Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³²
Wajah Alexander kini berubah menjadi muram saat berhasil keluar dan menjauh dari mereka semua. Siapapun yang melihatnya tidak akan berani mendekatinya atau bahkan sekedar mengajaknya berbicara.
"masuk" ucap Alexander dengan dingin tanpa menatap wajah Serafina. Karena tidak perduli, Serafina memilih untuk menurut dan tidak menatap wajah Alexander. Mobil itu kini kembali menuju mension Alexander dengan kecepatan sedang.
*
*
*
Milan City
Gadis cantik bermata brown itu tengah berdiri menunggu temannya datang ke tempat mereka akan berdiskusi. Wajah manis itu terlihat malas sebab temannya itu sudah se jam lebih belum kunjung datang. Hingga terdengar sepatu heels menapak dilantai dengan suara tajam dan mampu menciptakan suara menggema dalam ruangan.
"scusa" ucap wanita itu pada temannya.
"selalu saja begitu, ini sudah jam berapa? aku sudah jamuran menunggumu disini!"
"ohh, maafkan aku Lusy tadi lampu merah begitu padat dan aku tidak bisa menerobos begitu saja"
"Daniela, kau itu selalu saja ada alasan disetiap kesalahan mu, lain kali jika kita janjian untuk bertemu dan kau datang terlambat lagi, aku tinggal pulang!" gerutu Lusy dengan kesal dan membuat Daniela tertawa.
"tidak ada yang lucu!"
"haha, wajahmu itu terlihat imut saat marah maka dari itu aku tertawa"
"Baiklah, hentikan sudah omong kosongnya dan mari kita bahas langsung ke inti, aku tidak bisa berlama lama disini"
"oke,oke"
"kapan kau akan ke Amerika?"
"mungkin besok"
"untuk apa kau disana? bagaimana dengan karir mu disini"
"untuk setahun kedepan, aku akan menjadi bintang film dan juga promosi iklan produk disebuah perusahaan penting, dan sekaligus ingin mengambil hati calon suamiku"
"siapa? mengapa kau tidak pernah bercerita soal ini?"
"untuk apa? apa kau ingin merebut calon suamiku? tidak akan aku biarkan!"
"hei, tenangkan dirimu gadis manis, mana mungkin aku selera dengan kekasih sahabatku apalagi calon suami" Daniela menggelengkan kepalanya dan meminum wine nya. Lusy menatap foto pria tampan di ponselnya dan tersenyum bahagia. "Aku sudah tidak sabar menjadi nyonya Alexander"
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
Mobil mewah Alexander kini telah tiba di mension. Pria itu berjalan meninggalkan istrinya yang masih berada didalam mobil, Serafina hanya diam saja dan dengan gerakan tenang ia perlahan keluar dari mobil.
saat memasuki mension, salah satu pelayan menghadangnya dengan tatapan tak suka. "kau tahu? sebenarnya aku pelayan yang menyamar disini! aku putri dari keluarga yang jauh lebih kaya dari keluargamu! dan kau tidak pantas berada disisi Alexander! lihat saja, aku akan menyingkirkan mu" ucap pelayan itu dengan berani.
"aku akan sangat berterimakasih kepadamu jika kau berhasil membantuku kabur dari sini" ucap Serafina tersenyum manis kemudian meninggalkan wanita itu. Lantas pelayan itu menatap bingung, mengapa Serafina tidak marah? dan justru malah senang jika dirinya berhasil lolos? apakah pernikahan mereka hanya permainan?
Serafina membuka pintu kamar dengan pelan hingga terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Alexander tengah mandi setelah pulang dari pesta karena merasa gerah, Serafina melangkah menuju lemari untuk menyiapkan pakaian suaminya sebab sudah peraturan yang ditetapkan jika dia harus melayani kebutuhan Alexander.
pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok pria tampan dan tubuhnya yang atletis membuat semua wanita akan terpana padanya. Air dari rambutnya menetes kelantai, dada bidangnya tampak terbuka tanpa pakaian atas dan sebuah handuk menutupi bagian privasinya.
melihat tubuh pendek dan kurus itu sedang menyiapkan pakaian nya, Alexander berjalan perlahan agar tidak ketahuan jika ia sudah selesai mandi. Dengan gerakan tegas, ia mengunci tubuh Serafina pada lemari besar itu. Kepalanya menunduk untuk mendekati telinga gadis itu dan berbisik, "untuk apa kau menyiapkan pakaian ku? kau ingin mencari perhatian ku?" bisiknya pelan namun mengandung sarkas.
Seketika jantung Serafina rasanya seperti berhenti berdetak, karena lagi lagi pria itu mengutarakan hal menyakitkan padanya. "saya hanya melakukan tugas saya di surat perjanjian" ucap Serafina dengan tenang dan berbalik. Gadis itu sempat terkejut, sebab wajah mereka kini sangatlah dekat. Alexander tertawa sinis dan menjauh, ia merebut dengan kasar pakaian nya ditangan Serafina dan memakainya begitu saja didepan Serafina tanpa malu. Gadis itu hanya mampu mengalihkan pandangannya kearah lain.
"untuk apa kau memalingkan pandangan mu? lagian pasti kau sudah terbiasa melihat tubuh pria kan" ejek Alexander semakin membuat Serafina kesal. Namun gadis itu memilih untuk mengunci mulutnya, ia sadar betapa kejamnya Alexander jika ia terus menyahuti perkataan nya.
melihat istrinya diam saja Alexander menjadi kesal. pria itu berbalik dan mendekati ranjang, kemudian ia menjatuhkan tubuhnya begitu saja diatas ranjang tanpa memperdulikan Serafina yang masih berdiri disana. Alexander membuka buku kesukaannya dan membacanya, sementara Serafina memungut handuk dilantai tadi dan meletakkannya di keranjang kotor.
ia meraih bantal dan selimut untuk tidur diatas sofa, seperti biasa. tanpa Serafina sadari, mata biru tajam itu terus mengamati gerak geriknya dan setiap langkah kakinya.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang