NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:971.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan di bawah malam

​Malam di kota kecil ini selalu membawa keheningan yang dalam, hanya menyisakan suara jangkrik dan embusan angin yang menggoyang dahan pohon mangga di samping rumah. Di dalam kamar utama, lampu sudah dipadamkan, menyisakan cahaya remang dari lampu tidur di sudut ruangan.

​Sekar meringkuk di balik selimut, namun tidurnya tidak tenang. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Dalam tidurnya, ia kembali ke masa itu, masa di mana ia harus mencuci tumpukan baju hingga tangannya berdarah, masa di mana ia diusir dari kontrakan karena menunggak biaya sewa, dan wajah-wajah sinis orang pasar yang menunjuknya sebagai wanita hina.

​"Jangan... jangan..." Sekar mengigau dengan lirih. Isak tangis mulai lolos dari bibirnya yang bergetar.

​Di sisi lain ranjang, Danu yang baru saja hampir terlelap langsung terjaga. Ia mendengar suara isakan itu. Dengan gerakan pelan, ia mendekat ke arah Sekar. Di bawah cahaya remang, ia bisa melihat wajah istrinya yang tampak sangat menderita dalam tidurnya. Rambut hitam Sekar yang halus berantakan di atas bantal, menonjolkan kulit wajahnya yang putih namun pucat.

​Tanpa ragu, Danu mengulurkan tangannya. Ia menarik tubuh kecil Sekar ke dalam dekapannya.

​"Sekar... bangun. Itu cuma mimpi" Bisik Danu. Suaranya rendah dan sangat tenang, tepat di dekat telinga Sekar.

​Sekar tersentak bangun. Napasnya memburu, jantungnya berdegup sangat kencang. Hal pertama yang ia rasakan adalah aroma maskulin yang akrab dari tubuh Danu yang hangat. Ia menyadari kepalanya bersandar di dada bidang Danu, dan tangan besar pria itu mendekap bahunya dengan protektif.

​"Mas..." Sekar berbisik, suaranya parau. Ia mencoba menjauh karena rasa sungkan yang selalu menghantuinya, namun lengan Danu justru mengunci posisinya, tidak membiarkannya pergi.

​"Diamlah di sini sebentar. Napasmu masih belum teratur" Ucap Danu. Ia tidak melepaskan pelukannya. Sebaliknya, tangannya yang lain naik ke kepala Sekar, mengusap rambut panjang istrinya dengan gerakan yang sangat lembut dan ritmis.

​Sekar mematung. Ini adalah pertama kalinya Danu bersikap sedekat ini setelah mereka menikah. Perlakuan Danu sangat manis, sangat perhatian, bahkan terasa seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya. Namun, tidak ada kata "aku mencintaimu atau jangan takut, aku di sini karena aku sayang padam"

​Sekar hanya bisa mendengar detak jantung Danu yang stabil di bawah telinganya.

"Apakah detak jantung ini untukku? Ataukah ini hanya detak jantung seorang pria yang merasa kasihan melihat wanita lemah sedang ketakutan?" Batin Sekar bertanya-tanya.

​"Mas, maaf saya mengganggu tidur Mas" Ucap Sekar akhirnya, wajahnya memerah di dalam kegelapan.

​"Kamu tidak pernah mengganggu atau merepotkan kalau soal begini Sekar" Sahut Danu.

Ia melonggarkan sedikit pelukannya agar bisa menatap wajah Sekar. Di kegelapan itu, mata Danu tampak bersinar lembut.

"Besok jangan bangun terlalu pagi. Aku sudah bilang pada Mbok Sum untuk mengurus semua sarapan. Kamu harus banyak istirahat"

​"Tapi, Mas..."

​"Tidak ada tapi-tapi!" Danu memotong dengan lembut namun tegas. Ia kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, lalu kembali menarik Sekar ke dalam pelukannya.

"Iya Mas" Sekar hanya bisa menurut. Dia memang sudah berjanji untuk jadi istri penurut sebagai balas budi atas pertanggungjawaban dari Danu.

"Satu lagi Sekar, jangan terlalu formal padaku mulai sekarang. Sikapmu yang seperti itu justru memberikan jarak untuk kita berdua. Cobalah untuk bersikap biasa saja padaku, aku ini suamimu, jadi jangan anggap aku sebagai atasanmu di toko, atau sebagai orang asing yang menikahimu sebatas tanggung jawab. Kamu sudah bersedia untuk memulai hubungan kita agar lebih dekat, jadi tolong sedikit terbuka padaku. Aku pun akan melakukan hal yang sama"

Sekar masih mencerna permintaan Danu. Dari yang dia tangkap, Danu ingin Sekar menarik semua batas yang Sekar ciptakan untuk mereka berdua. Batas yang sengaja Sekar bangun untuk menjaga hatinya sendiri.

Tapi sekarang Danu memintanya untuk lebih dekat, lebih terbuka. Lalu bagaimana jika suatu saat nanti Sekar justru maju terlalu jauh melupakan batas yang pernah ia buat, kemudian justru terperosok jatuh terlalu dalam hingga dia tak bisa bangkit lagi?

Tak masalah jika Danu tak membiarkan Sekar jatuh dan merasakan sakit, tapi bagaimana kalau sampai Danu membiarkan Sekar jatuh sendirian?

"Kamu tidak mau?" Suara Danu terdengar begitu dekat karena posisinya Sekar masih ada dalam pelukan Danu.

"Aku mau Mas" Jawab Sekar.

Sekar merasakan tubuhnya ditarik semakin dalam oleh Danu setelah jawaban itu.

"Tidurlah lagi. Aku akan di sini!"

​Malam itu, untuk pertama kalinya sejak menikah, Sekar tidur dengan perasaan yang sangat aneh. Di satu sisi, ia merasa sangat terlindungi.

​Ia menyimpulkan dalam diam, Danu memperlakukannya seperti ini, mungkin sedang menunjukkan pada Sekar jika Danu juga berusaha membuka hati kepadanya. Danu mungkin berpikir bahwa sebagai suami, ia harus memberikan kenyamanan fisik kepada istrinya yang sedang hamil.

​Keesokan paginya, Sekar terbangun lebih lambat dari biasanya. Ia terkejut melihat matahari sudah mulai meninggi. Saat ia menoleh, Danu sudah tidak ada di ranjang, namun ada sebuah kotak kecil di atas bantal suaminya dengan secarik kertas.

​Sekar membuka kotak itu. Isinya adalah sebuah sisir rambut yang terbuat dari batu berwarna hijau dengan ukuran bunga di salah satu ujungnya, juga minyak rambut beraroma harum yang menenangkan.

"Pakailah sisir ini untuk menyisir rambutmu setelah bangun nanti agar tidak kusut"

​Sekar memegang sisir itu dengan tangan bergetar. Air matanya jatuh lagi. Danu begitu terang-terangan memperhatikannya, bahkan sampai detail sekecil minyak rambut. Ia tidak perlu lagi menebak apakah Danu peduli padanya atau tidak, jelas Danu sangat peduli. Namun, di balik kepedulian itu, Sekar bertanya-tanya, apakan dia bisa masuk ke dalam ruang dalam hati Danu yang Sekar yakin masih berisi semua tentang Lidya sampai detik ini.

​"Mas, kenapa Mas harus sebaik ini kalau tidakkah mencintaiku?" bisik Sekar pedih pada sunyinya kamar.

"Mas membuatku semakin sulit untuk pergi saat waktunya tiba nanti"

​Sekar bangkit dan mulai menyisir rambutnya dengan sisir pemberian Danu. Ia akan menjadi istri yang paling penurut di dunia ini sebagai balasan atas kebaikan suaminya, meski ia harus menanggung luka melihat suaminya memberikan segalanya kecuali hatinya.

1
Dhiany Annas
Nyawa Danu hanya ada ditangan Author ...
Tamirah
Mertua kalau sejak awal sdh benci dgn menantu bukti atau fakta kalau pegawainya sdh gak jujur menggelapkan dana yg ditemukan mantu tentu gak akan percaya. Mertua akan sadar kalau sdh kena setruk gk bisa apa-apa baru dia melek karena butuh orang yang membantu , entah untuk menyuapi, memandikan memakai kan pakaian.Selagi sehat tentu masih mentang mentang.
Tamirah
Hidup berumah tangga satu atap dgn ibu mertua yg tidak menyukai istri pilihan putranya Sangat lah mengenakan, apa yg selalu dikerjakan gak ada yg benar,cacian dan hinaan menjadi makanan sehari-hari.Kalau anak nya pindah punya rumah sendiri nnt mantunya yg disalahkan krn mempengaruhi putranya, Kalau serumah dgn ibu mertua juga ngenessss . ya satu satunya putranya hrs tegas pada ibunya ambil keputusan utk pinda agar istrinya nya man dan aman demi si buah hati yg dikandung istri tercinta biarkan ibu mengatatai anak durhaka padahal gelar' yg cocok adalah ibu durhaka.
@Al**
/Good/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaaaan wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah? dia juga siapa?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
alah alah gemes banget sih pasangan mas & dek ini 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ah masa sih wkwk jangan2 ibas aslinya naksir riana bukan sekar 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayak ninja hatori ya bu, membela kebenaran & kebajikan 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oo gitu, baru tau hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh bu broto anggota avenger kah tugas nya melindungi 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
selo banget mas sampe sempet merhatiin jam bos sambil ngerumpi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bercanda itu kalo bikin orang ketawa budhe, kalo bikin orang tersinggung mah jatohnya julid ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
riana se periang ini sm danu se soft spoken itu kok bisa sih ibu nya se-broto itu 😂
santi.santi: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa ga pindahin bu broto ini ke ujung pulau biar ga berisik wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu bayangin kalo pak broto masih ada trus dia di telp mantan nya malem2 trus pak broto bantuin mantan nya ibu tantrum ga 😒 emang orang kadang kudu ngerasain dulu situasi yg sm biar mulutnya ga asal jeplak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bu broto ada masalah hidup apa sih kok kayaknya sirik banget wkwk apa dulu pak broto ke ibu ga semanis danu ke sekar kah? 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini yg ngomong laki? yaalah mulutnya kayak ibu ibu kehabisan bansos ya ya, urusin aja keluarga sendiri repot banget sih ngurusin orang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur ini salah satu yg bikin aku kadang ga suka ke pasar, kadang mulut orang2 tu suka nyamber kek gledek gini, sodara bukan akrab kagak tp ikut komentar 🙂 kalo belanja di supermarket bener2 tinggal milih liat harga, ga bisa di tawar gapapa tp ga ketemu sm manusia begini, mana jiwa ini ga bisa di ajak basa basi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu hamil lagi siapa tau skrg hamil nya kayak sekar 😂 lagian orang hamil juga beda2, mbak ipar ku lho hamil dia sampe ga bisa cium bau nasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!