NovelToon NovelToon
Cinta Kepada Mas Duda

Cinta Kepada Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama

Kenyamanan yang Sofi rasakan berada dirumah ini. Karena semalam dihajar suaminya tiga ronde, alhasil Sofi bangun sudah terlambat lagu lima menit pukul tujuh. Suaminya sudah tidak ada disampingnya. Terdengar suara dimeja makan suara Briel yang menanyakan maminya. Sofi yang susah bergerak berusaha untuk menuju ke kamar mandi, namun organ bagian bawanya sangat sakit.

"Mas, bantu adek." Mendengar suara istrinya dihandphone, Nathan yang sudah menyiapkan sarapan buat anak gadisnya, seperti yang biasa dilakukan jika ada dirumah ini. Bergegas ke kamar. Dilihat istrinya sedang kesusahan berjalan. Dia tersenyum dan langsung mengendong Sofi istrinya.

"Ini gara - gara mas. Terlalu semangat." Nathan tersenyum dan mencium bibir istrinya.

"Kamu gemas dan candu sayang, makanya mas susah mau mengakhiri permainan indah itu."

"Dasar mesum."

"Sama istri tidak masalahkan."

Sofi sudah selesai mandi, tadi Nathan sudah memberi salep ditempat organ intim istrinya yang sedikit bengkak dan memerah.

"Bagaimana rasanya sekarang, masih perih??"

"Mas kamu puasa satu minggu."

"Puasa??? Mana bisa sayang." Nathan langsung mencium istrinya.

"Ya tunggu ini sembuh dulu."

"Selesai sarapan itu pasti sudah sembuh." dengan percaya diri Nathan mengatakan itu kepada istrinya dan langsung mencium serta mengendongnya ke ruang makan.

Selesai sarapan, Sofi membantu mama mertuanya berberes. Karena weekend Briel sangat senang sekali bisa bersama di rumah. Dia tidak perna melepaskan tangan maminya.

"Mami cantik deh."

"Terima kasih, Briel juga cantik."

"Mama ngak cantik???"

"Mama cantik juga. Sangat cantik. Kan Briel mukanya seperti mama." Briel sudah terbiasa memanggil omanya mama sedari kecil. Secara hukum sah, orangtua Briel itu mama dan papa Nathan, sehingga dia ada dalam daftar tanggungan gaji papanya yang seorang dosen di universitas negeri yang ada di Jakarta. Sedangkan mamanya Nathan adalah seorang guru sekolah negeri menengah atas di kota ini juga.

Pagi - pagi, Nathan sudah mengantar istri dan anaknya ke sekolah serta ke kantornya. Nathan masih libur, Sofi harus masuk kantor karena dia ada rapat bersama direksi persiapan peresmian proyek terbaru mereka yang sudah rampung dan hampir sebagian rumah sudah ditempati. Mungkin selesai kegiatan ini baru mereka berbulan madu. Ini hari pertama dia bekerja sebagai seorang istri dari Mayor dokter Jonathan Benjamin spesialis bedah jantung dan pembulu.

Nathan mencium bibir istrinya sangat mesra dan lembut. Didepan kantor Xander Company. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu mobil mereka. Sudah pasti itu David. Nathan tersenyum sedangkan Sofi sangat marah.

"Ngak bisa lihat orang happy sedikit."

"Jangan mesum dikantor."

"Ini suamiku. Bukan seperti kamu." Sofi langsung memeluk suaminya dan mencium bibirnya sekali lagi. David tambah cemberut, sedangkan Nathan hanya tersenyum. Mereka berjanji akan makan siang bersama.

"Selamat pagi semua."

"Selamat pagi bos."

"Bahagia banget??? Habis berapa ronde kalian."

"Iya dong. Kepo amat sih, yang jelas beronde - ronde. Nagih loh mas."

"Hiks dasar perempuan ini."

"Makanya cari perempuan yang benar baru menikah??"

"Iya mengerti bawel."

"Mas ingat yang benar." Max hanya tersenyum melihat dua bosnya yang bertikai dipagi hari.

"Kenapa sejak dia menikah kok dia cerewet sekali, jangan - jangan cairan kenikmatan Nathan ada obat cerewetnya waktu disuntik ke bocil itu." David dan Max tertawa bersama.

Dalam rapat ini kedua orangtua mereka juga ada. Sophia Abigail Stevanus selaku COO Xander Company mempresentasikan semua rencana yang akan dilakukan. Karena peresmian kali ini akan serentak dengan tiga kota lainnya yang membangun perumahan ini. Dia juga melaporkan perkembangan proyek tersebut serta keuntungan bagi perusahaan.

"Sebentar malam jam tujuh ada undangan makan malam di rumah mami Olive dan papi Martin, kamu datang bersama Nathan."

"Iya, mami. Sofi hubungi mas Nathan."

Pukul tujuh malam, Nathan tidak praktek di klinik yang dia sewa pada apotek punya istrinya. Dia memenuhi undangan dari mantan mertua istrinya.

"Kamu cantik sekali malam ini. Sepertinya mas mau kurung kamu aja di kamar."

"Mas, mulai deh." Nathan semakin mendekat istrinya dan mengurung pergerakan istrinya. Langsung dia mendaratkan bibirnya di bibir Sofi istrinya.

"Mas cemburu deh, kalau banyak orang yang menikmati kecantikanmu."

"Mas, nanti kita terlambat." Nathan kembali mencium istrinya sangat dalam. Sehingga desahan keluar dari istrinya. Sofi yang menyadari respon tubuhnya terlihat dari raut mukanya yang berwarna merah.

"Tubuhmu merespon lain sayang."

"Mas, kita mau pergikan??" Nathan tersenyum melihat istrinya. Dia mencium kening istrinya.

"I love you Sophia Abigail."

"Love you more mas."

Akhirnya Sofi dan Nathan, tiba di Apartemen David, kediaman keluarga Alexander. Kedatangan mereka disambut hangat oleh mami dan papi David. Disana juga sudah ada papi dan mami mertuanya Nathan.

"Maafkan kami terlambat."

"Belum mulai kok nak. Mari kita makan dulu. Ma, mana David??"

"Aku datang." David keluar dari kamarnya dan bergabung dengan mereka. Suasana ruang makan keluarga Alexander sangat hangat. Di rumah ini, banyak sekali foto - foto Sofi yang di pajang.

"Sofi sudah seperti anak mami. Sedari kecil sudah sering bersama dengannya. Jangan marah nak jika banyak foto Istrimu disini." Nathan hanya tersenyum.

"Meskipun bukan anak mantu kami, namun dia tetap menjadi anak bagi kami."

"Iya, pa. Nathan senang, Sofi disayang oleh banyak orang."

Nathan bangga kepada istrinya meskipun sedari kecil hidup dengan kemewahan, namun dia bisa menyatu dengan kehidupan Nathan yang sederhana ini.

"I love you istriku." Nathan dan sofi sudah berada dirumah orangtua Nathan, rumah masa kecilnya. Diatas tempat tidur dengan hanya berselimutkan tubuh polos mereka, karena meraka baru selesai melakukan penyatuan. "Terima kasih mau menerima mas apa adanya. Terima kasih mau berbaur dengan kehidupan mas yang sederhana ini."

"Aku tahu, bahwa mas itu rumaku. Mas akan menjaga dan menyayangiku."

"Kamu ngak rindu sama kehidupan kemewahanmu. Mungkin mas setiap bulan ngak bisa membeli tas mewah buat kamu."

"Aku ngak butuh itu mas. Aku sudah punya. Seperti papiku bilang, bahwa semua kekayaan yang kita miliki itu titipan Tuhan." Nathan langsung memeluk istrinya semakin erat dan mencium.

"Besok kita akan mengatur rumah dinas kita sayang. Nanti mas yang atur. Pukang kerja baru sayang menilai."

"Terima kasih laki - laki hebatku."

"Briel akan tetap tinggal sama papa dan mama, tadi siang papa dan mama sudah putuskan."

"Aku ngak keberatan kok mas, aku mencintai dan menerima kamu menjadi suamiku dengan paket yang engkau punya." Nathan tertawa dia langsung mencium kembali istrinya.

"Sepertinya satu ronde masih bisa deh sayang."

"Mas....."

Karena tubuh mereka berdua masih polos, maka untuk kembali menyatukan tubuh mereka tidak mengalami kesulitan.

Jebleb, bunyi penyatuan.

"Mas, pelan - pelan ya." Nathan hanya tersenyum. Dia tidak bisa berjanji, karena Sophia Abigail istrinya sekarang adalah candu baginya. Pada awalnya permainan dengan tempo biasa - biasa saja, namun lama - lama menjadi luar biasa. Suara tubuh beradu sangat nyaring terdengar, untung kamar pribadi Nathan sudah disulap menjadi kamar yang kedap suara. Kadi suara desahan dan tubuh yang beradu hanya didengar oleh mereka berdua.

1
Riskazputri
maksud nya
Ceisye: Briel mau menjelaskan jika mukanya sama seperti omanya yang sudah dari kecil dia panggil mama. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lisa
Lebih baik Sofie sama dokter Nathan aj drpd sama si David tuh yg jelas² selingkuh 🤭
Lisa: oke Kak Ceisye..aku baca dulu ya
total 4 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: sama² Kak Ceisye
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!