" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
pagi ini seperti biasanya. Daiky sudah siap dengan baju rapi untuk Bekerja. mereka bertiga sarapan di satu meja yang sama. Tidak ada yang aneh, semuanya berjalan seperti biasanya.
" kamu sudah telpon papa?" tanya daiky
" belum, aku lupa " jawab Naoki.
Itu hanya alasannya saja. Aslinya dia memang tidak ingin menelpon papanya. Untuk apa dia melakukan itu? Ujung ujungnya juga dia akan mendapatkan Omelan serta perbandingan antara kembaran nya yang serba bisa itu.
" habis ini kamu hubungi, dari kemaren papa sibuk mencari mu. Sepertinya ada hal yang penting" ujar daiky.
" hmm, nanti akan ku lakukan " jawab Naoki.
Setelah selesai sarapan, daiky pun segera pergi ke kantor. kini hanya tersisa Naoki dan Haruka di Sana.
" telpon saja sekarang, siapa tahu ada hal penting" ujar Haruka.
Haruka hanya ingin mengingatkan agar Naoki tidak lupa lagi. Dia tidak tahu bagaimana hubungan Naoki dan papanya. Karena yang Haruka lihat papa mertuanya itu baik. Apa lagi sama daiky.
" iyaa" jawab Naoki.
Naoki bangkit dari duduknya, dia berjalan mendekati Haruka lalu tanpa permisi dia mencium bibir Haruka sekilas " morning kiss, meskipun telat" ujar Naoki tersenyum lalu pergi.
Haruka terpaku di tempatnya. jantung nya berdegup kencang, pipinya berubah merah. Ah! Kenapa Naoki sangat pintar membuat nya terpesona?
" sepertinya dia memang pandai menggoda wanita" batin Haruka menangkup kedua pipinya yang terasa panas.
Sedangkan Naoki di kamarnya sedang menghubungi papanya. Memang beberapa hari ini papanya itu sangat sibuk menghubungi nya. Tapi Naoki mengabaikan nya.
" anak kurang ajar! Di hubungi nggak pernah menjawab panggilan. Pengangguran tapi sok sibuk!!" bentak souta
Naoki menghela nafas jengah. Tidak salah kan tebakan nya? Baru aja panggilan terhubung dia langsung mendapatkan makian.
" langsung ke intinya saja, aku tidak ingin basa basi" ujar Naoki malas.
" CK!" souta berdecak sinis seolah meledek Naoki yang sok sibuk " pulang nanti malam"
Naoki terkekeh sinis. Dia tidak salah dengar? Souta menyuruh nya pulang? Sejak kapan souta mengharapkan kehadiran nya di rumah?
" untuk apa? Apa kau ingin memberi tahu jika hidup mu tidak lama lagi? Beritahu saja Disini" ujar Naoki.
" anak sialan! " bentak souta marah " intinya kamu pulang nanti malam"
" hmm" gumam Naoki mengiyakan.
Panggilan pun berakhir. Naoki yakin, pasti ada yang di rencanakan oleh papanya. tidak biasanya souta menyuruhnya pulang. Biasanya juga bodoh amat mau dia pulang atau tidak.
" apa lagi yang pria tua itu rencanakan" gumam Naoki mencoba menebak.
Jika untuk mengumumkan warisan itu sungguh tidak mungkin. Karena semua orang pun tahu, seluruh kekayaan milik keluarga niky jatuh ke tangan daiky. Yaa, hanya daiky sedangkan Naoki tidak mendapatkan apa pun.
" apa dia beneran mau mati ya?" gumam Naoki lagi.
Tapi jika di lihat dari luar dan dari suaranya. Sepertinya papanya masih baik baik saja. Lagian usianya pun baru 55 tahun. belum cukup tua untuk mati. tapi Kematian tidak memandang umur kan?
Naoki tidak ingin terlalu memikirkan nya. Dia memilih duduk di kursi miliknya lalu membuka macbook nya.
*cekleek*!
" hy honey! "
Daiky yang sedang fokus pada berkas di depannya menghela nafas jengah saat mendengar suara sapaan itu. Dia menatap datar pada haru yang masuk ke ruangan nya tanpa izin.
" honey, aku sangat merindukanmu" ujar haru manja.
Haru memeluk daiky yang sedang duduk di kursi kerjanya dari belakang. Tangan nya mengusap manja dada daiky yang di lapisi jas.
" aku sedang sibuk" ujar daiky dingin.
hari memutarkan kursi milik daiky hingga daiky menghadap padanya. haru meletakkan sebelah tangan nya pada bahu daiky, sedangkan tangan satu lagi sibuk menyentuh area wajah daiky.
" ayolah sayang, aku tahu kamu juga pasti merindukan ku kan?" ujar Haru dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.
Daiky memalingkan wajahnya dan menepis tangan haru yang sedari tadi sibuk menyentuh wajahnya.
" aku sudah bilang, aku sibuk" ujar daiky.
daiky memutar kembali kursi nya untuk kembali bekerja. Tapi haru menahan kursi itu lalu dia duduk di atas paha daiky dengan lancar.
" kamu yakin tidak menginginkan nya?" tanya Haru dengan nada menggoda sambil memainkan jarinya pada bidang dara daiky. Bahkan dia segera menyerahkan pinggulnya. Senyuman puas terbit di bibirnya kala merasakan sesuatu di bawah saja mengeras. ah! daiky memang tidak pernah bisa menolak pesona nya.
" setelah ini kamu harus pergi" ujar daiky lalu mencium bibir haru dengan kasar penuh nafsu.
Iman daiky memang tidak kuat. Sedikit rayuan dia langsung tergoda. Bahkan dia tidak mengenal tempat, di kantor pun jadi. apa lagi mereka sudah sering melakukan nya di sini.
" Haruka, maafkan kakak" gumam seorang wanita menatap foto dirinya bersama Haruka yang dia letakkan di atas meja nakas kamarnya.
Dia adalah haruna, kakaknya haruka. Bukan kakak kandung, haruna merupakan anak dari istri kedua ayahnya haruka. anak dari suami pertama ibu tirinya.
Tapi meskipun begitu mereka sangat akur. Mereka tidak pernah merasa iri atau benci pada salah satunya. keluarga nya pun adil tidak pilih kasih.
" aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu, tapi aku.... sangat mencintai nya Haruka. Kami saling cinta" gumam haruna lagi mengusap foto tersebut.
matanya berkaca-kaca menatap penuh rasa bersalah pada adiknya yang sudah jarang dua temui. Dia sudah pernah menolak, bahkan sangat menolak. Tapi pria itu memaksanya dan terus mendekati nya dengan cara apapun.
" kakak benar benar minta maaf haruka. aku juga ingin mengakhiri ini semua. Tapi aku tidak bisa"
" terlebih lagi..." haruna mengusap perutnya yang masih datar " dia hadir Disini, dia hadir di waktu yang tidak tepat. Dan aku tidak tahu harus bagaimana "
Haruna menangis sesenggukan. Air matanya terus menetes keluar. Sungguh dia sangat menyesal, dia tidak ingin ini terjadi. Dia ingin memperbaiki semuanya namun dia tidak bisa.
" kamu pasti akan sangat membenci ku, ibu dan ayah juga pasti akan sangat marah pada ku" ujarnya di sela sela isakan nya " aku haru bagaimana Haruka? Aku tidak sanggup melalui nya"
Rasanya dia ingin mati saja. Membayangkan akan mendapatkan kebencian dari orang orang yang dia sayang rasanya dia tidak akan kuat.
selain Haruka, dia juga pasti akan membuat ibu kandungnya kecewa. anak yang sudah didik selama ini ternyata melakukan hal yang sangat rendahan.
Hamil di luar nikah itu mungkin biasa di negaranya. Tapi tidak biasa bagi keluarga nya yang sangat menjaga martabat dan juga nama baik. Bagi mereka hamil di luar nikah itu sesuatu yang sangat kotor.
" Haruka, ibu, ayah, mama dan kak Seto. Maaf kan aku. aku benar benar minta maaf" ujar haruna menangis sendirian.