NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:174.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan kata "Mas" yang membuat Arjuna salah tingkah

Suasana meja makan pagi itu terasa sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Pak Prasetyo dan Bu Kinan baru saja hendak menyantap nasi uduk mereka ketika langkah kaki kecil terdengar mendekat.

"Pagi, Tante Dita!" sapa Siena dengan suara yang cukup ceria.

DEG!

Pak Pras dan Bu Kinan sampai menghentikan kunyahan mereka, mata mereka melongo menatap cucu mereka yang biasanya sedingin es itu kini menyapa ibu sambungnya lebih dulu. Dita, yang sejak tadi hanya menunduk dengan wajah ditekuk karena masih kesal mengingat "insiden gigitan" di kamar, tersentak kaget. Namun, melihat wajah polos Siena, amarahnya pada Arjuna menguap seketika digantikan senyum tulus.

"Pagi juga, Siena. Wah, sudah rapi sekali pagi-pagi begini," balas Dita ramah.

Tak lama kemudian, Arjuna muncul. Ia terlihat sangat segar dengan kaos polo santai, rambutnya yang masih sedikit basah menambah kesan fresh.

"Wah, kebetulan sekali Ayah sudah datang!" seru Siena. "Ayah, apakah di hari Minggu ini Ayah libur bekerja?"

Arjuna mendekat, mengusap lembut kepala Siena. "Iya, Sayang. Ayah libur hari ini." Pandangan Arjuna kemudian beralih, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Dita.

Seketika, rona merah menjalar di pipi keduanya. Dita buru-baru memalingkan wajah yang terasa seperti terbakar. Ingatan tentang ciuman lembut berdurasi lama semalam mendadak terputar kembali di otaknya bak film romantis. Arjuna pun tak jauh beda; ia mendadak kikuk, salah tingkah sambil membetulkan letak kursinya.

Tingkah aneh pasangan muda ini tidak luput dari penglihatan Pak Pras dan Bu Kinan yang hanya bisa tersenyum tipis penuh arti.

"Memangnya kenapa kalau hari ini Ayah libur, Nak?" tanya Arjuna mencoba menetralisir suasana.

Mata Siena berbinar-binar. "Ayah, antar aku pergi ke mal yuk! Tante Dita juga harus ikut!"

BBRRRUUUFT!

Dita yang sedang meminum air putih karena gugup, spontan menyemburkan air dari mulutnya. Seisi meja makan terkejut. Arjuna dengan sigap mendekat, menyodorkan beberapa lembar tisu dengan raut khawatir yang nyata.

"Kamu tidak apa-apa, Dita?" tanya Arjuna lembut.

"E... enggak... aku enggak apa-apa, Pak!" jawab Dita gugup setengah mati sambil sibuk mengelap bibirnya.

Mendengar sebutan itu, Bu Kinan dan Pak Pras langsung kompak meletakkan sendok mereka.

"Dita, kenapa masih panggil Arjuna dengan sebutan 'Pak'?" protes Bu Kinan. "Kalian ini pasangan suami istri paling aneh yang Ibu lihat. Dita, jangan panggil suamimu 'Pak', panggil lah dia 'Mas'."

Dita hanya bisa mengangguk kaku sambil menelan ludah dengan susah payah. Sementara itu, Arjuna justru tersenyum penuh arti. Panggilan "Mas" dari bibir Dita adalah sesuatu yang sangat ia dambakan.

"Lalu, kenapa tiba-tiba ingin ke mal dan membeli Barbie, Siena?" tanya Arjuna lagi, mengalihkan pembicaraan.

Siena langsung menjawab dengan antusias, "Aku ingin membeli boneka Barbie, Yah! Semalam Tante Dita ceritakan dongeng Cinderella dan Pangeran Tampan. Aku ingat di toko mainan langgananku ada koleksi Barbie Cinderella dan Pangeran Tampannya!"

Mendengar kata "Pangeran Tampan", pandangan Dita secara refleks tertuju pada Arjuna. Di saat yang sama, Arjuna pun menatap Dita. Pria itu kembali membayangkan igauan Dita semalam, bagaimana istrinya itu menarik kerahnya dan memintanya jangan pergi.

Arjuna seolah terhipnotis kembali oleh situasi malam tadi, membayangkan bibir ranum Dita yang memanggilnya "Pangeran". Suasana meja makan yang ramai itu mendadak terasa sunyi bagi mereka berdua, hanya ada detak jantung yang saling berkejaran di balik dada masing-masing.

*

*

Mal Grand Indonesia siang itu padat luar biasa. Arus pengunjung yang membeludak membuat suasana menjadi sesak, terutama di area lantai dasar yang sedang mengadakan pameran besar. Arjuna, yang biasanya terlihat gagah dan berwibawa dengan seragam kepolisiannya, kini tampil santai dengan kaos polo yang pas di badannya, namun wajahnya tampak waspada menjaga dua wanita di dekatnya.

Siena mulai kelelahan berjalan di tengah kerumunan. Tanpa banyak bicara, Arjuna langsung mengangkat putri kecilnya itu ke dalam gendongannya. Tangan kanannya menyangga tubuh Siena, sementara mata elangnya terus memantau Dita yang berkali-kali nyaris tersenggol orang yang berlalu-lalang.

"Sini, mendekat padaku. Jangan sampai terpisah," ujar Arjuna tegas.

Tiba-tiba, sebuah dorongan dari rombongan remaja yang terburu-buru membuat Dita terhuyung. Refleks, Arjuna menarik pinggang Dita dan merangkulnya erat dengan tangan kirinya yang bebas. Kini, Arjuna berjalan dengan posisi yang cukup "ajaib": menggendong Siena di satu sisi dan merangkul Dita di sisi lainnya.

Dita menegang, jantungnya berdegup kencang karena jarak mereka yang begitu dekat. Ia bisa mencium aroma parfum maskulin Arjuna yang bercampur dengan bau sabun bayi dari baju Siena.

"P... Pak... eh," Dita menggigit bibirnya, teringat protes Bu Kinan tadi pagi. Ia melirik orang-orang di sekitar yang menatap mereka dengan iri, menganggap mereka sebagai keluarga muda yang sangat harmonis.

Dita menarik napas dalam, mencoba mengumpulkan keberanian. "M... Mas... Mas Juna, pelan-pelan jalannya. Aku susah mengimbangi langkahmu," ucap Dita dengan suara kecil namun jelas.

DEG!

Langkah Arjuna langsung terhenti seketika. Pria itu mematung di tengah kerumunan, matanya membulat menatap Dita. Panggilan "Mas" yang keluar dari bibir ranum Dita terasa seperti sengatan listrik ribuan volt yang langsung melumpuhkan saraf-saraf kewibawaannya.

"Kamu... kamu panggil aku apa tadi?" tanya Arjuna dengan suara yang mendadak cempreng, kehilangan nada baritonnya yang biasa.

"Mas Juna... kan ibu yang minta," jawab Dita sambil menunduk malu, wajahnya sudah semerah buah stroberi yang disukai Siena.

Arjuna mendadak salah tingkah luar biasa. Ia mencoba memperbaiki posisi gendongan Siena, namun malah hampir menyenggol manekin di pinggir toko. Ia ingin tersenyum lebar, tapi ia juga merasa malu di depan umum. Polisi yang biasanya tegas menghadapi penjahat itu kini justru terlihat kikuk; ia tersenyum-senyum sendiri seperti remaja yang baru saja ditembak gebetannya.

"Ayah! Kenapa berhenti? Itu toko bonekanya sudah kelihatan!" protes Siena sambil menepuk bahu Ayahnya.

"Oh... iya, iya! Ayo kita ke sana, Sayang," jawab Arjuna gagap. Ia mencoba berjalan lagi, namun langkahnya malah menjadi tidak sinkron. Ia berkali-kali tersandung kakinya sendiri karena matanya terus mencuri pandang ke arah Dita.

"Mas Juna, hati-hati!" Dita menahan tawa melihat tingkah suaminya yang mendadak ceroboh itu.

"Iya, Dita... maksudku, iya Sayang... eh, iya Istriku!" Arjuna semakin salah bicara, membuat beberapa pengunjung mal yang lewat menahan tawa melihat sang "Pangeran Tampan" yang gagah itu mendadak jadi linglung hanya karena satu kata dari istrinya.

Dita yang melihat wajah Arjuna yang memerah dan kikuk itu merasa sedikit menang. Rupanya, senjata "panggilan Mas" jauh lebih ampuh untuk membalas dendam soal ciuman semalam daripada sekadar gigitan di tangan.

Bersambung...

1
Nani Widia
nanti adek ya angga
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end 😄🙏 ditunggu karya selanjutnya kak
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
Patrick Khan
trimakasih ceritanya kak😍😍😍😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama-sama kak 🙏😘
total 1 replies
Patrick Khan
yaaaaa tamat.. lanjut cerita Angga kah😁😁🤭😍😍
Teh Euis Tea
ya ampun gemes bgt itu sm si kembar tp syng udah tamat aj, tp makasih ya thor atas novelnya dan Alhamdulillah happy ending
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama-sama kak 🙏
terimakasih juga karena sudah mengikuti kisahnya sampai akhir 🙏😘
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Happy ending🥰🥰🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐: sama²🥰🥰
total 2 replies
Nar Sih
kopi manis sdh meluncur untuk arjuna dita 😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah... terimakasih banyak kak 🙏😘
total 1 replies
Nar Sih
ending yg bagus kak ,ahir nya kebahagiaan arjuna dan dita lengkap sdh dgn hdir nya si kembar 👍🥰🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak, terimakasih ya kak sudah selalu setia hadir di karya recehku 🙏😘
total 1 replies
Aghitsna Agis
yah sudah tamat lagi kasih boncapnya thor cerita angganya
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah selamat bahagia dita
neny
alhamdulillah happy ending,,terima kasih kak othor terlah menyguhkan cerita yg menarik,,🤍
neny: sama sama kak🤍
total 2 replies
Devita Ithoe Evie
kok tamat si kak lanjut donk....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah tamat kak 🙏😊
total 1 replies
Titik Sofiah
lanjut crita Angga ya Thor
Titik Sofiah: siap di tunggu Thor ..🤭
total 2 replies
Arum Dyah
lanjut dong kak...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah tamat ya kak 🙏
total 1 replies
Akasia Rembulan
kerenn thor semangat terus utk berkarya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏🏼😘
total 1 replies
Patrick Khan
eh barengan mw laira
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨
maaf untuk para pembaca setianya Author, hari ini Author sudah update Bab baru Hanya saja belum lolos review sejak tadi pagi 🙏
Titik Sofiah
di tunggu update.a ya Thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah update dari pagi kak, hanya saja sistem lagi error 🙏🏼🥹
total 1 replies
Arum Dyah
jangan langsung tamat dlu ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!