NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

...[Selamat! Anda mendapatkan Skill Aktif: Phantom Step Lv.2]...

...>Gerakan seolah menghilang sesaat sebelum menyerang. Dibutuhkan 30 Mana>...

...[Hadiah Bonus: ×2 Cairan Pemulihan]...

Leon menyeringai lebar. Meski ia belum tahu seberapa besar dampak nyata dari skill ini dalam pertarungan Namun hadiah kali ini benar-benar luar biasa. Ia segera mengeluarkan dua botol berisi cairan hijau terang dari penyimpanan sistemnya.

Tak sengaja, Albert menoleh dan mendapati Leon sedang memegang botol-botol aneh tersebut.

"Wah, apa itu?" tanya Albert penasaran, matanya tertuju pada cahaya hijau di tangan Leon.

"Ah, ini obat herbal," jawab Leon santai. Tanpa ragu, ia melemparkan satu botol ke arah Albert.

Albert dengan sigap menangkapnya. Ia menatap botol itu dengan ragu, namun Leon memberi isyarat padanya.

"Minumlah. Itu akan memulihkan kondisimu," ucap Leon meyakinkan.

Mereka berdua pun meminum cairan itu secara bersamaan. Seketika, Leon merasakan sensasi sejuk mengalir ke seluruh sarafnya.

Luka cakaran di punggungnya menutup dengan cepat. Rasa lelah yang luar biasa, stamina yang terkuras, hingga MP miliknya kembali pulih sepenuhnya.

"Wah! Apa ini? Tubuhku rasanya ringan sekali, seolah-olah aku tidak melakukan apa pun tadi!" seru Albert sambil menggerak-gerakkan bahunya yang sebelumnya kaku.

Albert menatap Leon dengan tatapan takjub. "Dari mana kau membeli ini, Leon?"

"Ah... sebenarnya itu kuambil dari kediamanku sebelum pergi," bohong Leon. Ia tentu tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah hadiah dari sistem yang muncul di udara.

"Begitu... Sayang sekali obat sehebat ini tidak ada yang menjualnya di pasar," gumam Albert sambil mendesah kecewa, namun wajahnya tetap terlihat sangat segar.

Setelah kondisi mereka kembali prima, mereka melanjutkan proses memungut sisa taring dan kristal serigala yang berserakan.

Dengan langkah yang jauh lebih ringan dan cepat, mereka meninggalkan hutan tersebut dan berjalan kembali menuju Guild untuk menukar hasil buruan mereka dengan koin.

Setelah menyelesaikan pertukaran hasil buruan di Guild, Leon dan Albert berjalan pulang menyusuri jalan tanah yang tenang. Matahari mulai condong ke barat, memberikan warna keemasan pada cakrawala.

Albert tampak senang, ia sesekali menimang-nimang kantong berisi koin hasil jerih payah mereka hari ini. Suara denting logam di dalamnya terdengar sangat memuaskan.

"Terima kasih untuk hari ini, Tuan Albert," ucap Leon tulus.

Albert menoleh lalu tertawa pelan. "Apa yang kau katakan? Tak perlu seperti itu. Kita berhasil karena kemampuan kita masing-masing."

"Tapi Anda sempat menyelamatkan saya tadi saat serigala itu menyerang," balas Leon mengingatkan.

"Itu sudah kewajiban rekan tim, tak perlu berterima kasih," sahut Albert mantap. Ia kemudian berhenti sejenak dan menatap Leon. "Dan juga, berhentilah berbicara formal denganku. Panggil saja namaku langsung."

Leon tertawa kecil. "Tapi Anda jauh lebih tua daripada saya."

Albert mengibaskan tangannya ke udara dengan santai. "Di dunia petualang, umur hanyalah angka. Jadi tak perlu peduli soal itu."

Leon tersenyum tipis. "Baiklah kalau begitu. Mulai sekarang aku akan berbicara informal denganmu."

"Nah, begitu! Itu jauh lebih baik!" seru Albert sambil merangkul bahu Leon dengan akrab.

Setelah berpisah dengan Albert, Leon sampai di rumahnya yang sederhana. Begitu masuk, ia melihat punggung Eiryn yang sedang sibuk di dapur. Leon berjalan tanpa suara, mengendap-endap mendekati gadis itu.

Grep!

"Ah!" Eiryn tersentak kaget saat sepasang lengan kokoh tiba-tiba memeluknya dari belakang.

"Tu-tuan? Anda sudah kembali?" ucapnya terbata-bata dengan jantung yang berdegup kencang.

"Hmm..." Leon hanya bergumam, lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Eiryn, menghirup aroma tubuh gadis itu yang menenangkan.

Eiryn terdiam kaku. Tubuhnya mendadak lemas dan ia mulai kesusahan bergerak karena dekapan Leon yang semakin erat. "Tuan... bisa lepaskan dulu? Aku harus menyelesaikan pekerjaanku."

"Kau bisa menyelesaikannya nanti," bisik Leon pelan tanpa melepas pelukannya.

"Tapi Tuan..." Eiryn mencoba memprotes pelan.

Leon mengangkat wajahnya, menatap wajah Eiryn dari samping dengan jarak yang sangat dekat. "Apa kau tidak menyukainya?"

"Bu-bukan begitu..." Eiryn menunduk, wajahnya merona merah sampai ke telinga.

Leon kembali membenamkan wajahnya di leher gadis itu. "Hari ini sangat melelahkan. Melakukan ini membuatku merasa tenang," ucapnya dengan nada serak yang tulus.

Eiryn tertegun mendengar itu. Rasa kasihan dan sayang bercampur menjadi satu. Ia akhirnya berhenti meronta dan membiarkan Leon memeluknya beberapa saat. "Sebaiknya Anda istirahat saja, Tuan," ucap Eiryn lembut.

Mendengar kata istirahat, Leon mengangkat wajahnya. Ia memutar tubuh Eiryn hingga mereka berhadapan, lalu menghimpit tubuh ramping gadis itu ke tepian meja dapur. Leon menatap matanya dalam-dalam.

Eiryn yang merasa terintimidasi langsung membuang muka ke samping. "Ti-tidak Tuan, jangan sekarang..." bisiknya gugup.

Leon menyeringai tipis melihat reaksi menggemaskan itu. "Jangan sekarang? Kalau begitu, apakah nanti aku bisa melakukannya?"

"I-itu..." Eiryn semakin salah tingkah, tidak mampu menjawab.

Leon memegang lembut dagu Eiryn, mengarahkan wajahnya kembali menatapnya, lalu mengecup bibir gadis itu dengan cepat. Mata Eiryn membulat sempurna karena terkejut.

"Kalau begitu, aku harus istirahat untuk persiapan 'nanti'," ucap Leon sambil tersenyum penuh arti. "Selesaikanlah pekerjaanmu."

Leon kemudian melangkah pergi menuju lantai atas dengan santai. Meninggalkan Eiryn yang masih berdiri mematung di dapur, memegang bibirnya dengan tangan gemetar.

Wajahnya terasa panas seperti terbakar, dan pikirannya mendadak kacau membayangkan maksud dari kata "nanti" yang diucapkan tuannya itu.

Leon menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ia mengembuskan napas panjang, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Rasa tenang yang ia rasakan di pelukan Eiryn tadi perlahan berganti menjadi ketajaman pikiran yang dingin.

"Tampilkan status terbaru."

Layar biru muncul, memperlihatkan statistik yang sudah jauh lebih baik dibandingkan saat ia pertama kali terbangun di tubuh ini.

"Besok lusa adalah waktunya," gumam Leon sambil menatap langit-langit.

Ia mengepalkan tangannya. Kekuatan Brawler, kelincahan Phantom Step, dan pertahanan Shield kini sudah ada di genggamannya. Ia bukan lagi Leon yang ringkih dengan jantung yang siap meledak kapan saja.

"Kakak-kakakku yang terhormat... Tunggulah aku" Ucapnya pelan.

Malam bergerak cepat dan pagi pun datang menyapa dengan semburat cahaya oranye yang menembus celah jendela.

Di atas kasur, Leon dan Eiryn masih terbaring berselimut rapat, sisa-sisa kehangatan semalam masih terasa di dalam kamar yang tenang itu.

Leon perlahan membuka matanya. Ia menoleh ke samping, menatap wajah cantik Eiryn yang masih terlelap.

Sebuah senyuman tipis muncul di bibirnya. Untuk pertama kalinya, Leon merasa lega telah berpindah ke tubuh ini.

Awalnya ia memang sulit menerima takdir aneh ini, namun setelah semua yang terjadi,kekuatan baru, pertarungan, dan kehadiran gadis di sampingnya, ia mulai benar-benar menikmati kehidupan barunya.

Leon bangkit dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur Eiryn, lalu mulai mengenakan pakaian rapi yang telah disiapkan.

"Tuan..." suara lembut Eiryn terdengar. Gadis itu terbangun, duduk sambil menggosok matanya yang masih mengantuk.

Leon menoleh dan mendekat. "Kau sudah bangun?"

"Anda akan pergi ke mana?" tanya Eiryn dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Mansion," jawab Leon singkat namun tegas.

Mata Eiryn langsung terbuka lebar. "Mansion?"

"Ya. Kau juga pergilah bersiap, kau akan ikut kembali denganku," ucap Leon sambil mengelus lembut puncak kepala gadis itu, memberikan rasa tenang sekaligus kepastian.

Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk berkemas. Tak banyak yang dibawa, karena Leon tahu apa yang akan ia hadapi di sana bukanlah kunjungan biasa.

Mereka berjalan meninggalkan gubuk kecil itu menuju gerbang desa untuk mencari kereta kuda.

Sebuah kereta kuda kayu berhenti di depan mereka. Leon naik lebih dulu, lalu berbalik dan mengulurkan tangannya ke arah Eiryn.

"Pegang tanganku," ucap Leon membantu gadis itu naik ke atas kereta.

Eiryn menyambut uluran tangan tuannya dengan perasaan campur aduk. Namun melihat punggung Leon yang tegap, ia merasa lebih aman.

Si masinis kereta kuda menoleh ke belakang, memegang kendali tali kekang kudanya. "Tuan, tujuan Anda?"

Leon menatap lurus ke depan, matanya berkilat tajam. "Ibukota Silverhold," ucap Leon.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!