NovelToon NovelToon
Pelakor Berkedok Sahabat

Pelakor Berkedok Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gusmon

Nadya adalah definisi istri sempurna: cantik dengan wajah baby face yang menggemaskan, tubuh sintal yang terjaga, dan hati selembut sutra. Namun, kebaikannya yang tanpa batas justru menjadi bumerang. Demi membangkitkan butik eksklusifnya yang mulai lesu, Nadya mempekerjakan Stefani, seorang top affiliate e-commerce berusia 21 tahun yang sedang naik daun.


Stefani bukan sekadar rekan kerja biasa. Di balik wajah cantiknya yang sensual dan gaya bicaranya yang manja, ia adalah predator yang haus akan kemewahan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah mewah Nadya, target Stefani berubah. Ia tidak lagi menginginkan komisi penjualan, ia menginginkan seluruh hidup Nadya—termasuk suaminya, Erian.


Erian, seorang eksekutif muda yang gagah, selama ini memendam gairah besar yang tidak tersalurkan karena sifat Nadya yang terlalu pasif dan "terlalu baik" di ranjang. Celah inilah yang dimanfaatkan Stefani dengan sangat licik. Dengan kedok profesionalisme—sering menginap untuk alasan live.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusmon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Belitan Ular di Tengah Malam

Kegelapan malam yang sunyi di rumah mewah itu mendadak berubah menjadi horor psikologis bagi Erian. Tenggorokannya terasa kering—mungkin karena stres yang menumpuk atau karena emosi yang terkuras setelah pertengkaran hebat tadi sore. Dengan langkah pelan agar tidak menimbulkan suara di lantai marmer, ia bangkit dari sofa dan berjalan menuju dapur, berniat mengambil segelas air dingin untuk menenangkan sarafnya.

Namun, begitu kakinya melangkah masuk ke area dapur yang hanya diterangi lampu remang dari arah kulkas, jantungnya seolah berhenti berdetak.

Di sana, berdiri Stefani.

Wanita itu sama sekali tidak mengenakan jubah mandi atau piyama. Dalam cahaya yang sangat minim, Stefani berdiri membelakangi Erian, hanya mengenakan bra dan g-strings saja. Kulitnya yang mulus terpapar nyata di bawah bayangan malam. Ia tampak tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, sambil memegang sebuah gelas dan perlahan meminum air mineral.

"Stefani?!" desis Erian dengan nada tertahan, matanya membelalak kaget sekaligus murka. Ia segera memalingkan wajahnya ke arah lain. "Apa-apaan kau ini?! Pakai bajumu!"

Stefani menoleh perlahan, tidak menunjukkan rasa malu sedikit pun. Ia justru meletakkan gelasnya di atas meja counter dengan denting halus yang memecah kesunyian. Ia melangkah mendekat ke arah Erian, langkah kakinya tidak terdengar karena ia bertelanjang kaki.

"Mas Erian... kenapa kaget begitu?" bisik Stefani dengan suara manja yang sangat rendah, sengaja membuat suaranya terdengar seksi di tengah keheningan malam. "Aku kegerahan, Mas. Lagipula, ini kan sudah malam... aku pikir Mas sudah tidur pulas di sofa yang keras itu."

"Pergi ke kamarmu sekarang! Jangan sampai Nadya melihat ini!" bentak Erian dengan suara bisikan yang penuh penekanan. Ia merasa seperti sedang dijebak lagi.

Stefani justru tertawa kecil, suara tawa yang terdengar seperti desis ular. Ia sengaja berjalan melewati Erian, membiarkan lengannya yang polos bersentuhan dengan kaus Erian. "Kasihan sekali ya, Mas. Suami sah tapi tidurnya di sofa... sementara istrinya di atas sedang menangis. Kalau Mas mau, aku bisa lho membuat Mas 'nyaman' malam ini tanpa perlu tidur di sofa."

Erian mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan diri untuk tidak meledak. Ia sadar, Stefani sedang melakukan aksi provokasi tingkat tinggi. Jika ia salah langkah lagi, atau jika Nadya tiba-tiba turun untuk alasan yang sama—mengambil minum—maka habislah sudah riwayat rumah tangganya.

"Kau benar-benar iblis, Stefani. Keluar dari dapur sekarang sebelum aku menyeretmu keluar rumah ini!" ancam Erian dengan suara yang gemetar karena menahan amarah yang luar biasa.

Suasana dapur yang remang itu mendadak berubah menjadi medan pertempuran fisik yang penuh keputusasaan. Erian sudah kehilangan kesabarannya. Amarahnya memuncak melihat kelancangan Stefani yang seolah tidak punya malu, berdiri di rumahnya sendiri dengan pakaian yang lebih pantas disebut sebagai undangan maksiat.

"Pakai bajumu, Stefani! Atau pakai jubah tidurmu sekarang!" desis Erian dengan gigi terkatup, mencoba menahan suaranya agar tidak menggelegar ke lantai atas.

Namun, Stefani justru memberikan senyum sinis yang memuakkan. Ia malah menyesap sisa air mineral di gelasnya dengan gerakan yang sangat lambat, sengaja memamerkan lekuk tubuhnya yang hanya dibalut bra dan g-strings tipis itu. Ia sama sekali tidak menggubris perintah Erian, seolah-olah ia adalah ratu di rumah itu.

"Kenapa, Mas? Takut tergoda?" ejek Stefani dengan nada yang merendahkan.

"Cukup!" Erian meledak. Ia tidak bisa lagi mentoleransi keberadaan ular ini di dalam rumahnya. Sesuai ancamannya tadi, Erian bergerak maju. Ia berniat menyeret Stefani keluar dari rumah itu saat itu juga, peduli setan dengan apa yang akan terjadi besok.

Erian merangsek maju dan melingkarkan kedua tangannya dari belakang, memeluk tubuh Stefani dengan kuat untuk mengangkatnya dan membawanya paksa menuju pintu keluar. Namun, Stefani bukan tipe wanita yang pasrah. Ia tahu ini adalah momen yang ia tunggu-tunggu untuk menghancurkan Erian sepenuhnya.

"Lepaskan! Mas Erian, lepas!" teriak Stefani, namun suaranya sengaja dibuat antara minta tolong dan desahan yang menipu.

Stefani mulai meronta-ronta dengan sangat liar. Ia menyikut perut Erian dan menendang-nendang udara, membuat keseimbangan Erian goyah. Keduanya akhirnya hilang kendali dan terjatuh. Mereka bergumul sengit di atas lantai marmer ruang tengah. Erian berusaha mengunci pergerakan Stefani agar bisa menyeretnya, sementara Stefani terus melawan, berguling ke kanan dan ke kiri, membuat posisi mereka terlihat sangat intim dan kacau di atas lantai.

Dalam pergumulan itu, tangan Erian tanpa sengaja menyentuh kulit polos Stefani berkali-kali, menambah kesan "brutal" pada kejadian tersebut. Dan tepat pada detik yang paling sial dalam hidup Erian...

KRIEEET...

Suara pintu kamar di atas terbuka. Nadya, yang terbangun karena haus dan mendengar keributan di bawah, melangkah keluar. Ia baru sampai di tengah tangga saat pandangannya jatuh ke ruang tengah yang hanya diterangi lampu hias temaram.

Nadya mematung. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Matanya ternganga, mulutnya tertutup tangan karena syok yang luar biasa. Di bawah sana, di atas lantai rumah mereka sendiri, ia melihat suaminya sedang bergumul hebat dengan sahabatnya, Stefani. Dan yang paling menghancurkan hati Nadya adalah melihat Stefani yang hanya mengenakan bra dan g-strings, sementara tangan Erian tampak mencengkeram tubuh polos itu dalam sebuah pergulatan yang terlihat seperti nafsu yang liar.

"Mas... Erian...?" suara Nadya nyaris tidak terdengar, pecah oleh isak tangis yang seketika meledak.

Erian tersentak. Ia mendongak dan melihat Nadya berdiri di tengah tangga dengan wajah pucat pasi seperti mayat. Ia segera melepaskan Stefani seolah-olah baru saja menyentuh api neraka.

"Nad! Ini... ini nggak seperti yang kamu lihat, Nad! Aku mau mengusirnya! Dia ular, Nad!" teriak Erian dengan suara gemetar, berdiri dengan napas terengah-engah.

Namun, Stefani segera mengambil peran "korban" dengan sempurna. Ia meringkuk di lantai, memeluk tubuhnya sendiri sambil menangis kencang. "Mbak Nadya... tolong aku... Mas Erian tiba-tiba menyerangku di dapur... hiks... dia memaksaku..."

Nadya menggelengkan kepala, tubuhnya lemas hingga ia harus berpegangan pada ralling tangga agar tidak jatuh pingsan. Bukti di depannya sudah terlalu telanjang, senyata pakaian yang dikenakan Stefani saat ini.

1
katty
up
Ovha Selvia
Nadya bodohnya minta ampun wkwkwkwkw
Lee Mba Young
Kbanyakan istri sah ki mesti baik nya kbanyakan bodoh mudah di tipu. masukin wanita lain ke rumah pdhl itu TDK bnar menurut agama.
ntar kl suami selingkuh dng wanita itu yg di Salah kan suaminya pdhl yg Salah jls istri sah yg mmbawa wanita lain tinggal di situ 🤣🤭.
mkne kl erian terjerat ma pelakor ya yg Salah istri sah lah. gk muasin suami plus malah bawa wanita lain seatap. 😄🤭
katty
lanjut
katty
/Shy/
katty
lanjut
Indi_Dedy77
nadya oon, suaminya CEO tp oon juga, jd ada lubang si ular bs masuk se enaknya. kan bs pake ancaman utk stefani biar keluar dr rumahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!