumah?” beo Jenny dengan tatapan gak percaya. Ia melihat sang ayah berada di ruang tengah, di temani secangkir teh dan sepiring bolu, tergeletak di atas meja yang ada di hadapan Jaya.

“Memang salah, kalo ada seorang ayah yang menunggu anak perempuannya pulang hah? Letak salahnya di mana, Jenny Putri Syah?” tanya Jaya dengan dingin, namun tidak dengan tatapan yang jelas menunjukkan rasa khawatir.

‘Keterlaluan Joseph! Dasar menantu durhaka, beraninya dia membuat putri ku satu satu terluka. Jenny pasti banyak menangis, kamu gak bisa membohongi papa, Jen!’ jerit batin Jaya.

Jenny menggeleng, dengan menghampiri sang ayah, “Bu- bukan begitu, pah! Jen cuma …”

“Walah, Tuan besar udah tau toh kalo Non Jenny mau tinggal di rumah ini lagi? Wis lah, bibi jadi lega toh liatnya! Tak pikir Tuan besar belum tau.” timpal bibi Yati, sembari menyeret koper milik Jenny dan tas besar miliknya sendiri.

“Jen! Jangan coba sembunyikan apa pun dari papa mu ini!” tegur Jaya dengan punggung tegak. Tangannya yang ada di atas meja terkepal erat.

Jenny meringis begitu berada tepat di hadapan Jaya, “Maaf, pah! Jenny yang salah! Gak seharusnya Jen pulang ke rumah! Jen bisa kok tinggal di hotel, a- apartemen mungkin! Kalo papa keberatan di bebanin Jen dan bibi!”

Tak.

Bersambung …

1
lina
waduh
lina
yah begitu lah pentingnya restu
lina
emng itu yg d arepin 🤣🤣🤣
lina
lama amat makan doang ampe 1 jam
lina
wah wah wah. enaknya d apain y 🤔
lina
🤔🤔 kalo mabok... suka dvluar nurul gitu sikapnya?
lina
kaga mabok. cuma minum dikit doang 🤣
lina
obsesi lah itu mah
lina
udah bulet nih. mau ngejer janda 🤣
lina
tul itu
lina
udh brpa kali pindah kerja bi? bneran di pecat gegara devi? lempar bae anak begitu mah
lina
pede gila u 🤣🤣
lina
keracunan iya 🤣🤣
lina
adem kan d liat nya
lina
pembantu ngelunjak lgi
lina
🤣🤣 tau bae nuari alasan
lina
klo siang, nmanya solat zuhur
lina
mimpi apa s neng? seneng bagt kayanya 🤣🤣
lina
situ waras? ko bisa punya anak dr wanita lain?
lina
dia bapak kndung u cok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!