NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Ini terlalu kebetulan untuk disebut sebagai sesuatu kejadian yang tidak masuk akal. "Pak, saya memikirkan sesuatu." Kata Mike tiba tiba, mengingat Seana yang diperintahkan untuk mengecek cctv pertama kali, dan setelah itu rekaman cctv tiba tiba rusak. Tidak mungkin rekaman itu rusak sendiri, tanpa campur tangan orang.

Sanzio mengernyit, menunggu Mike kembali buka suara.

"Apa mungkin, Seana adalah perempuan suruhan Bu Naya?."

Ya, Seana-lah satu-satunya yang memiliki akses pertama kali untuk melihat rekaman cctv pada kejadian malam itu, dan dia pasti sudah melihat seluruh rekamannya. Mike mencurigainya.

Sanzio mendengus dingin, ketika menanggapi tuduhan Mike. "Apa menurutmu gadis ceroboh seperti dia berani melakukan ini?."

Mike mengangguk pelan. Perkataan Sanzio ada benarnya. Seana selalu terlihat ketakutan ketika berhadapan dengan Sanzio. Sementara ibu tiri Sanzio cukup pintar untuk tidak mengirim seseorang yang tidak bisa diandalkan seperti Seana.

Tentu saja Naya akan lebih mencari wanita yang pintar menggoda, dan itu bukan orang seperti Seana.

"Saya nanti akan memberi tahu Seana." Kata Mike.

"Rahasiakan ini dari karyawan yang lain!."

Mike mengangguk. "Saya mengerti."

Lagipula, ini hanyalah pernikahan yang didasarkan pada kepentingan rencana. Akan lebih baik jika hal ini tidak menjadi bahan pembicaraan umum. Pernikahan ini bukan semata-mata untuk kepentingan Sanzio, tetapi juga menguntungkan untuk Seana, siapa yang bisa menolak menikah dengan seorang pewaris?

Tetapi jika publik mengetahuinya, Seana mungkin tidak dapat menikah lagi dimasa depan.

Mike tidak bisa menahan diri untuk mengagumi bosnya. Mungkin kedengarannya Sanzio terlalu memanfaatkan Seana, tetapi dia juga akan menyejahterakan Seana melalui finansial.

..

Begitu Seana kembali ke ruang kerjanya, Mike tiba tiba datang dan menghampirinya. "Datang ke kantorku sekarang."

Seana terlihat bingung, tetapi dia tetap mengangguk patuh. "Oke."

Seana memiliki firasat bahwa Mike mungkin akan menegurnya. Apa yang terjadi sebelumnya bukanlah kesalahannya, ia terbatuk-batuk karena terkejut dengan pembicaraan Sanzio dan Mike!

Di kantor Mike, Seana berdiri didekat pintu. "Ada apa ya, mas?."

"Tutup pintunya!." Kata Mike

Seana sekali lagi mengangguk patuh dan melakukan apa yang diperintahkan. Wanita muda itu berdiri dengan tenang, menunggu apa yang akan Mike katakan.

Mike memberi isyarat agar Seana duduk, dan dia pun duduk.

"Besok, bawa semua dokumen identitas kamu ke kantor. Dan kamu, kamu akan menikah dengan Pak Zio."

Terjadi keheningan selama beberapa saat. Napas Seana tertahan, dan sekali lagi dia tersedak air liurnya dan kembali terbatuk-batuk.

Mike mengernyitkan dahinya melihat ketidakmampuan Seana mengendalikan emosinya. Mike tidak yakin apakah Sanzio telah membuat keputusan yang tepat. Namun sampai batas tertentu, kecanggungan ini mungkin cocok dengan niat tujuannya.

Seana bangkit dari tempat duduknya. "Maaf!." Katanya, sebelum akhirnya berlari keluar dari kantor Mike.

Sebelumnya, kantor adalah tempat yang penuh dengan tekanan, tetapi entah bagaimana, sekarang tempat ini telah menjadi tempat keputusasaan baginya.

Mike memperhatikan Seana yang berlari keluar. Dia merasa bahwa Seana perlu diberi pelajaran tentang mengendalikan emosinya.

Seana terbatuk-batuk hebat di dapur. Dia tidak tahu harus berpikir apa tentang semua yang terjadi hari ini. "Aku pasti tadi salah denger, ngga mungkin orang setegas Mike ngomong kayak gitu, kan?." Monolog Seana.

Setelah beberapa saat, Seana mengumpulkan keberaniannya untuk keluar dari dapur. Ia langsung melihat asisten Mike yang sedang menunggunya di depan pintu ruangannya.

Saat asisten Mike, melihat Seana. Dia langsung menghampirinya. "Mbak Seana, kata Pak Mike, mbak ditunggu di ruangan Pak Zio."

Jadi, dia tidak salah dengar? Mike dan Sanzio memang benar-benar ingin dia menikah?

Seana sangat ingin menghubungi Velia saat itu juga, tetapi asisten Mike mendesaknya untuk segera pergi ke kantor Sanzio. Karena tidak punya pilihan lain, Seana akhirnya menuruti perintah.

Begitu Seana membuka pintu kantor Sanzio, Sanzio dan Mike menghentikan pembicaraan mereka dan menatap Seana secara bersamaan. Tatapan mereka membuat bulu kuduk Seana berdiri. Ia mengepalkan tangannya dan dengan gugup menyapa kedua pria itu dengan sesopan mungkin.

"Pak Zio, Mas Mike. Kalian memanggil saya?."

Sanzio membuang puntung rokoknya ke asbak. "Mike udah kasih tau kamu?."

"Tentang apa ya, Pak?." Seana merasa otaknya tersendat. Dia masih tidak percaya dengan apa yang Mike katakan tadi...

Sanzio mengernyitkan dahinya, merasa tidak senang. Sebelum dia sempat kembali buka suara, Mike menyelanya. "Besok, kamu akan dinikahi Pak Zio!."

"Maaf, tapi saya ngga bisa!." Tersadar dari rasa takutnya, Seana langsung mengatakannya tanpa sempat menahan diri.

Dan suasana di ruangan itu menjadi tegang setelah penolakan Seana.

"Kamu ngga mau?." Sanzio menatap dengan dingin.

Seana menggelengkan kepalanya dengan gugup. "Pernikahan itu bukan permainan, Pak. Ngga ada yang mau menikah tanpa adanya perasaan yang terlibat. Sebelum nenek saya meninggal, beliau berpesan kalau saya harus mencari suami yang baik, beliau juga bilang kalau penampilan fisik tidak penting, yang penting dia bisa memperlakukan saya dengan baik."

Terlepas dari apakah Sanzio memenuhi syarat dari kriterianya atau tidak, dia dan Seana berada didalam lingkungan yang berbeda. Mereka tidak cocok.

Mike sedikit terkejut. Apakah Seana sudah kehilangan akal sehatnya? Apakah dia berpikir bahwa mereka akan menikah sungguhan?

Saat melihat raut wajah Sanzio yang tidak puas, Mike dengan cepat buka suara. "Pak, saya belum menjelaskan semua." Kata, lalu berdiri dan menarik lengan Seana. "Ayo ikut!." Imbuhnya.

Mike harus menjelaskan semuanya secara detail pada Seana. Seana adalah karyawan baru tersulit yang pernah Mike latih.

Seana menatap Mike sejenak, sebelum akhirnya setuju dan mengikutinya keluar dari kantor Sanzio. Namun, sebelum mereka pergi, suara Sanzio terdengar. "Kamu harus setuju menikah dengan saya atau kamu pilih keluar dari kota ini. Itu pilihan kamu."

Seana terdiam. Dia melirik Mike.

Sementara Mike menyadari kekesalan didalam nada bicara Sanzio.

Pernikahan ini mungkin hanya pernikahan palsu, tetapi tetap saja Sanzio merasa tidak nyaman ketika mendapat penolakan. Ada begitu banyak wanita dikota besar ini yang akan langsung memanfaatkan kesempatan ini. Dan ini adalah pertama kalinya, Sanzio ditolak secara terang-terangan.

Mike tidak menatap mata Seana. Dia tidak bisa membantu Seana sekarang. "Pak, saya akan menjelaskannya pada Seana." Katanya.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dibicarakan. Seana sekarang hanya punya dua pilihan, setuju menikah dengan Sanzio atau meninggalkan kota ini.

Mike dan Seana keluar dari kantor Sanzio dan kembali ke ruangannya.

"Mas Mike, apa maksudnya semua ini?." Seana tidak tahu harus berkata apa. Entah bagaimana ia merasa otaknya berpikir terlambat setelah malam itu bersama Sanzio. Semua yang terjadi hari ini hanya memperburuk keadaan.

Mike mengambilkan segelas air untuk Seana. Dia menuntun Seana agar duduk dan menenangkan pikirannya dulu.

"Pernikahan kamu dan Pak Zio adalah pernikahan palsu."

"Pernikahan palsu?." Seana terkejut. "Maksudnya gimana?."

Mike mengangguk. "Mulai sekarang, kalau ada anggota keluarga Artamevia yang bertanya tentang malam itu. Kamu harus bilang kalau kamulah perempuan yang ada di kamar hotel bersama Pak Zio, malam itu."

Otak Seana seolah berhenti bekerja sepenuhnya. Dia menatap Mike dengan tatapan mata kosong.

"Apa kamu beneran ngga tau siapa perempuan yang masuk ke kamar Pak Zio?."

Tersadar dari lamunannya, Seana menggelengkan kepalanya. "Ngga, aku ngga tau apa-apa." Cepat atau lambat, Seana mungkin akan mati karena ketakutan.

Semua yang terjadi mendorongnya ke ambang batas.

"Oke kalau gitu." Mike mengangguk. "Mulai sekarang, kamu harus mengaku sebagai perempuan misterius itu, Seana."

"Tapi--" Seana tidak bisa mengakuinya.

"Memang harus begitu." Kata Mike dengan dingin dan tegas. "Kalau ada yang bertanya, kamu harus menjawabnya seperti itu."

"Kenapa?."

"Karena itu memang tugasmu."

Bukankah dia hanya seorang asisten? Bagaimana posisinya bisa berubah menjadi istri Sanzio?

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!