seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pemeriksaan sekar
Sambil merenung mengingat masa lalu nya,bram terus menggerakan tangan nya membersihkan tempat tidur yang akan di tempati sekar,sementara itu sekar yang terduduk di sofa masih bertelepon dengan ibu nya,
"sekar,ibu mau memberi kabar,namun ibu mohon kamu jangan gusar,jangan pula kaget" ucap ibunda sekar dari telepon,ingin menyampaikan sebuah kabar kepada sekar,
" ada apa ibu, ada kabar apa?" tanya sekara kepada sang ibu, dengan wajah sedikit cemas,
" bapak mu sedang sakit sekarang,semalam ia merasa sesak nafas,sepertinya penyakitnya kambuh lagi" ujar ibu kepada sekar,seketika sekar merasa sedih mendengar hal tersebut,
"astaga,,kok bisa,apakah bapak bekerja berat lagi bu?" tanya sekar kepada ibunya,ia merasa khawatir dengan kondisi ayahnya,
"kamarin dia di suruh membantu mengangkut kayu sama pak tono,tetangga sebalah,ibu sudah mencoba melarangnya namun kamu tau sendiri bapakmu seperti apa" balas si ibu kepada anak nya,
" apakah ibu sudah memberi bapak obat bu?"tanya sekar lagi,
" sudah sekar,kamu nggak perlu khawatir ada ibu yang merawat bapak mu,sekarang dia lagi tidur," balas sang ibu pada sekar,menyuruh anak nya agar tak perlu khawatir dengan kondisi bapak nya,
" iyaa sudah kalau begitu bu, ibu juga jaga kesehatan,kalau ada apa-apa,langsung telpon ya bu,jangan biarkan bapak kerja berat lagi bu,nanti asma nya makin parah" ujar sekar,
" iyaa nak,iyaa sudah kalau gitu,ibu mau lanjutin beres-beres rumah dulu nak,kamu jaga diri baik-baik ya," balas sang ibu kepada anak nya,
" iyaa bu," balas sekar,tak lama kemudian obrolan sekar dengan ibunya pun di tutup,sekar pun menaruh ponsel milik nya ke atas meja,lalu berbaring di sofa,di dalam hatinya merasa resah karena memikirkan kondisi bapak nya yang sedang sakit,
tak lama kemudian dengan langkah pelan bram datang mendekati sekar,ia melihat sekar tampak bersedih,dan hal itu membuat bram penasaran ada apa dengan sekar,
" mengapa kamu tampak bersedih seperti itu sekar?" tanya bram sambil melangkah mendekatnya,sekar yang mendengar hal tersebut pun langsung menoleh ke arah bram,lalu ia menjawab;
" tidak apa- apa,hanya saja aku sedang memikirkan bapak ku" ujar sekar kepada bram dengan kegelisahan yang ia rasakan,bram pun sampai di dekat sofa,lalu duduk di kursi dan bertanya lagi kepada sekar
" memangnya kenapa bapak mu sekar?"balas bram kepada sekar,
" bapak ku sedang sakit sekarang,dan itu salah ku,bapak sudah lama sembuh,tapi karena bekerja berat,kini penyakitnya jadi kambuh lagi," balas sekar kepada bram,bram terdiam sejenak lalu berkata kepada sekar;
" apa karena masalah hutang ini sekar,?" tanya bram kepada sekar,
" kelihatan nya seperti itu,mungkin bapak ingin mencari uang tambahan untuk membayar hutang,jadi ia bekerja lagi" balas sekar kepada bram,mendengar hal itu di dalam hatinya bram kembali bertanya-tanya,sekiranya apa yang terjadi pada keluarga sekar saat ini,dan yang paling membuat bram penasaran ialah ada apa dengan suami sekar,mengapa ia ingin mengusir keluarga sekar,padalah sekar adalah istrinya sendiri,pada awalnya bram menganggap itu adalah urusan pribadi sekar dengan suaminya,namun karena bram merasa ini sudah tidak wajar ,akhirnya bram memutuskan untuk mencari tahi dengan bertanya kepada sekar;
" sebelum nya aku minta maaf harus menanyakan hal ini,sebenarnya apa yang sedang terjadi antara dirimu dan suami mu sekar,mengapa semua ini bisa terjadi,?"tanya bram kepada sekar,sontak saja sekar langsung tertunduk dan terdiam seolah berat untuk menjawab pertanyaan tersebut,
" maafkan aku namun itu sebaiknya tidak kuceritakan,hatiku sakit kalau membahas hal itu,yang penting sekarang adalah tujuan ku datang kemari,yaitu untuk bekerja" balas sekar,dari perkataan tersebut bram merasa sekar sedang menutupi sesuatu,namun bram tak memaksa sekar untuk bercerita,justru bram berusaha menghibur sekar dengan candaan nya
" iyaa sudah kalau begitu,kamu jangan bersedih,nanti hilang cantikmu itu" ujar bram sedikit tersenyum,lelucon sederhana seperti itu membuat sekar langsung memandang bram,dan wajah murung sekar kini perlahan berubah,
"apa sih, kamu tuh om,,om,,masih godain aku,aku tu dah punya suami tau om" ucap sekar,membalas balik lelucon dari bram dengan wajah nya yang jutek namun imut,tak ada kemarahan atau kesedihan,ia justru tampak malu-malu,hal yang sama terjadi pada bram,ia tampak senang dengan perkataan sekar,ia sedikit tertawa dan lantas berkata
"ha,,ha,,haa,,justru karena aku sudah om om,harusnya godaan itu tak berpengaruh padamu,namun dari wajahmu yang mulai merona itu,aku tahu kamu suka dengan godaan ku"balas bram sambil tertawa kepada sekar,sekar pun segera berpaling muka kini wajah sekar makin merona,ia tampak malu-malu mendengar perkataan bram,sekar masih terdiam berpaling dari bram,masih dengan posisinya yang berbaring;
" mengapa aku malah jadi deg deg an begini sih," gumam dalam batin sekar,sekar merasa adanya sebuah getaran kecil di hatinya,begitu pula dengan bram,bram yang selama ini tak pernah seriang ini,dan angkuh terhadap wanita kini mulai merasa aneh dengan dirinya,
" astaga,mengapa aku jadi ngegombal begitu,aku tak pernah begitu,mengapa bisa,tadinya aku hanya ingin menghiburnya ,mengapa malah jadi aneh begini rasanya,dan dia juga memanggil ku om om dasar bocah kecil" gumam bram dalam batin ,kedua nya saling bergumam dalam hati mereka masing-masing,
" intinya kamu jangan bersedih sekar," ujar bram kepada sekar,namun sekarang dengan nada yang lembut,namun perkataan lembut dari bram sepertinya tak di balas sama dengan sekar,sekar justru membalas dengan jutek,
" iyaa" balas sekar dengan singkat,masih berpaling dari bram,meski terkesan sedikit jutek bram tetap tersenyum melihatnya seperti itu,justru itu membuat sekar terlihat lucu di mata bram,tak lama kemudian terdengar suara bell berbunyi,
"ning,,nung,," ,dan sebuah mobil berhenti di depan pintu gerbang rumah bram,tampak seorang pria sedang membunyikan bell,bram yang mendengar suara bell berbunyi langsung ngeh dan mengerti,kalau itu adalah dokter yang ia panggil untuk memeriksa kondisi sekar,
" sekar ,bersiap lah itu adalah dokter yang ku panggil untuk memeriksa kondisi mu,tunggulah sebentar " ujar bram kepada sekar,sambil berdiri dari kursi
" iyaaa" balas sekar, masih singkat kepada bram,bram pun segera membuka pintu rumah nya,setelah itu membuka pintu gerbang rumah nya.
Setelah memasuki halaman depan rumah bram dan memarkir mobilnya,dokter tersebut turun dari mobil,dan di dekatnya,bram berdiri untuk menyambut kedatangan sang dokter,mereka pun berjabat tangan lalu pria paruh baya tersebut tampak membuka pintu belakang, mengambil alat medisnya,dan sesaat setelah itu bram menuntun sang dokter berjalan masuk kedalam rumah,
Sementara itu,sekar masih terbujur di sofa,perlahan bram dan dokter tersebut menghampiri sekar,
"sekar,ini dokter andi,dokter spesialis tulang dan sendi,dia yang akan memeriksa kondisi mu,"ujar bram memperkenalkan dokter tersebut kepada sekar,
Sekar yang sebelumnya masih berbaring kini duduk di sofa,dokter andi pun menyalami sekar,dengan wajah tersenyum,sekar pun membalas nya dengan senyuman,
" bagaimana kondisimu,apakah sudah merasa enak an?" tanya dokter andi kepada sekar,
" kalau diam seperti ini,rasanya tak sakit,namun kalau di pakai berjalan,rasanya masih nyeri dok" balas sekar kepada dokter andi,dokter andi pun tersenyum lalu menyuruh sekar untuk kembali berbaring,
"baiklah kalau begitu,sekarang kembalilah berbaring,mari kita periksa kondisi mu" pinta pak dokter tersebut,sekar pun menuruti perkataan sang dokter,setelah itu dokter andi pun mengeluarkan alat medisnya dan mulai memeriksa sekar.
Sementara sekar sedang di periksa ,bram pun berjalan menuju dapur untuk membuatkan sebuah minuman untuk dokter tersebut,