NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Hutan ini seolah memiliki dendam pribadi pada Xavier. Ranting pohon merobek kemejanya yang seharga mobil, dan lumpur kini menodai sepatu pantofel mahalnya. Darah merembes dari lengan kanannya, tapi egonya jauh lebih terluka.

"Sial! Kenapa aku harus terjebak di hutan gelap tanpa ujung ini!" gerutunya sembari menggigit bibir bawah, menahan perih yang berdenyut seirama dengan detak jantungnya.

Xavier, pria berusia 25 tahun yang biasanya hanya perlu menjentikkan jari untuk melenyapkan nyawa seseorang, kini tampak seperti gelandangan elit yang tersesat.

Karena hobinya yang sedikit terlalu antusias dalam urusan tembak-menembak, orang tuanya memutuskan untuk mengasingkannya ke rumah tua di tengah hutan. Itu supaya Xavier belajar menghargai nyawa seseorang.

"Menghargai nyawa matamu, pak tua. Aku malah hampir mati dimakan nyamuk di sini," gumamnya sinis.

Langkahnya goyah. Pandangannya mulai buram, seperti layar TV rusak yang penuh semut. Ia memutuskan untuk bersandar pada pohon besar yang permukaannya kasar dan sangat tidak nyaman bagi punggung seorang bos mafia.

"Aku benar-benar tidak kuat lagi," bisiknya.

Tepat saat Xavier merasa ajalnya sudah dekat, sebuah suara memecah keheningan.

"Meong... meong..."

Xavier membuka satu matanya. Di hadapannya, seekor kucing dengan bulu putih bersih dan bola mata berwarna sapphire yang indah sedang menatapnya. Kucing itu mulai berputar-putar di kakinya, menggesekkan kepalanya dengan manja.

"Hush, hush!" usir Xavier dengan suara serak yang dipaksakan jadi galak. "Pergi sana, mahluk berbulu menjijikkan!"

Xavier sangat membenci kucing. Baginya, kucing adalah mahluk manipulatif yang kerjanya hanya tidur dan menuntut makanan. Berbeda dengan kakaknya yang hobi mengoleksi kucing. Sementara Xavier lebih suka mengoleksi... yah, peluru.

Bukannya pergi, kucing itu malah duduk dengan anggun di hadapannya, ekornya bergoyang pelan. Matanya menatap Xavier dengan tatapan yang menggemaskan.

"Kubilang pergi! Kenapa kau malah menatapku seperti itu, hah?! Kau mau mengejekku?" makinya tak masuk akal. Efek kehilangan darah mulai membuat otaknya sedikit bergeser.

"Meong... meong!" Kucing itu mendekat lagi, kali ini lebih berani.

"Jangan mendekat! Pergi atau aku habisi kau sekarang!"

Dengan tangan gemetar, Xavier menarik glock dari balik pinggangnya. Ia menarik pelatuknya, mengarahkan moncong senjata hitam itu tepat ke dahi kecil si kucing.

Adegan ini seharusnya terlihat mengerikan, namun kenyataannya, Xavier terlihat seperti pria gila yang sedang berkelahi dengan boneka kapas.

Kucing itu tetap tenang. Alih-alih lari ketakutan melihat senjata api, ia justru melangkah maju dan menjilati tangan Xavier yang memegang pistol.

"Jangan sentuh aku! Air liurmu mengandung kuman, tahu!" teriak Xavier panik. Wajahnya mulai panas dingin. Antara alergi, infeksi luka, atau sekadar trauma pada keimutan, Xavier akhirnya menyerah pada gravitasi.

Bruk!

Tubuh kekar itu ambruk ke tanah. Dunianya menjadi gelap total.

"Meong? Meong!"

Tiba-tiba, udara di sekitar tempat itu berputar membentuk lingkaran. Asap putih tipis menyelimuti area tersebut.

Bak adegan sulap kelas atas, kucing putih mungil itu lenyap, berganti dengan seorang gadis cantik yang sayangnya, sama sekali tidak mengenakan benang sehelai pun.

Gadis itu, yang memiliki rambut putih panjang dan kulit seputih porselen, berjongkok di samping Xavier.

"Hei, Manusia. Bangun!" ucapnya sambil menoel-noel pipi Xavier dengan jari telunjuknya. "Jangan tidur di sini!"

Xavier sama sekali tidak merespons. Gadis itu pun mengerucutkan bibirnya.

"Payah sekali. Padahal tadi galak sekali pakai benda hitam berisik itu."

Ia memperhatikan luka di lengan Xavier. Tanpa rasa jijik, ia menyentuh darah yang mengalir.

"Hmm, baunya enak. Eh, tidak boleh! Fokus, Luna! Fokus!" ia menepuk pipinya sendiri. "Bangun! Kau berat sekali, bagaimana cara membawamu ke pondok Luna?"

Karena tidak ada jawaban, Luna memutuskan untuk menarik kerah kemeja Xavier. Dengan kekuatan yang tidak sebanding dengan tubuh mungilnya, ia mulai menyeret pria setinggi 185 cm itu di atas tanah.

"Aduh, kepalanya kena akar! Maaf ya, Manusia," ucapnya tanpa nada menyesal sama sekali. "Harusnya kau diet. Kenapa badanmu isinya otot semua? Susah diseret!"

Di tengah pingsannya, Xavier sempat merintih kecil saat punggungnya menabrak batu, namun Luna terus berjalan dengan riang, senyum tipis terukir di wajah cantiknya yang polos.

"Ayo kita pulang. Luna sudah lapar," gumamnya.

****

Selamat datang di karya aku selanjutnya. Semoga suka juga menghibur kalian.

Tinggalkan Like, Komen dan Jangan lupa masukan Favorit ya, Kak!

1
Dew666
💜💜💜💜💜
Eva Karmita
cerita nya keren 👌🥰 aku suka ...😍😍
Eva Karmita
dasar Gery salut bikin mute pak bos hilang 😜😄😄
Tiara Bella
ganggu aja nh asisten Geri....udh tw mw bikin debay malah diganggu
Senja: hheee
total 1 replies
Keysha Aurelie
gemes banget sama Vier😂 sudah mengakui menyukai Luna lagi🤣 suka aku dengan kejujuran ini😂
Luna itu bukan cacing 😭 tenang Vier nanti bisa dilanjutkan lagi , kamu bisa kasih pemahaman ke Luna😂
Senja: Tp paham ga tuh anak wkwk
total 2 replies
partini
dasar Gery lucknat 🤭🤭
uhhh cakep banget visual nya 👍👍👍👍 thanks Thor
Senja: mana dia emut permen tuh, pengen tak gigit
total 3 replies
Al Fatih
waow ...,, cocok bngt Kaka...,, utk Xavier dan Luna....,, pas bngt visualnya.

Vier..... pelan2 tho yooo jangan asal nyosor,, ntar Luna trauma lagi 😂
Senja: Makssih kak🤭
total 1 replies
Opi Sofiyanti
akhirnyaaaaaa.... nymp jg bc ampe part ini.... stlh terpending sekian hr..... maaf y kak g ber mksd menimbun bab, tp emng aku g smpt bgt bc lama2....
Senja: Nah iya maknya ini, bulan ini blm buat buku baru lagi, habis lebaran saja.
total 3 replies
Eva Karmita
Sapir tahan ya jangan sampai Luna Lo amboxsing 😜🤭😄😄
Eva Karmita
ternyata Luna adalah obat mujarab untuk Sapir 🥰🥰🥰🥰
partini
kasih visual Thor dari belakang juga boleh 🤭
partini
buset dah cat menggatal sekali kau ini,kan aslinya kuncung ya menjilat dan mencakar,lost control ga ini sapir sering banget no baju baju
Keysha Aurelie
Vier ternyata Luna itu penawar terbaikmu , tanpa mendatangkan dokter , menuju Luna saja akan menjadi candu yang menenangkan 🤣 dan membuat ketagihan🤣🤣 kelihatan sayang banget Luna sama kamu Vier
Keysha Aurelie
pengganggu seperti Cat itu mending dimusnahkan atau dikasih pelajaran biar takut dan tak berani mengganggu atau mendekati lagi , kalau ada Cat muncul rasanya pengen tak dorong biar jatuh dari ketinggian 😂
partini
kaya Diego ga bisa sentuh sembarang balik gih skin to skin sama Luna biar sembuh ,,bagus juga Kya pesikopat ayo bunuh segera di cat
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Senja: Siapppp mak
total 1 replies
Natsa
when cemburu dibawa ke tempat kerja /Facepalm/
Natsa
diem salah jawab salah /Facepalm/
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
partini
segampang itu si Luna Thor , Secara gitu dari awal konek ke sapir cuma daging doang udah beda aiahhhhh kucing anehhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!